Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Misi Gagal


__ADS_3

“Permisi!”


Membuka pintu lebar-lebar, Ciel memasuki ruangan.


Kaisar Julius, Ratu Lilith, dan Ratu Elizabeth langsung berhenti bicara dan memandang ke arah Ciel dengan ekspresi bingung.


“Ada apa, Luciel? Bukankah kamu mengajak Putri Ariana berkeliling?” tanya Kaisar Julius.


Menarik napas dalam-dalam, Ciel berkata tanpa basa-basi.


“Saya rasa, saya dan Putri Ariana tidak cocok, Ayah! Saya ingin menolak pertunangan ini!”


Alih-alih memanggil Julius dengan ‘Yang Mulia Kaisar’, kali ini dia memanggilnya dengan sebutan ayah. Pemuda itu menyingkirkan batasan kehormatan dan ingin berbicara sebagai ayah dan anak untuk saat ini.


Mendengar ucapan Ciel, ekspresi Kaisar Julius menjadi muram. Ratu Lilith juga sampai tercengang. Sementara itu, Ratu Elizabeth memandang sahabatnya dengan ekspresi penasaran.


“Jika kamu tidak menjelaskan, jangan harap untuk keluar dari ruangan ini secara utuh, Luciel!”


Mendengar ucapan ayahnya, Ciel malah berseru dengan lantang.


“Aku tidak takut kepadamu! Bahkan jika kamu memukuliku, aku akan tetap membantah!


Aku tidak ingin memiliki istri seperti boneka yang tidak bisa merasakan apa-apa!


Meski dia nyaris sempurna dan sulit mencari penggantinya. Aku percaya dengan ucapan mendiang nenek. Sebuah hubungan harus didasarkan dengan cinta!”


Meski berteriak lantang, hati Ciel sebenarnya merasa tidak nyaman. Lagipula, dia berani membawa sosok yang tidak boleh dibahas. Belum lagi, dia juga menambahkan dalam hati.


Aku juga tidak ingin memiliki mertua yang menyiksa putri mereka sendiri sampai seperti itu!


Jika Ciel harus memilih untuk mengatakan hal buruk tentang Kerajaan Black Star atau beralasan tentang ajaran neneknya, dia dengan pasti memilih nomor dua. Meski begitu, dia tidak bisa tidak gugup karena … itu pasti membawa kemarahan ayahnya.


“LANCANG!!!”


Benar saja, ketika sosok mendiang ibunya disebutkan, Kaisar Julius langsung berdiri dan meraung marah. Mata merahnya memancarkan kilau ganas ketika tekanan mengerikan mengguncang Istana Utara.


Bukan hanya orang dalam ruangan, seluruh orang yang berada di Istana Utara langsung ketakutan ketika merasakan tekanan itu.

__ADS_1


Ciel yang menjadi fokus dari tekanan yang diberikan oleh Kaisar Julius langsung terlihat pucat. Meski memiliki bakat mengerikan, dirinya masih seorang Iblis tingkat tinggi. Bagi Kaisar yang telah menembus batas itu, membunuhnya sangat mudah seolah orang biasa yang menyembelih ayam.


Ugh! Jadi ini tekanan level 7. Sial! Aku terlalu naif …


Mengutuk dirinya sendiri, Ciel nyaris tidak bisa berdiri dan menahan tekanan hanya dengan tubuhnya sendiri. Mana dalam tubuh pemuda itu beredar. Tampak sebuah lapisan cahaya tipis berwarna ungu menyelimuti tubuh Ciel. Itu adalah penerapan sihir gravitasi untuk meringankan tubuhnya sendiri.


Melihat Ciel bertahan dan tidak berlutut, Kaisar Julius mengangkat alisnya. Sebuah tekanan lebih berat langsung jatuh.


Ciel yang merasakan dirinya seperti menahan sebuah bukit di atas pundaknya mulai gemetar. Melihat tatapan ayahnya, dia tahu kalau pria itu sedang menguji tekadnya. Jika dia menyerah dan ketahuan menyebut mendiang neneknya secara acak, dirinya pasti sudah tamat.


Sial! Lihat saja!


Sebenarnya Ciel ingin menggunakan jenis sihir ini saat melawan Jean dan enam lainnya, tetapi tidak jadi karena mereka menyerah.


Udara di sekitar tubuh Ciel menjadi sedikit stagnan ketika suhu di sekitar mulai turun. Lantai di sekitar kaki Ciel membeku. Es berwarna hitam membungkus kedua kaki sampai lututnya. Pemuda itu benar-benar masih bisa berdiri tegak di bawah tekanan itu.


