
Keesokan harinya, Ciel mengerutkan kening ketika melihat apa yang ada di depannya.
“Sepertinya … perjalananmu harus ditunda, Clark.”
Sama seperti ketika menyusup ke Kerajaan Blood Diamond, Ciel berniat untuk menggunakan identitas palsu. Namun, hal itu sepertinya tidak bisa digunakan kepada Clark.
Selain ras Dragonborn itu sangat langka, mereka cukup unik. Meski Ciel sudah membuat Clark meminum potion sehingga warna sisiknya berubah sementara, bahkan sudah menyuruhnya memakai full-plate armor … sayap yang mencuat di punggung Clark masih terlalu mencolok dan mencurigakan.
“A-Apa? Bukankah itu tidak adil, Tuan? Bahkan ketika melawan pasukan Marquis Bathory … aku sama sekali tidak banyak bergerak karena kurang pengalaman.
Jika seperti ini, aku akan berjamur di Kastil Black Lily!”
Melihat bagaimana Clark merasa tertekan karena harus terus berada di kastil, sudut bibir Ciel berkedut. Pemuda itu sebenarnya tidak ingin repot-repot, tetapi masalah akan segera menyebar jika dia diam saja. Baginya, hal seperti itu akan menjadi lebh rumit dan melelahkan.
Selesaikan lebih awal … kembali untuk bersantai!
Ya. Itu yang Ciel pikirkan. Namun ketika melihat wajah konyol bawahannya yang tertekan karena bersantai, pemuda itu merasa jengkel. Dia ingin memukuli wajah kadal yang tidak tahu diuntung itu.
“Anda tidak mungkin takut dengan orang-orang itu kan, Tuan? Anda bahkan memukuli wajah Raja mereka! Kenapa kita harus menyembunyikan identitas?”
“Aku sudah bilang …” Ciel menghela napas panjang. “Jika orang-orang tahu kalau seorang Pangeran dari Kekaisaran Black Sun pergi jalan-jalan untuk membunuh anggota keluarga kerajaan di sekitar kekaisaran … apa yang mereka pikirkan?”
“Kejam? Kuat? Mendominasi?” Clark memiringkan kepalanya, tampak bingung.
“Banyak yang akan protes dan menganggap Kekaisaran Black Sun buruk! Yang lebih penting lagi … aku akan menjadi terlalu terkenal!” Ciel menghela napas tanpa daya.
Okay … aku tahu anda tampan dan kuat, bahkan menjadi idola banyak wanita. Namun … bukankah anda terlalu sombong, Tuanku?
Clark yang mendengar ucapan Ciel hanya bisa melongo sambil mengeluh dalam hati. Dia belum pernah melihat orang yang tidak tahu malu seperti tuannya itu.
Melihat keraguan di mata Clark, Ciel menjelaskan.
“Kelak kamu akan tahu, Clark. Menjadi terkenal itu … tidak menyenangkan.”
Ciel memejamkan matanya sambil menggeleng. Dia mengatakan itu dengan setulus hati. Pemuda itu sama sekali tidak berniat sombong.
Bukankah akan lebih merepotkan jika terkenal? Bukankah akan ada banyak bangsawan dan orang-orang yang datang entah dari mana untuk menemuiku?
Pekerjaan untuk mengurus Wilayah Scarlet Roze dan menjadikannya lebih saja belum selesai. Aku tidak cukup bodoh untuk menambah beban kerja.
Lagipula … itu merepotkan!
__ADS_1
Tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Ciel, Clark tampak sangat serius. Dia bahkan mulai memikirkan berbagai kemungkinan setelah menjadi terkenal. Seperti ditargetkan atau semacamnya.
“Aku mengerti, Tuan. Aku memang harus belajar banyak dari anda.”
Clark merasa kecewa karena tidak bisa pergi ke luar Wilayah Blackfield. Namun dia pun tidak ingin menjadi egois dan membuat Ciel kerepotan. Ya … si kadal tidak menyadari kalau dirinya sebenarnya sudah membuat Ciel kerepotan.
“Bagus.” Ciel mengangguk ringan.
“Kalau begitu saya akan kembali, Tuan.”
Melihat Clark yang meninggalkan ruang kerjanya, Ciel menghela napas lega. Pemuda itu kemudian memikirkan banyak kandidat yang bisa dia ajak untuk pergi ke Kerajaan Silver Fang.
Ciel langsung mengeliminasi orang-orang yang berada di luar Kota Black Lily. Alasannya sederhana, dia akan berangkat besok atau lusa. Pemuda itu berniat untuk segera pergi dan kembali. Tidak ingin banyak menunda.
Sebaiknya … siapa yang ikut denganku?
Tok! Tok! Tok!
“Masuk.”
