Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Tidak Ingin Tertinggal


__ADS_3

Hujan mengguyur sebuah kota yang dipenuhi dengan gedung pencakar langit. Gemerlap cahaya lampu kota menghilangkan kegelapan malam. Guntur menari di atas awan yang menutupi ribuan bintang.


Di sebuah jembatan di utara kota, terlihat banyak mobil hitam yang tidak berada dalam posisi yang benar. Ada mobil yang terbalik. Ada mobil yang menabrak pembatas jalan. Ada juga mobil yang hampir jatuh ke sungai lebar nan dalam di bawahnya.


Dengan suara hujan deras berserta guntur, sosok lelaki berusia kurang lebih 24 tahun dengan setelan hitam yang basah karena hujan berjalan melewati mayat yang berserakan.


Tanah di bawahnya basah oleh darah yang bercampur dengan air hujan, membentuk sungai darah. Melewati banyak mayat dengan seragam yang sama, yaitu memakai setelan jas, pria itu tampak tak acuh.


Jika diperhatikan, pria memiliki kulit putih pucat, rambut hitam bagai tinta, dan paras yang tampan. Namun yang paling mencolok dari pria itu adalah matanya. Mata hitam pemuda itu tampak kusam tanpa cahaya, seolah tatapan orang mati. Benar-benar tidak membawa sedikit pun perasaan.


Pria itu berhenti di depan sosok lelaki paruh baya dengan kepala botak dan tubuh kekar. Banyak perhiasan di jari, pergelangan tangan, dan lehernya. Pria paruh baya itu memegangi perutnya, di mana banyak darah tumpah di sana. Mendongak, keduanya saling memandang.


Satu pria memiliki tatapan kosong, sedangkan satu pria paruh baya memiliki tatapan penuh ketakutan.


“Midnight Raven, kenapa kamu mendatangi kami? Siapa yang menyuruhmu? Aku tidak tahu siapa yang ada di belakangmu, tetapi aku akan membayarmu lebih banyak jika melepaskanku. Tidak! Aku bahkan akan memberimu separuh saham perusahaanku, jadi-”


Bang!


Suara keras terdengar. Pria paruh baya itu menjerit kesakitan. Di pundaknya, terlihat lubang kecil, darah mulai mengalir deras dari sana. Sekali lagi dia mendongak, melihat moncong pistol yang di arahkan tepat ke kepalanya.


Sosok pria di depannya adalah sosok yang kerap di panggil dengan Midnight Raven (Sang Gagak di Tengah Malam). Alasan orang itu mendapat julukan itu adalah kemunculannya. Muncul entah dari mana di tengah malam. Seolah utusan Dewa Kematian dalam wujud manusia, lelaki itu mencabut nyawa banyak orang lalu pergi begitu saja. Tidak ada yang pernah lolos darinya.


Bahkan pertama kali melihatnya (karena datang dan menghilang begitu saja), pria paruh baya itu terkejut. Ternyata sosok Midnight Raven yang legendaris adalah sosok yang terbilang masih muda. Namun mampu menghabisi puluhan anak buahnya, pria paruh baya itu benar-benar ketakutan karenanya.


“Aku akan memberikan semua kekayaanku, jadi tolong lepaskan aku! Aku akan hidup dengan jujur dan kembali ke jalan yang benar. Jadi-”


Bang!


Tengkorak pria paruh baya itu pecah. Darah bercampur cairan otak terciprat. Seolah tidak melakukan sesuatu yang salah, Midnight Raven berjalan di bawah hujan dan menghilang dalam gelapnya malam.


Sirene polisi terdengar dari kejauhan tidak lama kemudian. Ketika para polisi datang, yang tersisa di lokasi kejadian hanya mobil rusak dan tumpukan mayat tanpa nyawa. Melihat kejadian itu, mereka hanya bisa menghirup napas dingin karena mereka tahu siapa yang melakukannya.


...***...

__ADS_1


Berdiri di depan cermin, sosok remaja berusia 16 tahun menatap sosoknya sendiri. Tidak ada senyum di wajah tampannya. Pemuda itu memejamkan mata lalu menghela napas.


Kehidupan seperti ini … apakah aku memang pantas mendapatkan kehidupan seperti ini?


“Sarapan telah siap, Tuanku.”


Suara wanita yang lembut membangunkan remaja itu dari lamunannya. Merapikan kerah di lehernya, dia kemudian berbalik sambil menatap sosok pelayan cantik yang menunggu di pintu. Sudut bibirnya sedikit terangkat, tetapi tatapannya masih terlihat tenang.


“Aku datang, Isabella.”


Turun ke lantai bawah lalu menuju ruang makan, Ciel melihat kalau Ariana dan Elena menunggunya. Sadar kalau Camellia belum bangun, pemuda itu hanya bisa menggeleng ringan.


“Apakah anda merindukan Camellia, Sayang?”


