
“Asterious …”
Asterious menggumamkan namanya dengan ekspresi takjub. Meski tidak mengerti arti nama tersebut, dia merasa kalau namanya terdengar keren dan mendominasi. Minotaur hitam itu menatap Tuannya dengan ekspresi takjub.
“Apakah kamu menyukainya?” tanya Ciel.
“Saya … Saya benar-benar menyukai nama ini, Tuan!” seru Asterious.
“Bagus.” Ciel mengangguk. “Karena urusan dengan suku Minotaur selesai, kamu sebaiknya segera berkemas. Kita akan segera pergi.”
“T-Tuan!”
“Ada apa?”
“Bolehkah … Bolehkah saya meminta sedikit waktu?”
Mendengar pertanyaan itu, Ciel mengangkat alisnya. “Untuk apa?”
“S-Saya tidak tahu apakah bisa kembali ke suku ini lain waktu. Saya … Saya ingin menyatakan perasaan saya!”
Apakah ini pengakuan legendaris?
Pertanyaan itu langsung terbesit dalam dalam benak Ciel. Melihat setengah banteng yang bertingkah seperti anak SMA membuat pemuda itu bingung harus berkata apa. Namun karena Ciel cukup toleran, akhirnya dia mengangguk.
“Lakukan dengan baik.”
“Sesuai dengan perintah anda, Tuanku!”
“Kamu boleh pergi.”
Melihat Asterious yang pergi setelah memberi hormat, Ciel merasa kurang nyaman. Dia langsung menoleh ke arah Camellia.
“Apakah kamu penasaran, Camellia?”
“Pengakuan cinta … saya penasaran, Tuan.”
“Kalau begitu mari pergi menonton,” bisik Ciel.
...***...
Di depan tenda kepala suku yang telah dipindahkan, Asterious yang membawa sebuah tas kulit kecil dan sebuah kapak berdiri.
Asterious menarik napas panjang sebelum berteriak, “Moomo!!!”
Tidak lama setelah teriakannya, beberapa Minotaur sekitar memandangnya dengan ekspresi penasaran. Meski agak malu, Asterious tetap berdiri tegak sambil menunggu. Beberapa saat kemudian, sosok Minotaur dengan bulu krem yang terawat rapi keluar. Sosoknya juga lebih besar daripada Minotaur betina pada umumnya.
__ADS_1
“A-Apa yang kamu lakukan di sini, Black?”
“Bukan! Mulai hari ini aku bukan Black. Namaku Asterious! Aku akan menjadi ksatria hebat yang bertarung di bawah Tuanku, Pangeran Luciel!”
“Asterious? Begitukah … aku turut senang untukmu, Asterious.” Momoo menatap Asterious dengan penuh perhatian.
“Moomo! Ketika kita masih anak-anak, kamu pernah bilang kalau dirimu menyukai pria kuat dan bisa diandalkan. Meski sekarang aku masih lemah, aku akan berjuang untuk menjadi ksatria terbaik dari semua ras Minotaur! Jadi …
Jadi setelah aku menjadi yang terbaik …
Maukah … Maukah kamu menerimaku untuk menjadi pasangan yang pantas di sisimu?”
“…” Tidak langsung menjawab, Moomo tampak memandang Asterious dengan ekspresi terkejut. Dia kemudian menggeleng sebelum berkata, “Dasar bodoh.”
“Apa … Apakah kamu menolakku?”
“Siapa bilang aku menolak? Aku merasa kamu terlalu bodoh karena selama ini tidak peka. Bahkan tanpa kamu menjanjikan hal seperti itu, aku juga tertarik kepada dirimu, Asterious.
Sejak dulu … Aku merasa kamu adalah Minotaur terkuat dan terbaik di hatiku.”
“Jadi … Jadi kamu menerimaku?” tanya Asterious dengan ekspresi kaget.
“Dasar bodoh! Tentu saja aku menerimamu! Tapi …”
“Ada apa?” tanya Asterious dengan ekspresi bingung.
“Tinggal? Itu hal yang baik.” Asterious mengangguk. “Namun itu bukan yang terbaik. Tujuanku lebih tinggi dan hal yang ingin aku capai lebih dari ini. Aku sudah memutuskan untuk pergi. Aku akan menunjukkan kepada dunia … Minotaur bukanlah ras yang sederhana!”
Mendengar ucapan Asterious, Moomo sama sekali tidak terlihat marah. Dia malah mengangguk sambil tersenyum.
“Kalau begitu segera wujudkan impianmu lalu kembali sebelum aku benar-benar akan mencampakanmu, Bodoh!”
“Serahkan kepadaku!”
