
“SOMBONG!!!”
Dalam sebuah ruangan, terlihat seorang pemuda menghancurkan beberapa barang seperti gelas, vas bunga, dan banyak hal lainnya. Pemuda itu memiliki penampilan sedikit mirip dengan Louie Zevirrius, tetapi memiliki tubuh yang lebih tinggi dan kekar. Potongan rambutnya juga lebih pendek dan terpangkas rapi.
Namanya adalah Daylen Zevirrius, adik Louie sekaligus pewaris kursi kepala Keluarga Zevirrius berikutnya.
Daylen marah karena perbuatan Ciel yang tidak memberinya wajah. Dia dan Pangeran ke-2 mau berteman dengan ‘sampah’ sebagai ganti kembalinya Ariana. Namun bukan balasannya adalah sebuah tolakan singkat seolah menganggap mereka berdua tidak ada.
Lebih parahnya, Ciel benar-benar membunuh para utusan yang dikirim oleh Pangeran ke-2. Apa yang membuat Daylen marah, orang yang pangeran kirim adalah paman beserta pasukannya. Mereka bisa dibilang bagian dari kekuatan inti Keluarga Zevirrius.
Bukan hanya mengalahkan, setelah tidak kembali dalam beberapa waktu … disimpulkan kalau mereka meninggal di tanah Kekaisaran Black Sun. Daylen yang marah ingin meminta bantuan kepada Pangeran ke-2, tetapi orang itu bahkan tidak menemuinya. Jelas-jelas lepas tangan dengan apa yang terjadi terhadap Keluarga Zevirrius.
“Keparat itu benar-benar membuat Keluarga Zevirrius menjadi kelinci percobaan! Sialan!” Daylen meraung marah.
Suara langkah kaki terburu-buru terdengar sebelum pintu ruangan terbuka lebar. Sosok pria paruh baya yang tampak tegas dan terlihat jahat memasuki ruangan.
“A-Ayah!”
Belum sempat mengucapkan kata lain, sebuah pukulan langsung mengenai wajah Daylen. Pemuda itu langsung terpental, menghancurkan barang-barang sebelum akhirnya berhenti ketika menabrak tembok dengan keras. Wajahnya langsung memar ketika dia memuntahkah beberapa teguk darah.
“Bocah tidak berguna! Putra tidak berbakti! Lihat apa yang kamu lakukan terhadap pamanmu sendiri!” teriak Duke Zevirrius dengan lantang.
Kehilangan saudaranya sendiri karena kecerobohan putranya, Duke Zevirrius merasa sedih sekaligus marah. Dia sedih karena kehilangan saudaranya, juga marah karena kebodohan putranya yang dengan mudah dimanfaatkan oleh orang lain.
Di Kerajaan Black Star, seorang iblis yang menembus tingkat tinggi lebih jarang dibandingkan yang ada di Kekaisaran Black Sun. Bahkan, Duke Zevirrius sendiri adalah iblis tingkat 5 (akhir) dan belum menembus level 6. Berbeda dengan Kekaisaran Black Sun, yang seorang Duke biasanya adalah iblis level 6 (menengah) atau lebih.
Bagi Keluarga Zevirrius, kehilangan salah satu iblis tingkat tinggi seperti itu adalah kerugian besar karena sangat sulit bagi iblis untuk menembus belenggu tingkat. Belum lagi, kekuatan Keluarga Zevirrius adalah urutan nomor dua dari belakang dibanding Duke lain di Kerajaan Black Star.
Setelah kematian saudaranya, Duke Zevirrius sadar kalau keluarga mereka menjadi yang terlemah di antara para Duke di kerajaan ini. Apalagi … itu semua disebabkan oleh putranya sendiri! Sosok yang dia pikir akan menjadi penerus keluarga yang baik!
Duke Zevirrius tampak sangat menyesali keputusan yang telah dia perbuat itu.
...***...
Beberapa hari kemudian, Ciel akhirnya kembali dari Kota Greenscale.
__ADS_1
Setelah membawa Deschia ke kandangnya, dia yang menuju bangunan utama kastil dihentikan dua orang gadis. Mereka adalah Flora dan Fiona.
“Ada apa?” tanya Ciel dengan wajah bosan.
Ciel cukup kelelahan setelah perjalanan. Pemuda itu sedang tidak dalam mood yang baik. Namun karena mungkin penting, dia menyempatkan diri untuk berbicara dengan keduanya.
“Katakan sesuatu, Kakak.” Fiona bersembunyi di belakang Flora sambil berbisik.
Sementara itu, Flora yang awalnya sangat ‘bersemangat’ untuk mengatakan banyak hal kepada Ciel malah mematung. Di depan sosok yang asli, otaknya tiba-tiba berjalan lambat, banyak hal yang ingin dia katakan tiba-tiba menghilang karena gugup.
“Saya … ah! Tidak ada apa-apa, Tuan. Selamat datang kembali. Anda pasti lelah.”
Melihat Flora yang tampak linglung dan Fiona yang memandang kakaknya dengan ekspresi tercengang, Ciel menggeleng ringan. Dia akhirnya hanya mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya pergi meninggalkan keduanya.