Melihat dua orang yang memasuki ruangan, Ciel agak terkejut. Salah satunya adalah Theo, sedangkan yang lainnya adalah Camellia.
Meski Camellia adalah pelayan pertama dan akrab dengan Ciel, gadis itu sangat sibuk dan jarang menghabiskan waktu dengan tuannya. Belum lagi ketika Ciel kembali dari Kerajaan Blood Diamond, lebih tepatnya … ketika Camellia selesai bertransformasi.
“Ada apa?” tanya Ciel.
“Saya tahu kalau saya cukup sibuk. Namun, pekerjaan itu sudah lebih ringan karena bantuan para pelayan baru yang anda bawa. Jadi …
Tolong izinkan saya mengikuti anda pergi ke Kerajaan Silver Fang, Tuan!”
Melihat ekspresi serius Camellia, Ciel mengangkat sudut bibirnya.
“Ternyata kamu tidak banyak berubah, Camellia.”
“Maafkan keegoisan saya, Tuan.” Camellia menunduk dengan ekspresi agak lesu.
“Aku sama sekali tidak membenci itu.”
“Eh???” Camellia memandang Ciel dengan ekspresi terkejut.
Memang. Ciel sama sekali tidak membenci Camellia yang terkadang egois. Terkadang, sikap gadis itu membuat Ciel merasa dirinya dibutuhkan dan dianggap penting dalam kehidupan seseorang.
__ADS_1
Mengabaikan Camellia yang terkejut, Ciel mengalihkan pandangannya kepada Theo.
“Lalu … kenapa kamu datang ke sini, Theo?”
“Tolong ikut bersama kami pergi ke Keluarga Raevern, Tuan!”
Ciel menatap Theo yang membungkuk sopan lalu menghela napas panjang.
“Theo … kita akan bertemu di Kerajaan Silver Fang. Kamu akan datang ke sana bersama dengan ibu dan pamanmu.
Sedangkan aku dan Camellia akan pergi ke sana terlebih dahulu untuk memeriksa situasi. Jika memungkinkan, aku akan menyelesaikan semuanya sebelum kalian sampai di Kerajaan Silver Fang.”
Ciel sebenarnya ingin pergi sendiri lalu menghancurkan ibukota Kerajaan Silver Fang. Hanya saja, perbuatan semacam itu tidak baik dan akan mengakibatkan banyak konsekuensi buruk.
Pertama, banyak warga yang tidak bersalah akan mati. Kemudian, beberapa keluarga bangsawan yang tidak bersalah juga akan sirna. Keluarga bangsawan itu juga yang mengatur banyak hal. Tanpa mereka, akan ada kekacauan.
Sebagai contohnya, rakyat mungkin akan mulai membelot dan menyebabkan perang saudara. Tidak hanya itu, kerajaan tetangga yang telah mengintai seperti harimau pasti akan menyerang dan mencoba merebut wilayah.
Jika kerajaan di sekitar Kekaisaran Black Sun mulai berperang dan kacau, itu pasti juga akan berdampak buruk pada daerah perbatasan. Masih banyak lagi masalah, dan Ciel tidak ingin hal semacam itu terjadi.
Bersihkan dengan baik tanpa mengacau … pastikan untuk mencabut akar masalah.
Ciel memiliki ide semacam itu. Dia memandang ke arah Theo dan hendak menasihati. Namun remaja itu memandangnya dengan ekspresi ragu.
“T-Tapi Tuan … jika hanya saya dan Ibu, saya takut sesuatu terjadi dalam perjalanan.”
Ciel melihat jelas keraguan Theo. Meski remaja itu sudah berada di level 4 (awal), dia masih ragu karena belum terbiasa pergi sendirian. Takut hal yang buruk menimpa dia dan ibunya. Lagipula … mereka juga memiliki pengalaman buruk di masa lalu.
Melihat ekspresi Theo, Ciel hanya bisa tersenyum pahit..
“Kalau begitu kembali dan bersiap. Kita akan berangkat besok. Pastikan untuk beristirahat cukup. Aku akan pergi dengan kalian.”
“Terima kasih banyak, Tuan!”
Melihat Theo yang membungkuk lalu pergi dengan ekspresi bersemangat membuat Ciel menghela napas panjang. Sedangkan Camellia yang melihat Ciel tampak merenung dengan serius.
Tuan memang sering dingin dan tegas, tetapi dia juga memiliki hati yang lembut untuk anak-anak.
Benar-benar calon ayah yang baik.
Memikirkan masa depan mereka, pipi Camellia menjadi merah. Gadis itu diam-diam membulatkan tekad.
__ADS_1
Jika ingin memiliki pasangan yang baik, aku juga harus belajar menjadi lebih baik. Menjadi egois tanpa bercermin adalah hal bodoh!
>> Bersambung.