
Sosok itu memiliki penampilan separuh monster. Tangan kirinya digantikan dengan cakar iblis yang dilapisi dengan eksoskeleton berwarna hitam. Kedua kakinya pun juga demikian. Di punggungnya, terlihat empat sayap yang terlihat seperti sayap capung.
Memperhatikan jelas penampilannya. Sosok itu awalnya adalah pemuda tampan. Namun sekarang wajahnya tampak pucat, mata kirinya ditutup dengan eye-patch. Rambut sebahu berwarna hitam legam dan acak-acakan. Iris mata hijau yang tampak tak acuh dan kejam. Bahkan warna hitam juga mewarnai kantung matanya.
Berbeda dengan penampilan Ciel yang berubah karena penggunaan sihir, sedangkan penampilan sosok itu asli. Dengan kata lain, semua bagian tubuhnya memang telah berubah.
“Aku nyaris tidak mengenalimu … Louie.”
Ya, sosok itu adalah Louie Zevirrius. Pemuda yang pernah datang menemuinya untuk menyampaikan pesan dari Pangeran Eoran. Ciel sangat terkejut melihat penampilannya yang begitu berubah. Dari sosok pemuda yang rendah hati, menjadi sosok monster yang memancarkan aura kematian di sekitarnya seperti.
Mendengar ucapan Ciel, Louie memandang ke pemuda itu.
“Kamu …”
Suara pemuda yang dingin dan dalam terdengar di telinga Ciel. Pangeran malas itu perlahan membuka topeng hitam yang menutupi wajahnya. Dia yang biasanya tampak tak acuh tersenyum lembut.
“Aku tidak percaya hatimu begitu rapuh sampai mengorbankan tubuh dan jiwamu sendiri … Louie.”
“Luciel Dawnbringer …”
Louie bergumam. Setelah beberapa saat diam, pemuda itu tiba-tiba tertawa. Menatap ke arah Ciel, dia menyeringai dengan ekspresi gila di wajahnya.
“Apakah kamu melihatnya sekarang, Luciel! LIHAT AKU! ORANG YANG SELALU DIANGGAP SAMPAH …
SEKARANG MEMILIKI KEKUATAN YANG SETARA DENGAN PANGERAN JENIUS DARI KEKAISARAN BLACK SUN!!!”
Melihat bagaimana penampilan gila Louie, Ciel memakai kembali topengnya. Menghela napas secara diam-diam.
“Aku merasa bersalah atas yang terjadi kepadamu, Louie.”
Ciel mengatakan itu dengan tulus. Dulu dirinya menganggap sosok Louie sebagai pemuda yang baik. Tidak menyangka sosok itu memiliki hati yang begitu rapuh. Benar-benar termakan rasa iri dan benci dalam hatinya sampai memilih jalan yang seperti ini.
“Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, Luciel! Jika aku tidak keluar dari Zevirrius’s Duchy yang terkutuk dan datang kepadamu …
Aku tidak akan menjadi seperti ini! Aku tidak sekuat ini! Aku tidak akan menjadi kepala Keluarga Zevirrius sekaligus Jenderal dari Curses of Shadow!”
“...”
Mendengar itu, Ciel sama sekali tidak merasa senang. Sebaliknya, pemuda itu menghela napas, tampak sedikit menyesal.
“Kamu sudah gila,” ucap Ciel dengan tenang.
“Penguasa mana yang tidak gila?! Raja Wade yang membunuh ayahnya sendiri? Daylen, saudaraku yang mencoba menghabisiku? Atau … kamu yang membantai puluhan bahkan ratusan ribu ksatria?
Aku tanya … MANA YANG TIDAK GILA!!!”
“Jawabanmu memang tidak salah.” Ciel tidak marah jika Louie menganggap dia gila. “Itu adalah pilihanmu … aku tidak akan ikut campur.”
__ADS_1
“HAHAHAHA!!!Aku senang kamu mengerti, Luciel!”
“Aku mengerti. Semua itu adalah pilihan. Juga setiap pilihan mengarahkan setiap makhluk ke jalannya masing-masing. Kamu memilih jalan itu, dan aku memilih jalan ini.
Jalan yang saling berlawanan.”
“Apakah kamu yakin, Luciel? Semua ini tidak ada hubungannya denganmu. Menyingkir dari jalanku!”
“Bukankah aku sudah bilang sebelumnya?” Ciel memiringkan kepalanya. “Maaf, jalan ini sudah ditutup.”
“LUCIEL DAWNBRINGER!!!”
Sosok Louie dan Ciel menghilang dari tempatnya. Keduanya muncul dengan dua sayap terbuka lebar dan saling berhadapan. Louie mengayunkan tangan kirinya, sedangkan Ciel mengayunkan tangan kanannya. Kedua cakar iblis bertabrakan, lalu …
BLARRR!!!
Ledakan terdengar. Sosok Ciel dan Louie sama sama mundur.
Di sisi Louie, cakarnya dilapisi sedikit es, tetapi menguap dalam beberapa saat. Sebaliknya, Ciel melihat cakar esnya yang cukup rusak karena dampak racun.
“Apakah kamu terkejut, Luciel? Ini adalah kekuatan dari Dark Heart Worm!”
Mendengar ucapan Louie, Ciel bergumam, “Jadi begitu …”
Dark Heart Worm, Demonic Beast kuno yang merupakan parasit hati. Selain terkenal karena menyerap vitalitas inangnya untuk tumbuh. Makhluk itu terkenal karena racunnya yang bisa membinasakan banyak makhluk lain.
