
Duduk di ruang santai saling berhadapan, Ciel dan vexia saling memandang dalam diam.
Pada saat ini, Ciel benar-benar merasa masam. Berduaan dalam satu ruangan dengan tunangan sahabatnya. Meski tidak melakukan sesuatu yang salah, Ciel takut rumor yang buruk menyebar. Itu pasti akan melukai hati Zack.
“Maaf membuat anda menunggu, Tuan.”
Isabella datang membawakan satu poci teh herbal dan beberapa camilan lalu meletakkannya di atas meja. Dia juga menuangkan satu cangkir untuk Ciel dan cangkir lain untuk Vexia. Setelah itu, dia berdiri di belakang Ciel dengan patuh.
“Terima kasih, Isabella.” Ciel tersenyum lembut, merasa agak lega.
“Sudah tugas saya untuk melayani anda, Tuanku.”
Meski merasa ada yang sedikit salah dengan nada bicara Isabella, Ciel hanya menggeleng ringan. Dia kemudian memandang Vexia yang duduk di seberang meja.
“Isabella adalah pelayan saya yang setia. Jadi, kamu tidak perlu khawatir rahasia akan bocor. Jika ingin kamu bicarakan, jangan menahan diri, Nona Vexia.”
“Baik.” Vexia mengangguk.
“...”
“Sebenarnya, saya ingin anda membujuk Tuan Muda Zack untuk membatalkan pertunangan, Pangeran Luciel.”
Mata Ciel menyipit. Terlihat begitu dingin dan tak acuh.
“Mengapa?” tanya Ciel singkat.
“Karena kami tidak cocok.”
“Kamu tidak menyukai Zack? Meski agak bodoh, dia baik, kuat, dan populer.”
“Saya mencintainya.” Vexia berkata dengan tenang.
“...”
Ciel terdiam. Dia merasa ada yang salah dengan apa yang ada dalam kepala gadis di depannya itu.
Kamu mencintainya? Lalu kenapa kamu malah ingin meninggalkannya?
“Maksudmu … kamu sudah memiliki lelaki lain?”
“Tidak.”
“Kamu jatuh cinta pada orang yang salah?”
“Tidak.”
LALU APA!!!
Ciel berseru dalam hatinya. Entah kenapa, dia semakin menganggap para perempuan itu makhluk yang rumit. Pemuda itu mulai bingung.
“Lalu apa manfaatnya jika aku melakukan hal itu?” tanya Ciel tak acuh.
“Terserah anda. Selama saya bisa memberi, saya akan melakukannya.”
“Bagaimana kalau aku ingin kamu menjadi tunanganku?” tanya Ciel setengah bercanda.
“Baik.” Vexia mengangguk.
Ciel langsung tercengang. Benar-benar tidak bisa menebak apa yang ada dalam kepala Vexia.
__ADS_1
“Aku hanya bercanda.”
“Saya tahu.”
“Bagaimana kamu tahu?” Ciel mengangkat alisnya.
“Tidak mungkin anda tertarik dengan gadis seperti saya.”
“Siapa yang tahu?” Ciel menggeleng ringan, menyesap tehnya dengan ekspresi santai.
“Dari yang saya lihat, tunangan serta pelayan anda begitu cantik. Meski belum bertemu, saya yakin beberapa orang yang Tuan Muda Zack ceritakan juga memiliki sosok yang baik.
Maksud saya … tubuh mereka. Saya yakin, anda menyukai perempuan yang memiliki tubuh seperti itu.”
“Memangnya aku terlihat seperti itu?”
“Tidak perlu menyangkal, Pangeran Luciel. Kebanyakan lelaki memang seperti itu.”
“...” Ciel hanya diam.
“Lihat saya. Anda pasti tidak tertarik, kan?” Vexia berkata sambil menunjuk miliknya sendiri yang … agak rata.
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Ciel langsung tersedak teh yang dia minum. Dia melihat Vexia dengan senyum pahit. Tidak menyangka gadis itu benar-benar mengagetkannya.
“Kamu tahu, Vexia? Setiap lelaki memiliki selera yang berbeda.” Ciel berkata dengan serius.
“Anda tidak perlu menghibur saya.”
Mendengar perkataan Vexia, sudut bibir Ciel berkedut. Dia hanya bisa menghela napas panjang.
“Itu alasanmu ingin memutuskan pertunangan?”
Mendengar jawaban itu, Ciel benar-benar merasa ingin memukul putri dan Keluarga Goldfield itu.
“Ya. Saya tidak terlalu percaya diri dengan pertumbuhan saya sendiri. Tidak, karena saya merasa Tuan Muda Zack yang terlalu terobsesi dengan anda …”
“Terobsesi kepadaku?” Ciel tercengang. Dia langsung berseru, “Aku lelaki normal! Bahkan jika spesies wanita menghilang dari dunia, aku lebih memilih mati tanpa menjalin hubungan daripada menjalin hubungan bersama sesama pria!”
