
“Kemungkinan kita akan sampai di lokasi dalam tiga jam, Tuan.”
Tanpa terasa waktu telah berlalu, Ciel dan rombong hampir sampai ke tempat yang ingin Pangeran itu kunjungi. Elena dan Camellia merasa aneh karena yang ingin Tuan mereka kunjungi adalah suku Minotaur. Ras Heteromorphic seperti mereka biasanya diperlakukan buruk bahkan hanya dijadikan budak.
Ras Heteromorphic … dengan kata lain, Ras yang bisa dikatakan memiliki wujud tubuh aneh atau bisa dibilang monster. Dalam benua iblis, iblis sendiri juga dibagi menjadi tiga kategori yaitu Demon, Demi-Demon, dan Heteromorphic.
Sebenarnya Ciel sendiri agak bingung. Semakin mirip mereka dengan wujud ‘manusia’ dan memiliki garis darah murni atau bangsawan, mereka masuk kedalam kategori Demon. Jika itu adalah darah campuran yang masih mirip dengan ‘manusia’ mereka disebut Demi-Demon. Yang terakhir adalah Heteromorphic, bisa dibilang mereka mirip dengan monster tetapi memiliki kewarasan dan kecerdasan layaknya manusia.
Tunggu! Semakin mirip manusia … dianggap sebagai Demon. Ngomong-ngomong, aku sendiri tidak tahu apakah Ras Manusia ada di dunia ini.
Ciel merenung dengan ekspresi rumit. Dalam buku yang dia baca di Perpustakaan Kekaisaran, pemuda itu hanya menemukan 3 jenis ras cerdas itu. Setelah mengingat baik-baik, hampir semua ras bisa dibilang seorang dari sisi gelap.
Mungkinkah ini neraka? Bukankah aneh jika neraka memiliki pemandangan yang begitu indah? Sial! Aku malah memikirkan hal tidak berguna.
Ciel mengutuk dalam hati. Sekarang dia telah terlahir kembali dan menjadi bagian dunia ini. Tidak peduli disebut apa, pemuda itu harus menerima tempatnya.
Menghela napas panjang, Ciel memejamkan mata. Prioritasnya kali ini bukan masalah dunia. Dia terlalu kecil dan lemah untuk mengurus masalah dunia. Sekarang yang dia harus lakukan adalah segera membangun kekuatan dan hidup dengan nyaman. Paling tidak, Ciel ingin menghindari ancaman kematian.
Ciel merasakan banyak ancaman di sekitarnya. Bukan hanya dari bangsawan atau kerajaan lain, bahkan dia merasa keluarganya juga berbahaya. Memikirkan bagaimana anak dari ketiga istri ayahnya yang saling tersenyum ketika bertemu, tetapi pada kenyataannya berusaha saling membunuh membuat Ciel merinding.
Aku rindu bumi dan masyarakat modern!
“Apakah anda baik-baik saja, Tuan?” tanya Camellia dengan ekspresi khawatir.
“Aku tidak apa-apa,” jawab Ciel sambil menggeleng ringan.
“Sudah saya duga. Seharusnya kita beristirahat di Kota Greenroot terlebih dahulu. Biarkan Keluarga Nelson menunjukkan ketulusannya.”
__ADS_1
“Bukan begitu, Camellia. Memang aku berencana singgah di Kota Greenroot sebentar, tetapi pada perjalanan pulang. Apa yang harus aku lakukan cukup mendesak, jadi aku harus segera menyelesaikannya sebelum bersantai.”
“Apa yang anda butuhkan dari para Minotaur, Tuan?” Kali ini bukan Camellia, melain Elena yang bertanya.
“Aku tidak peduli itu dari kategori mana. Ras Demon, Demi-Demon, atau bahkan Heteromorphic … aku memerlukan banyak pasukan yang setia!” ucap Ciel tanpa ragu.
“Jadi begitu …” Elena mengangguk, tidak lagi mengatakan apa-apa.
Tiga jam berlalu begitu saja, mereka akhirnya sampai di pemukiman Minotaur. Melihat pemandangan di luar jendela, Ciel merasa agak terkejut dengan arsitektur pemukiman Minotaur. Tidak seperti para Demon yang membangun rumah seperti abad pertengahan, tempat tinggal mereka justru mirip dengan tenda suku Indian pada kehidupan Ciel sebelumnya.
Suku Minotaur itu menempati daerah padang rumput yang luas dekat Hutan Blackwood. Jumlah mereka juga cukup besar. Meski tidak bisa menghitungnya dengan pasti, Ciel tahu jumlahnya jelas lebih dari dua ribu kepala.
