Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Rahasia Besar


__ADS_3

Di dalam sel. Terlihat seorang wanita yang berbaring di tanah bersimbah darah. Di sekitar wanita itu, terlihat juga serpihan dan potongan rantai.


Terlihat juga seorang pemuda tampan dengan pakaian khas bangsawan. Pemuda itu berdiri sambil menatap ke bawah dengan ekspresi tak acuh. Tentu saja, pemuda itu adalah Ciel. Dia benar-benar marah dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu sebelumnya.


Ciel sendiri tidak tahu kenapa. Akan tetapi, ketika ‘harga diri’ disentuh oleh orang lain, pemuda itu merasakan kemarahan jauh dari lubuk hatinya. Kemarahan dicampur rasa penghinaan terhadap makhluk yang berani di depannya.


Sebelumnya, Ciel tidak langsung memukuli wanita di depannya. Dia menghapus ludah di wajahnya tanpa merubah emosi. Pemuda itu kemudian membuka semua rantai. Setelah itu, barulah dia ‘mengajari’ wanita di depannya apa itu sopan santun.


Tanpa menggunakan sihir atau teknik apapun, kemampuan fisik Ciel lebih dari cukup untuk menundukkan iblis level 4 (menengah) yang dalam keadaan lemah. Yang agak mengejutkan, Ciel benar-benar ‘mengajari’ wanita itu tanpa merubah ekspresinya. Tidak ada ekspresi marah, ragu, sedih, atau kasihan. Benar-benar wajah yang datar.


Melihat apa yang dilakukan oleh Ciel, Baxter yang melihatnya dari luar sel jatuh ketakutan. Awalnya dia mengira rumor tentang kekejaman Ciel agak dilebih-lebihkan. Setelah melihatnya sendiri, Baxter merasa pemuda itu benar-benar kejam. Bahkan tidak peduli apakah lawannya seorang pria atau wanita, tua atau muda. Benar-benar melakukan semuanya tanpa mengubah ekspresinya.


Aku telah membuat keputusan benar! Jika aku masih mencoba menawar kebaikannya, kemungkinan besar aku sudah menjadi mayat yang dingin sekarang!


Baxter yang ketakutan tidak berani berbuat apa-apa. Hanya diam saja tanpa bersuara. Menunggu Ciel menyelesaikan urusannya.


Ciel yang merasa agak lega menghirup napas panjang sebelum mengembuskan perlahan. Dia kemudian melihat wanita yang sekarat di depannya. Tidak hanya tubuh penuh dengan luka, kemungkinan besar mentalnya juga sedikit berguncang.


Mengambil dua botol potion, Ciel mengguyurkan satu potion ke tubuh wanita di depannya. Dia kemudian menarik kerah besi di leher wanita itu, memaksanya duduk lalu menjejalkan potion ke mulutnya.


Setelah beberapa saat, kesadaran wanita itu berangsur-angsur pulih. Lukanya juga sembuh dalam kecepatan yang bisa dilihat mata. Namun ketika melihat Ciel memandangnya dengan tatapan dingin, wanita itu mundur sambil gemetar ketakutan.


“Nama?” tanya Ciel dingin.


“Shana.”


“Identitas?”


“Putri kepala suku Abyssal Barbarian di pegunungan wilayah kekuasaan Marquis Bathory.”


“Kenapa kamu bisa sampai di sini?”


“Saya …”

__ADS_1


Tanpa ragu, Ciel melakukan interogasi. Setelah mendengar semua, pemuda itu terkejut. Merasa kalau ada suatu kebetulan aneh di dunia ini. Pemuda itu menghela napas panjang.


Shana … kebetulan adalah kenalan Arla.


Ciel kemudian mengurus semuanya. Dia membuat kontrak budak dengan lima gadis semi-heteromorph lalu menyuruh Baxter mengirim mereka ke Kastil Black Lily besok.


Selain itu, Ciel juga membuat kontrak budak dengan Shana. Dia kemudian menyuruh Shana mandi dan berganti pakaian yang lebih baik. Tentu saja, Baxter langsung menyediakan pakaian terbaik yang dimilikinya. Setelah itu, Ciel langsung mengajak Shana untuk pergi meninggalkan Kastil Jade Water menuju penginapan.


Sampai penginapan, Ciel langsung mengetuk pintu kamar Savian. Dia ingin mengundang Arla, tentu dia harus meminta izin tuannya.


Setelah mengetahui situasi secara singkat, Savian setuju jika Ciel mengundang Arla. Tanpa ragu, Ciel langsung membawa Arla menuju kamar tempat Shana berada. Tentu saja, Ciel memesan kamar lain dan bukan di kamarnya sendiri.


Ketika kedua wanita dari ras Abyssal Barbarian itu bertemu, keduanya saling berpelukan sambil menangis. Ciel membiarkan keduanya untuk berkumpul dan memberi mereka ruang untuk privasi. Dia kemudian kembali ke kamarnya dan tidur dengan tenang.


Keesokan harinya, dalam ruang makan pribadi.


Ciel, Savian, dan Ferel duduk bersama. Tidak jauh dari mereka terlihat Arla, Runa, dan Shana duduk bersama. Mereka semua makan sarapan bersama. Setelah makan, semuanya saling memandang dengan ekspresi serius.


“Seharusnya benar. Shana adalah budakku, tidak mungkin dia berbohong.”


Mendengar jawaban Ciel yang santai, Savian dan Ferel saling memandang. Mereka juga mengetahui betapa pentingnya informasi yang dibawa oleh Shana.