“Sepertinya anda salah menafsirkan, Pangeran Luciel.”
“Apanya yang salah? Kamu bilang orang itu terobsesi. Besok aku akan mengusirnya atau aku tidak bisa tidur dengan tenang.”
“Maksud saya … Tuan Muda Zack selalu mencoba menirukan anda.”
“...”
Ciel mengerjap, diam-diam mengeluh dalam hati.
Kamu bisa mengganti kata terobsesi, okay? Kata fanatik mungkin?
“Meski dia memiliki bakat pertarungan jarak dekat yang bagus. Karena anda memiliki bakat dalam pertarungan jarak dekat dan sihir jarak jauh, dia mencoba menirukan. Membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak jelas.
Kemudian, Tuan Muda Zack memilih saya juga karena anda. Putri Ariana cantik, berambut pirang, memiliki pola mata khusus, dan patuh.”
“...” Ciel tidak bisa menyangkalnya.
“Namun, saya berbeda. Mungkin saya bisa meniru Putri Ariana dalam bersikap. Belajar banyak hal untuk menyenangkan Tuan Muda Zack. Hanya saja, ada beberapa hal yang tidak bisa diubah. Seperti perkembangan fisik misalnya.”
__ADS_1
“Zack hanya masih bimbang. Cepat atau lambar dia akan paham. Selama kalian bersama, bukankah cinta bisa tumbuh dengan berjalannya waktu?” ucap Ciel.
Ya … Itu yang dikatakan orang-orang. Witing trisno, jalaran soko kulino.
Pikir Ciel dengan senyum pahit. Dia memang memiliki banyak wanita cantik di sekitarnya. Namun pengalaman cinta setiap orang itu berbeda. Jadi, pemuda itu tidak bisa membandingkannya.
“Itu yang saya takutkan, Pangeran Luciel.” Vexia tersenyum pahit.
“Maksudmu …”
“Saya tidak bisa menjelaskannya dengan detail,” ucap Vexia. “Hanya saja, saya ingin yang terbaik untuk Tuan Muda Zack. Dia terlalu baik untuk saya, dan gadis seperti saya … merasa tidak pantas.”
“Dia hanya bodoh.” Ciel berkata santai. “Dia bahkan tidak tahu orang-orang memanfaatkannya. Bahkan, mungkin orang sepertiku hanya berpura-pura berteman dengannya.”
“Anda salah, Pangeran Luciel!”
“...”
“Memang, Tuan Muda Zack itu bodoh, kadang tidak bisa diandalkan, ceroboh, dan banyak kekurangan. Namun dalam hal perasaan, dia adalah orang yang sangat peka.
Dia tahu siapa yang benar-benar tulus atau berniat memanfaatkannya. Meski mengetahui orang-orang memanfaatkannya, dia masih menerima dan memainkan perannya.
Dia adalah orang yang SANGAT BAIK! Itu juga alasan saya mencintainya, berharap yang terbaik untuknya.”
“Kalau begitu jadilah yang terbaik untuknya.”
“Saya-”
“Isabella.” Ciel berkata singkat, memotong ucapan Vexia.
Isabella menjetikkan jari-jari rampingnya. Menggunakan sihir ilusi, Vexia yang tadinya cerewet tiba-tiba diam dan tertidur. Vexia yang hanya iblis level 2 tidak bisa menolak sihir Isabella yang merupakan iblis level 4.
Ciel menghela napas panjang. Dia kemudian berkata, “Kamu sudah mendengar semuanya kan, Zack? Masuklah. Bawa tunanganmu yang manis kembali ke kamarnya.”
Pintu ruangan terbuka. Sosok Zack yang memiliki penampilan serius masuk ke dalam ruangan.
“Gadis konyol itu sangat mengenalmu, Zack. Pantas saja kamu mau bertunangan dengannya.”
“...” Zack hanya diam.
“Kenapa? Merasa malu?” tanya Ciel.
Zack memandang Ciel dengan ekspresi serius. “Izinkan aku dan Vexia tinggal di sini, Ciel. Aku akan bekerja di bawahmu. Kamu bisa memerintahkanku untuk memimpin pasukan dan menghabisi musuh.”
“Kenapa?” Ciel memiringkan kepalanya.
“Aku terlalu lemah. Aku belum memiliki kekuatan untuk melindungi diri sendiri. Belum lagi melindungi keluarga dan orang-orang yang aku sayangi.”
“Maksud akal.” Ciel mengangguk.
“Jadi … kamu setuju, Ciel?” Zack kaget melihat Ciel yang mengangguk.
Ciel memiringkan kepala sambil menatap dengan ekspresi tak acuh.
“Aku hanya bilang maksud akal. Siapa yang menyetujui kamu tinggal di sini?”
“...”
“Tentu saja aku menolak. Kamu harus pulang.”
__ADS_1
Melihat ekspresi menyebalkan di wajah Ciel, Zack benar-benar terpana.
>> Bersambung.