Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Keanehan Blackwood Forest


__ADS_3

“Apakah kamu sudah memiliki apa yang ingin kamu lakukan sekarang?”


Ciel tersenyum sembari menatap Zack.


Melihat senyuman sahabatnya, Zack mengangguk. Seringai penuh percaya diri kembali ke wajahnya.


“Aku sudah memiliki tujuanku sendiri. Untuk sekarang. Aku akan menginap di sini selama tiga hari sebelum kembali.”


Ciel mengangguk ringan.


“Bukan masalah.”


“Terim kasih, Ciel”


...***...


Tanpa terasa, hari-hari kembali berlalu begitu saja.


Sudah satu minggu sejak kepergian Zack. Ciel sibuk melanjutkan hidupnya seperti biasa. Semuanya mulai berjalan lancar seiring berjalannya waktu. Seperti sebuah mesin. Ketika semua gear terpasang, mesin itu akan berjalan dengan lancar dan normal.


Duduk di ruang kerja sambil memeriksa beberapa dokumen, Ciel mengangguk puas. Apa yang dilakukan oleh Elena dan Isabella benar-benar luar biasa. Dengan bantuan keduanya, pelatihan para prajurit berjalan lebih lancar.


Sedangkan untuk urusan ekonomi, perkembangan bisa dikatakan cukup stabil. Hubungan bersama dengan kelima Viscount soal pajak musiman lancar, pembangunan di beberapa kota seperti Kota Greenscale, Kota Black Orchid, dan Kota Blackrock juga berjalan mulus.


Selain itu, pembangunan penginapan di kota-kota besar dalam wilayahnya juga sudah dimulai. Menurut rencana, akan selesai sebelum musim panas. Pada saat itu, Shadow Moon mulai bisa bertugas. Setelah berjalan, itu akan mempercepat aliran informasi yang masuk. Bisa dibilang, pemasok informasi utama bagi Ciel.


Hanya saja, untuk saat ini, Ciel belum sempat mendirikan sekolah gratis di Kota Black Lily. Alasannya sederhana. Karena terlalu banyak proyek, dana yang dia miliki bisa dibilang cukup tipis.


Huh … benar-benar membakar uang.


Ciel memijat keningnya dengan ekspresi pahit.


Tok! Tok! Tok!


“Masuk.”


Setelah Ciel mengatakan itu, pintu terbuka dan sosok Succubus cantik memasuki ruangan. Wanita itu membungkuk kepadanya dengan sopan.


“Ada apa, Isabella?”


“Surat untuk anda, Tuan.”

__ADS_1


“Taruh saja di atas meja. Aku akan membacanya ketika sempat,” ucap Ciel santai.


“Namun … menurut yang disampaikan kepada saya oleh kurir, kedua surat bisa dibilang darurat.”


“Darurat?”


Ciel mengerutkan kening. Dia kemudian menyuruh Isabella membawa surat kepadanya lalu membacanya secara langsung.


Membaca surat pertama, Ciel tersenyum lega. Itu adalah surat yang dikirim oleh Savian. Orang itu benar-benar telah menemukan pelanggan yang mau untuk berlangganan membeli potion setiap bulan.


Ada dua orang bangsawan. Yang pertama adalah ayah Ferel, Count Guldebell. Yang kedua adalah satu Count lain di bawah Duke Raevern.


“Dengan ini, aliran pendapatan seharusnya meningkat dengan stabil,” gumam Ciel.


Ciel kemudian membuka surat lain. Bukan surat dari orang yang dia kenal. Akan tetapi, itu adalah suatu laporan yang bisa dianggap cukup penting. Itu adalah sebuah keanehan yang terjadi di Blackwood Forest.


Blackwood Forest sendiri adalah tempat yang aneh dan misterius. Akan tetapi, menurut laporan, ada pergerakan-pergerakan aneh di daerah luar Blackwood Forest.


Dikarenakan luasnya yang bisa mencakup beberapa kota besar sekaligus, Blackwood Forest sendiri dibagi menjadi beberapa bagian. Itu bisa disebut lingkaran luar, lingkaran tengah, lingkaran dalam, dan pusat.


Tentu saja, semakin dalam, semakin berbahaya makhluk yang tinggal di sana. Sebaliknya, di bagian luar, itu relatif lebih aman. Seharusnya seperti itu …


“Demonic Beast menjadi gila?” gumam Ciel dengan tatapan serius.


“Apakah ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


Melihat ekspresi serius Ciel, Isabella yang masih berdiri di samping sembari menunggu perintah bertanya. Selama belum menerima perintah, dia akan menemani Ciel dan tidak akan pergi. Benar-benar sangat setia untuk melakukan setiap perintah yang diinginkan tuannya.


