Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Mampir Sebentar?


__ADS_3

Kota Ashpool adalah sebuah kota yang padat dan makmur yang merupakan pusat dari Wilayah Ashpool yang dipimpin oleh Marquis Bostel. Keluarga Bostel terkenal karena selalu mementingkan wilayah serta tanah airnya.


Berbeda dengan wilayah lainnya, dahulu kala, sosok yang ditunjuk oleh Raja untuk memimpin wilayah itu (Marquis Bostel Pertama) adalah orang yang memang dipilih oleh rakyat Wilayah Ashpool. Para rakyat menunjuk Marquis Bostel Pertama dan mengajukan permintaan kepada Raja agar dia menjadi pemimpin wilayah tersebut.


Pada saat ini, Wilayah Ashpool mengalami krisis karena kepungan dari tiga wilayah lain yang merupakan wilayah dari seorang Marquis dan dua orang Count. Banyak rakyat yang menderita dan meninggal dalam perang, sampai akhirnya mereka mundur ke Kota Ashpool dan dipojokkan.


Berdiri di dinding luar kota sembari melihat kota dikeliling oleh puluhan ribu ksatria gabungan dari tiga wilayah, Marquis Bostel tampak enggan. Dia adalah seorang pria paruh baya kekar dengan rambut pirang bergelombang serta memiliki janggut yang dipotong rapi.


Marquis Bostel enggan mengakui kekalahan. Tidak hanya karena kesetiaannya kepada tanah air, tetapi juga karena dia dipojokkan secara tidak adil. Bukannya pasukannya lemah, tetapi mereka tetap tidak bisa menang karena kalah jumlah.


“Saul …” panggil Marquis Bostel.


Seorang pria di pertengahan dua puluhan yang satu kepala lebih tinggi daripada Marquis Bostel dengan wajah persegi, tampak biasa tapi memiliki aura heroik mendekat lalu berlutut di depan Marquis Bostel.


“Anda memanggil saya, Tuanku?” tanya Saul.


“Karena kekacauan telah terlalu parah, tidak mungkin ada bala bantuan dari Ibukota. Kali ini kita kalah dalam perang, Wilayah Ashpool tidak bisa dipertahankan.”


“...” Saul hanya terus mendengar dengan saksama.


“Karena itu … aku ingin kamu membawa sisa Keluarga Bostel untuk pergi keluar dari Kerajaan Black Star. Pergi ke mana saja tidak masalah, asalkan lebih aman. Namun …


Kalian tidak boleh melupakan akar Keluarga Bostel. Wilayah Ashpool adalah akar kalian. Meski berada di Kerajaan lain, setelah memulihkan kekuatan Keluarga Bostel dan memperkuatnya, selama ada kesempatan … kembali ke Wilayah Ashpool untuk mengambil kembali hak Keluarga Bostel.”


“A-Apa maksud anda, Tuanku?” tanya Saul dengan ekspresi aneh.


“Aku tahu kamu dan Druella saling suka, tetapi tidak bisa bersama karena kamu bukanlah bangsawan. Jadi … aku akan memberimu kesempatan.


Aku akan membuka jalan untuk kalian. Selama kamu membawa sisa Keluarga Bostel pergi keluar dari Kerajaan Black Star, kamu bisa menikahi Druella. Aku memberimu restu untuk melakukannya.”


“T-Tuanku …”


“Jangan menyangkalnya! Bahkan jika kalian tidak bisa keluar, tetapi masih selamat … aku telah memberi kalian restu. Ya … mungkin agak menyedihkan. Selain kehilangan istri, sekarang aku bahkan tidak sempat melihat cucuku.” Marquis Bostel tersenyum lembut ketika menatap Saul.


“...”


Saul berlutut dengan ekspresi sedih. Tangannya terkepal erat. Dia sangat marah, tetapi juga tidak berdaya. Pada saat itu, suara Marquis Bostel kembali terdengar.


“Tolong jaga Druella, Saul.”


Mendengar itu, Saul menggertakkan gigi sambil menahan kesedihannya.

__ADS_1


“Saya berjanji-”


Sebelum ucapannya selesai, suara tapal kuda terdengar. Suara itu datang dari kejauhan, bahkan jauh dari medan perang. Namun, setiap hentakan suara tapal kuda itu membuat orang-orang bergidik ngeri ketika mendengarnya.


Marquis Bostel kemudian menatap ke arah kejauhan. Dari arah barat daya yang jauh dari pasukan pengepungan, terlihat titik hitam yang bergerak sangat cepat. Semakin lama, titik hitam itu semakin mendekat.


Para ksatria yang mengepung Kota Ashpool tampak cukup panik. Pada saat itu, seorang kolonel yang memimpin ribuan ksatria bergerak ke arah barat daya, berencana menghadang sosok yang mendekat itu.


