Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Kesepakatan dan Kebetulan Lain


__ADS_3

“Tunggu!”


Kali ini, ayah Zod, sang kepala suku yang berbicara. Dibandingkan Zod yang relatif lebih muda, dia memiliki lebih banyak pengalaman dengan orang-orang dari luar. Kebanyakan dari mereka pasti tidak akan membantu hanya karena rasa ‘kasihan’.


Ciel melihat ke arah kepala suku, ekspresi wajahnya kembali tenang. Terlihat tidak acuh dan hanya mengangguk ringan sebagai tanggapan.


“T-Tapi Ayah, jika lukamu terus ditunda-”


“Diam!” seru kepala suku menegur Zod.


“...”


Kepala suku menoleh ke arah Ciel, tampak sangat serius. Dia dengan sungguh-sungguh bertanya, “Kalau boleh saya tahu, apa syarat untuk mendapatkan obat itu, Pangeran Luciel?”


Baik. Layak sebagai kepala suku. Tidak egois dan dibutakan oleh obat yang bisa menyembuhkannya, tetapi masih sempat memikirkan suku di bawah kepemimpinannya.


Ciel mengangguk ringan. Dia sedikit menyukai sikap kepala suku itu. Namun, bukan berarti pemuda itu akan berbaik hati dan memberikan salah satu obat miliknya yang berharga secara gratis.


“Saya punya tiga syarat.” Ciel berkata dengan santai.


“Tolong katakan,” ucap kepala suku dengan nada serius.


“Pertama, aku ingin suku Centaur ini menjadi wargaku. Tidak perlu pindah, kalian tetap tinggal di sini. Hanya saja, status kalian sudah tidak lagi bebas. Kalian memiliki kewajiban sebagai rakyat di bawahku. Seperti membantu dalam perang misalnya.


Kedua, aku ingin semua ‘Silvermoon Elk Moss’. Tentu saja, tidak secara gratis. Aku akan memberi peralatan untuk memetik dan mengawetkan. Juga, aku akan membelinya dengan harga pasar. Hanya saja, kalian tidak boleh menjualnya selain kepadaku.


Ketiga, aku ingin kesetiaan kalian. Aku tidak akan memperbudak kalian. Namun, sebagai bawahanku, kalian diwajibkan setia. Jika ada satu Centaur yang menjual informasi yang merugikan daerah atau wilayah di bawahku kepada musuh …


Aku tidak segan untuk menghapus mereka.”


Mendengar permintaan Ciel, kepala suku merenung dengan heran. Daripada merugikan, sebenarnya, penawaran Ciel sangat menguntungkan untuk mereka. Karena ada di bawah Ciel, mereka tidak takut kalau gadis-gadis suku ditangkap pemburu.

__ADS_1


Selain itu, mereka juga tidak rugi. Silvermoon Elk Moss, salah satu tanaman obat yang tumbuh di tanduk Demonic Beast berbentuk rusa level 2 yang biasanya dekat dan ramah dengan suku Centaur. Berbentuk lumut, biasanya dipanen ketika bulan purnama, sebulan sekali.


Hanya saja, untuk mengawetkan bahan obat itu, lumut harus disimpan dalam wadah yang terbuat dari bahan khusus. Tentu saja, wadah itu tidak murah untuk para Centaur seperti mereka. Belum lagi, para Centaur juga terkenal sebagai prajurit yang setia. Jadi, syarat ketiga bisa dianggap tidak ada.


Meski mengetahui kalau itu sangat menguntungkan, kepala suku bertanya dengan ragu.


“Apakah anda benar-benar akan melindungi suku kami, Pangeran Luciel?”


“Sebagai kepala suku, kamu seharusnya tahu, sudah menjadi tugas pemimpin untuk melindungi orang-orang di bawahnya.” Ciel menatap mata kepala suku dengan serius.


“Kalau begitu, biarkan saya berbicara dengan dua elder lain. Sebagai kepala suku, tidak baik bagi saya untuk memutuskan hal semacam ini sendiri.”


“Baik.” Ciel mengangguk ringan.


Setelah itu, Ciel dan Zod keluar rumah. Sementara, istri kepala suku memanggil kedua elder lain.


Pada saat berpapasan dengan kedua elder, Ciel mengerti. Selain Zod yang merupakan iblis level 3 (akhir), orang yang dianggap kuat dalam suku adalah kedua elder dan kepala suku.


Kepala suku adalah iblis level 4 (awal). Sedangkan kedua elder, mereka berdua memiliki level yang sama dengan Zod, level 3 (akhir).