Asterious membungkuk hormat sebelum berteriak sekencang-kencangnya, “Kepala suku Moogu, Moomo, dan semuanya … terima kasih atas bantuan kalian selama ini. Aku … Asterious berangkat!!!”
Setelah mengucapkan itu, Asterious mengambil tas dan kapaknya lalu berbalik pergi tanpa melihat kebelakang.
Di dalam tenda kepala suku, Moogu tampak duduk sambil meminum secangkir besar anggur. Minotaur tua itu menggeleng ringan sebelum menatap langit-langit dan berkata, “Asterious, kah? Dia benar-benar mirip denganmu, Kawan.”
Sementara itu, di balik bayangan besar pohon tak jauh dari lokasi kejadian, tampak tiga siluet. Mereka adalah Ciel, Camellia, dan Elena.
Mata Ciel bersinar dengan cahaya misterius. Pemuda itu juga mengangkat sudut bibirnya.
“Membawa beban seluruh ras di pundakmu? Itu hal paling ceroboh dan bodoh yang pernah aku lihat. Namun … aku tidak membenci hal seperti itu.”
__ADS_1
“Tuan …” ucap Camellia.
“Bukan apa-apa, mari kita kembali.” Ciel berbalik untuk pergi diikuti dengan dua wanita di belakangnya.
...***...
Asterious yang baru saja sampai di depan Ciel dan rombongan tampak agak terharu.
“Akhirnya kamu tiba. Kenapa begitu lama? Apakah kamu tersesat?” ucap Ciel dengan tatapan main-main.
Ciel melihat dengan jelas kalau mata Asterious masih merah. Meski bersikap tegar, dia mengerti jika Minotaur hitam itu sedih harus berpisah dengan sukunya. Meski mereka memperlakukannya dengan kurang baik, rumah masihlah rumah.
“Maafkan keterlambatan saya, Tuan!” seru Asterious.
“Segera lupakan kesedihanmu atau Moomo akan kecewa karena mengira kamu telah digertak oleh para senior,” ucap Ciel dengan ekspresi tak acuh.
Perkataannya langsung membuat para ksatria tertawa dan Asterious menjadi malu. Meski tidak seperti Ciel dan dua wanita yang langsung melihat, para ksatria jelas mendengar teriakan keras Asterious. Elena juga memandang Ciel dengan ekspresi terkejut, tidak menyangka kalau Tuannya yang dingin dan sombong bisa bercanda.
“Anda membuat saya malu Tuan!” gumam Asterious dengan ekspresi tidak berdaya.
“Lupakan,” ucap Ciel dingin. Dia kemudian berkata, “Karena tubuhmu besar, kamu akan berada di gerbong makanan. Makanan yang tersisa sudah dipindahkan ke gerbong lain karena sudah banyak berkurang. Juga … Ron!”
“Anda memanggil saya, Tuan?” tanya Iblis yang tampak biasa saja.
Meski tampak biasa dibandingkan 99 ksatria lainnya. Ciel memiliki kesan yang cukup baik dengan pemuda ini. Melihat Ron yang mendekat, Ciel langsung menunjuk Asterious.
“Kamu tinggal di kereta bersamanya. Meski dia lebih kuat darimu, kamu adalah seniornya. Kamu harus merawatnya dan memberitahu apa yang perlu Asterious ketahui. Mengerti?”
“Saya mengerti, Tuan!” jawab Ron tegas. Wajahnya yang biasa saja tampak bahagia. Dia jelas senang karena telah menjadi senior.
“Mohon bimbingannya, Ron Senior dan semua senior!” seru Asterious.
“Senang bertemu denganmu, Asterious!” ucap Ron dengan senyum di wajahnya.
Tidak hanya dirinya, para ksatria lain juga menyapa Asterious dengan baik. Seperti mereka, orang-orang itu merasa kalau Asterious yang dipilih oleh Ciel memiliki sesuatu yang spesial dibandingkan Minotaur normal lainnya. Berteman dengan sosok pilihan Tuan mereka sama sekali tidak buruk.
Melihat sambutan itu, Asterious tampak sangat bahagia. Dia bahkan merasa semakin terharu.
“Terima kasih, Semuanya!”
“Apakah kalian sudah selesai berbicara? Jadwal kita cukup padat. Sekarang … kembali bekerja!”
“Baik, Tuan!” jawab semua orang serempak.
Ciel yang memunggungi orang-orang sedikit mengangkat sudut mulutnya. Dia memandangi langit sebelum mulai menjelaskan.
__ADS_1
“Tujuan berikutnya … Suku Goblin!!!”
>> Bersambung.