Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Abyssal Basilisk


__ADS_3

Pagi hari berikutnya.


Setelah sarapan bersama, dua puluh prajurit dengan armor lengkap berbaris untuk membuka jalan menurut petunjuk Ciel. Sebaliknya, dia bersama dengan Shana, Zenara, dan Theo mengikuti di belakang para ksatria yang membuka jalan.


Setelah beberapa jam, akhirnya mereka sampai ke pemukiman suku Centaur. Di sana, kepala suku yang sudah tidak lagi terlihat pucat menunggu. Selain kepala suku, sudah ada banyak Centaur yang telah menunggu di sana.


“Terima kasih atas kerja kerasnya, Pangeran Luciel.”


Kepala suku menyambut dengan suara ramah. Berbeda dengan pertama kali bertemu yang lebih tegas dan kaku.


“Mereka?” tanya Ciel yang melihat belasan Centaur yang berpakaian lengkap.


“Mereka adalah orang-orang yang akan memandu anda menuju sarang makhluk itu.”


“Mereka semua sudah pernah ke sana?” tanya Ciel.


“Belum. Sebenarnya, selain saya, beberapa elder, dan Clark … yang lain belum pernah ke sana.”


“Clark pernah ke sana?”


“Benar. Justru Clark yang memancing makhluk itu pergi agar saya dan beberapa orang lainnya bisa lari.”


Ciel menatap Clark dengan heran. Dia tidak menyangka kalau Clark yang terlihat garang ternyata adalah putra yang begitu berbakti. Pemuda itu mengangguk ringan.


“Aku rasa ksatria yang aku bawa sudah cukup. Aku hanya perlu satu orang untuk mengantar ke lokasi.”


“Tapi Pangeran Ciel-”


“Aku mengetahui niat kalian. Namun itu tidak perlu. Biarkan aku yang mengurusnya. Hitung saja sebagai tanda ketulusan atas kerja sama kita.” Ciel berkata santai. “Lagipula, jika para pejuang terkuatmu mengikuti kami, tidak akan yang menjaga suku.”


Mendengar penjelasan Ciel, para Centaur saling berbisik. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya sampai pada satu kesimpulan untuk setuju.


“Meski Clark yang lebih paham dengan lokasinya, karena mungkin membuat anda kurang nyaman, biarkan Zod yang mengikuti anda.”


“Tidak. Aku tidak masalah dengan membawa Clark.”


Ciel berkata santai. Bahkan dirinya tersenyum lembut. Jika dia bisa, pemuda itu ingin menggunakan waktu ini untuk merekrut Clark. Jika Clark bisa menjadi salah satu bawahannya, Ciel pasti akan lebih bahagia.


Ras langka … bakat yang baik … sikap yang baik … siapa yang tidak ingin memiliki anak buah seperti itu?

__ADS_1


Clark yang biasanya dipandang sebelah mata tampak terkejut sewaktu mendengar ucapan Ciel. Padahal dia siap dipandang dengan ekspresi jijik atau semacamnya. Lagipula, sebagai ‘Lizardmen’ bermutasi yang aneh, hal semacam itu sudah biasa terjadi kepadanya.


“Bagaimana menurutmu, Clark?” tanya Ciel.


“Tentu saja saya merasa terhormat, Pangeran Luciel!” ucap Clark dengan tulus.


Pada saat itu, Clark melihat Zenara yang tidak jauh dari Ciel. Melihat gadis Centaur itu, Clark tidak bisa memalingkan pandangannya. Jantungnya tiba-tiba berdetak ebih cepat.


Tentu saja, Zenera yang dipandang dan Ciel yang memiliki kepekaan tinggi menyadari itu. Melihat ekspresi ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’ yang tergambar jelas di wajah Dragonborn itu, Ciel tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya.


Sial! Meski aku sudah melihat kerbau dan ular air, aku masih belum terbiasa!


Apa-apaan pandangan itu? Jangan bilang seekor kadal menyukai kuda?


Sial! Logika yang aku miliki benar-benar dibunuh!


Ciel merasa apa yang disebut ‘logika’ dari kehidupan sebelumnya benar-benar tidak berguna saat ini. Selain matematika yang kadang masih dia gunakan, banyak hal yang benar-benar melenceng dari apa yang pemuda itu ketahui.


“Jangan memandang dengan tidak sopan!” ucap kepala suku mengingatkan.


Mendengar ucapan kepala suku, para pemuda mengalihkan pandangannya. Mereka terlihat sok keren dan memancarkan pesona. Ciel merasa sedang melihat merak jantan yang memamerkan ekornya untuk menarik betina. Ya … meski hal semacam itu tidak ada gunanya pada Zenara.


