Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Menyerah atau Melawan?


__ADS_3

Tentu saja Ciel bohong.


Pemuda itu memang sengaja lewat Wilayah Ashpool untuk melihat apakah Kota Ashpool telah ditaklukkan atau belum. Menurut catatan yang ditulis oleh Eoran, Marquis Bostel adalah bangsawan yang masih bisa diandalkan. Paling tidak, orang itu memiliki kasih sayang tinggi terhadap tanah airnya.


“L-Lalu … lalu untuk alasan apa anda pergi ke Ibukota, Pak?”


Mendengar pertanyaan Marquis Bostel, Ciel yang sedang menyesap anggur mengangkat sudut bibirnya. Dia kemudian menjawab dengan ekspresi yang tenang, bahkan cukup bosan.


“Aku datang untuk urusan pribadi. Lebih tepatnya, untuk menyelamatkan ibu tunanganku.”


Setelah mengucapkan itu, Ciel berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati Marquis Bostel. Dia kemudian meletakkan tangan kanan ke dada kiri, tangan kiri di belakang punggung, lalu sedikit membungkuk.


“Sebelumnya aku belum memperkenalkan diri, jadi perkenalkan … nama saya Luciel Dawnbringer, Pangeran ke-8 dari Kekaisaran Black Sun.”


Bruk!


Mendengar ucapan Ciel, Marquis Bostel jatuh duduk ke lantai. Pria itu memiliki campuran ekspresi takut, heran, dan lega di wajahnya.


“J-Jadi … Jadi akhirnya Kekaisaran Black Sun datang untuk membantu Kerajaan Black Star?”


Mendengar pertanyaan Marquis Bostel, Ciel menatap dengan ekspresi dingin. Melihat ekspresi berharap pria itu, dia langsung menyiram api harapan itu dengan ucapan dingin.


“Sudah aku bilang, aku datang karena masalah pribadi. Kekaisaran Black Sun memiliki masalah sendiri, jadi tidak akan ada bala bantuan yang akan datang untuk menyelamatkan Kerajaan Black Star.”


Kali ini Saul yang sedari tadi diam tampak agak tidak puas.


“Bukankah kalian kejam? Bukankah anda adalah tunangan Putri Ariana? Seharusnya Kekaisaran Black Sun membantu kami sebagai saudara dan-”


Bruk!


Ucapan Saul terhenti ketika tubuhnya jatuh berlutut di tanah. Lelaki itu tampak terkejut melihat sebuah pedang menusuk perutnya.


“Sejak kapan kamu memiliki hak untuk berbicara di sini?”


Mendengar pertanyaan Ciel, Saul yang awalnya marah merasa tubuhnya disiram dengan air dingin. Dia tahu dirinya tidak boleh berbicara seperti itu, tetapi sudah terlambat.


“Apakah kalian bodoh atau bahkan tidak memiliki akal? Mungkin otak semua orang di Kerajaan Black Star tersumbat oleh kesombongan mereka.


Aliansi? Kalian telah berlindung ke Kekaisaran Black Sun. Kami terus memasok makanan, senjata, dan banyak hal yang Kerajaan Black Star butuhkan dengan harga rendah. Namun … apakah kalian memikirkannya?


Para bangsawan Kerajaan Black Star suka menginjak punggung rakyatnya. Jika terus diinjak, apakah rakyat tidak marah? Jika marah dan akhirnya mereka berdiri, bukankah para bangsawan bodoh yang berdiri di punggung mereka akan jatuh.

__ADS_1


Sekali lagi aku akan bertanya …


Itu kebodohan kalian! Itu kesombongan kalian! Lalu, kenapa Kekaisaran Black Sun yang harus mengirip para ksatria pemberani itu pergi mati di tanah asing?


Menyuruh kami membersihkan kekacauan yang kalian perbuat? Bahkan jika Raja datang sendiri ke Kekaisaran Black Sun, aku akan memukulnya dan menyuruhnya kembali pulang!


Kekaisaran Black Sun mungkin baik, tetapi kami bukan pengurus BAYI!”


Ciel menarik kembali pedangnya, menatap Saul dengan dingin. Pemuda itu kemudian berjalan menuju ke arah seorang wanita cantik berambut pirang. Melihat dirinya mendekat, wanita itu tampak kaget dan agak takut, khususnya ketika melihat tatapan dingin Ciel.


“A-Apa yang coba anda lakukan, P-Pangeran Luciel?”


Tidak mengatakan sepatah kata, Ciel memegang tangan wanita itu lalu menyeretnya ke arah Saul. Dia kemudian mendorong wanita itu sampai jatuh di depan Saul.


Marquis Bostel yang melihat putrinya diperlakukan seperti itu ingin melawan, tetapi dirinya tidak bisa bergerak dari tempatnya. Dia hanya bisa berkata dengan nada memohon.


“P-Pangeran Luciel, Druella … Druella sama sekali tidak bersalah. Tolong jangan sakiti dia.”


Mengabaikan Marquis Bostel, Ciel berjongkok di samping Druella sambil memandang ke arah Saul.


