Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Ferdo dan Fito


__ADS_3

BLARRR!!!


Beberapa bangunan langsung hancur ketika ledakan keras terjadi. Untung saja, kebanyakan orang di sekitar telah dievakuasi. Kepulan asap mereda, sosok Ciel yang menahan serangan lawannya tampak cukup serius.


“Dia memiliki pertahanan yang bagus, Fito.” Ferdo menatap sosok yang berdiri di sampingnya.


“Kamu benar, Ferdo.” Fito mengangguk dengan wajah datar.


Melihat ke arah dua lawan yang tampaknya adalah saudara kembar, Ciel mengerutkan kening. Dia merasa agak heran, bahkan cukup tidak percaya ketika melihat kemampuan mereka berdua dengan skill ‘Eye of The Lord’.


Half-Dragonborn … apakah ras semacam itu benar-benar ada?


Belum lagi, mereka berdua … sama-sama di level 6 (awal)?


Apa yang membuat Ciel merasa lebih heran adalah kemampuan Curses of Shadow untuk merekrut anggotanya. Level 6 bisa dianggap setara dengan raja. Belum lagi, dari sosok yang dia temui dan dengar … sebagian mereka bisa dianggap muda!


Vesperr, Celeval … mereka berada di usia dua puluhan. Si kembar di depannya sekarang, Ferdo dan Fito lebih aneh, mereka masih berada di awal dua puluhan.


“Kalian berdua …”


“Orang asing itu bertanya kepada kita, Fito.”


“Kamu benar, Ferdo.”


“...”


Ciel langsung terdiam. Melihat ke arah dua sosok yang terlihat ganas, dia merasa … keduanya sama sekali tidak jahat. Mungkin mereka suka bertarung, tetapi pemuda itu merasa mereka tidak jahat.


Apakah ada yang salah dengan orang-orang di Curses of Shadow?


Menggelengkan kepala, Ciel langsung bertanya dengan jujur kepada keduanya.


“Kalian para Jenderal dari Curses of Shadow sangat kuat. Bahkan mampu menyaingi seorang Duke dalam sebuah Kekaisaran. Apakah … ada cara yang membuat kalian kuat dengan cepat?”


Ciel menduga, ketua dari Curses of Shadow mungkin saja memiliki skill khusus, mampu membuat ramuan khusu, atau memiliki lokasi khusus agar bisa mengembangkan orang-orang agar menjadi kuat dalam waktu yang singkat.


Jika itu sebuah skill … Ciel tidak peduli. Namun jika itu tempat atau resep ramuan tertentu, dia sangat menginginkannya!


Harapan besar membawa kekecewaan besar juga. Ferdo dan Fito memiringkan kepala mereka secara bersamaan.


“Cara? Apakah ada cara curang seperti itu, Fito?”


“Aku tidak tahu, Ferdo.”

__ADS_1


Melihat keduanya agak linglung, sudut bibir Ciel berkedut.


“Jadi bagaimana kalian bisa begitu kuat di usia muda?” tanya Ciel heran.


“Bukankah orang asing itu aneh, Fito? Dia sendiri masih muda dan kuat, tetapi bicara seperti orang tua.”


“Kamu benar, Ferdo.”


“...”


Ciel menarik napas dalam-dalam. Karena keduanya sama sekali tidak menolak untuk menjawab, ekspresi kecewa pemuda itu berubah menjadi lebih serius.


“Celeval, Vesperr, dan Aragil … seberapa kuat kalian dibandingkan mereka? Di antara para Jenderal dari Curses of Shadow?” tanya Ciel dengan ekspresi serius.


“Berapa kuat … Celeval? Orang aneh itu sangat menyebalkan kan, Fito?”


“Kamu benar, Ferdo.”


“Vesperr … jika satu lawan satu, kelihatannya orang gila itu sedikit lebih kuat karena tombaknya kan, Fito?”


“Kamu benar, Ferdo.”


Ferdo memiringkan kepalanya sambil menatap kosong sebelum membuka mulutnya.


“Jika Ketua dan Wakil Ketua dikecualikan …” Ferdo tampak berpikir keras. “Kakek Will, Celeval, Aku, Fito, Vesperr, Aragil … yang lainnya sepertinya agak lemah kan, Fito?”


“Aku tidak terlalu paham, Fito.” Ferdo mengangkat bahu.


