Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Terlalu Sia-sia!


__ADS_3

Setelah ledakan keras serta kepulan asap sirna, penampakan yang cukup mengejutkan terlihat.


Tidak ada lubang besar atau kekacauan yang mengerikan. Di tengah arena, Kaisar Julius mengangkat tangan kanannya. Serangan petir yang tampak ganas sebelumnya benar-benar lenyap di tangan pria itu.


Meski begitu, Kaisar Julius terkejut ketika melihat dampak serangan yang menghancurkan Undestroyable Barrier miliknya. Pria itu sampai mengaktifkan Domain miliknya, Endless Shadow Storm, untuk menghilangkan semua dampak dari serangan putranya.


Selain itu, Kaisar Julius melihat bagian lengan kanan pakaiannya benar-benar tercabik. Tangan putih bersih masih bisa terlihat. Namun, di ujung jari telunjuknya, sebuah luka kecil seperti tanpa sengaja teriris oleh pisau bisa terlihat.


Melihat luka kecil itu, Kaisar Julius benar-benar terpana.


“Benar-benar luar biasa,” gumam pria itu.


Kaisar Julius kemudian menatap Luciel yang berbaring di pinggir arena sambil terengah-engah. Terlihat kelelahan karena melakukan serangan kuat semacam itu berturut-turut.


Berjalan ke arah Ciel, Kaisar Julius berhenti tepat di depan pemuda itu.


“Luciel Dawnbringer, Pangeran ke-8 dari Kekaisaran Black Sun. Dengan kekuatan semacam itu, bakat semacam itu, dan pencapaianmu dalam pengasingan …


Apakah kamu mau kembali ke Royal Capital, lalu mengemban tugas sebagai Putra Mahkota serta pemimpin Kekaisaran Black Sun berikutnya?”


“...”


Mendengar ucapan Kaisar Julius, Ketiga Ratu serta putra dan putri mereka tampak terkejut. Kubu Ratu Victoria ingin mengajukan protes, tetapi hanya diam karena tidak ada hal buruk yang bisa dikatakan tentang Ciel kecuali rasa malasnya.


Dibandingkan Pangeran lain baik secara bakat, kemampuan, dan cara berpikir … Ciel memang lebih unggul daripada yang lainnya.


Semua orang memandang ke arah Ciel, bersiap melihat momen bagaimanya Putra Mahkota berikutnya ditunjuk, tapi …


“Apakah anda menjadi linglung karena disambar petir, Ayahanda? Tentu saja saya menolak posisi merepotkan seperti itu!!!”


“...”


Angin berembus lembut. Seluruh arena tampak begitu sunyi. Dari seluruh sejarah di benua, banyak cerita perebutan kekuasaan yang mungkin tidak terhitung jumlahnya. Sedangkan sosok yang menolak karena merasa tidak pantas, ada beberapa.


Cerita tentang bagaimana seorang pangeran menolak tahta dan mengatakan ayahnya menjadi bodoh karena tersambar petir …


Para Ratu, Putri, dan Pangeran baru mendengarnya satu kali ini!


Melihat bagaimana putranya yang pemalas dan tidak bisa diandalkan mengutuk dirinya, sudut bibir Kaisar Julius berkedut. Ingin marah, tetapi tidak bisa. Pada akhirnya, pria itu hanya menghela napas panjang.


“Lalu apa yang ingin kamu lakukan?”


“Pergi membantu ibu mertua, kembali ke rumah lalu hidup santai dan bahagia di tempat terpencil tanpa harus mengurus banyak hal.”


“...”

__ADS_1


Kaisar Julius yang awalnya mencoba mendukung impian dan cita-cita putranya langsung terdiam. Sudut bibirnya bergera-gerak. Sangat tidak menyangka putranya itu benar-benar memiliki cita-cita yang tidak bisa diandalkan.


“Kamu bercanda kan … Luciel?”


Melihat tatapan serius Ciel yang penuh tekad untuk hidup sambil bermalas-malasan, entah kenapa Kaisar Julius merasa tertekan. Bukan hanya pria itu, bahkan para Ratu dan Pangeran lain juga tertekan.


Bagaimana tidak?


Ketika yang lain berusaha sekuat tenaga, Pangeran malas itu memilih untuk membuang bakatnya dan hidup sebagai orang tidak berguna. Padahal, dia memiliki bakat luar biasa yang mungkin bisa mengembangkan Kekaisaran Black Sun ke tingkat yang lebih tinggi dan menggemakan namanya ke seluruh benua. Namun …


Pangeran pemalas itu benar-benar memilih ranjang hangat daripada apa yang seharusnya bisa dia capai.


Bagi orang lain … itu memang tidak tertahankan!


Melihat ekspresi buruk di wajah orang-orang, Ciel tersenyum puas. Dia memejamkan matanya. Selain agak lelah, dia merasa cukup bosan dan mengantuk. Namun saat pemuda itu hendak pergi ke alam mimpi, dia melihat bayangan yang menimpa wajahnya.


Membuka matanya, Ciel melihat sosok Ratu Lilith yang tersenyum dengan ‘lembut dan penuh kasih sayang’.


