Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Shadow Moon Kunoichi


__ADS_3

“M-Maksud anda, Tuan?”


Verrona menatap Ciel dengan ekspresi terkejut. Bukan hanya dia, para Dark Elf tak terkecuali Lyfalia yang dingin terlihat kaget mendengar ucapannya. Tidak menyangka, kalau dia benar-benar akan mengizinkan mereka untuk keluar.


“Kalian akan segera keluar. Tentu saja tidak dibebaskan untuk bermain atau bersenang-senang.”


“Tugas itu?”


“Aku berniat membeli dan merenovasi penginapan. Aku ingin membeli satu penginapan di setiap kota dalam wilayahku. Selain yang ada di Kota Blackrock, aku ingin kalian dibagi menjadi delapan dan mengurus setiap penginapan.”


“...”


Para Dark Elf saling memandang dengan diam. Tidak mengatakan apa-apa, tetapi terlihat gelisah. Pada saat itu Verrona mendekati Ciel.


“Maafkan kekasaran budak ini, Tuan. Namun … apakah yang anda maksud dengan penginapan itu rumah bordil? Haruskah kami menghibur para bangsawan?” tanya Verrona dengan senyum pahit di wajahnya.


“Tentu saja tidak. Itu hanya penginapan biasa bagi pedagang atau tentara bayaran menginap.”


“Jadi seperti itu …”


Mendengar ucapan Ciel, para Dark Elf terlihat sangat lega. Kelihatannya mereka masih memiliki trauma atau bayangan psikologis tentang apa yang terjadi di masa lalu. Ciel dengan ramah menghibur.


“Tenang saja, hampir semua Dark Elf berada di level 3 atau lebih. Aku akan mementingkan bahan pelatihan dan pendukung untuk kalian. Setelah semuanya berada di level 3 atau lebih, kalian baru akan berangkat.


Aku rasa, tentara bayaran kuat pun jarang yang memiliki 10 anggota yang merupakan iblis level 3. Seharusnya kalian aman.”


“Terima kasih banyak, Tuan!” seru para wanita serempak.


“Apakah ada pertanyaan?” tanya Ciel ragu.


“Maafkan kekasaran budak ini, Tuan.” Sebagai pemimpin kelompok Dark Elf, Verrona segera mendekati Ciel. “Apakah kami boleh tahu, apa tugas yang harus kami lakukan? Juga … meski iblis level 3 jarang, pasukan dari seorang bangsawan yang berjumlah puluhan level 2 masih bisa menekan kami. Apakah ada solusi untuk itu, Tuan?”


“Tugas kalian tentu saja untuk mengawasi suatu daerah. Selain itu, kalian juga harus mencari beberapa berita penting. Mungkin aku juga akan menyuruh kalian mencari atau membunuh seseorang.


Untuk para Baron yang bahkan nyaris tidak bisa dianggap bangsawan, kalian tidak perlu takut. Jika mereka macam-macam, aku akan menghapusnya dan menyuruh Viscount untuk memilih yang baru.

__ADS_1


Tentu saja, aku akan memberitahu kelima Viscount tentang penginapan yang aku buka. Itu akan mencegah mereka melakukan hal-hal bodoh.”


“Terima kasih banyak, Tuan!” Para Dark Elf berseru bersamaan.


Mereka melihat Ciel dengan tatapan panas. Terlihat begitu bersyukur sekaligus bersemangat. Hal itu membuat Ciel merasa agak kurang nyaman.


“Mulai sekarang, kelompok kalian akan disebut sebagai Shadow Moon. Sedangkan pekerjaan, kalian akan disebut kunoichi.”


“Kunoichi???” tanya Verrona.


“Kunoichi bisa disebut dengan ninja wanita. Sebutan seorang assassin dari timur jauh. Mereka menyamar dan melakukan tugas seperti yang diperintahkan tuan mereka.” Ciel maju lalu mengelus wajah cantik Verrona. “Jadi, tugasmu adalah memenuhi setiap perkataanku … mengerti?”


Tidak seperti gadis pemalu, Verrona yang dulunya adalah budak Marquis Lawyer jelas memiliki pengalaman. Sama sekali tidak terlihat takut atau benci, wanita itu memegang tangan Ciel yang mengelus pipinya dengan kedua tangan.


