Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Peringatan


__ADS_3

“Ngomong-ngomong … anda harus memastikan untuk datang ke pesta para pemuda bangsawan di rumah Count pilihan Keluarga Raevern. Meski di bawah Marquis, kelima Count itu juga memiliki status yang hampir sama karena dipilih sendiri oleh Keluarga Raevern.”


“...”


Melihat perubahan ekspresi Ciel, Savian tampak bingung. “Ada apa, Pangeran Luciel?”


“Kamu seharusnya tadi mendengarnya. Sedari dulu … aku tidak terlalu suka mengikuti acara semacam itu.”


“Ah! Saya hampir melupakannya. Namun anda harus datang, Pangeran Luciel. Saya akan memperkenalkan rekan bisnis sekaligus sahabat saya. Aku harap kita semua cocok dan bisa mengembangkan bisnis ke seluruh Kekaisaran Black Sun.”


“Ya, teruslah berkhayal. Paling tidak, buat tujuan kecil, kita harus meletakkan fondasi kuat di South Duchy.”


“Anda benar, Pangeran Luciel!” seru Savian.


“Namun aku tidak mendapat undangan, jadi sepertinya aku tidak akan hadir.” Ciel berkata santai.


“Kalau saya tidak salah lihat, Count telah memberikan undangan kepada Ratu Lilith. Seharusnya undangan itu akan diberikan kepada anda,” balas Savian.


“...”


Ciel mengerjap. Dia tidak menyangka kalau Ratu Lilith memiliki rencana lain. Ibunya pasti mengetahui dirinya tidak terlalu suka bersosialisasi dengan para bangsawan itu. Namun kelihatannya sang ibu ingin dirinya memiliki banyak teman dan berkembang di South Duchy.


“Saja juga mendapat berita aneh, Pangeran Luciel.”


“Berita aneh?” tanya Ciel.


“Benar. Saya dengar sebuah organisasi jahat baru-baru ini mulai beraksi beberapa wilayah dalam South Duchy. Anda harus berhati-hati.”


Mendengar ucapan Savian, Ciel menghela napas panjang. Bukan hanya Marquis Bathory, sekarang kembali muncul organisasi aneh yang meresahkan South Duchy.


Sial! Kenapa dibanding tiga Duchy lain, South Duchy memiliki terlalu banyak masalah?


“Saya akan mengabari anda lewat surat. Untuk pembukaan bisnis, mari membahasnya ketika kami bertiga bertemu dalam pesta.”


“Kapan pesta itu dilaksanakan?” tanya Ciel.


“Bulan depan, sebelum musim dingin tiba.”


“Bukankah itu sangat dekat? Jadi, setelah kembali … kamu akan menyiapkan segala sesuatu untuk pesta itu?”


“Ya. Bukankah memang itu yang dilakukan para keturunan bangsawan? Selain belajar dan berlatih, mereka akan mengadakan pesta dan saling berkunjung untuk memperluas relasi.”


Sial! Begitu nikmat?

__ADS_1


Ciel membayangkan apa yang dirinya lakukan di Kastil Black Lily lalu membayangkan pesta yang dilakukan para keturunan bangsawan. Sudut bibirnya bergerak-gerak. Dia menjadi semakin merasa tertekan.


“Kalau begitu kami akan kembali, Pangeran Luciel. Ini sudah larut. Maaf telah mengganggu anda.”


“Tidak apa-apa.” Ciel menggeleng ringan sembari tersenyum pahit.


“Jangan lupa untuk-”


“Tidak perlu kamu ingatkan berkali-kali. Aku mengerti. Aku akan pergi ke pesta dan berkenalan dengan sahabatmu itu.”


“Terima kasih, Pangeran Luciel.”


“Sama-sama.”


Pada saat Ciel mengantar Savian dan Arla ke kereta kuda mereka, da terkejut melihat ada sosok yang menunggu di dalam gerbong kereta. Pemuda itu langsung memandang Savian dengan ekspresi aneh karena meninggalkan seorang wanita dalam gerbong kereta.


“Ini tidak seperti yang anda bayangkan, Pangeran Luciel. Sosok dalam kereta adalah satu dari dua pengawal saya yang setia. Runa … kamu bisa keluar dari gerbong kereta.”


“T-Tapi Tuan …”


“Tidak apa-apa. Keluar saja.”


Setelah mendengar perintah Savian, pintu terbuka dan sosok wanita cantik berambut ungu keluar dari kereta. Wanita itu memiliki kulit putih, iris mata hijau dengan pupul vertikal. Yang membuat Ciel lebih terkejut, dari bagian pinggang ke bawah bukan sepasang kaki putih, tetapi tubuh ular dengan sisik berwarna ungu.


