
Dua minggu kemudian.
CRASHH!!!
Dua sosok bertabrakan di udara, udara dingin menghempas dan membekukan banyak bangunan di sekitarnya. Dua siluet itu kemudian mundur ke arah berlawanan.
Salah satunya adalah sosok berjubah hitam dengan topeng perak, Ciel. Sementara yang satunya adalah sosok pria paruh baya seusia dengan Charles. Mengenakan pakaian bangsawan berwarna biru tua dengan ornamen perak, orang itu adalah ipar dari Raja Charles … Duke Harry.
“Apakah hal seperti ini memang diperlukan?” Ciel menatap sosok Duke Harry sambil berkata dengan nada datar,
“Tentu saja.” Duke Harry menyeringai. “Raja Charles sangat mempercayaimu. Bukankah normal untuk memeriksa apakah orang itu memiliki kemampuan atau tidak?”
“Huuh …” Ciel menghela napas panjang. “Bukankah sudah waktunya untuk serius? Kita sedang dikejar waktu.”
“Kamu sangat menarik, Gin. Charles berkata kalau kamu lebih ke arah penyihir, tetapi kamu memiliki kemampuan jarak dekat yang kuat. Itu benar-benar membuatku … BERSEMANGAT!”
Otot di tubuh Duke Harry mengembang, merobek pakaian bangsawannya, benar-benar menyisakan celana yang compang-camping. Seluruh tubuhnya mulai dipenuhi dengan bulu berwarna kelabu dan putih. Membuka matanya, kilau dingin muncul di mata berwarna biru muda itu.
Melihat sosok Lycan, serigala humanoid yang begitu besar dan tampak ganas membuat Ciel memiringkan kepalanya dengan tatapan aneh. Memang, meski Duke Harry berada di level 5 (menengah), kekuatannya pasti tidak kalah dengan level 5 (akhir). Hanya saja, apa yang Ciel permasalahkan bukan itu. Namun …
Warna bulu dan pola itu … Husky raksasa? Atau Malamute?
Daripada serigala, Ciel malah melihat Duke Harry dengan cara yang berbeda. Bagi orang lain, mungkin itu tampak buas dan ganas. Namun untuknya, itu sedikit … menggemaskan.
Jika yang lain tahu apa yang dipikirkan oleh Ciel, mereka pasti akan muntah darah. Salah satu keluarga bangsawan dari keturunan Lycan yang mengkhususkan diri dalam sihir es benar-benar dibandingkan dengan hewan peliharaan menggemaskan.
Itu keterlaluan!
Sebagai tanggapan, Ciel membuang jubah yang menghalangi gerakannya. Memperlihatkan pakaian pemburu berwarna hitam dengan dua pedang di setiap sisi pinggangnya. Rambut peraknya tertiup oleh embusan angin lembut.
Suhu di sekitar Ciel berangsur-angsur turun sampai ke titik beku. Dua sayap hitam yang terbuat dari es hitam muncul di punggung pemuda itu. Tangan kanannya juga dilapisi es hitam berbentuk cakar naga.
Penampilan ini Ciel tiru dari bentuk singa api Zack. Sebagai gantinya, dia menggunakan bentuk naga es. Pemuda itu masih bisa membentuk cakar di tangan kiri dan kedua kakinya, tetapi merasa tidak perlu.
“Penampilan itu … sangat luar biasa! HAHAHAHA!!” Duke Harry tertawa.
Sosok Duke Harry tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan muncul di depan Ciel sambil mengayunkan tinjunya.
__ADS_1
BANG!
Suara palu yang menghantam besi terdengar keras. Duke Harry tampak terkejut ketika melihat benda hitam yang menghentikan pukulannya. Ya … itu adalah sayap Ciel.
Sayap es yang Ciel buat tentu saja bukan hanya untuk pajangan. Selain untuk terbang, kedua benda itu bisa meningkatkan kecepatannya beberapa saat. Juga … bisa dijadikan perisai ketika dibutuhkan.
“Terkejut?” Suara tak acuh Ciel terdengar.
Ketika sayap yang menutupi tubuh Ciel terbuka, sosok pemuda itu tiba-tiba mengayunkan tinju dan menabrak Duke Harry dengan keras.
BLARRR!!
Tertangkap basah dan tidak siap, sosok Duke Harry terpental lalu menabrak dan menghancurkan sebuah bangunan dengan keras. Setelah kepulan asap menghilang, sosok Duke Harry keluar dari reruntuhan tanpa luka yang berarti.
Menepuk debu di bulunya, orang itu tampak agak heran.
“Ini sangat menyenangkan, kita lanjutkan ke ronde-”
“CUKUP!” Suara teriakan keras Raja Charles terdengar.