Namun eksperimen tersebut lebih gila. Menggunakan Dark Heart Worm untuk memodifikasi jantung, membuat sosok itu memiliki kemampuan racun yang kuat. Selain itu, juga memodifikasi bagian tubuh lain agar bisa menjadi lebih kuat. Ya … benar-benar hal yang mengerikan untuk bertahan dalam eksperimen gila semacam itu.
“Bukankah itu menyakitkan?”
“HAHAHAHA! Bukankah itu pantas untuk harganya? Meski merasakan seluruh tubuh sakit karena darah yang mengalir dalam tubuh mengandung racun yang kuat … ini semua sepadan!”
Ciel dan Louie kembali menghilang dari tempat mereka.
BANG! BANG! BANG!
Setelah pukulan tiga kali berturut-turut, Ciel tahu es miliknya benar-benar kalah dengan kekuatan racun Louie. Namun dia tidak berniat untuk menggunakan sihir api.
Bukan kaena Ciel sombong, tetapi itu karena salah satu efek bahaya dari Dark heart Worm. Jika dibakar dengan suhu tinggi, makhluk itu akan meledak. Jika hanya meledak, itu bukan masalah.
Apa yang menjadi masalah adalah dampak setelah ledakannya. Setelah meledak, makhluk itu akan menyebarkan racunnya ke area sekitar. Racun kuat yang bisa dengan mudah membunuh iblis level 4 dan melukai iblis level 5 dengan cukup parah.
Sedangkan setelah bergabung dengan Louie serta makhluk eksperimen lainnya, Ciel yakin racunnya bisa melukai iblis level 5 atau 6 dengan parah. Keracunan parah sampai membuat mereka juga menghadapi kematian jika tidak segera ditangani.
Apa yang membuat Ciel khawatir jika menggunakan serangan seperti Black Sakura adalah dampak ledakan yang mungkin akan sampai ke Ibukota dan membunuh semua orang di sana.
“Berhenti melamun, Luciel!!!”
__ADS_1
Berteriak keras, Louie mengayunkan sabit di tangan kanannya. Puluhan bilah energi berwarna hijau yang mengandung racun kuat langsung terbang ke arah Luciel.
BANG! BANG! BANG!
Ciel berhasil menghindari kebanyakan bilah energi, tetapi sebagian masih mengenainya. Hanya saja, pemda itu masih bisa menahan dengan cakar dan sayap es. Mengetahui bahwa pertempuran yang terlalu lama malah membuatnya bingung karena banyak kemungkinan dan pikiran, Ciel memutuskan untuk segera mengakhiri pertempuran.
Satu kesempatan … cukup satu kesempatan.
Memikirkan itu, Ciel tiba-tiba membatalkan sihir es dan malah menarik dua katana di pinggangnya. Fokus ke arah Louie yang menyerangnya dengan ganas dan gila, pemuda itu terus menghindar dan menangkis serangan lawannya.
Ketika Louie melakukan sedikit kesalahan karena dia menangkis seluruh serangannya, Ciel segera membuat keputusan. Menghirup napas dalam-dalam, ekspresi pemuda itu menjadi tenang.
“Sen no Hana …”
Ciel menghilang dari tempatnya dan muncul jauh di belakang Louie.
“Blood Saxifrage.”
Ketika suara Ciel menggema, tubuh Louie berhenti bergerak. Seluruh tubuhnya langsung dilapisi dengan es. Benar-benar membeku di tempatnya. Namun …
Sebelum Ciel merasa lega, seluruh es yang melapisi tubuh Louie retak. Detik kemudian, sosok itu berhasil keluar.
“Huh!” Louie mendengus dingin.
Meski serangan itu nyaris membekukannya sampai mati, Louie benar-benar masih bisa selamat. Pemuda itu kemudian memegang sabit dengan kedua tangannya. Membuka sayap yang hampir rusak karena membeku, dia terbang sambil berputar dengan kecepatan tinggi.
“Poisonous Emerald Windstorm!!!”
Pusaran angin berwarna hijau muncul. Angin beracun membinasakan rerumputan tempat dia lewat.
Melihat topan itu, Ciel tampak tenang. Bukannya panik, pemuda itu malah mengangkat sudut bibirnya.
Pada saat itu, Louie tiba-tiba melihat pemandangan aneh. Di sekitar pusaran angin terlihat jutaan kelopak hitam yang melayang dan ikut di berputar di sekitar pusaran angin. Bukan kelopak bunga sakura dengan ujung melengkung dengan bentuk hati, tetapi bentuk lain.
Menatap dengan ekspresi dingin, Ciel bergumam.
“Sen no Hana …”
Kelopak bunga tak terhitung jumlahnya berputar, berubah menjadi tornado hitam yang berkali-kali lebih besar daripada tornado hijau. Menghancurkan pusaran angin hijau lalu menelan Louie ke dalamnya.
Melihat pusaran angin hitam yang menelannya, Louie tiba-tiba merasakan rasa dingin ekstrem. Tidak bisa bergerak, apa yang bisa dia lakukan hanyalah mendengar suara tak acuh. Suara terakhir yang dia dengar dalam hidupnya.
“Kuro no Ume (Black Plum Blossom).”
Pada saat suara itu jatuh, dunia langsung menjadi sunyi. Tornado hitam sirna …
Hanya menyisakan sosok pemuda tampan yang berdiri di bawah langit kosong dan padang rumput yang telah membeku seutuhnya.
__ADS_1
>> Bersambung.