
Di ruang belajar Duke Harry.
Duduk kursi sambil membaca perkamen di tangannya, Duke Harry menghela napas panjang. Memejamkan matanya, orang itu tampak sedang memikirkan sesuatu dengan serius. Membuka matanya, dia tampak lebih bertekad.
“Kamu tidak perlu begitu serius, Duke Harry.”
Mendengar namanya disebut, pria paruh baya itu langsung terkejut. Dia langsung bangkit dari kursinya sembari berbalik dengan ekspresi serius.
“Apa yang kamu lakukan di tempat ini, Tuan Gin? Tindakan menyusup seperti ini-”
Bruk!
Ekspresi terkejut tampak di wajah Duke Harry. Setumpuk dokumen mendarat di lantai. Melihat semua itu, pria itu langsung menjadi gugup.
“Aku sedang mencari sesuatu. Namun tidak menyangka bahwa kamu ternyata akan melakukan hal bodoh semacam itu, Duke Harry.”
Apa yang Ciel inginkan sebenarnya adalah data dan informasi tentang bangsawan dalam Kerajaan Silver Fang. Namun, tanpa sengaja Camellia menemukan dokumen lain yang cukup penting. Jadi gadis itu juga mengambil lalu memberikannya kepada tuannya. Ya … alasan kenapa Camellia menghilang karena melakukan misi tersendiri.
Dengan bantuan Jenny, Ciel berhasil membuat ramuan yang bisa menyamarkan bau sebelum pergi dari Kekaisaran Black Sun. Hal itu ternyata lebih berguna daripada yang dia bayangkan. Tentu saja, bukan hanya Ciel yang menggunakan ramuan tersebut, tetapi Camellia juga menggunakannya.
Penerapannya sendiri dengan cara mencampurkan air dengan ramuan lalu berendam di dalamnya selama beberapa waktu tertentu.
Ciel menatap ke arah Duke Harry lalu menggeleng ringan. Dia benar-benar menganggapnya terlalu bodoh.
“...” Duke Harry memejamkan matanya, sama sekali tidak menjawab.
“Apakah kamu tidak menyangkalnya, Duke Harry?”
“Tidak ada yang perlu disangkal.” Orang itu menggeleng ringan.
“Apakah kamu mencoba menjadi pahlawan dengan melakukan hal itu?” tanya Ciel dengan nada sarkasme.
“Tidak.” Membuka matanya, Duke Harry menatap Ciel dengan ekspresi serius. “Itu yang harus aku lakukan, Tuan Gin.”
“Bodoh.” Ciel mendengus dingin.
“Jika bukan aku … siapa yang harus melakukannya?” Duke Harry menunjukkan senyum pahit di wajahnya.
“Demi Kerajaan ini? Kamu ingin mati demi Kerajaan seperti ini? Meninggalkan anak-anakmu dan membuat mereka menjadi yatim piatu?”
Menurut informasi yang Ciel terima, istri Duke Harry memiliki fisik yang buruk dan meninggal setelah melahirkan anak bungsu mereka.
Mendengar anak-anaknya disebutkan, ekspresi Duke Harry berubah menjadi suram. Dia memandang Ciel dengan ekspresi marah. Penuh dengan kebencian!
“Lalu katakan! Apa yang bisa aku lakukan, TUAN GIN! Apakah kamu ingin aku mengkhianati Kerajaan Silver Fang demi kepentinganku sendiri!” teriak Duke Harry.
__ADS_1
Karena ruang belajar itu sendiri kedap suara, dia sama sekali tidak khawatir didengar oleh orang lain.
“Buat kesepakatan denganku.”
“Apa?” Pupil Duke Harry menyusut, menatap Ciel dengan ekspresi kaget. “Sebenarnya … kamu siapa?”
“Jika kamu setuju, aku akan memperkenalkan diriku.”
“...”
Duke Harry tampak memikirkannya dengan cermat. Beberapa saat kemudian, dia menatap Ciel dengan ekspresi serius.
“Apa … Apa keuntungan yang aku dapatkan jika membuat kesepakatan denganmu?”
Melihat bagaimana Duke Harry mulai tertarik, Ciel mengangkat sudut bibirnya.
“Kamu tidak perlu meminum potion itu, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi level 6, dan kamu tidak perlu meledakkan diri bersama Andrew dan para penjahat hanya untuk menjadi … PAHLAWAN.”
Mendengar itu, tubuh Duke Harry gemetar. Meski dirinya tampak bodoh dan sembrono, sebenarnya dia adalah salah satu orang paling cerdas di Kerajaan Silver Fang.
Apa yang dikatakan Ciel jelas adalah rencananya. Dia ingin meminum potion, memaksakan diri untuk menjadi level 6 sebelum sampai ke ibukota, lalu mati bersama dengan Andrew dan dua jenderal dari Curses of Shadow.
Tentu saja Duke Harry memiliki alasan tersendiri. Jika tidak melakukannya, cepat atau lambat Raja Charles akan jatuh. Orang itu terlalu baik. Jika Charles jatuh, keluarganya yang berperan sebagai pendukung Charles pasti tidak akan Andrew lepaskan.
