Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Jadi ... berapa banyak?


__ADS_3

“Oh. Ternyata itu Pangeran-” Ciel merenung sejenak. “Siapa tadi namanya?”


“Adler.”


Melihat si pangeran yang berkata dengan sudut bibir berkedut, Ciel merasa agak puas. Dia menjadi lebih ramah.


“Benar. Ada apa sampai mencari orang tidak penting seperti kami, Pangeran Adler?”


“...”


Melihat bagaimana Ciel berkata ‘tidak penting’ dengan begitu santai, Adler terdiam. Jika dia percaya kalau iblis level 5 tidak dianggap penting, dia pasti sudah bodoh. Menyadari kalau Ciel tidak ingin membahasnya di depan umum, Adler termenung.


“Bagaimana kalau kita membicarakan ini secara pribadi, Tuan Gin.”


Ciel menatap Adler yang tampak serius sekaligus tulus. Pemuda itu mengangkat sudut bibirnya sebelum mengangguk ringan.


“Okay. Kalau begitu mari kita bahas besok di Pink Rabbit yang hangat dan nyaman.”


“...”


Adler dan semua orang di sana langsung diam. Apa yang Pangeran Adler itu bilang jelas, ingin segera membahas hal penting. Namun Ciel jelas langsung menolak, bahkan sama sekali tidak memberi wajah kepada seorang Pangeran.


Ciel sama sekali tidak peduli dengan pendapat orang lain. Apa yang ada dalam pikirannya sekarang adalah ruangan dengan ranjang lembut untuk beristirahat. Setelah beberapa waktu berolahraga dan mengambil hadiah dari musuhnya, pemuda itu sudah malas untuk membahas hal-hal yang rumit atau berat.


Di depan ekspresi orang-orang yang terkejut, Ciel menyeret Ryo yang tertegun untuk meninggalkan tempat itu.


Keluar dari goa, ekspresi Ciel langsung stagnan. Dia melihat langit gelap, pertanda sudah malam. Bukan masalah jika hanya malam, tetapi … salju benar-benar mulai turun.


Sudut bibir Ciel berkedut, pengetahuan dari kehidupan sebelumnya sepertinya tidak berguna. Di tempat gersang, tandus, dan berdebu seperti Kota Redstone benar-benar turun salju. Dunia ini penuh dengan fenomena aneh yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, jadi … menerimanya begitu saja adalah pikiran yang terbaik.


Memangnya kenapa kalau dunia ini aneh? Itu sama sekali tidak ada hubungannya denganku.


Menyadari kalau dirinya tidak mengajak Deschia dan tidak membawa tunggangan lain, Ciel terdiam di tempat. Dia kemudian menoleh ke arah Ryo.


“Lima … tidak! Tiga emas, gendong aku sampai Kota Redstone, Xan.”

__ADS_1


Mendengar ucapan Ciel, sudut bibir Ryo berkedut. Menoleh ke arah pemuda berambut perak yang lebih bugar daripada dirinya tetapi begitu malas untuk berjalan, dia merasa marah dan tak tertahankan.


“Punya kaki, jalan sendiri!”


Ciel melihat Ryo yang berjalan duluan dengan ekspresi kesal. Pemuda itu tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.


Kamu tidak perlu marah, okay? Aku hanya ingin memberimu pekerjaan sampingan.


...***...


Sore di hari berikutnya, ruang pribadi dalam Pink Rabbit.


“Apakah kami terlambat?”


Memasuki ruangan, Ciel dan Ryo melihat empat orang yang telah menunggu di sana. Mereka adalah Pangeran Adler, Noct, Jeva, dan Cherry.


Melihat kedatangan Ciel, Cherry memelototi pemuda itu dengan ekspresi garang. Jelas, dia masih mengingat kejadian kemarin.


Bukannya menolong, bagi Cherry, Ciel hanya datang untuk merampok markas Crimson Night. Bahkan satu koin emas dan bahan obat tidak tertinggal. Cherry curiga, jika kantong dimensi muat, mungkin pemuda itu akan mengemasi semua hal dalam markas Crimson Night.


Sedangkan Noct dan Jeva, ekspresi mereka tampak rumit. Mereka merasa bersyukur karena Ciel menyelamatkan sekaligus memuskahkan musuh dan pengkhianat dalam organisasi. Namun mereka juga agak menyesal karena Ciel benar-benar mengosongkan bagian paling berharga milik mereka.