Bukan hanya Clark, kebanyakan pemuda dari ras Centaur memandang Zenara dengan ekspresi takjub, mabuk, dan penuh keinginan. Bagi mereka, jelas Zenara dianggap sangat cantik. Sedangkan Clark, karena sejak kecil tinggal bersama dengan Centaur, apa yang menurutnya ‘cantik’ benar-benar mirip dengan para Centaur.


“Baik!” ucap Clark dengan semangat.


Setelah maju untuk mengikuti Ciel, Clark melirik para pemuda yang biasanya menghinanya. Wajahnya mengatakan apa yang dalam pikirannya dengan jelas.


‘Jadi bagaimana kalau kalian menganggapku buruk rupa? Lihat! Aku yang berjalan dengan gadis cantik. Bukan kalian!’


Melihat itu, Ciel bingung harus menangis atau tertawa. Theo menatap Clark, makhluk yang belum pernah dia lihat dengan tatapan bingung. Zenara tampak tak acuh. Sedangkan Shana, wanita itu memandang Clark dengan jijik.


Setelah berpamitan dengan kepala suku dan Centaur lain, Ciel dan lainnya segera pergi meninggalkan suku dengan Clark memimpin jalan.


Beberapa jam kemudian.


Di daerah lingkaran tengah dan berbatasan dengan lingkaran dalam Blackwood Forest. Ciel merasa agak aneh ketika melihat lokasi yang Clark tuju.


Tempat yang Clark tuju memiliki vegetasi lebih lebat. Selain pepohonan yang tinggi dan banyaknya semak belukar, Ciel merasa cahaya di sekitar semakin redup dan agak lembab.

__ADS_1


“Makhluk yang kamu maksud … itu reptil?” tanya Ciel.


“Benar, Pangeran Luciel. Bagaimana anda tahu?” Clark dengan heran.


“Biasanya hanya reptil yang menyukai tempat tinggal seperti ini.”


“Saya tidak tahu makhluk apa itu. Hanya saja, makhluk itu berasal dari lingkaran dalam dan mulai mengganggu para Demonic Beast di lingkaran tengah.”


“Jadi itu alasan beberapa Demonic Beast dari lingkaran tengah menuju ke lingkaran luar dan menyebabkan kekacauan,” gumam Ciel.


Ciel kemudian memikirkan Demonic Beast yang menghilang. Kemungkinan besar, mereka dimangsa oleh makhluk yang keluar dari lingkaran dalam Blackwood Forest.


Mereka akhirnya melihat sebuah tanah cukup luas berbentuk cekung. Di sana ada sebuah lubang buatan seperti goa dengan diameter sekitar tiga setengah meter. Melihat lubang yang bisa dibilang sarang makhluk itu, mata Ciel menyipit.


“Kita tunggu di sini sebentar.” ucap Ciel.


Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya ada gerakan di sekitar sarang. Makhluk yang berada dalam sarang akhirnya keluar. Melihat makhluk itu, Ciel menjadi lebih serius.


Makhluk itu memiliki tubuh seperti buaya, tetapi dengan sisik yang terlihat lebih mendominasi dan kepalanya mirip kadal bertanduk. Makhluk itu juga memiliki enam kaki tebal dan melata dengan cara yang aneh tetapi mendominasi. Seluruh tubuhnya berwarna hitam dengan sedikit kilau hijau.


Makhluk itu adalah makhluk yang sebelumnya Ciel ingin jadikan tunggangan.


“Abyssal Basilisk,” gumam Ciel.


Abyssal Basilik, makhluk yang lebih mirip dengan naga bumi di kehidupan sebelumnya. Melihat makhluk dengan tinggi dua setengah meter dan panjang lebih dari lima belas meter, Ciel mendecak. Jelas, makhluk itu telah dewasa dan memiliki tempramen yang ganas dan galak.


Kenapa Abyssal Basilik bisa sampai ke tempat ini? Bukankah seharusnya mereka di lingkaran dalam Blackwood Forest?


Ciel kemudian melihat ke arah Clark dan memerintah.


“Coba terbang ke sana tanpa sepengetahuan makhluk itu, Clark. Awasi situasinya.”


“...”


Setelah diam sejenak, Clark menggaruk belakang kepalanya.


“Maafkan saya, Pangeran Luciel. Lizardmen seperti saya … mana mungkin bisa terbang?” ucap Clark dengan malu.


Ciel langsung terdiam. Dia menatap sayap besar di punggung Clark.

__ADS_1


Sial! Lalu fungsi sayap besar itu untuk apa? Pajangan?


>> Bersambung.


__ADS_2