Ketika duduk, Ciel terkejut dengan pertanyaan Ariana. Biasanya, para wanita pasti akan cemburu jika kekasih mereka memikirkan wanita lain. Namun Ciel tidak bermaksud membohongi mereka berdua, jadi dia menjawab dengan jujur.


“Aku merindukannya. Lagipula, sejak kecil, Camellia selalu mengikutiku kemana saja. Meski sekarang dia sering sibuk dengan pekerjaan, selama berada di kastil, aku pasti menemuinya. Ya, meski sekarang aku juga menemuinya setiap hari.”


Setelah makan sarapan bersama, Ciel mengurus pekerjaannya seperti biasa. Pada waktu makan siang, dia terkejut melihat dua sosok yang datang ke ruang kerja.


“Ada apa sampai kalian datang kemari, Flora? Fiona?”


Dua sosok yang mendatanginya adalah kedua saudari kembar. Biasanya mereka hanya melakukan pekerjaan mereka seperti biasa. Namun hari ini mereka datang, jelas ada yang salah dengan mereka.


“Kami ingin meminta petunjuk, Tuan.”


Flora menjawab dengan tegas seperti biasa. Sementara sang adik, Fiona hanya mengangguk di belakang kakaknya. Akan tetapi, tatapannya juga penuh dengan tekad.


“Petunjuk soal apa? Katakan saja.” Ciel berkata dengan ekspresi santai.


“Kami ingin anda melatih kami berdua agar bisa menjadi lebih kuat, Tuan. Melihat para prajurit dalam divisi bayangan yang berkembang begitu cepat membuat kami merasa tidak nyaman. Belum lagi sosok mengerikan seperti Theodore yang benar-benar cepat berkembang.


Selain itu, dibandingkan dengan para bawahan langsung anda, kami terlalu lemah. Bahkan kami lebih lemah daripada orang-orang baru seperti Shana atau Clark. Menurut kami secara pribadi, anda pasti memiliki cara untuk membuat kami lebih kuat. Jadi kami datang untuk meminta saran.”

__ADS_1


“Oh?”


Ciel mengangkat alisnya dengan ekspresi heran. Memang, dia telah memberi keduanya pembekalan yang baik seperti para prajurit dalam divisi bayangan. Namun karena intensitas mereka berlatih berbeda, kecepatan mereka berkembang pun juga berbeda.


Sebenarnya hal itu bisa dimaklumi. Selain faktor intensitas latihan, itu juga terpengaruh dengan bakal keduanya. Orang-orang yang ada dalam divisi bayangan adalah para pemuda berbakat yang Ciel saring. Belum lagi para bawahan langsung di bawahnya. Mereka semua bisa dianggap memiliki bakat bawaan seperti monster.


Saudari kembar itu sendiri memiliki bakat yang sedikit lebih baik daripada para pemuda di divisi bayangan. Jadi hanya angan-angan untuk menyusul kecepatan bawahan langsung Ciel yang lain. Namun, ketika ada kemauan, pasti ada jalan. Kata-kata seperti itu bukanlah kebohongan.


“Jujur saja. Jika diperhatikan, bakat kalian berdua ada lebih inferior dibandingkan dengan bakat bawahan langsung yang lainnya.”


Mendengar ucapan Ciel, ekspresi kecewa terlintas di wajah Flora dan Fiona. Ciel menggeleng ringan sebelum kembai menjelaskan.


“Kalian berdua juga memiliki apa yang tidak mereka miliki. Itu adalah jumlah. Ya, jika kalian berdua mencoba melangkah sendiri-sendiri, mencoba menyusul mereka? Maaf … itu hanya angan-angan semata. Sebaliknya, jika kalian berdua bersama, bukan tidak mungkin melakukan hal itu.”


“Maksud anda?”


“Daripada latihan sendirian. Sebagai kembaran, kalian pasti lebih dekat dan saling mengenal, kan?”


“...”


Flora dan Fiona diam-diam mengangguk. Mereka berdua ingat bagaimana mereka sejak kecil bersama. Kehilangan ibu mereka, dibesarkan hanya untuk dijual oleh ayah tiri mereka. Sampai sekarang, mereka melalui banyak kesulitan bersama.


“Bertarung bersama. Itu adalah jalan yang benar untuk kalian berdua. Satu ksatria dan satu penyihir. Kalian bisa saling melengkapi. Bukankah hal itu sederhana?”


Mata Flora dan Fiona menjadi lebih cerah. Keduanya mengerti apa yang Ciel maksud.


Sejak awal, mereka menempuh jalan yang salah. Memang, mereka bisa mengejar jalan individu. Hanya saja, jika ingin lebih kuat secara cepat, memanfaatkan keuntungan mereka sama sekali tidak salah. Dalam perang, tidak diharuskan melawan musuh 1 vs 1. Menang! Itu adalah tujuan utamanya. Tidak peduli cara apa yang harus digunakan.


Melihat keduanya yang menjadi lebih cerah dan bersemangat, Ciel mengangguk ringan.


Tidak ingin tertinggal dengan rekan yang lain. Benar-benar tidak buruk.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2