Verrona menatap Ciel dengan ekspresi syukur dan penuh kasih, membuat pemuda itu tertegun. Meski sering menggoda Ariana, Camellia, atau bahkan Elena … Ciel sendiri belum memiliki ‘pengalaman sebenarnya’. Menghadapi situasi seperti itu tiba-tiba, dia agak bingung harus mengatakan apa.


“Anda telah bekerja terlalu keras, Tuan. Anda selalu sibuk bepergian. Menginap di sini malam ini. Biarkan budak ini memijat dan melepaskan keletihan anda,” ucap Verrona dengan nada lembut.


Melihat wajah cantik dengan rona merah yang membuatnya terlihat lebih menawan beberapa centimeter dari wajahnya, Ciel ingin langsung maju dan merasakan bibir lembut itu. Akan tetapi, pada saat itu, logika menang atas nafsunya.


“Terima kasih Verrona. Kamu selalu mencoba membuatku merasa nyaman. Aku menghargai itu. Namun … aku harus kembali sekarang. Aku akan segera menghubungi kalian.”


Setelah mengucapkan itu, Ciel melepaskan pelukannya. Dia kemudian berbalik pergi meninggalkan ruang bawah tanah di depan tatapan takjub para Dark Elf.


Melihat sosok Ciel yang telah menghilang, Verrona tersenyum lembut dengan wajah merah.


“Kelihatannya aku benar-benar jatuh cinta kepadamu, Tuan.” Verrona bergumam dengan ekspresi mabuk.


“Kakak!”


Suara Lyfalia membangunkan Verrona dari lamunannya. Wanita itu melihat ke arah adiknya sembari berkata, “Aku mengerti kalau aku tidak akan bisa menjadi salah satu selir Tuan.”


“Lalu kenapa-”


“Aku sudah tidak pantas untuk mendampinginya. Akan tetapi aku masih menginginkannya. Meski tidak menjalin hubungan resmi, bisa menghangatkan ranjang dan berbagi cinta dengan Tuan … itu sudah cukup untukku.”

__ADS_1


“Kakak! Sebagai seorang Dark Elf, kita harus menjaga martabat kita! Kamu tidak harus-”


“Kita adalah Dark Elf buangan. Bahkan tidak dianggap ada oleh suku-suku Dark Elf. Aku takut, orang-orang kotor sepertiku ... jika di kerajaan lain, mungkin hanya menjadi budak atau wanita di rumah bordil.”


“Tetap saja! Itu …”


“Bisa menghangatkan ranjang orang yang kamu suka, bukankah itu cukup? Makhluk kotor sepertiku-”


“DIAM!” seru Lyfalia.


Lyfalia langsung menghampiri kakaknya. Dia memeluk erat wanita itu. Verrona yang dipeluk tiba-tiba menunduk. Dua garis air mata mengalir melalui pipinya. Jelas, dia berbohong secara terbuka.


Siapa wanita yang mau diculik dan dijadikan budak?


Siapa wanita yang mau dinodai dan dianggap kotor?


Siapa wanita yang ingin menjalani kehidupan kelam jika ada pilihan lain?


Jawabannya jelas, selama masih waras, tidak ada wanita yang menginginkan hal seperti itu.


Verrona membenci nasibnya sendiri. Dia kecewa tidak bertemu dengan Ciel lebih awal. Namun, wanita itu mengetahui kalau masa lalu tidak bisa diubah. Dia langsung memandang mata adiknya.


“Berbeda denganku, kamu adalah satu dari beberapa Dark Elf yang masih bersih di kelompok kami. Kejarlah cinta yang kamu inginkan, Lyfalia. Tuan kita jelas tidak memaksakan kehendaknya.


Bahkan jika kita budak, bagi Tuan, kita masih memiliki hak. Jadi … jangan menyesal dan dapatkan cinta yang sesungguhnya.”


Mendengar ucapan kakaknya, Lyfalia merasa terharu. Hanya saja, dia menggeleng ringan.


“Lihatlah wajahku, Kak. Aku kehilangan satu mata dan sebagian wajahku memiliki bekas luka. Tidak akan ada orang yang menginginkan wanita sepertiku. Juga, kita adalah pemberontak dan kebanyakan dari kita adalah mantan budak.


Siapa yang akan percaya kalau aku masih bersih?”


Melihat ekspresi adiknya, Verrona tersenyum lembut. Dia mengelus kepala Lyfalia dengan penuh kasih sayang.


“Kalau begitu … biarkan saja waktu yang menjawabnya.”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2