Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Rencana Tiga Kota


__ADS_3

“Tuan, apa-apaan ini?”


Mendengar suara itu, Ciel menoleh sambil tersenyum pahit. Dia melihat Camellia yang membuka pintu, memandanginya dengan ekspresi tidak senang.


“Aku sedang mengisi energi cinta dari suamiku.”


Ciel tampak pahit ketia mendengar itu. Sejak kembali dari Royal Capital, Ariana menjadi lebih dekat dan menempel kepadanya. Masalahnya, gadis itu terkadang keras kepala dan Ciel tidak tega terus membentaknya.


“Saya tahu kalau anda tunangan tuan, Putri Ariana. Namun ini waktunya tuan bekerja. Jika anda terus menempel kepadanya, pekerjaan tuan akan menumpuk!”


Camellia memandangi kedua orang yang duduk di sofa, khususnya Ariana yang duduk di samping Ciel, bersandar pada bahu pemuda itu. Sementara itu, Ciel tampak membaca dokumen yang harus dikerjakan.


Ciel mulai menerima Ariana, belum lagi ketika gadis itu menyuruh si kembar untuk melepas kontrak budak dan mengganti dengan kontrak jiwa. Awalnya keduanya tidak setuju, tetapi akhirnya hanya bisa pasrah setelah bujukan Ariana. Dengan kata lain, sekarang Flora dan Fiona adalah budak Ciel.


Keduanya sekarang tidak akan mengkhianati Ciel, jadi dia merasa libih bisa mempercayai si kembar. Sedangkan Ariana … Ciel merasa cukup nyaman dan tidak lagi selalu menolaknya. Hanya saja, dia merasa agak salah.


Terkadang, daripada seorang kekasih … Ciel lebih melihat Ariana seperti adiknya sendiri.


“Bukankah kamu hanya cemburu?” tanya Ariana dengan nada monoton.


Tidak ada suara sarkasme atau jijik, ekspresinya juga masih tidak berubah. Melihatnya seperti itu, Camellia mengerutkan kening.


“S-Saya memang sedikit cemburu, tetapi-”


“Kenapa tidak bergabung? Bukankah kamu selirnya? Aku tidak keberatan …”


Mendengar ucapan Ariana, Camellia sedikit ragu. Pada akhirnya, gadis itu menyerah dan duduk di sisi kiri Ciel. Sebaliknya, Ariana duduk di sisi kanan. Keduanya bersandar di bahu Ciel.


Merasakan sensasi lembut dan harum dari dua gadis di sisinya, Ciel tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. Sudut bibirnya bergerak-gerak. Memang dia merasa nyaman, tetapi sekarang bukan waktunya melakukan hal seperti itu.


Ciel langsung memeluk pinggang kedua gadis itu. Ariana tampak kosong tetapi langsung menoleh ke arah Ciel. Sementara itu, wajah Camellia langsung merah seperti apel.


“Melakukan bertiga?” tanya Ariana dengan ekspresi polos.

__ADS_1


Sudut bibir Ciel berkedut. Dia langsung berdiri. Kedua gadis itu langsung terangkat. Ciel berjalan menuju luar ruangan seolah sedang membawa dua kotak kardus. Menurunkan kedua gadis di depan pintu, Ciel membanting pintu tertutup.


Suara pintu dikunci terdengar, Ariana dan Camellia tampak linglung, tidak mengerti yang sebenarnya terjadi. Keduanya saling memandang lalu menggeleng ringan.


Mendengar suara langkah kaki yang menjauh, Ciel menghela napas panjang. Dia segera duduk dan bersiap membereskan pekerjaan yang menumpuk seperti bukit.


Tanpa terasa, sinar jingga menyusup melalui jendela. Melihat kalau sudah sore tetapi pekerjeaannya belum selesai, Ciel tersenyum pahit.


“Baiklah. Kita lanjutkan besok.”


Setelah mengatakan itu, Ciel segera membereskan mejanya. Menyimpan dokumen yang telah selesai, lalu pergi meninggalkan ruangan.


Setelah mandi dan berganti pakaian santai, Ciel menuju ruang makan dan makan malam bersama dengan Ariana. Namun sekarang mulai berbeda, karena sudah tersebat jika Ciel telah memilih Camellia sebagai salah satu selirnya, perlakuan setiap orang kepadanya berubah.


Sekarang Camellia lebih dihormati. Selain itu, sekarang Camellia juga ikut makan bersama dengan Ciel dan Ariana. Hanya saja, posisinya masih lebih rendah dibanding dengan Ariana.