“Lamia?” gumam Ciel.


Perkenalkan, ini salah satu pengawal saya, Runa. Sementara itu … Runa, tolong sambut hormat, ini adalah Pangeran Luciel.”


“S-Senang bertemu anda, Pangeran Luciel.” Runa tampak agak gugup.


“Ya. Sama-sama.”


Ciel tampak langsung terbiasa. Tidak merasa aneh dengan penampilan Runa. Hal itu bahkan membuat Arla yang sedari tadi diam memandang pemuda itu dengan ekspresi kaget.


“Kenapa kamu tidak mengajaknya ke pesta?” tanya Ciel.


“Seperti yang anda tahu. Meski saya yakin kalau Ratu Lilith maupun keturunannya tidak keberatan, pasti banyak bangsawan yang tidak menyukai Runa. Mungkin dia akan dihina dan dipandang dengan ekspresi jijik.


Meski Runa agak terbiasa, saya tidak ingin melakukannya.”


“Heh … ternyata kamu tuan yang baik.” Ciel terkekeh, membuat Savian menggaruk belakang kepalanya dengan ekspresi malu.


Melihat ke arah Runa, Ciel akhirnya mengetahui kalau Lamia itu adalah iblis level 3 (menengah). Tidak terlalu kuat jika dibandingkan Arla, tetapi juga tidak bisa dianggap lemah jika dibandingkan dengan kebanyakan orang.

__ADS_1


“Kalau begitu kami akan pergi terlebih dulu. Terima kasih atas sambutan hangat anda, Pangeran Luciel.”


“Sama-sama.”


Melihat kereta kuda Savian pergi meninggalkan halaman Istana Utara, Ciel akhirnya berbalik untuk kembali. Dia memutuskan untuk segera mandi air hangat lalu beristirahat.


...***...


Sementara itu, di kamar tidur sebuah penginapan mewah Royal Capital, tampak Pangeran Eoran dan tunangannya.


Meski sudah dipersilahkan tinggal di Istana Utara untuk sementara, Pangeran Eoran dan tunangannya memilih untuk menginap di penginapan mewah. Ingin istirahat di tempat yang lebih terjaga privasinya. Lagipula, tidak ada yang tahu apakah ada alat sihir yang bisa menyadap suara atau merekam seperti alat pengintai modern dalam Istana Utara.


Tentu saja, alat semacam itu memang ada … tetapi hanya ditempatkan dalam ruangan tertentu. Sebagai Keluarga Kekaisaran, pasti juga saling menjaga privasi milik anak mereka. Itulah kenapa sampai sekarang rahasia Ciel masih terjaga.


“Sayang, aku tidak terima dengan perlakuan Pangeran Sialan itu! Aku ingin kamu membalas penghinaan yang dia lakukan kepadaku!” seru tunangan Pangeran Eoran.


“Diam.”


“Aku tidak terima jika-”


“Aku bilang … DIAM!” Pangeran Eoran langsung menampar tunangannya.


“Sayang, kenapa kamu-”


“Pertunangan kita dibatalkan. Wanita tidak berguna sepertimu … tidak pantas menjadi istri ke-2 calon Raja Kerajaan Black Star sepertiku.”


Tunangan Pangeran Eoran, lebih tepatnya mantan yang bernama Jalana itu langsung jatuh dan memeluk kaki Eoran. “Kamu tidak bisa melakukannya, Sayangku! Kita sudah melakukan banyak hal. Tidak mungkin kamu meninggalkanku! Jika kamu-”


PLAAAKK!!!


Bukannya perkataan minta maaf, tamparan keras dari Eoran mendarat di wajah Jalana.


“Aku berpikir kita akan cocok. Ternyata itu salah. Kamu mau mengancamku? Seorang putri Marquis sepertimu mau mengancam seorang Pangeran?


Ingin keluargamu menjadi gelandangan, hah?!”


Mendengar ucapan kejam Eoran, tubuh Jalana gemetar hebat. Dia terisak tetapi tidak berani membantah atau mengatakan apa-apa.


“Aku akan menganggap apa yang kamu lakukan selama ini sebagai kebaikan dan membuat Keluarga Marquis milikmu menjadi lebih baik.


Itu upahnya. Sebagai gantinya, lupakan. Kamu dan aku … sekarang tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.”


Eoran menampar tangan Jalana yang memengangi kakinya sebelum pergi keluar untuk memesan kamar lain.

__ADS_1


Meninggalkan wanita yang menangis dan terisak dalam kamar sepanjang malam.


>> Bersambung.


__ADS_2