Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Elang Terbang Meninggalkan Sarangnya


__ADS_3

Ratu Lilith akhirnnya duduk kembali ke kursinya lalu menghela napas panjang. Dia menatap putra bungsunya itu.


“Apakah kamu … benar-benar ingin pergi ke Kerajaan Black Star, Ciel?”


Mendengar itu, Ciel yang memiliki ekspresi malas di wajahnya menatap ke arah ibunya. Pemuda itu kemudian tersenyum lembut.


“Ya. Saya rasa, ini yang harus saya lakukan, Ibunda.”


Melihat senyum di wajah Ciel, Ratu Lilith tersenyum pahit. Pada akhirnya, dia menggeleng ringan sebelum berkata.


“Kalau begitu … pastikan untuk kembali dengan selamat.”


“...”


Melihat Ciel yang tidak segera menjawab, Ratu Lilith menggertakkan gigi.


“Jawab Ibu, Ciel!”


“Saya akan kembali dengan selamat, Ibunda.”


“Kamu-”


“Tenang saja,” Ciel tersenyum. “Saya tidak akan main-main dengan kehidupan saya sendiri.”


“Kapan kamu akan berangkat?”


“Besok.”


“Begitu cepat?” ucap Ratu Lilith dengan ekspresi terkejut.


“Kerajaan Black Star sedang melakukan perang saudara, Ibunda. Bukan bermain rumah-rumahan. Tidak ada waktu yang bisa disia-siakan.”


“Meksudmu …”


“Ya. Saya telah meminta izin kepada Ayahanda. Saya akan menggunakan susunan teleportasi untuk langsung ke perbatasan.”


“Itu memang cepat. Masalah bahan yang digunakan tidak penting, tapi … kamu benar-benar berniat pergi sendiri?” tanya Ratu Lilith dengan ekspresi linglung.


“Ya. Jadi tolong jaga Ariana, Eve, dan yang lainnya selama saya tidak ada, Ibunda.”


“Apa maksudmu! Apakah kamu mencoba menghentikan perang seorang diri? Itu gila! Lebih baik membawa ratusan ksatria elit Kekaisaran dan pergi bersama-”


“Susunan teleportasi hanya bisa mengangkut sedikit orang untuk jarak yang begitu jauh. Jika membawa ratusan ksatria elit lewat jalur udara, meski cepat … saya takut itu masih terlambat.

__ADS_1


Belum lagi, ini adalah masalah pribadi keluarga saya. Saya tidak menyangkut pautkan semuanya dengan urusan Kekaisaran Black Sun. Karena itu, saya akan berangkat sendiri.”


“...”


Melihat putranya yang bersikeras untuk pergi sendiri, Ratu Lilith merasa agak bingung. Belum lagi bagaimana pemuda itu berkata bahwa semua itu tidak ada hubungannya dengan Kekaisaran Black Sun, wanita itu menjadi lebih heran.


“Ciel …”


“Apa yang anda pikirkan benar, Ibunda. Saya tidak pergi ke sana untuk urusan resmi, tetapi masalah pribadi. Jika itu urusan resmi, saya harus mengikuti peraturan yang mungkin malah berakhir merugikan.


Dalam kekacauan perang, terlebih lagi di tanah asing, saya lebih memilih kebebasan untuk bergerak sendiri. Alasan saya memilih pergi sendiri juga karena lebih fleksibel.


Saya juga bisa lebih fokus menjaga diri sendiri daripada harus memperhatikan ‘beban’ yang saya bawa.”


“...”


Mendengar ucapan Ciel, Ratu Lilith sekali lagi menghela napas panjang. Memang, sendirian di medan perang mungkin tidak bisa mengubah atau sulit untuk membalikkan keadaan. Namun di sisi lain, selama memiliki kekuatan cukup, kemungkinan bertahan hidup lebih besar.


“Apakah kamu benar-benar tidak berniat untuk membantu dalam perang, Ciel?”


“Itu … saya akan melihat situasinya terlebih dahulu.”


“Aku harap kamu tidak terlalu ikut campur dan lebih fokus untuk menyelamatkan Ratu Elizabeth.”


“Saya akan mengusahakannya, Ibunda.”


“Kalau begitu kamu boleh pergi.”


...***


...


Keesokan harinya.


Ciel berdiri di depan ranjang Pangeran Eoran sambil memegang beberapa lembar kertas dengan ekspresi dingin di wajahnya.


Di depannya, terlihat Pangeran Eoran yang telah kehilangan nyawanya. Meminum racun untuk bunuh diri. Sedangkan di dekatnya, terlihat Sheera yang terus menangis serta Ariana yang mencoba menghibur adiknya itu.


