
Satu minggu kemudian, di sebuah ruangan dalam Kastil Scarlet Roze.
“Okay … bagaimana aku tidak memikirkan ini sebelumnya?”
Dalam bekas kamar Vonda sebelumnya, Ciel melihat sebuah kotak yang berisi banyak catatan. Kotak itu dikubur di bawah ranjang. Hal yang begitu klasik dan sederhana.
Dalam satu minggu sebelumnya, Ciel terlalu fokus mencari ruang rahasia dalam Kastil Scarlet Roze. Memang, dia menemukan semua ruangan rahasia. Namun di sana hanya ada beberapa ruang untuk menyimpan harta, buku sihir penting (yang di Istana Kekaisaran juga sudah ada), dan ruang untuk melakukan hobi tertentu.
Ciel tidak menyangka kalau ternyata jawaban yang dia cari begitu sederhana.
Apakah pemikiran orang-orang di dunia ini begitu sederhana? Entahlah … lupakan saja.
Menggelengkan kepalanya, Ciel akhirnya memutuskan untuk menyimpan kotak itu dalam cincin dimensi miliknya. Setelah itu dia memilih untuk kembali ke kamarnya sendiri.
Meski ranjang telah diganti dengan yang baru dan kamar itu juga kamarnya sendiri, Ciel yang berbaring merasa tidak nyaman.
“Karena sudah menyelesaikan urusan dan menemukan catatan milik Vonda, aku akan kembali lusa.”
Dalam menyelesaikan urusannya, sama seperti Wilayah Black Lily, dia memilih lim keluarga yang dipilih sebagai Viscount. Sedangkan untuk gelar bangsawan Count, dia memberikannya kepada Keluarga Roschild. Jadi, sekarang ada 5 Viscount dan 1 Count di Wilayah Scarlet Roze.
Masih menyisakan tiga daerah yang akan Ciel kelola secara pribadi termasuk dengan Daerah Scarlet Roze. Ciel berencana meminta Julia untuk membantu mengatur ketiganya. Tentu saja, dia juga ingin segera mencari bawahan lain dengan bakat baik dan bisa dipercaya. Pemuda itu tidak ingin bolak-balik dari Wilayah Black Lily dan Wilayah Scarlet Roze terus-menerus.
Itu terlalu melelahkan!
Malam harinya.
Ciel dan Clark makan bersama. Sedangkan Helena hanya bersama dengan mereka di hari pertama. Jika terlalu lama berada di Kastil Scarlet Roze, hal itu akan membuat banyak orang curiga.
“Kenapa kamu tampak lesu Clark?”
Mendengar pertanyaan Ciel, Clark menghela napas panjang. Dia menopang dagu dengan ekspresi melankolis.
“Anda tahu, Tuan? Cinta itu begitu rumit. Semakin dikejar … semakin menjauh.”
“...”
En? Ada apa dengan kadal konyol itu? Apakah ada masalah dengan kepalanya?
Melihat ekspresi di wajah Clark, Ciel merasa aneh. Dia tidak tidak bisa bertanya.
“Apakah kamu demam, Clark?”
“Tidak, Tuanku.” Clark menggeleng ringan. “Aku hanya menyadari sesuatu. Ternyata … cinta bukanlah hal yang bisa dipaksakan. Hal itu perlu ditanam, dipupuk, dan akhirnya tumbuh perlahan tapi pasti. Ya … layaknya ladang herbal di Kota Greenscale yang warna-warni.”
Okay … sudah jelas, orang ini sedang tidak sehat.
__ADS_1
Sudut bibir Ciel berkedut ketika mendengar Clark mulai mengoceh tentang cinta. Dia merasa agak tertekan. Sekarang … bahkan kadal bersayap ingin mengajarinya tentang cinta. Itu terlalu berlebihan!
“Katakan saja apa yang terjadi kepadamu, Clark.” Ciel berkata dingin.
“Anda pasti tahu kalau saya langsung menuju ke tempat penjualan budak ketika sampai di Kota Scarlet Roze kan, Tuan?”
“Iya.” Ciel menjawab dengan singkat. “Apa hubungannya dengan itu?”
“Tidak ada Centaur di sana.”
“Bukankah itu sudah biasa? Kamu biasanya juga tidak menemukannya, kan?”
“Ya.” Clark mengangguk. “Biasanya seperti itu. Namun, akhirnya tadi rumah penjualan budak telah menerima beberapa gadis Centaur.”
“Lalu?” Ciel melirik ke arah Clark.
“Aku sangat senang dan segera menuju ke tempat itu. Namun … apakah anda tahu, Tuanku?”
“Apa?”
“Ketika aku sampai di tempat itu, awalnya aku sangat terkejut melihat para gadis Centaur yang cantik itu. Empat kaki mulus, paras cantik, dan tubuh yang menarik. Namun aku merasa ada yang kurang …”
Clark tiba-tiba duduk lurus lalu menyentuh tepat di mana jantungnya berada lalu berkata dengan nada melankolis.
