
Meski bukan ahli potion, Ciel telah diajari oleh sang guru tentang banyak pengetahuan kuno yang pemuda itu anggap menarik. Ketika menganggap sesuatu menarik, bahkan jika itu sulit, seseorang pasti akan melakukannya dengan senang hati.
Pengetahuan Ciel sendiri tentang pengetahuan kuno berupa rune, bahasa kuno untuk memecahkan sihir, kebangkitan, dan lain sebagainya. Memang, dia tidak terlalu memahami sesuatu tentang ‘mutasi’ sebuah skill bawaan atau cara meningkatkan skill tersebut. Hanya saja, jika itu tentang skill yang ‘tertidur’, Ciel memiliki beberapa cara untuk membangunkannya.
Itu juga alasan kenapa Ciel tampak cukup akrab tentang kebangkitan Lycan. Selain Lycan, sebenarnya ada kasus khusus di mana skill itu tidak aktif kecuali dibangunkan terlebih dahulu. Namun, sebagian dari skill tersebut memerlukan cara khusus untuk bangun. Tidak hanya menunggu dewasa dan terbangun dengan sendirinya seperti beberapa ras khusus.
Contohnya Camellia. Alasan kenapa dulu Ciel memilih untuk membelinya adalah skill khusus yang gadis itu miliki. Ada dua skill khusus yang gadis itu miliki yaitu ‘Bloodborne’ dan ‘Blood Ancient’.
Bloodborne, dari salah satu buku kuno yang Ciel baca, mereka adalah Vampir. Lebih tepatnya, leluhur para Vampir. Tidak main-main, sebagai leluhur … mereka memiliki kemampuan yang begitu kuat.
Pada saat skill ‘Bloodborne’ dibangkitkan, Vampir itu akan memiliki kekuatan tubuh berdaging yang sangat kuat. Tidak hanya itu, dalam catatan, Ciel tahu yang membuat para penyandang gelar Bloodborne kuat adalah kutukan darah mereka.
Kutukan darah atau Blood Curse, menggunakan darah mereka sendiri, para Bloodborne bisa mengendalikan makhluk lain dan menjadikannya Blood Puppet. Tidak peduli seberapa kuat musuh fisik musuh, jika resistensi sihir dan kutukan mereka lemah, mereka akan menjadi boneka yang bisa digunakan sesuka hati.
Contohnya, sebelumnya, Ciel menaklukkan Asterious memerlukan persetujuan untuk mengikatnya dengan kontrak jiwa. Jika itu seorang Bloodborne, gunakan Blood Curse, Asterious langsung menjadi budaknya secara paksa. Tentu saja, kutukan itu masih tidak bisa menimpali kontrak jiwa.
Lagipula, Blood Curse itu mengendalikan raga, sedangkan Soul Contract mengendalikan jiwa makhluk itu sendiri. Meski demikian, Blood Curse sendiri masih bisa menembus kontrak budak menengah. Karena alasan itu juga, setiap prajurit di bawah Ciel menandatangani kontrak budak tingkat tinggi.
Melihat kalau para Bloodborne yang dikatakan telah punah ternyata masih ada, Ciel membuat beberapa pencegahan di awal. Bukannya Ciel takut kepada skill Camellia. Dia hanya khawatir, di luar sana … ada Bloodborne lain.
Sedangkan kekuatan dari skill Blood Ancient adalah untuk menekan orang-orang dalam ras sama. Berarti, seorang ketika Vampir biasa mencoba melawan Bloodborne yang memiliki skill Blood Ancient, mereka akan merasakan tekanan dari garis darahnya sendiri. Membuat kekuatan mereka turun kerika bertarung.
Untuk skill Blood Curse atau Blood Puppet, itu sama sekali tidak bisa dianggap skill. Itu karena keduanya adalah bawaan seorang Bloodborne. Seperti kebanyakan Elf yang selalu terlahir cantik dan tampan, hal itu adalah genetik.
Tentu saja, karena begitu mengerikan, Bloodborne dimusnahkan oleh waktu. Banyak yang takut dan membenci mereka. Tidak seperti Abyssal Angel yang sangat kuat, tetapi sangat sulit mewariskan keturunan murni … Bloodborne yang terkesan ‘jahat’ benar-benar dimusnahkan.
Jika memikirkan siapa saja Abyssal Angel dalam keturunan Kaisar Julius, jawabannya hanya tiga. Di antara belasan putra dan putri, hanya ada tiga Abyssal Angel. Pangeran pertama, anak lelaki dari Ratu pertama. Putri pertama, anak perempuan dari Ratu ke-2. Yang terakhir tentu saja Pangeran Luciel Dawnbringer, putra Ratu Lilith.
__ADS_1
Sedangkan anak-anak yang lain, mereka juga mewarisi garis darah Abyssal Angel dan masuk dalam kategori ras High Demon. Hanya saja, mereka tidak bisa disebut dengan Abyssal Angel.
Seperti para Vampir. Mereka semua adalah keturunan leluhur Bloodborne, tetapi tidak bisa dipanggil dengan nama itu. Ada dua syarat untuk menjadi Bloodborne. Pertama, memiliki garis keturunan Bloodborne yang cukup murni. Kedua, membangunkan kekuatan garis keturunan itu.