Asterious dan Jean berada di kota lain. Camellia dan Ariana jelas tidak bisa karena mengurusi perekonomian wilayah.


Ciel berpikir agak keras sebelum memandang Isabella.


Isabella sangat diperlukan untuk mengatur tiga divisi bayangan dan Shadow Moon. Elena diperlukan untuk mengatur divisi utama sekaligus mengawasi area sekitar Kota Black Lily. Jadi …


“Shana seharusnya sudah pulih seutuhnya dan mulai latihan bersama dengan pasukan dalam divisi bayangan, kan?”


“Benar, Tuanku.” Isabella mengangguk sopan.


“Kalau begitu panggil Shana … ah! Panggil juga Zenara. Aku akan menunggu di halaman belakang.”


Ketika kata Zenara disebutkan, Isabella agak terkejut. Bingung kenapa Ciel memaggilnya.

__ADS_1


Zenara adalah nama gadis semi-heteromorph dari ras Centaur.


Ketika kelima gadis … satu Lamia, satu Arachne, satu Centaur, dan dua Harpy berada di Kastil Black Lily. Tentu saja sebagai tuan Ciel tidak membiarkan mereka menganggur.


Karena mereka berlima memiliki bakat yang baik, Ciel langsung melatih memasukkan mereka sebagai anggota divisi bayangan. Akan tetapi, mereka diperlakukan dengan agak berbeda oleh Ciel.


Meski diberi jatah seperti pasokan makanan, potion, dan sebagainya seperti seluruh anggota dari divisi bayangan, mereka lebih bebas. Kelima gadis itu melakukan pelatihan mandiri karena Ciel belum terlalu memahami konsep latihan yang pas untuk setiap semi-heteromorph.


Meski latihan mandiri, mereka juga berlatih keras karena tidak ingin mengecewakan Ciel. Selain itu, mereka juga ditugaskan sebagai bawahan Isabella secara langsung. Jadi selain Jenny, ibu Theodore … Isabella memiliki lima lagi bawahan langsung.


Untuk Lamia dan Arachne, Ciel menyuruh keduanya untuk berlatih dan berjaga di lantai pertama area belakang bangunan utama kastil. Tugas mereka selain berlatih adalah untuk menjauhkan orang-orang yang sengaja atau tidak sengaja mendekat ke pintu yang mengarah ke ruang bawah tanah.


Untuk kedua Harpy, Ciel menyuruh mereka untuk berpatroli dan mengawasi area sekitar Kota Black Lily. Meski Elena bersikeras melakukannya sendiri, karena wanita itu memiliki tugas berat lain dan Ciel tidak tiga, dia akhirnya tetap memerintahkan kedua Harpy membantunya.


Untuk si gadis Centaur, Zenara, awalanya Ciel bingung. Centaur memang bisa dianggap sebagai cavalry kelas berat yang baik, hanya saja, Ciel merasa Zenara tidak akan cocok jika harus berlatih bersama iblis lain. Jadi, dia menyuruhnya berlatih secara mandiri di halaman belakang.


Awalnya gadis itu agak kecewa dan merasa tidak berguna. Namun, setelah mengetahui kalau gadis itu memiliki hobi merawat bunga, Ciel akhirnya menugaskan Zenara untuk mengurus taman bunga di belakang bangunan utama kastil. Tempat yang sering dia kunjungi ketika bersantai. Gadis itu setuju dan menjadi lebih bersemangat.


Dalam bangunan kecil di tengah taman bunga belakang bangunan utama kastil.


Di tempat dia sering bersantai untuk menikmati teh pagi atau sore, Ciel duduk nyaman sambil memandang empat orang di depannya.


Ya … bukan tiga orang, tetapi empat orang.


Mereka adalah Isabella, Shana, Zenara … dan Theo.


Menatap ke arah Theo, Ciel langsung memalingkan wajahnya ke arah Isabella. Dia tidak bisa tidak bertanya, “Apa yang kamu maksud dengan ini, Isabella?”


Isabella langsung membungkuk hormat.


“Maafkan saya, Tuan. Saya sudah mencoba menyuruhnya tinggal, tetapi dia bersikeras mengikuti.”


Mendengar jawaban Isabella, Ciel langsung memandang Theo. Melihat bocah itu, dia merasa aneh. Agak bingung, kenapa anak yang biasanya patuh itu benar-benar keras kepala kali ini.


Dengan senyum ramah, Ciel bertanya, “Ada apa, Theo?”


“Tolong bawa saya untuk mengikuti misi, Tuan!”


Mendengar jawaban Theo, Ciel mengerjap.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2