“Setelah menyadarinya. Ternyata aku tidak getaran di sini. Ya … aku merasa paras mereka saja tidak cukup untuk menggetarkan hati.
Ya … aku telah bertekad untuk memenangkan hati Nona Zenara!”
“...”
Melihat ke arah Clark yang sok keren, Ciel benar-benar tidak bisa berkata-kata. Memang, apa yang dikatakan Clark benar. Hanya saja, ketika orang itu yang mengatakannya, dia merasa …
Kurang cocok.
Mungkin itu dua kata yang paling pas menggambarkannya. Melihat kadal bersayap dengan wajah melankolis membicarakan cinta, Ciel benar-benar tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya.
Terlalu rumit!
...***...
Sepuluh hari kemudian.
Ciel dan Clark akhirnya sampai di Kota Black Lily. Sampai di kastil, Ciel memutuskan untuk segera mandi dan beristirahat. Meski tidak menghadapi lawan yang kuat, melakukan perjalanan bersama Clark benar-benar membuatnya lelah. Ya, lelah … secara mental.
Hari demi hari kembali berlalu. Ciel sama sekali tidak memiliki banyak kesibukan. Melakukan aktivitas harian seperti biasanya, waktu berlalu begitu saja.
__ADS_1
Dua minggu kemudian, tepatnya 25 hari setelah Ciel menerima laporan dari Duke Raevern, Julia dan rombongan akhirnya tiba di Kastil Black Lily.
Ciel dan Ariana pergi untuk menyambutnya secara pribadi. Awalnya Isabella, Camellia, dan Elena menyarankan untuk membuat acara sambutan yang meriah untuk Julia. Hanya saja … tanpa banyak berpikir Ciel langsung menolaknya.
Menurut Ciel sendiri, hal semacam itu tidak perlu. Dia lebih memilih untuk menjalankan semuanya seperti biasa. Pemuda itu sendiri dan Ariana sudah cukup untuk menyambut kedatangan Julia. Tentu, hanya untuk formalitas semata.
“Akhirnya kamu tiba, Kak Julia.”
“Selamat datang di Kota Black Lily, Putri Julia.” Ariana membungkuk sopan menyambut gadis di mereka.
Julia yang baru saja turun dari kereta kuda melihat sekitar sebelum menghampiri Ciel. Gadis itu tahu kalau adiknya memang sengaja tidak membuat sambutan besar. Dia sendiri sebenarnya juga tidak terlalu menyukai hal semacam itu.
Melihat adiknya yang turun secara pribadi untuk menyambutnya sudah membuat Julia senang. Karena dengan demikian, bisa dibilang Ciel menerima kehadirannya di Wilayah Blackfield.
Julia kemudian melihat wanita cantik bagai boneka yang berdiri di dekat Ciel. Gadis itu tidak bisa tidak menghela napas panjang dalam hatinya.
Jika diperhatikan … gadis bernama Ariana ini memang sangat cantik.
“Kamu adalah tunangan adikku sendiri. Tidak perlu terlalu formal, panggil aku Kak Julia seperti bagaimana Ciel melakukannya.”
“Baik, Kak Julia.” Ariana membalas tanpa perubahan ekspresi di wajahnya.
“Masuk terlebih dahulu. Untuk para ksatria yang mengantarmu, biarkan pelayan yang mengurus mereka.”
“Okay.” Julia mengangguk ringan.
Dalam ruang kerja Ciel, terlihat tiga sosok yang duduk di sofa. Tentu saja mereka adalah Ciel, Ariana, dan Julia.
“Sebelum membahas hal lain, aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, Ciel.”
“Katakan.” Ciel berkata dengan ekspresi tak acuh.
“Bibi Maria menyuruhku membawakan hal ini dan memberikannya kepadamu …”
Julia meletakkan sebuah kotak kecil di atas meja lalu membukanya. Di dalamnya, terlihat sebotol potion berwarna hitam pekat dan tampak suram.
“Itu adalah ramuan yang terbuat dari benda yang kamu titipkan kepada Kaisar Julius.” Julia memiringkan kepalanya. “Itu yang dikatakan Bibi Maria.”
“...”
Ciel tidak menjawab, tetapi hanya menatap sebotol potion itu dalam ekspresi serius. Apa yang dimaksud dengan ‘benda’ adalah batu hitam aneh yang dia tidak sengaja temukan. Tidak akan ada yang menyangka kalau hal itu sangat berharga.
Dari sebuah catatan kuno, Kaisar Julius memberitahu apa sebenarnya benda itu. Batu aneh itu sebenarnya adalah sebuah inti sihir yang ada di dalam jantung seekor Demonic Beast.
Bukan sembarang Demonic Beast, tetapi makhluk yang memiliki julukan ‘Penguasa Daratan. Demonic Beast level 7 yang lebih berbahaya daripada seekor naga biasa …
__ADS_1
Behemoth!
>> Bersambung.