“Bukankah kamu ksatria paling kuat di Wilayah Ashpool, Saul? Wanita bernama Druella ini … sedari tadi kamu memandangnya dengan ekspresi khawatir. Aku rasa, kamu memiliki perasaan khusus kepadanya, tapi …”


“P-Pangeran Luciel … A-Apa yang anda coba lakukan, Pangeran Luciel?”


Teriakan Druella terdengar di telinga Saul. Lelaki itu memandang Ciel dengan mata merah. Benar-benar sangat marah tetapi tidak bisa mengatakan atau berbuat apa-apa.


Ciel menangkap Druella lalu mengelus pipi wanita itu. Dia kemudian berkata dengan dingin.


“Wanita ini terlihat cantik. Jika aku menikmati tubuhnya lalu membunuhnya di depanmu … apakah kamu akan marah karena Druella mau melakukannya? Atau kamu akan menyalahkan takdir? Menyalahkan dunia?


Apakah kamu pikir dunia akan terus mendukungmu? Tidak! Dunia itu kejam, terkadang … bisa atau tidak bisa kamu hanya bisa menerimanya. Jadi …”


Ciel sekali lagi merobek sebagian gaun Druella, membuat wanita itu nyaris tidak memakai apa-apa. Pemuda itu kemudian mendorong Druella yang hampir tidak memakai apa-apa sampai jatuh di depan Saul.


“Hiks … hiks …” Druella terisak.


Melihat penampilan wanita itu, Saul mengigit lidahnya sendiri. Matanya merah, darah mengalir di mulutnya. Dia berusaha bergerak, melawan, dan membunuh pangeran kejam itu, tetapi tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan.


“AAARRGGGHHH!!!” Saul meraung.


Pada saat itu, Ciel mendekati Druellla yang menatap saul dengan mata berkaca-kaca. Kemudian suara dingin Ciel kembali terdengar.

__ADS_1


“Setelah puas lalu membunuhnya. Aku akan membuatmu tetap hidup agar kamu bisa mengerti. Dalam menghadapi nasib seperti itu … kamu hanya punya dua pilihan!


Tidak ada pilihan untuk menyalahkan orang lain. Hanya ada pilihan … menyerah atau melawannya sampai mati!”


“AAARRGGHH!!!”


Saul meraung dengan putus asa. Matanya merah, tubuhnya mulai dipenuhi oleh luka karena memaksa bergerak dalam sihir gravitasi yang begitu kuat. Darah terus mengalir dari mulutnya.


“Pfftt … HAHAHAHA!!!”


Ciel tiba-tiba tertawan dengan ekspresi agak gila.


“Aku tidak tahan lagi. Itu benar-benar lucu. Sangat disayangkan aku tidak bisa mencicipi tubuh wanita itu karena tidak tertarik melakukan hal semacam itu kecuali dengan tunangan (istri), atau selirku.”


Pada saat itu, sihir yang menyelimuti Saul dan Marquis Bostel menghilang.


Saul langsung bergegas ke arah Druella lalu memeluk wanita yang mengigil ketakutan itu. Sementara Marquis Bostel, meski tahu tidak bisa menang. Dia berdiri di depan Ciel, menarik pedangnya sambil berusaha menghalangi pemuda itu.


“A-Apa yang sebenarnya anda inginkan, PANGERAN LUCIEL!” seru Marquis Bostel yang melihat Ciel tertawa.


“Ah! Aku?” Ciel menunjuk ke arah dirinya sendiri dengan senyum main-main. “Aku hanya ingin melakukan itu karena bosan. Lagipula, apa lagi? Aku bisa membunuh kalian selama aku mau.”


“...”


Marquis Bostel merasa tubuhnya gemetar ketika ditatap oleh sepasang mata dingin itu, tetapi masih tidak bergerak dari tempatnya.


“Sebenarnya aku hanya ingin menyampaikan sesuatu.”


Ciel berkata dengan nada tak acuh sebelum kembali duduk ke kursinya lalu menuang anggur ke dalam cawan miliknya. Menyesap anggur, pemuda itu menyeringai.


“Aku hanya bilang kalian tidak seharusnya mengandalkan bantuan eksternal karena tidak akan ada bantuan yang akan datang. Aku tidak tahu Kerajaan lainnya, tetapi Kekaisaran Black Sun memang tidak bisa membantu karena memiliki masalah sendiri. Bahkan cukup serius.


Sebagai gantinya, aku datang dengan urusan pribadi. Juga … aku datang membawa dua pilihan untuk kalian.”


Ciel mengeluarkan sebuah pedang sihir kelas tinggi (bukan senjata artifak) dari cincin dimensi miliknya lalu melemparkannya ke arah Saul. Pedaing itu jatuh tak jauh dari Saul. Pada saat itu, suara Ciel yang tak acuh kembali terdengar.


“Kalian bisa memilih menyerah dengan hasil yang tidak jelas seperti diperbudak, diasingkan, dsb. Atau …


Tarik keluar senjata kalian lalu bertarung demi kebebasan dan kemuliaan kalian sampai titik darah penghabisan!”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2