Melihat Ferdo dan Fito yang kuat tetapi bisa dibilang mati otak, Ciel mengerjap. Bukannya terkejut dengan kekuatan Curses of Shadow, dia terkejut dengan keberuntungannya sendiri.


Bukankah itu berarti aku terus menabrak barisan depan Jenderal dari Curses of Shadow? Aku juga hampir bertemu dengan Celeval, kan?


Siapa lagi Kakek Will itu? Bahkan tidak ada informasi tentang dirinya!


Jadi, si kembar mati otak ini Jenderal nomor 3 dan nomor 4? Apakah aku begitu tidak beruntung?


Ferdo dan Fito saling memandang lalu menatap sosok Ciel. Melihat sosok bertopeng perak yang diam tak bergerak, mereka merasa aneh.


“Apakah kamu memiliki pertanyaan lain, Orang asing? Haruskah kita bertarung sekarang? Benar kan, Fito?”


“Kamu memang benar, Ferdo.”


“Pertanyaan terakhir …” Ciel tampak serius. “Kenapa kalian bertarung dan membunuh?”

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Ciel, Ferdo dan Fito saling memandang sebelum mengalihkan pandangan mereka ke arahnya dengan ekspresi aneh. Ekspresi yang seolah mengatakan bahwa dirinya itu terlihat bodoh.


“Bukankah itu sudah jelas? Kita lahir ke dunia untuk bertarung. Yang kuat memakan yang lemah? Bukankah begitu, Fito?”


“Kamu benar, Ferdo.”


Ciel mengangguk, tetapi ekspresinya berubah kemudian. Dia tidak bisa tidak bertanya, “Memakan? Kalian memakan iblis-iblis lain?”


“Iblis, Demonic Beast, dan lainnya … bukankah itu sama? Kita memakan semuanya kan, Fito?”


“Kamu benar, Ferdo.”


Mendengar percakapan antara keduanya. Ciel akhirnya sangat paham. Dugaan pemuda itu sebelumnya itu benar. Awalnya dia berpikir bahwa si kembar itu hanya mati otak, tetapi sekarang fakta telah membuktikan … keduanya bahkan kanibal.


Sudah aku duga, hampir semua orang dalam Curses of Shadow itu tidak waras!


Ciel tidak bisa tidak mengutuk dalam hati. Setelah itu, dia tiba-tiba terbang menjauh dengan cepat. Ferdo dan Fito yang melihat itu langsung tercengang. Mereka berdua langsung menyusul Ciel.


Meski hanya memiliki satu sayap, mereka berdua masih bisa terbang. Bahkan terbang sangat cepat. Gerakan itu terlihat aneh, tetapi tidak disangkal kecepatan mereka sama sekali tidak buruk.


Melihat bagaimana kedua lawannya mudah dibodohi, Ciel mengerutkan kening. Pemuda itu terbang menjauh dari kota atau medan perang. Dia tidak ingin pertarungann memakan banyak kroban tidak bersalah.


Menuju tempat yang begitu sepi, Ciel akhirnya berhenti.


“Kelihatannya orang itu sudah kelelahan, Fito.”


“Kamu benar, Ferdo.”


Ketika menginjakkan kaki di tanah, Ciel langsung mengeluarkan tombak yang dia dapat dari Vesperr. Karena keduanya cukup kuat, tanpa bantuan tombak itu, sulit untuk menyembunyikan identitasnnya yang sebenarnya.


“Tombak di tangan orang asing … bukankah mirip dengan tombak orang gila itu, Fito?”


“Kamu tidak salah, Ferdo.”


Ciel menarik napas dalam-dalam. Pemuda itu sebenarnya ingin mencoba sesuatu. Namun untuk sekarang, dia memilih melawan keduanya agar bisa mengukur batas kekuatan keduanya. Namun, ekspresi pemuda itu stagnan di detik berikutnya.


“Karena orang asing menggunakan senjata, kita juga harus melakukannya, Fito.”


“Mari kita lakukan, Ferdo.”


Setelah saling memandang, keduanya menarik belati di pinggang mereka dengan tangan yang normal (tidak terlihat seperti monster. Melihat belati merah gelap di tangan Ferdo dan belati biru muda di tangan Fito … Ciel mengeluh dalam hatinya.


Kelihatannya buku di perpustakaan itu palsu, Ayah! Lihat si kembar yang mati otak itu …

__ADS_1


Mereka bahkan juga memiliki senjata artifak!


>> Bersambung.


__ADS_2