Selain itu, ada juga beberapa perubahan setelah Ciel kembali. Sekarang Flora dan Fiona adalah koki khusus untuk setiap makanan Ciel. Pemuda itu tidak menyangka kalau masakan si kembar begitu nikmat. Membuat mereka tidak melakukan apa-apa terasa begitu sia-sia, jadi Ciel menyuruh mereka menjadi koki pribadinya.


Ada juga perubahan lain, yaitu sikap Elena terhadap Ciel. Setelah wanita itu mengetahui Camellia menjadi calon selir Ciel, dia bertindak lebih dingin. Wanita itu sedikit menjauh dari orang lain lebih menyendiri. Bahkan, dia juga menjaga jarak dengan Tuannya, Ciel.


“Tuan, apakah anda benar-benar berencana membuat acara besar seperti itu?”


Selesai makan, sebuah pertanyaan terdengar di telinga Ciel. Melihat ke arah Camellia, dia mengangguk.


“Hal itu memang akan dilakukan. Tentu saja … tidak melakukannya sekaligus. Satu demi satu, tetapi pasti.”


“Membuat tiga kota beralih fungsi seperti itu …”


“Aku sudah memikirkannya,” ucap Ciel dingin.


“Maafkan saya, Tuan! Saya hanya khawatir. Hal seperti itu pasti sulit, jika rencana meleset … mungkin hanya akan membakar uang tanpa hasil.”


“Aku tidak bodoh. Aku sudah mengerti itu.”

__ADS_1


“...”


Melihat ekspresi dingin Ciel, Camellia menunduk. Dia sebenarnya khawatir, tetapi sadar kalau dirinya sekarang terkesan agak berani hanya karena sudah dianggap sebagai selir. Namun … gadis itu juga sadar kalau dirinya masih ‘calon’. Jadi, dia sekarang malah merasa takut Ciel mungkin membencinya.


“Maafkan saya yang tidak patuh, Tuan. Saya sebenarnya tidak berniat mengatur. Saya-”


“Diam.”


Ciel berdiri dari tempat duduknya. Merasa sedikit kecewa dengan Camellia tetapi tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya pergi ke kamarnya tanpa sepatah kata, membuat Camellia menunduk dengan ekspresi sedih di wajahnya.


Meski terlihat malas dan santai, Ciel sebenarnya juga memiliki sikap keras kepala. Dia tidak menyukai seseorang yang berusaha menghalangi jalan atau menentangnya.


Melihat sosok Ciel yang pergi, Ariana menoleh ke arah Camellia dengan ekspresi yang tidak berubah.


“Kamu seharusnya tidak membantah suami. Kamu juga seharusnya tahu … suami adalah seorang jenius. Jangan pernah membandingkan seorang jenius dengan kita.”


“Aku tahu!” seru Camellia dengan dingin. Dia menunduk, air mata mengalir di pipinya. Gadis itu benar-benar takut Ciel akan membencinya.


Aku tahu itu! Namun aku khawatir! Jika rencana itu gagal … tuan pasti akan tertekan dan-


Camellia menggeleng ringan. Menarik napas panjang lalu mengembuskan perlahan. Mencoba menenangkan diri.


Alasan kenapa dirinya begitu khawatir karena Ciel berencana membangun tiga kota menjadi berbeda-beda. Seperti yang diketahui sebelumnya, Ciel telah memulai merubah area sekitar Kota Greenscale menjadi ladang tanaman obat.


Selain itu, Ciel berencana membuat Kota Black Orchid yang berada di dekat sungai besar yang menghubungkan banyak kota di South Duchy menjadi kota perdagangan. Itu akan cukup beresiko, tetapi hal itu masih bisa dimaklumi.


Apa yang membuat Camellia khawatir adalah … Ciel ingin merubah Kota Black Lily sebagai pusat kota pendidikan di wilayahnya. Dengan kata lain, Ciel ingin membuat sekolah.


Sekolah itu sendiri sudah ada di dunia ini, hanya saja yang bisa menghadirinya adalah para anak bangsawan atau saudagar kaya. Sedangkan anak petani atau orang tak mampu, mereka hanya mendapat pendidikan seadanya dari orang tua mereka.


Lagipula, di dunia ini tidak ada sekolah gratis 9 tahun seperti dalam kehidupan Ciel sebelumnya. Jadi membuat sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain. Menjadi seseorang yang pertama kali melakukannya …


Itu bukanlah sesuatu yang mudah.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2