Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Kakak dan Adik


__ADS_3

Di hutan perbatasan South Duchy dengan Central Plain, tampak dua orang gadis remaja yang berlari sambil terengah-engah. Napas mereka naik-turun, terlihat kelelahan tetapi terus memaksa untuk berlari.


Keduanya memiliki penampilan yang nyaris sama. Mereka memiliki rambut hitam dicampur warna cyan di ujungnya. Keduanya juga memiliki iris berwarna cyan. Kulit mereka seputih salju. Mereka juga memiliki tanduk seperti rusa muda di atas kepala mereka.


Yang membedakan antara keduanya adalah pakaian mereka dan senjata yang mereka bawa. Salah satunya memakai pakaian seperti ksatria berwarna perak dengan garis cyan dan memegang tombak. Sementara yang satunya memakai pakaian penyihir dengan warna yang sama tetapi memegang sebuah tongkat.


“Kakak, aku sudah tidak kuat. Tinggalkan aku, kamu harus segera pergi, Kak.” gadis yang memakai pakaian penyihir berkata dengan senyum tulus.


“Tidak mungkin! Bertahanlah Fiona, kita akan segera sampai di area terluar hutan.”


“Aku sudah benar-benar tidak kuat, Kak Flora. Aku … Aku sudah menyerah.”


Gadis bernama Fiona berhenti berlari. Wajahnya jelas terlihat sangat pucat. Berbeda dengannya, sang kakak yang bernama Flora masih terlihat cukup baik. Mungkin alasannya karena gadis itu melatih tubuhnya dengan cukup baik.


“Lihat Fiona! Di sana ada asap. Kemungkinan besar ada orang di sana. Bertahanlah sebentar. Kita pasti mendapat bantuan!”


“Tidak mungkin! Jika kita berlari ke sana … gerombolan serigala itu akan-”


“Sekarang bukan waktunya memperhatikan keselamatan orang lain,” seru Flora ketika menarik tangan Fiona, memaksa gadis itu kembali berlari.


Tidak jauh dari sana, terlihat gerombolan serigala berwarna abu-abu dengan garis-garis hijau tipis di beberapa bagian tubuhnya. Jumlah mereka melebihi 30 ekor, tampak kejam dan ganas ketika mengejar kedua gadis itu.


Pada saat kedua gadis itu sampai di tempat yang agak terbuka, mereka langsung tertegun di tempat. Memandang ke depan, mereka melihat pemandangan aneh sekaligus luar biasa.


Ada sebuah api unggun besar. Di atasnya ada makhluk besar yang dipanggang. Dari penampilannya, mereka tahu kalau itu adalah Iron Skinned Boar, Demonic Beast level 3 (awal). Tidak jauh dari api unggun, terlihat pemuda tampan duduk dengan ekspresi malas sambil bersandar ke seekor Wyvern hitam yang berbaring santai.


Flora dan Fiona tidak bisa bergerak. Lebih tepatnya, ketakutan untuk bergerak. Gerombolan serigala yang mengejar mereka bahkan langsung berhenti. Menggeram ringan, mereka mundur ketakutan karena merasakan ancaman. Demonic Beast jelas memiliki insting untuk merasakan bahaya lebih baik daripada mereka.


Pemuda itu melirik ke arah Flora dan Fiona dengan ekspresi malas. Namun keduanya jelas merasakan tekanan yang luar biasa. Jelas, di mata pemuda itu, mereka seperti seekor semut yang tanpa sengaja lewat di depannya.

__ADS_1


Tidak ada ekspresi tergiur karena melihat gadis cantik. Tidak ada ekspresi malu atau terkejut. Tidak ada ekspresi menghina. Hanya ada ekspresi malas dan tak acuh, seolah tidak peduli ada mereka di sana.


“M-Maafkan kami karena telah mengganggu istirahat anda, Senior.” Flora langsung membungkuk sopan, berharap sosok mengerikan itu memaafkannya.


Sementara itu, Fiona yang lebih sensitif dengan sihir merasa lututnya lemas. Dia langsung jatuh duduk ke tanah. Gadis itu terisak ketika pakaian bawahnya tiba-tiba terlihat basah.


Sang kakak langsung memandang adiknya dengan ekspresi terkejut. Fiona tahu kalau adiknya pengecut, tetapi tidak pernah hal memalukan seperti itu terjadi.


... ***...


Sementara itu, Ciel yang tampak malas menatap keduanya dengan alis terangkat. Dia tampak tidak senang.