Menurut Shana, ternyata selama ini ibu Arla telah diperdaya dan dibuat jatuh cinta oleh ayah Arla. Pria itu ternyata dibeli oleh Marquis Bathory.


Menurut perjanjian, setiap ras Abyssal Barbarian yang berisikan perempuan tidak mengizinkan laki-laki untuk masuk suku mereka. Para wanita itu akan keluar untuk mencari pengalaman sekaligus pasangan hidup mereka.


Biasanya mereka memilih untuk mencari sosok kuat dan berbakat untuk menjadi suami sementara. Setelah hamil, mereka akan kembali ke suku dan bersiap merawat anak mereka, meninggalkan lelakinya.


Tentu saja, ada juga yang tidak kembali ke desa setelah mendapat ‘cinta sejati’. Ras Abyssal Barbarian biasanya hanya keluar untuk mencari benih kuat untuk dibawa kembali. Namun, tidak ada yang bisa menebak perubahan hati.


Para wanita yang jatuh cinta itu akhirnya meninggalkan suku dan tidak diizinkan kembali. Salah satunya adalah ibu Arla. Keluarga Arla hidup harmonis dalam kesederhanaan sampai dia berusia sepuluh tahun.


Pada saat itu, Arla kembali ke suku bersama ibunya, meninggalkan sang ayah. Arla tidak tahu kenapa, padahal kedua orang tuanya hidup secara harmonis tanpa cekcok.

__ADS_1


Arla hanya hidup dan tumbuh dengan tenang di suku. Memiliki banyak teman dan menemukan rival, putri kepala suku, Shana. Sosok gadis kuat padahal tiga tahun lebih muda darinya.


Pada usia lima belas tahun, hal mengerikan terjadi. Suku terpecah menjadi dua kubu. Yang pertama adalah kubu yang mendukung warisan leluhur, tidak mengizinkan lelaki masuk ke suku. Sedangkan kubu kedua, mereka yang ingin hidup dengan ‘cinta’.


Ternyata, selama lima tahun, ibu Arla diminta untuk mengumpulkan orang-orang yang percaya dengan ‘cinta’ oleh ayahnya.


Kemudian, perang pecah antara dua kubu. Kubu yang mementingkan cinta itu terpojok karena memiliki jumlah yang lebih sedikit dan dianggap pengkhianat oleh suku.


Pada saat itu, ibu Arla meminta bantuan ayah Arla karena pria itu dipercaya oleh Marquis Bathory. Benar saja, satu minggu kemudian Marquis datang. Namun tidak untuk mendukung kubu ibu Arla, tetapi membantu suku.


Marquis berkata kalau kubu yang mementingkan cinta merusak ketertiban wilayahnya, membuat tidak tenang, merusak warisan suku, dan sebagainya. Dia juga bilang kalau jika ingin cinta, cukup keluar dari suku dan tidak perlu berperang.


Padahal, sebelumnya ayah Arla berkata kepada dirinya kalau dia ingin merubah seluruh ras Abyssal Barbarian agar bisa merasakan cinta sepertinya. Pada saat itu, ibu Arla sadar kalau dirinya ditipu. Dia dan lebih dari seratus orang ditangkap untuk dijadikan budak karena tindakan perusakan.


Kubu yang mementingkan cinta terdiri kurang dari 10% penduduk suku, tetapi masih berjumlah lebih dari seratus wanita. Mereka semua dijual sebagai budak. Lima puluh orang termasuk Arla cukup beruntung karena mereka dijual ke luar wilayah untuk menenangkan para bangsawan yang juga ingin memiliki budak dari ras Abyssal Barbarian. Sedangkan lebih dari lima puluh orang tetap berada di wilayah Marquis Bathory.


Shana yang masih berusia 13 tahun tidak mengerti apa-apa. Namun dibandingkan kebanyakan wanita dalam suku yang bodoh dan keras kepala, dia lebih cerdas. Empat tahun kemudian, dia merasa aneh dengan kejadian pengkhianatan dulu.


Setelah Shana keluar dari suku untuk mencari pengalaman, gadis itu mencari informasi. Satu tahun kemudian, ketika dia berusia 18 tahun, Shana mengerti apa yang terjadi. Belum lagi, dia juga menyadari informasi tentang Marquis Bathory yang suka melakukan eksperimen.


Ternyata, selain lima puluh wanita yang dikirim ke luar wilayah, sisanya dijadikan bahan eksperimen oleh Marquis Bathory. Hasilnya … adalah kegagalan.


Shana yang mengingat kejadian lima tahun lalu sangat marah. Dia yang kehilangan kewarasan datang ke Marquis Bathory untuk menuntut penjelasan. Namun tanpa bukti yang jelas, Shana tidak bisa melakukan apa-apa.


Pada akhirnya, Shana malah dikejar dan hampir dibunuh oleh bawahan Marquis Bathory. Dengan mengorbankan tunggangannya, Shadow Ground Raptor, dia nyaris tidak bisa selamat.


Itu alasan Shana hanyut di sungai besar yang dan berakhir di wilayah kekuasaan Count Jadewine.


Apa yang membuat Ciel, Savian, dan Ferel serius adalah … Marquis Bathory tidak sendiri. Menurut Shana, dalam melakukan berbagai eksperimen, Marquis Bathory dibantu oleh organisasi tertentu.


Kemungkinan besar … itu organisasi Curses of Shadow.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2