“Ibunda, saya-”


Sebelum Ciel menyelesaikan ucapannya, Ratu Lilith sudah menarik kerah belakang lehernya lalu membawa pemuda itu pergi meninggalkan arena latihan.


...***


...


Melihat ibunya yang bahkan tidak mengizinkan dirinya makan, Ciel tersenyum pahit.


“Apakah kamu masih menyembunyikan sesuatu dari ibu, Ciel?”


“Sudah saya bilang, Ibunda … saya tidak menyembunyikan apa-apa.”


“Lalu bagaimana kamu muncul secara tiba-tiba dan menjadi iblis level 6 (awal) lalu mencoba menguburkan satu keluarga bersama dengan arena dengan sihir yang ‘boom’, ‘blar’, atau semacamnya! Apakah kamu sudah gila!


Kenapa ibu bahkan tidak tahu kamu sudah berada di level 6! Ketika Ratu Victoria dan Ratu Margaret menatapku dan aku malah menatap kosong …


Itu benar-benar memalukan! Jadi jelaskan, kenapa ibu tidak tahu!”


Melihat ibunya yang mengomel dengan cara yang agak lucu, Ciel merasa itu cukup menarik. Dia tidak menyangka kalau ibunya yang ‘baik hati’ itu benar-benar memiliki sisi seperti ini. Namun setelah mendengar nasihat seperti peluru tanpa batas yang di arahkan kepadanya, pemuda itu mulai berkeringat dingin di punggungnya.


Mungkinkah ibu ingin menceramahi aku selama tujuh hari tujuh malam? Itu berlebihan kan?


Menatap ibunya yang terus protes, Ciel tiba-tiba mengangkat tangannya.


“Bolehkah saya menjelaskannya secara singkat, Ibunda?” tanya Ciel.

__ADS_1


“Kalau begitu jelaskan!”


“Sebenarnya ini perkara sepele.” Ciel menghela napas panjang. “Bukankah itu karena Ibunda, Ayahanda, Kakak, atau Lilia tidak bertanya?”


“...”


Ruang belajar langsung sunyi. Sudut bibir Ratu Lilith bergerak-gerak. Wanita itu langsung bangkit dari kursinya. Dia berjalan menuju ke ara Ciel sambil menggulung lengan gaunnya.


Pada saat itu, Lilia juga berdiri dan memegangi ibunya dari belakang.


“Tenang Ibunda … Tenang …” ucap Lilia dengan nada panik.


“Bocah ini … aku benar-benar akan memukul kepala bocah ini dan menyadarkannya! Otaknya pasti sudah rusak karena hanya memikirkan ranjang dan camilan!”


Melihat drama yang dimainkan oleh ibu, adik laki-laki dan adik perempuannya, Alexander merasa itu menarik. Dia merasa hangat karena kejadian semacam ini sudah lama tidak dia lihat. Dalam ingatannya, itu semua mirip dengan apa yang terjadi ketika Ciel yang masih kecil mulai sering menghilang dan membolos jam belajar atau berlatih.


Seolah memikirkan sesuatu, Alexander yang sedang tersenyum tiba-tiba bertanya.


“Ciel, aku tahu sihir terakhir itu adalah salah satu sihir paling sulit dari perpustakaan khusus Keluarga Dawnbringer. Sedangkan sihir sebelumnya … aku tidak tahu.


Dari mana kamu memperlajari itu, Ciel?”


Mendengar pertanyaan Alexander, ruangan kembali sunyi. Ratu Lilith dan Lilia juga memandang ke arah Ciel lekat-lekat. Lagipula, daripada sihir yang kuat, para wanita lebih suka melihat sihir yang indah.


Ciel yang mendengarkan itu menjawab dengan nada bosan dan sembrono.


“Karena tidak terlalu cocok dengan hampir semua teknik pedang, aku memilih yang santai, ringan, dan agak ringkas. Pada saat itu … aku memikirkan sebuah gabungan ilmu pedang dan sihir kuat yang cocok denganku.


Menggabungkan teknik pedang A dan sihir B, mencampur aduk … dan, ya. Begitulah Sen no Hana dibuat.”


“...”


Mendengar bagaimana Ciel menjawab dengan sembrono, Ibu serta saudara-saudarinya terdiam. Mereka menatapnya dengan ekspresi rumit. Bahkan Ratu Lilith mengeluh dalam hatinya.


B-jingan kecil ini … tidakkah kamu bisa mengatakannya dengan sedikit serius? Normalnya jurus kuat memerlukan penelitian yang sangat lama, mungkin puluhan tahun!


Membuat jurus semacam itu hanya karena bosan? Apakah kamu tidak takut dikutuk oleh para penemu sihir dan ilmu pedang lainnya?


Melihat ekspresi mengantuk dan bosan di wajah putranya, Ratu Lilith bingung harus menangis atau tertawa.


Seandainya saja sifat malasnya bisa dikurangi sedikit saja … ya, sedikit saja …


Menggeleng ringan, Ratu Lilith menghela napas panjang.


Ini terlalu sia-sia!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2