Beberapa orang segera menghampiri Ciel dan Duke Harry. Mereka dipimpin oleh Raja Charles dan memandang dua orang yang sedang ‘bertarung’ dengan senyum pahit di wajah mereka. Melihat kekacauan yang disebabkan oleh keduanya, mereka merasa tidak berdaya.
Lagipula … akan sangat aneh jika melihat sosok yang hanya mengandalkan fisik melawan transformasi Lycan yang kuat. Meski level bisa disembunyikan, Ciel tidak ingin membuat orang-orang menaruh kecurigaan.
“Kami bahkan belum mulai,” ucap Duke Harry dengan tidak puas.
Meski terlihat tidak puas, dia masih menurut. Membatalkan transformasi Lycan dan kembali seperti biasa. Menampilkan sosok pria paruh baya dengan tubuh kekar yang hanya memakai celana sampai lutut dan compang-camping.
Sedangkan Ciel, pemuda itu dengan santai membatalkan sihir. Setelah itu dia mengambil jubah hitam lain lalu membungkus tubuhnya. Terlihat tenang dan sedikit tak acuh.
Banyak orang memandang sosok Ciel dengan ekspresi penasaran sekaligus hormat. Khususnya orang yang telah datang bersamanya dari perbatasan. Mereka jelas melihat sihir kuat Ciel, dan tidak menyangka kalau pemuda itu masih memiliki kemampuan bertarung jarak dekat yang begitu kuat.
“Apakah kalian ingin menghancurkan kastil hanya untuk main-main? Saudaraku … kamu sudah dewasa, cobalah untuk menahan diri.” Charles memandang iparnya itu dengan ekspresi tak berdaya.
Benar. Harry juga tipe battle maniac yang sangat suka bertarung dan sangat ganas. Meski tidak lagi muda, dia masih berada di masa jayanya.
Ciel yang melihat Duke Harry tersenyum agak canggung ketika dimarahi oleh Raja Charles hanya bisa menghela napas panjang.
__ADS_1
Penampilan itu, ditambah bersemangat dan suka bermain … benar-benar mirip seekor Husky!
Dalam ruang rapat, terlihat sepuluh orang yang duduk mengelilingi meja.
Mereka adalah Ciel, Raja Charles, Duke Harry, Marquis Rocky, dua Marquis, dan lima Count yang berada di bawah Duke Harry.
Awalnya Ciel tidak berhak duduk di tempat itu, tetapi setelah melihat kekuatan dan tujuannya untuk membantu Raja Charles … mereka sama sekali tidak menolak. Lagipula, semakin banyak orang kuat, kemungkinan memenangkan perang akan menjadi semakin besar.
Melihat anggur di depannya dan mendengar orang-orang mulai merumuskan rencana, Ciel hanya bisa menghela napas dalam hati. Karena mengenakan topeng, pemuda itu agak kesulitan untuk makan dan minum di depan orang lain.
Meski ikut rapat dengan orang-orang itu, Ciel sudah memiliki rencananya sendiri. Dia hanya datang untuk mendengarkan informasi tentang kekuatan beberapa orang yang sekiranya cukup penting dan mungkin akan mengganggu rencananya. Sedangkan pada sisa waktu … pemuda itu nyaris tertidur karena bosan.
Beberapa jam kemudian.
“Kalau begitu, kita akan menggunakan rencana ini.” Raja Charles berkata dengan tegas. “Apakah ada yang keberatan?”
“Tidak ada, Rajaku!” Para bangsawan berseru bersamaan.
Ciel sendiri membuka matanya karena agak terkejut. Dia sangat mengantuk, jika bukan karena seruan orang-orang, pemuda itu pasti sudah tertidur.
“Tuan Gin … apakah anda memiliki pendapat lain?” tanya Raja Charles dengan cukup hormat.
“Sama sekali tidak.” Ciel hanya menjawab dengan datar.
“Kalau begitu, kita akan mulai bertindak tiga hari kemudian. Bubar!”
Ketika semua orang kembali ke kamar masing-masing, Ciel berhenti di sebuah lorong. Cahaya bulan menyinari tubuhnya. Di balik topeng, terlihat mata dingin yang tampak tak acuh.
“Bagaimana? Apakah kamu menemukannya?” Ciel tiba-tiba bertanya.
Dari balik salah satu bayangan pilar, sosok berjubah hitam lain muncul. Dia adalah Camellia yang selama ini menghilang. Gadis itu mengenakan jubah hitam dan topeng kuning putih.
Camellia membungkuk sopan sebelum berkata dengan ekspresi khidmat.
“Sesuai dengan dugaan anda, Tuanku. Saya menemukan hal yang telah diperlukan.”
Mendengar itu, mata Ciel memancarkan kilau dingin. Tidak ada yang tahu pemuda itu sebenarnya sedang memikirkan apa. Hanya saja, dia … terlihat begitu tak acuh.
__ADS_1
>> Bersambung.