
Dua minggu kemudian.
Melihat sebuah kota di kejauhan, sudut bibir Ciel berkedut. Tempat yang mereka tuju adalah Kota Redstone. Dibandingkan North Duchy yang panas tetapi subur, kota itu tampak berdebu dan gersang.
Dikarenakan lingkungan penuh dengan tanah dan bebatuan merah, kota itu dinamai Kota Redstone. Meski kota itu tampak gersang, tempat itu juga memiliki keunggulan tersendiri. Kelebihannya adalah … banyak tambang logam di sekitarnya.
Kerajaan Blood Diamond sendiri memiliki banyak tambang di wilayahnya. Tentu saja, tidak semua tempat gersang dan berdebu. Hanya wilayah selatan Kerajaan yang cukup jarang pepohonan. Wilayah yang berbatasan dengan North Duchy dari Kekaisaran Black Sun.
Apa yang membuat Ciel merasa tertekan bukan tempat yang dia kunjungi gersang dan berdebu. Namun, apa yang telah dia lewati selama dua minggu ini.
Kepala botak jahat dalam cerita klasik? Tidak … dia orang baik.
Perjalanan mendebarkan diburu dan dikerjar oleh serangan binatang buas? Tidak juga … semuanya berjalan tanpa halangan.
Bertemu dengan gerbong kereta bangsawan cantik yang dikepung oleh bandit lalu menjadi pahlawan menyelamatkan kecantikan? Tidak mungkin. Jangankan bangsawan cantik, tidak ada satu orang pun yang berpapasan dengan caravan Silver Snail.
“Bukankah ini luar biasa, Tuan Gin? Kita benar-benar melakukan perjalanan tanpa masalah. Dibayar tanpa bekerja!”
Mendengar suara Don si botak, Ciel menoleh ke arah orang itu. Dia mengangguk dengan ekspresi bosan. Pemuda itu mengiyakan semua ucapan Don. Melihat kelompok Skull Crusher yang begitu bahagia, Ciel bingung harus ikut senang atau jengkel.
Bukankah aku harus menemui petualangan yang mendebarkan atau semacamnya?
Setelah menyamar pun … aku tidak mendapat masalah?
Apakah ada lingkaran keberuntungan yang tak terlihat di atas kepalaku atau semacamnya?
Membuat frustrasi!
“Apakah kamu baik-baik saja, Gin?”
Ryo bertanya kepada Ciel karena agak khawatir. Berbeda dengan Ciel yang begitu bosan, Ryo sendiri merasa cukup santai dalam perjalanan. Dia sendiri paham kalau masalah yang sebenarnya terjadi sewaktu mereka memasuki Kerajaan Blood Diamond.
Di tempat jauh tanpa banyak rekan, mereka berdua harus berhati-hati dalam mengambil tindakan. Belum lagi jika menyusup lebih dalam ke Kerajaan Blood Diamond, mereka memerlukan banyak pencegahan dan perhitungan.
“Tidak apa-apa, Xan.” Ciel menggeleng ringan, menatap Ryo dengan tatapan membosankan. “Kita akan sampai di Kota Redstone siang ini.”
“...”
Ryo hanya mengangguk. Sebagai pengikut, dia tahu kalau tugasnya hanya mengikuti dan membantu Ciel dalam perjalanan ini. Dia hanya berharap, Pangeran muda itu tidak membuat tindakan yang sembrono dan terlalu berbahaya.
Sekitar pukul satu siang.
__ADS_1
“Kita akhirnya sampai!”
Caravan akhirnya sampai di depan gedung milik Kelompok Silver Snail yang digunakan sebagai tempat penjualan dan penukaran bahan.
Selain beberapa benda berharga, apa yang mereka bawa dari Kekaisaran Black Sun adalah sayur, buah, dan makanan pokok. Sebagai gantinya, mereka akan membeli logam-logam yang telah melalui proses awal. Setelah kembali ke Kekaisaran Black Sun, mereka akan menjualnya ke bangsawan, bengkel pengrajin, atau kelompok yang membutuhkan.
Tanah milik Kekaisaran Black Sun sangat luas dan subur. Meski terkadang mengimpor buah-buahan dari kerajaan kecil, hal itu sebenarnya dilakukan untuk kebaikan. Selain yang beraliansi dengan Kekaisaran Black Sun seperti Kerajaan Black Star, ada beberapa kerajaan kecil yang bergantung kepada kekaisaran untuk menghidupi dan menjaga kerajaan mereka.
Melihat orang-orang yang mulai memindahkan barang ke gudang, Ciel dan Ryo menunggu bersama kelompok Skull Crusher dan beberapa kelompok kecil lain.
Setelah menunggu sebentar, Miya menghampiri para tentara bayaran termasuk Ryo dan Ciel dengan beberapa kantung kecil dalam pelukannya. Dia memanggil nama ketua kelompok lalu memberikan kantung kecil berisi beberapa koin emas. Tidak lama kemudian, giliran Ciel dipanggil.
“Tuan Gin.”
“En.” Ciel berjalan mendekat.
“Ini hadiah tugas anda. Harap diperiksa.”