Bahkan jika puluhan Vampir di benua memiliki skill itu, jika tidak mengetahui cara membangkitkan garis keturunan dan tidak memiliki bahan untuk membangkitkan, skill itu tetap akan tertidur sampai mereka mati.
Terbangun dalam keadaan terpojok? Ya … tidak ada kasus yang dipaksakan seperti itu.
Untuk mengumpulkan bahan kebangkitan Camellia sendiri, Ciel yang seorang pangeran dari sebuah kekaisaran besar masih merasa cukup berat dan sulit. Apalagi rakyat biasa, mungkin mereka hanya bisa memimpikannya.
Menatap Camellia yang telah membulatkan tekadnya, Ciel menghela napas lega. Lagipula, salah satu bahan untuk kebangkitan adalah jantung Vampir dengan gender yang sama. Dengan kata lain … itu mirip kanibal yang harus menyerap sesamanya.
Jika Camellia merasa tidak kuat dan menolak tekanan psikologis seperti itu, Ciel tidak akan memaksanya. Akan terasa agak aneh jika kamu baik-baik saja ketika disuruh memakan sepupumu sendiri. Ya … setidaknya, bagi Ciel itu agak aneh.
“Tengah malam, datang ke ruanganku.”
Ciel memberitahu apa yang harus Camellia lakukan.
Tengah malam, di salah satu ruangan kosong Kastil Black Lily.
Ciel memiliki ekspresi tak acuh di wajahnya. Pemuda itu membawa sebuah mangkuk porselen di tangan kiri dan sebuah kuas di tangan kanan. Dia membuat banyak tiga belas garis yang saling menyambung dengan pola aneh. Setelah itu, Ciel mulai menulis rune-rune kuno yang terlihat sakral dengan darah dalam mangkok porselen.
Setelah beberapa waktu, hampir seluruh lantai dipenuhi karakter-karakter dari bentuk rune kuno.
Ciel kemudian meletakkan dua bahan di tiga belas titik. Dua bahan itu adalah jantung Vampir dan bahan-bahan yang berbeda. Jadi, selain 13 jantung Vampir, itu masih membutuhkan 13 benda berharga yang berbeda. Setiap benda itu bisa dibilang sulit ditemukan.
“Camellia, kamu berdiri di tengah.”
__ADS_1
Camellia yang menunggu di sudut ruangan akhirnya melangkah maju tanpa menginjak karakter rune yang Ciel buat. Gadis itu menarik napas dalam-dalam sebelum memejamkan matanya perlahan. Siap dengan apa yang akan Ciel lakukan.
Melihat gadis itu telah menyiapkan mental, Ciel juga tidak menunda. Dari luar lingkaran sihir, dia mulai menguncap mantra aneh dengan bahasa yang tidak diketahui. Mengendalikan mana di tubuhnya, dia mulai memroses bahan-bahan.
Dari setiap titik, dua bahan diproses dengan sihir. Jantung dan satu bahan digabungkan, membuat satu tetes darah berwarna merah dengan kilau keemasan. Dalam setiap titik, bahan diproses satu per satu dalam urutan tertentu.
Setelah beberapa waktu, proses tahap awal selesai. Dalam tiga belas titik, terlihat tiga belas tetes darah dengan warna aneh dan bermacam-macam. Setiap tetes darah melayang dengan tenang.
Ciel kembali merapal mantra sambil menuntuk satu titik darah untuk menyatu dengan titik darah lain dalam urutan tertentu. Setelah tiga belas tetes darah menyatu, darah itu membentuk gumpalan aneh yang terus berdenyut dengan aneh.
Pemuda itu kemudian melanjutkan proses berikutnya. Menggunakan banyak energi dan mana, Ciel menyatukan seluruh bahan yang belum menyatu dengan sempurna. Setelah proses yang cukup lama, proses akhirnya selesai.
Sebuah manik merah transparan dengan kilau mistis yang menggetarkan jiwa melayang di depan Camellia.
“Buka mulutmu.”
Mengikuti instruksi Ciel, Camellia membuka mulut. Manik merah itu langsung Ciel kirim ke mulut Camellia. Karena manik itu sendiri tidak bisa bertahan lama dan harus segera diserap oleh Camellia.
“Telan.”
Camellia langsung menelan manik aneh itu. Ketika manik turun dari tenggorokan ke perut, Ciel yang melihatnya langsung mengaktifkan sihir lain. Dengan mantra yanng Ciel ucapkan, rune-rune di tanah menyala. Muncul sebagai tali perban yang tidak terhitung jumlahnya.
Perban merah itu langsung membungkus setiap bagian tubuh Camellia, membuatnya menjadi mumi merah. Melihat itu, Ciel menghela napas panjang. Pemuda itu mendekat lalu mengeluarkan sebuah peti mati hitam, di dalam peti mati, terdapat banyak bunga merah seperti mawar tetapi memancarkan aroma darah.
Ciel kemudian mengangkat Camellia yang telah menjadi mumi merah dan membaringkannya ke dalam peti mati. Melihat kalau gadis itu ‘tertidur lelap’, dia menatap dengn ekspresi rumit.
Mencium kening mumi merah sebelum menutup peti mati, Ciel bergumam pelan.
__ADS_1
“Tidur nyenyak, Sayang. Aku akan menunggumu bangun.”
>> Bersambung.