Mengingat bagaimana Cherry bercerita tentang pertemuannya dengan Ciel, Noct dan Jeva sedikit bersyukur. Meski membayar banyak, mereka bersyukur karena kutukan Cherry telah disembuhkan. Jadi … perasaan mereka campur aduk dan rumit.


Khususnya Jeva, dia sudah menganggap Ciel sebagai adik iparnya sendiri. Namun siapa sangka, ternyata hubungan adiknya dengan pemuda tampan itu berbeda dengan apa yang dia pikirkan. Wanita itu sebelumnya senang memiliki adik ipar yang bisa diandalkan. Ternyata itu hanya pikiran sepihak saja.


“Silahkan duduk, Tuan Gin … Tuan Xan.”


Tanpa ragu. Ciel dan Ryo duduk di tempat yang telah disediakan. Melihat banyak makanan dan anggur yang disiapkan, Ciel mengangguk puas.


“Ngomong-ngomong … kenapa aku tidak melihat pak tua itu. Siapa lagi namanya?”


“Oh. Wilton.” Adler yang berkata menghela napas panjang.


Setelah mendengarkan cerita Adler, Ciel mengerjap. Ternyata Wilton mati setelah keluar dari penjara. Pria tua itu berniat untuk menyerang Cherry dan menjadikannya sandera. Mungkin berniat menggunakan Cherry untuk berurusan dengan pemuda itu. Namun, pak tua Wilton dihentikan oleh Noct dan Jeva.

__ADS_1


Setelah pertempuran cukup lama, Wilton berhasil dikalahkan. Lelaki tua itu meminta ampun kepada Pangeran Adler. Namun Adler juga tidak bodoh. Daripada menyimpan sosok yang berbahaya di sisinya, dia memutuskan untuk menghapus Wilton dari dunia ini.


Mendengar itu semua, Ciel menatap Adler dengan ekspresi puas. Meski awalnya agak bodoh, pangeran yang sedikit lebih tua daripada dirinya itu memang belajar dari kesalahan. Tidak menyimpan hal-hal berbahaya yang mengancam keselamatan di sisinya, itu baik!


“Saya akan langsung menuju ke pokok pembahasan, Tuan Gin. Saya ingin menyewa jasa anda dan rekan anda untuk membantu kami menghentikan kakakku, Pangeran Fenton.”


“Bukankah itu konyol? Menghentikan seorang calon Raja? Jika sampai ketahuan, itu pasti akan membuat hal semakin rumit.”


Meski Ciel sendiri sudah memiliki niat untuk menghentikan Fenton,. Namun jika ada pekerjaan yang menambah uang, kenapa dia harus menolak? Tidak ada yang memiliki batas untuk menyimpan uang.


“Tidak. Dia bukan calon Raja. Bahkan, aku tidak memiliki kakak seperti dirinya. Perilaku yang membahayakan Kerajaan Blood Diamond … harus disingkirkan.”


Melihat ekspresi dingin dan kejam di wajah Adler, Ciel mengerjap. Dia semakin menyukai pangeran di depannya. Namun pemuda itu juga agak cemas.


Aku selalu menyusahkan dan melakukan hal-hal konyol … mungkinkah Lilia, Kak Julia, dan Kal Alexander juga ingin menikamku karena membuat buruk wajah ibu?


Sepertinya … aku harus sedikit sopan lain kali. Tidak boleh membuat ibu atau saudara-saudari itu marah atau racun mungkin dimasukkan di anggur dan minumanku.


Ciel menatap ke arah Adler.


“Bukankah … Pangeran Fenton itu kakak kandungmu?”


“Tindakannya membahayakan Kerajaan Blood Diamond. Mengorbankan satu orang untuk seluruh kerajaan … itu wajar.” Meski wajah Adler agak enggan, dia masih tegas.


“Meski dia kakak kandungmu?”


“Itu … harus dilakukan.”


Melewati konflik batin, Adler masih menjawab tegas. Hal itu membuat Ciel merinding.


Mungkinkah semua orang akan menjadi begitu gila karena Nasionalis? Mungkinkah saudara-saudariku juga seperti itu? Pasti tidak, kan? Aku sama sekali tidak membahayakan Kekaisaran Black Sun, kan?


Setelah mencoba menyakinkan dirinya sendiri, Ciel mengembuskan napas panjang. Dia kemudian bertanya kata demi kata.


“Jadi … berapa banyak kamu akan membayar?”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2