Daripada mengharapkan iparnya dan membawa keputusasaan kepada keluarganya, Duke Harry memiliki rencana sendiri. Dengan mengorbankan satu orang, dia berharap untuk kelangsungan hidup keluarganya dan juga Kerajaan Silver Fang.
Oleh karena itu … Ciel mengejeknya karena terlihat dan berlagak seperti pahlawan.
“A-Apa yang kamu inginkan sebagai balasan? Iblis level 5 (awal) sepertimu … apakah benar-benar bisa melakukan hal itu?”
“Tentu saja aku percaya diri.” Ciel menjawab tak acuh. “Aku tidak akan mengatakannya sebelum kita membuat sumpah kerahasiaan.”
“Kalau begitu, mari kita lakukan!”
Keduanya kemudian membuat kontrak sihir untuk menjaga kerahasiaan. Kontrak itu sebenarnya agak mirip dengan segel kutukan. Jika salah satu pihak melanggar, kutukan akan menyerang dan membunuh orang itu.
Setelah kontrak diselesaikan, Ciel membuka topengnya. Melihat wajah pemuda tampan itu, Duke Harry terkejut dan berseru dalam hati.
Terlalu muda!
Mengabaikan ekspresi Duke Harry, Ciel mengambil sebuah potion lalu meminumnya. Itu adalah penawar untuk potion pengganti warna sebelumnya.
Rambut hitam legam bak tinta, dua iris berbeda warna … ungu dan emas, wajah tampan dengan ekspresi dingin yang terpatri padanya.
Bagian belakang pakaian dan jubah terkoyak, enam pasang sayap hitam legam seperti sayap gagak sang pengantar pesan kematian terlihat.
__ADS_1
Melihat pemandangan itu, tubuh Harry gemetar hebat. Dia bahkan merasa kakinya menjadi lebih lunak lalu jatuh duduk di lantai.
Dengan ekspresi tak acuh di wajahnya, Ciel menatap ke arah Harry.
“Pangeran ke-8 dari Kekaisaran Black Sun … Luciel Dawnbringer.”
“A-Anda …”
“Ya. Seperti rumor, aku bisa menyembunyikan levelku. Sekarang … aku berada di level 6 (awal). Rumor tentang aku yang menghabisi salah satu Jenderal dari Curses of Shadow juga benar. Jadi …
Apakah kamu tertarik membuat kesepakatan denganku, Duke Harry?”
“Apakah … Apakah Charles mengetahui identitas anda, Pangeran Luciel?” tanya Harry dengan gugup.
Melihat Ciel yang mengangguk dengan ekspresi tak acuh, otak Harry langsung menyusun semua puzzle. Setelah menyadari semuanya, ekspresi terkejut terlihat di wajah orang itu.
Putri Jenneva … Putranya, Theodore … Jadi seperti itu!
Harry tanpa sadar menjadi lebih takut. Selain sangat kuat dan berbakat, pemuda di depannya itu benar-benar memiliki rencana yang sangat sulit diprediksi. Hal itu membuatnya merasakan ancaman yang mengerikan.
“Menyelamatkan Kerajaan Silver Fang dari Andrew dan Curses of Shadow … apa yang anda inginkan sebagai gantinya, Pangeran Luciel?” tanya Harry dengan gugup.
Melihat ekspresi Harry, Ciel mengangkat sudut bibirnya.
“Ada dua syarat. Pertama, kumpulkan semua anak yatim piatu di usia 12 sampai 15 tahun dalam Duchy yang kamu kelola. Tentu saja, mereka haruslah dari ras Lycan.
Pada setiap musim semi, aku akan mengirim seseorang untuk datang dan memilih 50 anak untuk dibawa pergi. Itu adalah kesepakatan jangka panjang.”
“A-Apa yang anda inginkan dari anak-anak itu?” tanya Harry dengan ragu.
“Tenang. Aku tidak akan melakukan eksperimen atau semacamnya. Aku ingin melatih mereka sebagai pasukan pribadi secara diam-diam.”
Mendengar itu, Harry tampak lega. Hal semacam itu sama sekali bukan hambatan, tetapi malah sebuah pertolongan. Biasanya, akan banyak anak yatim yang masa depannya suram dan kesulitan untuk hidup. Bisa dibilang, Ciel memberi mereka kesempatan.
Hal itu juga membuat Harry mengurangi beban psikologis karena tidak bisa merawat anak-anak yang terlantar. Meski angka 50 terlihat banyak, itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan jumlah anak yatim piatu dalam Duchy. Belum lagi, itu hanya 50 anak.
Dengan ekspresi gugup, Harry tidak bisa tidak bertanya.
“Lalu … apa permintaan kedua anda, Pangeran Luciel?”
Ruang belajar langsung menjadi sunyi. Melihat Ciel yang menatapnya dengan dingin, Harry merinding. Kemudian … pemuda itu membuka mulutnya.
“Perdamaian.”
Mendengar kata itu, pupil Harry menyusut. Dia memandang Ciel dengan ekspresi tidak percaya.
__ADS_1
>> Bersambung.