Tidak seperti Ciel yang memiliki Eye of The Lord, cara kebanyakan bangsawan memilih bakat lebih rendah. Bagi mereka, iblis level 3 sudah dianggap sangat baik. Jadi, dalam sebuah suku Centaur yang memiliki beberapa iblis level 3 sudah bisa dianggap cukup kuat.


Ciel dan Zod kemudian berkeliling pemukiman. Ciel yang pertama kali berkunjung ke suku Centaur merasa penasaran dengan banyak hal. Meski begitu, dia tetap terlihat tenang. Pemuda itu mempelajari berbagai hal tentang budaya Centaur dari Zod.


Kira-kira pukul delapan pagi, mereka berdua kembali ke rumah kepala suku. Di sana, selain kepala suku dan istrinya, kedua elder telah menunggu Ciel dengan ekspresi serius.


Sebelum mereka berbicara, sebagai kesopanan, para Centaur mengajak Ciel untuk sarapan. Tentu saja Ciel tidak menolak, penasaran dengan hidangan khas para Centaur.


Ciel merasa puas ketika memakan sarapan. Meski Centaur bukan herbivora dan masih bisa memakan daging, tetapi kebiasaan ‘kuda’ masih melekat dengan mereka. Para Centaur biasanya lebih suka makan sayur dan buah. Kecuali terpaksa, mereka tidak memakan daging. Oleh karena itu, kebanyakan hidangan khas yang disajikan kepada Ciel adalah olahan biji-bijian dan buah.


Awalnya mereka cukup gugup karena takut Ciel tidak menyukai hidangan semacam itu. Tidak mengharapkan kalau Ciel benar-benar menikmati setiap hidangan dengan ekspresi tulus. Khusunya ketika memakan hidangan paling khas suku Centaur mereka.

__ADS_1


Ciel merasa agak aneh awalnya. Hidangan itu terbuat dari campuran berbagai macam sayur yang diberi bumbu lalu masukkan ke dalam guci dan difermentasi. Benar-benar mirip ‘kimchi’ dari kehidupan Ciel sebelumnya. Hanya saja, memiliki lebih banyak variasi sayur.


“Ini cukup menarik,” gumam Ciel dengan ekspresi puas.


Setelah makan sarapan bersama, akhirnya Ciel dan para petinggi suku Centaur saling berhadapan.


“Jadi … apa keputusan kalian?” tanya Ciel dengan senyum santai di wajahnya.


“Kami setuju, tetapi setelah anda membuktikan sesuatu.” Kepala suku menatap Ciel dengan ekspresi serius.


“Apakah kalian meragukan kekuatanku?” tanya Ciel dengan tatapan dingin.


“Bukan, Pangeran Luciel. Hanya saja, anda tahu … banyak bangsawan yang menarik kembali kata-katanya. Kami percaya anda tidak seperti itu, jadi-”


“Tidak perlu berbelit-belit. Katakan saja keinginan kalian.” Ciel mengangkat bahu dengan wajah tak acuh.


“Kami ingin anda mengalahkan makhluk yang telah melukai saya,” ucap kepala suku dengan ekspresi serius.


“Makhluk yang memiliki racun kuat itu?” Ciel mengangkat alisnya. “Ini bukan dendam pribadi, kan?”


“Tentu saja bukan.” Kepala suku menggelengkan kepala dengan senyum pahit. “Alasan kenapa area luar hutan menjadi seperti sekarang adalah karena keberadaan makhluk itu.”


“Kalau begitu sudah diputuskan.” Ciel tersenyum.


Lagipula, alasan kenapa dia datang ke sana adalah untuk mengurus masalah keanehan hutan. Jika suku Centaur memiliki petunjuk untuk menyelesaikannya. Tentu saja, Ciel tidak akan menolak.


Mendengar persetujuan Ciel, kepala suku dan lainnya terlihat lega. Mereka kemudian berbincang-bincang bersama. Ciel sebenarnya ingin kembali, tetapi para Centaur dengan ramah memintanya tinggal untuk makan siang. Pada akhirnya, dia memutuskan pergi setelah makan siang.


Setelah makan siang, Ciel yang telah berpamitan keluar meninggalkan suku sendiri. Sebenarnya para Centaur ingin mengantar, tetapi Ciel dengan tegas menolak.


Pada saat di gerbang desa, Ciel terkejut melihat sosok di depannya. Dia merasa aneh karena makhluk itu seperti tidak pada tempatnya. Ciel memiringkan kepala sambil bertanya-tanya.

__ADS_1


“Ras Dragonborn?”


>> Bersambung.


__ADS_2