Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Bukankah Itu Menyenangkan?


__ADS_3

“Kalian berdua terlalu memuji saya. Lagipula, sosok seperti saya sama sekali tidak pantas untuk menjadi Putra Mahkota, apalagi Kaisar.”


Ya … daripada tidak pantas, aku hanya tidak menyukainya! Membayangkan tumpukan dokumen dan barisan masalah yang harus dihadapi seorang Kaisar saja membuatku mual!


Ciel mengutuk dalam hati, tetapi masih tenang di permukaan. Melihat bagaimana dirinya ‘rendah hati’, kedua pangeran itu menatapnya dengan tatapan lebih kagum. Entah kenapa, pemuda itu merasakan firasat yang tidak terlalu baik.


Kedua orang ini … tidak akan menjadi kadal dan kerbau versi iblis, kan?


Haruskah aku menjauhi mereka? Namun aku sudah membuat janji. Ugh! Aku menyesal telah memberi janji seperti itu! Aku harap ...


Mereka tidak akan terlalu parah.


Tidak tahu bahwa Ciel meningkatkan kewaspadaannya terhadap mereka, Silevran dan Elyas yang kagum menggeleng ringan.


“Anda pasti bisa melakukannya, Pangeran Luciel.” Silevran memberi semangat.


“Meski biasanya saya tidak setuju dengan si kepala otot, kali ini saya juga berpikir demikian, Pangeran Luciel.” Elyas menambahkan.


Mendengar kemampuan keduanya dalam hal menjilat, Ciel tercengang. Dia hampir melupakan sifat mendominasi dan sombong mereka berdua sebelumnya. Pemuda itu sekali lagi mengeluh dalam hati.


Bukankah kalian berdua Pangeran? Kenapa bersikap seperti beberapa antek pendukung villain dalam cerita klasik?


Tolong … pertahankan harga diri kalian!


Setelah mengeluh dalam hati, Ciel menghela napas pendek. Memaksakan wajahnya tersenyum, pemuda itu berkata,


“Tolong, jangan bahas hal-hal semacam itu. Tidak terlalu baik jika orang mendengarnya. Pangeran Enzo dan Pangeran Sullivan lebih baik daripada saya.


Tidak perlu membuat penilaian yang tidak berdasar.”


Tidak hanya dalam Kekaisaran Black Sun, di Kerajaan Blue Spark atau Kerajaan Iron Bloon pun sama. Ada beberapa kubu Ratu yang membuat putra mereka memperebutkan kursi Putra Mahkota dan menjadi Raja berikutnya.


“Anda terlalu rendah hati, Pangeran Luciel.” Silevran tersenyum.


“Seharusnya anda lebih percaya diri, Pangeran Luciel.” Elyas juga mengangguk dengan ekspresi serius.


Setelah itu, mereka bertiga melanjutkan jalan-jalan sambil membahas beberapa hal yang tidak ada hubungannya dengan tahta atau semacamnya. Sebagai gantinya, Ciel bertanya tentang kondisi Kerajaan Iron Blood dan Kerajaan Blue Spark.

__ADS_1


Membahas tambang logam dan masalah Demonic Beast di Kerajaan Iron Blood, membahas beberapa mahal dan langkanya beberapa bahan untuk membuat kerajinan sihir dalam Kerajaan Blue Spark, dan sebagainya.


Pada saat itu, satu orang datang menghampiri mereka.


“Saya telah mencari anda, Pangeran Luciel.”


Melihat sosok Heath, Silevran dan Elyas saling memandang. Sedangkan Ciel tersenyum pahit. Orang itu jelas tidak datang kepadanya tanpa alasan.


“Ada apa sampai anda mencari saya, Pangeran Heath?” tanya Ciel.


“Ini sudah jam makan siang. Bagaimana jika makan siang bersama? Tentu saja, jika tidak masalah, Pangeran Silevran dan Pangeran Elyas juga dipersilahkan ikut.”


Kedua pangeran itu menatap ke arah Ciel. Merasakan tatapan mereka, pemuda itu hanya bisa tersenyum.


“Baik. Kita akan membahasnya setelah makan siang bersama.”


Di gazebo tengah taman bunga.


Empat orang mengelilingi satu meja yang sama. Mereka adalah Ciel, Heath, Silevran, dan Elyas. Mereka sedang menikmati makan siang mereka tanpa mengucap sepatah kata.


Jika ada yang mengetahui itu, pasti akan membuat kehebohan. Meski tidak semuanya, yang masih kurang dua Kerajaan lain, tetapi empat orang yang bisa dianggap top di antara generasi yang sama benar-benar duduk di meja yang sama.