Menerima kantung kecil yang begitu ringan, Ciel tidak merubah ekspresinya dan langsung memasukkannya ke dalam tas dimensi. Dia kemudian mengangguk kecil sebelum berbalik pergi.
Melihat sosok Ciel yang tampak tak acuh dan bosan, Miya cukup curiga. Biasanya, para tentara bayaran yang menerima upah mereka akan memiliki ekspresi bagus di wajah mereka. Tampak senang ketika pekerjaan mereka ringan. Tampak jengkel ketika melakukan pekerjaan sulit dengan upah yang dirasa kurang.
Seperti yang diharapkan dari iblis level 4. Orang-orang kuat memang berbeda.
Setelah makan siang bersama, mereka beristirahat sebentar untuk berbincang.
“Ngomong-ngomong, apakah urusan kalian akan memakan waktu lama, Tuan Gin … Tuan Xan?”
Melihat Don yang agak gugup, Ciel mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh.
“Belum tahu. Seharusnya agak lama. Bagaimana dengan kalian? Sampai kapan Caravan akan tinggal di Kota Redstone sebelum kembali?”
“Nona Miya berkata kalau kami akan berada di kota selama lima hari.” Don menggaruk belakang kepalanya. “Bukannya kami takut atau semacamnya. Dalam perjalanan kembali, kami membawa banyak logam yang sulit diangkut dan kurang berharga. Seharusnya tidak akan ada kecelakaan.”
“Untuk lebih aman, kalian memerlukan personel tambahan, kah?” ucap Ciel dengan ekspresi santai.
“Benar.” Don mengangguk.
“Maaf, Don. Kelihatannya kami tidak bisa melakukannya. Kami belum tahu waktu pasti.”
“Jadi begitu …” Don si botak sedikit kecewa, tapi segera menggeleng ringan. “Apakah kalian akan kembali ke Kota Crimson Dust, Tuan Gin?”
__ADS_1
“En.” Ciel mengangguk. “Setelah urusan selesai, kami akan kembali dan melewati Kota Crimson Dust.”
“Jika demikian, pastikan untuk mampir ke tempat saya, Tuan Gin. Kami akan menjamu anda.”
Ciel melihat ke arah Don dan rekan-rekannya. Menyadari senyum di wajah mereka, pemuda itu mengangkat sudut mulutnya.
“Kalau begitu kali ini aku yang akan menjamu kalian.”
...***...
Setelah berpisah dengan Don serta rekan-rekannya, Ciel dan Ryo menuju ke pusat kota untuk jalan-jalan sekaligus mencari penginapan yang baik.
Bar atau restoran yang terkenal adalah tempat yang baik untuk mencari informasi. Karena apa yang Ciel dan Ryo cari adalah informasi yang berhubungan dengan bangsawan, keduanya tidak bisa tinggal di penginapan sederhana dalam distrik perdagangan. Mereka harus memilih tempat yang lebih layak.
Sebelum keduanya berjalan jauh dari restoran, Ciel dan Ryo mendengar suara yang memanggil mereka.
“M-Maafkan saya, Tuan-tuan.”
Menoleh ke sumber suara, Ciel dan Ryo melihat seorang anak kecil dengan pakaian compang-camping. Kulit dan pakaiannya penuh debu, kelihatannya tidak mandi selama beberapa waktu. Anak itu tampak kurus dan lemah.
“Ada apa, Adik kecil?”
Tidak merasakan bahaya darinya, Ciel bertanya dengan ekspresi santai. Melihat bocah itu, dia mengingat sosok Theo yang masih dalam rumah budak.
“S-Saya belum pernah melihat anda di daerah sekitar. A-Apakah tuan-tuan dari baru pertama kali berada di Kota Redstone?” Anak itu bertanya dengan gugup. “J-Jika benar, saya bisa menjadi pemandu kalian. Saya mengetahui hampir semua lokasi di Kota Redstone kecuali distrik pusat.”
“...”
Ryo hanya diam. Dia tahu kalau keduanya tidak memerlukan bantuan anak ini karena mereka akan langsung ke distrik pusat untuk mencari informasi.
“Benarkah? Kalau begitu kebetulan sekali. Berapa kami harus membayar?” Ciel tersenyum lembut.
“Dua puluh … tidak. Lima belas bronze coin untuk satu hari.”
Anak kecil itu tampak gugup, takut pelanggannya hilang. Dengan uang sebanyak itu, paling tidak dia bisa membeli roti keras dan air untuk dimakan.
Ciel mendekati anak itu, membuatnya sedikit ketakutan. Namun bukan hinaan atau sebuah pukulan, anak itu terkejut ketika melihat Ciel mengacak-acak rambutnya dengan senyum lembut.
“Baiklah. Kamu bisa mengantar kami berkeliling. Haruskah aku membayar di awal atau di akhir?”
Ryo terkejut ketika melihat pemandangan itu. Dia tahu mereka berdua tidak memerlukannya dan hal semacam itu malah membuang waktu. Namun, ingatan aneh tiba-tiba terlintas di kepalanya. Ryo memandang ke arah Ciel dengan ekspresi rumit. Hanya bisa menghela napas dalam hati.
__ADS_1
Ya … buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya.
>> Bersambung.