Minotaur, mereka memiliki tubuh humanoid dengan kepala, kaki, dan ekor layaknya banteng. Seluruh tubuhnya juga ditutupi dengan bulu. Tentu saja, mereka juga memakai pakaian sederhana karena mereka juga memiliki kecerdasan. Berdasarkan bulu, lelaki biasanya memiliki bulu abu-abu sedangkan perempuan memiliki bulu krem. Ada juga yang dianggap sebagai Minotaur dengan kemurnian darah tinggi. Mereka memiliki bulu berwarna merah maroon. Perbandingan kelahirannya adalah 100:1.
Melihat kedatangan para ksatria dan gerbong mewah yang Ciel tempati, para Minotaur mengamati mereka dengan ekspresi gugup. Suara derap langkah kaki terdengar. Dari pusat pemukiman, terlihat sekelompok Minotaur yang dipimpin oleh orang tua dengan bulu berwarna merah maroon. Kelihatannya orang itu adalah pemimpin suku ini.
“Kami para budak dari suku Minotaur menyambut kedatangan anda, Pangeran Luciel.” Kepala suku langsung bersujud disusul oleh para Minotaur lain. Hal itu membuat Ciel merasa kurang nyaman.
Mendengar perkataan Ciel, para Minotaur baru berani untuk bangun. Mereka kelihatannya memiliki perasaan ketakutan dengan para bangsawan. Bahkan jika itu cuma seorang Baron, mereka masih ketakutan. Para Minotaur lebih seperti ‘ternak’ yang bisa digunakan kapan saja oleh para bangsawan. Jika terjadi perang, mereka langsung dipanggil dan dikirim ke baris depan untuk mati. Begitulah kenyataan, cukup kejam.
Bukannya mereka tidak ingin melawan, tetapi tidak bisa. Untuk Minotaur normal, mereka biasanya hanya bisa mencapai level 2 dan jika beruntung bisa naik ke level 3. Untuk yang memiliki kemurnian tinggi, jika beruntung mereka bisa mencapai puncak level 4. Kekuatan mereka bisa dianggap lebih baik daripada Iblis kelas biasa, tetapi mereka diperlakukan berbeda.
Jika mereka mencoba melawan, mereka akan dibantai dengan mudah oleh bangsawan dengan gelar Marquis ke atas. Alasannya sederhana, bangsawan tingkat tinggi yang ditunjuk oleh Kaisar sendiri memiliki garis keturunan yang kuat. Meski memiliki kecepatan berbeda, mereka memiliki lebih banyak kemungkinan untuk menjadi Iblis tingkat tinggi atau lebih.
“Anda membutuhkan berapa orang, Tuanku?” tanya kepala suku Minotaur.
“Coba tebak,” ucap Ciel dengan senyum misterius.
__ADS_1
“Apakah itu 500?” tanya kepala suku. Melihat Ciel masih tersenyum, dia mulai ragu. “Budak ini dengar kemungkinan Tuan akan menyerang wilayah Count Nixon. Apakah seribu cukup? Kami … kami tidak mungkin mengirim lebih banyak, Tuanku. Dari 2700 kepala, 40% pria yang bisa bertarung, 35% wanita, dan sisanya campuran anak-anak serta orang tua. Jika melebihi 1000 pria, mungkin suku Minotaur tidak bisa bertahan, Tuan.”
“Meski kalian memiliki tingkat kesuburan tinggi?” tanya Ciel.
“Dalam perang sebelumnya, suku Minotaur kami terpukul keras bersama dengan kejatuhan Marquis Lawyer. Mohon … Mohon selamatkan para budak ini, Tuan!” seru kepala suku Minotaur.
“Mohon selamatkan para budak ini, Tuan!”
Melihat kepala suku dan para Minotaur kembali bersujud, Ciel menghela napas panjang. Dia dengan dingin berteriak, “Bangun!”
“T-Tapi Tuan …”
“Tenang! Aku datang kemari bukan untuk mengirim kalian menuju kematian.”
Mendengar itu, kepala suku bangkit dengan ekspresi ragu. Orang itu memandangan Ciel dan bertanya dengan tidak yakin.
“Apakah … apakah itu benar, Tuan?”
“Tentu saja …” Ciel tersenyum misterius. “Aku datang kemari untuk membahas tentang kebebasan kalian. Lebih tepatnya, melepaskan gelar ‘budak’ dari ras kalian.”
“Itu … itu …” Kepala suku Minotaur dan yang lainnya saling memandang. Kepala suku Minotaur kembali berkata, “Kami tidak berani, Tuan. Bisa mati di bawah anda sudah menjadi kehormatan bagi kami.”
“Cih! Munafik!”
Ciel mendengkus dengan ekspresi tidak puas. Melihat para Minotaur ketakutan, pemuda itu mengangkat sudut bibirnya. Seringai kejam terlintas di wajahnya.
“Aku memang ingin kelian pergi berperang untukku. Namun bukan sebagai seorang budak, melainkan menjadi seorang ksatria. Jadi …
__ADS_1
Apakah kalian menginginkannya?”
>> Bersambung.