Kehadiran pemuda itu benar-benar menampar keras para Pangeran yang menganggap diri mereka jenius dan superior. Biasanya jika setiap jenius dari setiap Kerajaan berkumpul, tidak akan harmonis seperti itu karena mereka merasa sama, bahkan merasa lebih unggul dari satu dan lainnya. Tidak ada satu orang pun yang bisa menjadi ketua dan mengatur mereka.


Tanpa dirinya sadari, Ciel sudah seperti ketua perkumpulan kecil itu. Padahal pemuda itu sama sekali tidak berniat untuk mengumpulkan orang-orang itu. Namun dirinya seperti magnet yang menarik orang-orang di sekitarnya begitu saja.


Selesai makan, Heath segera membicarakan niatnya. Tanpa mereka bertiga sangka, daripada menjadi tuan rumah, Heath bena-benar ingin menjadi teman mereka.


Mereka berempat kemudian banyak bercerita dan berbagi pengalaman dari Kerajaan masing-masing. Ciel sendiri lebih banyak mendengar. Meski ketiga orang di depannya seperti pemuda yang mengeluh tentang kehidupan atau pamer akan sesuatu, dia masih bisa mengumpulkan beberapa informasi tertentu yang bisa dibilang … cukup berguna.


“Saya dengar anda pernah membakar lemak kota, Pangeran Luciel? Saya rasa orang seperti anda tidak akan melakukan hal seperti itu. Anda terlalu baik.” Heath berkata dengan senyum ramah.


Aku … baik?


Ciel mengangkat sudut bibirnya. Merasa perkataan Heath agak lucu.


Jika aku perwujudan kebaikan, berarti tidak orang yang bisa dibilang buruk atau jahat di dunia ini.

__ADS_1


Menyesap anggur di tangannya, Ciel mulai menjelaskan perlahan.


“Aku memang pernah membakar kota. Bukan hanya kota, tetapi banyak orang. Ceritanya sebenarnya seperti ini …”


Ciel menjelaskan tentang pertempurannya di Kota Blackrock secara singkat. Menghilangkan perihal tentang pengkhianatan Marquis Bathory yang ada di belakang Jean, bahkan tidak menjelaskan keberadaan Jean dan Kun.


Apa yang Ciel ceritakan adalah pengepungan yang dia lakukan ketika melawan mantan pemimpin Kota Blackrock, bagaimana dirinya menaklukkan kota dan lainnya. Dia bahkan tidak menceritakan serangan wabah belalang.


Meski demikian, ketiga pangeran di depannya sudah tampak kagum. Khususnya Silevran, dia bahkan sangat bersemangat ketika mendengar bagaimana Ciel memimpin pasukan untuk menaklukkan.


Bagi seorang ksatria yang menyukai medan perang seperti dirinya, itu adalah sebuah pencapaian besar!


Keempat orang itu pun kembali bercerita sampai beberapa waktu berlalu. Ketika sudah sore, mereka kembali jalan-jalan, tetapi kali ini Heath memandu mereka dan memperkenalkan seluruh lingkungan sekitar Istana tamu.


...***...


Larut malam, ketika awan gelap menutupi bulan. Di sebuah lorong gelap lantai pertama Istana tamu.


Sosok lelaki berjubah hitam berjalan tidak cepat atau lambat. Sesuatu yang jelas adalah … dia terlalu berhati-hati. Sosok itu mengamati sekeliling dan berhasil menghindari beberapa ksatria wanita yang berpatroli.


Entah bagaimana, orang itu bisa terus menghindari orang-orang yang lewat. Seolah tahu bahwa mereka akan datang.


Awan memudar, cahaya bulan kembali menerangi malam. Pada saat itu, sosok berjubah itu terkejut ketika melihat siluet yang entah dari kapan telah berdiri di sisi berlawanan, siluetnya tampak tidak jelas dalam bayangan.


“Kamu … siapa?” tanya sosok berjubah itu.


Siluet itu keluar dari bayangan. Ketika sinar bulan meneranginya, menampakkan penampilan orang itu yang sebenarnya.


Itu adalah pemuda tampan dengan iris mata ungu dan emas, memancarkan kilau misterius yang samar di bawah cahaya bulan. Ekspresi pemuda itu begitu tenang, tampak begitu santai.


“Tidak perlu berpura-pura.” Ciel berkata dengan ekspresi tak acuh. “Meski awalnya tidak menyadari keberadaanku. Setelah muncul, kamu langsung mengenaliku.”


“...”


Orang dalam jubah itu sama sekali tidak menjawab. Namun Ciel tahu bahwa tebakannya benar. Melihat dua iris merah dibalik jubah berkerudung hitam itu, dia mengangkat sudut bibirnya.


“Berpura-pura bodoh dan menipu banyak orang. Bukankah itu menyenangkan … James?”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2