‘Pertama-tama, saya ingin berterima kasih karena saya mendengar bahwa anda ingin pergi ke Kerajaan Black Star sendirian untuk membantu.


Saya memang tidak terlalu mengenal anda, bahkan pernah mencoba memanfaatkan anda. Saya menyesal atas semua yang saya lakukan di masa lalu. Saya tahu sudah terlambat untuk menyesali perbuatan bodoh yang saya telah lakukan. Namun … saya masih berharap anda bisa memaafkan saya.


Saya juga minta maaf kepada seluruh Kerajaan Black Star, khususnya kepada Ibunda yang telah saya kecewakan, Ariana yang dijual demi kemuliaan Kerajaan, dan semua yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

__ADS_1


Karena anda ingin pergi, saya akan memberi anda catatan tentang beberapa orang yang paling setia kepada Kerajaan Black Star. Bukan kepada Raja atau penguasa, tetapi kepada tanah air mereka. Orang-orang yang coba saya bujuk tetapi selalu bersikap netral. Saya telah mencatatnya di kertas lain.


Mungkin anda juga ragu apakah mereka akan percaya kepada anda tanpa bukti, jadi saya menulis surat ini dengan teknik khusus yang bisa dideteksi oleh orang-orang Kerajaan Black Star. Ada juga emblem milik saya, serta mayat saya sebagai bukti.


Permintaan terakhir saya, tolong jaga adik-adik saya. Karena … saya tidak bisa menebus kesalahan saya sebelumnya. Selain itu, tolong bawa mayat saya ke Kerajaan Black Star. Anda boleh mengubur mayat saya di mana saja, bahkan menenggelamkannya ke sungai, asal itu masih berada di Kerajaan Black Star.


Saya harap, kematian saya bisa sedikit membantu anda meringankan beban. Dengan begitu, paling tidak saya tidak akan terlalu malu untuk bertemu dengan Felice jika memang kami bisa bertemu.


Sekali lagi, saya minta maaf sebesar-besarnya serta berterima kasih banyak kepada anda, Pangeran Luciel Dawnbringer.


Penuh hormat, Eoran Vandiir.’


“...”


Melihat surat wasiat dan beberapa catatan yang ditulis dengan kata yang cukup berantakan, ekspresi Ciel sama sekali tidak berubah. Dia malah menatap mayat Eoran dengan ekspresi dingin.


Pengecut ini …


Ciel merasa agak jijik. Dia tahu bahwa Eoran menerima tekanan dan pukulan keras, tetapi bukan berarti bunuh diri adalah solusi. Bunuh diri karena kesalahannya sendiri. Bagi Ciel, tindakan semacam itu adalah tindakan seorang pengecut.


Jika itu dilakukan karena dunia berpaling darinya, walau salah, Ciel pasti mencoba memakluminya. Sedangkan apa yang dilakukan oleh Eoran. Itu adalah tindakan pengecut yang melarikan diri dengan cara mati karena sudah tidak bisa menyelesaikan masalah yang dia buat sendiri.


“Kamu harus merasa beruntung karena aku masih mau memenuhi permintaanmu. Pengecut.”


Ciel berkata dengan ekspresi dingin, tidak peduli bahwa di kamar itu masih banyak orang, bahkan kedua saudari Eoran sendiri.


“Apa yang coba kamu lakukan, Ciel?”


Melihat Ciel yang mendekati mayat Eoran, Alexander yang cukup peka dengan gerakan adiknya langsung bertanya.


“Memenuhi permintaan terakhirnya.”


Di depan tatapan terkejut semua orang, Ciel mengambil mayat Eoran dan memasukkannya ke dalam cincin ruang. Melihat itu, Sheera langsung menjerit dan mencoba menghentikan dirinya, tetapi Ariana menghentikan tindakan gadis itu.


“Apakah kamu tidak berencana menunda keberangkatanmu, Luciel? Paling tidak … lakukan upacara untuk menghormati Pangeran Eoran terlebih dahulu.”


Mendengar ucaan Kaisar Julius, Ciel menggeleng ringan dengan ekspresi tak acuh.


“Tidak perlu menunda waktu hanya karena itu, Ayahanda. Tolong bantu saya dengan susunan teleportasi. Saya akan segera pergi.”


Sementara yang lainnya mungkin berpikir Ciel terlalu kejam dan dingin, Kaisar Julius berpikir bahwa Ciel telah dewasa. Bahkan terlalu dewasa untuk menerima semuanya dengan begitu mudahnya.


Melihat punggung Ciel yang kian menjauh, Kaisar Julius menggelengkan kepalanya. Dia sekarang sadar bahwa putranya …

__ADS_1


Seperti elang yang membuka sayap untuk terbang meninggalkan sarangnya.


>> Bersambung.


__ADS_2