“Perkenalkan dirimu! Kami adalah ksatria gabungan dari-”


Sebelum menyelesaikan ucapannya, sosok hitam itu melewati kolonel itu. Pada detik berikutnya, kepala kolonel jatuh ke tanah begitu saja. Bahkan kuda yang dia tunggangi juga terbunuh di tempat.


Pada saat itu, sosok hitam yang datang itu terlihat lebih jelas. Ksatria dengan topeng dan jubah hitam, itu mungkin tidak terlalu luar biasa. Namun menunggangi seekor kuda hitam dengan tanduk layaknya pedang di atas kepalanya … semua orang terpana ketika melihatnya.


Itu adalah Dark Unicorn!


Belum sempat bereaksi, Dark Unicorn melesat ke arah barisan ksatria yang mengepung Kota Ashpool. Dua lingkaran sihir besar melayang di kanan dan kiri ksatria bertopeng itu. Pada detik berikutnya, dua ular raksasa yang seluruh tubuhnya terbuat dari api hitam muncul. Keduanya langsung melesat ke depan, menabrak dan meledakkan ratusan orang dalam sekali serang.


Itu adalah sihir Shadowflame Great Serpent!


BOOM! BOOM! BOOM!


Benar-benar seperti sabit yang memotong rumput!


Melihat pemandangan yang luar biasa sekaligus mengerikan itu, Marquis Bostel tampak sangat terkejut.


“I-Ini …”


Belum sempat berpikir jernih, kepulan asap penuh debu naik ke langit. Sosok hitam menembus kepulan asap dan melompat tinggi. Sangat tinggi sampai langsung naik ke atas tembok kota.


Marquis Bostel melihat sosok kuda yang tampak elegan sekaligus ganas beserta ksatria hitam yang menunggangi kuda itu tepat di depannya. Pada saat itu, suara bosan dan tak acuh terdengar di telinganya.


“Marquis Bostel, kan?”


“I-Ini saya, Pak!”


Mungkin karena takut sekaligus kagum, Marquis Bostel tanpa sadar memberi hormat dan menjawab dengan sopan.


Tidak ada basa-basi sama sekali, suara lain kembali terdengar.


“Aku memerlukan bantuanmu.”

__ADS_1


Mendengar ucapan sosok itu, Marquis Bostel tampak bingung. Namun dia segera menjawab dengan hormat.


“Tolong katakan, Pak!”


...***


...


Karena kemunculan ‘ksatria hitam’ yang tiba-tiba, para pasukan yang mengepung Kota Ashpool memilih untuk mundur terlebih dahulu. Tidak mundur terlalu jauh, tetapi menjaga jarak aman karena takut di serang dengan sihir skala besar secara tiba-tiba.


Sementara itu, dalam Kastil Bostel.


Seorang pemuda tampan duduk santai sambil menikmati banyak hidangan di depannya. Pemuda itu sama sekali tidak terlihat malu atau semacamnya, benar-benar makan dengan sepenuh hati.


Tidak jauh dari sana, Marquis Bostel dan Saul saling memandang. Mereka sangat terkejut. Tidak menyangka ksatria hitam yang begitu galak dan ganas itu adalah seorang pemuda tampan yang tampak tidak berbahaya.


Mengingat sosok Dark Unicorn, keduanya bergidik ngeri. Mengetahui sebutan Dark Unicorn sebagai manifestasi kejahatan, mereka tahu bahwa pemuda yang tampak tidak berbahay itu pasti sangat jahat. Bahkan mungkin gila.


“Jika ada yang ingin kalian tanyakan, tanyakan saja. Tidak perlu menungguku selesai makan.”


Mendengar suara bosan dan tak acuh itu, Marquis Bostel dengan ragu bertanya.


“A-Apakah anda bala bantuan yang dikirim oleh Ibukota, Pak? Atau mungkin …”


“Tentu saja bukan.” Pemuda tampan itu menjawab dengan nada tak acuh. “Mana mungkin Ibukota sempat mengurus Wilayah yang dekat dengan perbatasan semacam ini sementara di sana dalam masa krisis?”


“...”


“Sebenarnya tujuanku adalah Ibukota, tetapi karena melihat kota ini masih bertahan, aku memilih untuk mampir sebentar.”


“...”


Mampir sebentar?


Mendengar itu membuat kulit kepala Marquis Bostel mati rasa. Dia merasa dugaannya benar. Pemuda di depannya sudah gila!


Datang dan membunuh ribuan ksatria tanpa berkedip, tetapi bilang hanya ingin mampir sebentar?


Jika bukan gila, aku tidak tahu lagi apa yang bisa disebut dengan gila!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2