Tanpa melihat jam, Ciel langsung mandi lalu berbaring di atas ranjangnya setelah berganti pakaian santai. Tidak peduli apa, dia ingin menggunakan hari ini untuk beristirahat dan melepaskan kepenatannya.
Baru beberapa menit memejamkan mata, Ciel merasakan seseorang.memasuki kamarnya. Orang itu masuk dari balkon. Belum lagi, tidak ada niat membunuh. Ciel sudah menebak kalau itu adalah Isabella.
Awalnya Ciel agak kaget, tetapi setelah beberapa kali merasakan Isabella yang menyusup ke kamarnya, dia terbiasa.
“Jika anda terus seperti itu, mungkin tunangan kecil anda nan cantik akan mati karena sakit atau bunuh diri, Tuan.”
Mendengarkan suara Isabella yang menggoda, Ciel langsung membuka mata dan duduk di atas ranjangnya.
“Ariana? Ada apa dengannya?” tanya Ciel.
“Anda bisa melihatnya sendiri di perpustakaan, Tuan.”
“Ugh!” Ciel mengacak-acak rambutnya dengan ekspresi tertekan. Dia kemudian melirik Isabella. “Aku akan berganti pakaian. Kamu boleh pergi!”
“Saya tidak keberatan melihat … maksud saya, budak ini malah ingin melihatnya, Tuan!” ucap Isabella dengan senyum di wajahnya.
Ciel langsung tercengang. Entah kenapa, sejak dirinya kembali dari kota Greenscale, Isabella berubah menjadi lebih berani. Dia mengerutkan kening sambil memandangi wanita itu.
“Keluar.” Ciel berkata dingin.
__ADS_1
“Sesuai perintah anda, Tuan.”
Melihat Isabella yang pergi, Ciel menghela napas panjang. Dia kemudian berganti pakaian sederhana tetapi terlihat elegan jika dipasangkan kepadanya. Pemuda itu kemudian berjalan meninggalkan kamar menuju ke perpustakaan.
Sampai di perpustakaan yang luas, Ciel mencari sekeliling dan akhirnya melihat sosok Ariana yang membaca buku di dekat jendela lebar sambil sesekali melihat pemandangan luar. Kali ini, dia terlihat sendiri tanpa ada dua pelayan di belakangnya. Melihat sosok yang tidak mengubah wajahnya itu, Ciel menghela napas panjang.
Melalui pengamatan singkat, jika jeli, setiap orang pasti bisa melihat kalau Ariana kehilangan berat badannya. Meski sedikit, itu bisa terbilang cukup parah karena gadis itu baru pindah ke Kastil Black Lily belum lama ini.
“Ternyata kamu ada di sini,” sapa Ciel yang menghampiri Ariana.
Melihat kedatangan Ciel, Ariana langsung berdiri dan membungkuk sopan.
“Ternyata anda telah pulang, Sayang. Maafkan saya yang tidak berguna dan tidak ada di depan pintu ketika anda datang.”
“Itu bukan salahmu. Di Kastil Black Lily, karena aku sering datang dan pergi, aku memang sengaja membuat para ksatria tidak membuat pengumuman. Lagipula, itu terlalu merepotkan.”
“Tetapi sudah tugas saya-”
“Cukup,” potong Ciel sambil menggeleng ringan. Dia kemudian melihat buku di atas meja lalu tertegun.
Di sana ada buku berjudul ‘Red Hunting Hood’. Buku itu bukan menceritakan dongeng tentang gadis kecil berkerudung merah yang menuju rumah neneknya lalu bertemu serigala. Namun, itu memiliki sedikit kemiripan.
Gadis berkerudung merah. Sosok gadis lugu dan baik hati. Ketika pulang, dia terkejut serta histeris setelah melihat seluruh keluarga dari ayah, ibu, adik, dan neneknya yang terbunuh dengan sadis. Setelah kesedihannya, dia memutuskan untuk mencari siapa pembunuhnya.
Akhirnya, si gadis itu melakukan petualangan sembari melatih dirinya. Cerita diakhiri dengan agak mengerikan. Gadis itu menyadari kalau pembunuh adalah sosok clan Werewolf. Dia juga menyadari kalau ayahnya seorang Werewolf yang dianggap pengkhianat.
Gadis itu akhirnya pergi ke clan Werewolf lalu melakukan pembantaian. Alasan Ciel berkata ada kemiripan karena ada tokoh yang sama dalam cerita. Si gadis berkerudung merah dan serigala. Ya, meski ceritanya jauh berbeda.
Ciel sekali lagi melirik buku lalu menatap ke arah Ariana yang tidak merubah ekspresinya.
Gadis ini … dia tidak akan berpikir untuk melakukan tindakan gila seperti membantai anggota keluarganya sendiri, kan?
Punggung Ciel tiba-tiba berkeringat dingin. Karena sosok di depannya belum pernah merubah ekspresinya, dia tidak bisa menebak apa yang ada di dalam kepala gadis itu. Ciel tiba-tiba merasakan ancaman tersembunyi.
Sebenarnya … apa yang kamu pikirkan, Ariana?
__ADS_1
>> Bersambung.