“Sihir es?” gumam Kaisar Julius dengan ekspresi tidak percaya di wajahnya.


“Sudah cukup, Sayang. Ciel kecil sudah membuktikan tekadnya.”


Suara Ratu Lilith menyadarkan Kaisar Julius dari lamunannya. Tekanan yang menyelimuti Istana Utara tiba-tiba menghilang seolah tidak pernah terjadi sebelumnya.


“Anda tidak perlu khawatir, Kaisar Julius. Sebenarnya sebagai ibu, saya juga ingin melihat putri saya bahagia. Hanya saja, saya tidak bisa menahan keinginan suami dan akhirnya Ariana malah berakhir seperti ini.


Melihat Ariana seperti ini juga membuat saya sedih. Saya terus mengatakan, jika dia tidak ingin, dia boleh menolak. Namun, dirinya selalu berkata kalau itu bukan masalah karena itu sudah menjadi tugasnya.”


Suara Ratu Elizabeth yang menyesal karena gagal membuat putrinya bahagia menggema di telinga orang dalam ruangan.


“Jadi, pertunangan ini dibatalkan?” gumam Ratu Lilith.


“Tidak mungkin! Aku sudah berjanji kepada Raja Black Star. Seseorang dari Keluarga Dawnbringer tidak akan mengingkari janjinya.” Kaisar Julius berkata dengan tegas.


Kamu yang berjanji! Jangan bawa-bawa aku dalam masalah ini!


Ciel yang terlihat pucat mengutuk ayahnya dalam hati.


“Tenang saja, saya juga tidak berkata kalau pertunangan ini gagal.” ratu Elizabeth tersenyum misterius.

__ADS_1


“Eh??? Lalu maksud dari perkataanmu?” tanya Ratu Lilith.


“Selain kekuatan dan bakat, saya bisa melihat jika Pangeran Luciel memiliki hati yang baik dan luas layaknya samudra. Menurut saya, jika Ariana dibimbing oleh Pangeran Luciel, dia pasti bisa tertawa atau marah seperti gadis pada umumnya.”


“...” Ciel terdiam.


“Apakah kamu keberatan, Pangeran Luciel? Bukankah itu hanya sedikit usaha? Daripada membuat gadis biasa bisa mempelajari banyak hal seperti Ariana, bukankah lebih baik membuat Ariana yang hampir bisa melakukan segalanya dapat mengembalikan emosinya?”


“...” Ciel benar-benar tidak bisa menyangkal mulut lihai wanita ini.


“Hmmm … Itu memang benar.” Kaisar Julius mengangguk ringan sebelum kembali ke tempat duduknya dengan wajah lega dan santai.


“Kamu bisa tenang, Elizabeth. Ciel kecil memiliki hati yang kuat. Dari kecil, dia selalu keras kepala dan percaya kepada pendiriannya sendiri. Tenang, Ariana pasti baik-baik saja.”


Apakah ini ada hubungannya dengan keras kepala?


Ciel menatap ibunya sambil menanyakan hal itu dalam hati.


“Syukurlah, saya merasa lega. Ini adalah akhir bahagia untuk kita semua.” Ratu Elizabeth berkata dengan senyum lembut di wajahnya.


Ciel berdiri di ruangan sambil menatap kosong. Otaknya mulai kembali melambat. Melihat ketiga orang yang tersenyum bahagia, dia merasa lebih tertekan.


Sial! Awalnya kalian memperlakukanku sebagai bahan tawar-menawar! Sekarang … kalian bahkan memperlakukanku seperti seorang psikiater!


Ciel merasa tertekan. Misi untuk menolak pertunangan dan kembali ke wilayahnya dengan tenang … gagal total.


...***...


Sementara itu, Ariana yang masih duduk menunggu di ruang santai menunduk dengan tatapan kosong.


“Flora …Fiona … Kenapa jantungku berdetak dengan irama aneh? Apakah aku sakit?” tanya Ariana dengan nada datar.


“Kenapa kalian diam? Aku mulai merasa aneh ketika melihat Pangeran Luciel meninggalkan ruangan untuk melakukan hal yang percuma. Apakah aku diracuni? Teh ini beracun?”


Mendengar pertanyaan beruntun Ariana yang kebingungan, Flora dan Fiona saling memandang dengan ekspresi pahit. Pada saat mereka melihat ke arah Ariana, keduanya terkejut.


Karena meski senyum di bibirnya masih ada atau tatapannya masih kosong, aliran air mata benar-benar mengalir di pipi gadis itu.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2