Sial! Apakah aku terlihat begitu buruk sampai kamu harus menangis bahkan mengompol? Aku rasa penampilanku tidak seburuk itu, ok?


Ciel yang bersantai bingung harus menangis atau tertawa. Dia sedang dalam perjalanan pulang. Karena agak terlalu cepat, dia memutuskan untuk berhenti di hutan perbatasan untuk mencari hal-hal baik. Pemuda itu ingin memakan daging Iron Skinned Boar yang terkenal akan kelezatannya!


Perburuannya berjalan kurang lancar. Mungkin karena makhluk itu nokturnal dan sudah agak langka, Ciel tidak menemukannya setelah satu jam mencari. Karena malas, dia akhirnya menyuruh Deschia berburu untuknya.


Setelah melumuri seluruh Iron Skinned Boar lalu memanggangnya, Ciel mendapat satu masalah lagi. Daging makhluk itu … cukup lama untuk matang!


Setelah repot-repot membersihkan dan membumbui, Ciel yang harus menunggu lama menjadi tidak sabar. Bisa dibilang, dia dalam mode bad mood.


Pada saat itu, Ciel melihar dua gadis yang tiba-tiba muncul dari hutan. Karena sedang bad mood dan malas berbicara, dia hanya menatap mereka dalam diam. Namun hal aneh terjadi kemudian.


Satu gadis langsung membungkuk sopan sambil minta maaf karena mengganggu. Gadis yang lain malah menangis sampai mengompol seolah dirinya sedang melihat monster hijau dari rawa berlumpur.


Melihat keduanya, Ciel menghela napas panjang sebelum berdiri lalu menghampiri mereka. Namun ketika dirinya mendekat, sosok gadis berpakaian seperti ksatria berdiri di depan gadis berpakaian penyihir sambil membuka lebar tangannya.


“Tolong jangan sakiti adik saya, Senior. Sebagai gantinya … Anda … Anda boleh melakukan apapun terhadap saya,” ucap gadis ksatria sebelum mengigit bibirnya. Dia tampak cemas.

__ADS_1


“T-Tidak mungkin. Kak Flora-”


“Kamu diam saja, Fiona.” Flora langsung menyela ucapan adiknya.


Sementara kedua bersaudari itu hampir bertengkar, Ciel yang baru maju beberapa langkah berhenti. Dia menatap keduanya dengan ekspresi kosong.


Apakah aku terlihat seperti seorang penindas? Apakah aku terlihat seperti preman pasar atau semacamnya? Sial! Reaksi kalian terlalu berlebihan.


Ciel mengeluh dalam hati. Karena dia merasa keduanya kelelahan dan kelaparan, akhirnya pemuda itu memiliki pemikiran lain. Karena daging panggang hampir matang, dia berencana menawari mereka untuk mencicipi sedikit.


Ciel mengambil pisau yang tergantung di sebelah kanan pinggangnya. Pada saat dirinya menarik pisau dari sarungnya, bilah tajam yang memancarkan aura dingin terlihat di mata kedua gadis itu.


“K-Kamu tidak akan berani menyakiti kami! Meski seperti ini, kami putri seorang Marquis dari Kerajaan Black Star. Keluarga kami dipilih oleh Raja secara langsung.


J-Jika kamu berani menyakiti kami. Perdamaian antara Kekaisaran Black Sun dan Kerajaan Black Star pasti berakhir! Perang besar pasti terjadi!”


Flora langsung mengancam Ciel karena lelaki di depan mereka terlihat sangat kejam dan tak kenal ampun. Namun dirinya juga ragu. Lagipula, mereka berada di hutan dan pemuda itu pasti bisa menyingkirkan mereka dan menghilangkan bukti dengan mudah. Tanpa sadar, Flora menelan saliva.


Apakah aku terlihat separah itu? Aku hanya ingin menawari kalian makanan, ok?


Malas menjelaskan, Ciel langsung mendekati daging panggang sebelum memotong satu paha utuh yang tampak besar, nikmat, dan juicy. Dia kemudian mengambil daun mirip daun pepaya yang telah disiapkan lalu mendekati kedua gadis itu dan meletakkan daging panggang di depan mereka berdua.


Bukannya rasa terima kasih, kalimat lain terdengar di telinga Ciel.


“Apakah ini … racun?”


Ciel langsung menatap kedua gadis dengan tatapan kosong. Dia bingung harus berkomentar bagaimana.


Kalian berdua … apakah wajahku benar-benar terlihat seperti orang yang tidak bisa dipercaya?

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2