
Ciel dan Deschia terus melewati lingkaran luar dari Blackwood Forest. Karena sangat luas, memerlukan beberapa waktu untuk memutarinya dan menuju ke Frozen Cloud Mountains.
Dalam perjalanan, mereka berdua juga beberapa kali mengusir gelombang binatang buas. Sampai akhirnya, hari ini keduanya sampai di kaki Frozen Cloud Mountains.
“Turun.”
Ciel segera memberi perintah kepada Deschia. Sebenarnya dia bisa saja sampai ke tampat itu lebih awal dengan melewati pusat Blackwood Forest. Hanya saja, pemuda itu merasa kurang nyaman jika harus bertemu makhluk kuat di dalamnya.
Meski Ciel tidak takut, dia harus menyimpan energinya untuk mengurus para Frost Wyvern dan apa yang membuat mereka begitu ganas.
Normalnya, Frost Wyvern tidak akan sering turun gunung kecuali untuk berburu. Bahkan ada beberapa jenis makhluk yang bisa diburu oleh para Wyvern di bagian atas pegunungan. Pasti ada suatu masalah sehingga mereka sampai turun gunung untuk berburu makanan.
Melihat ke arah tebing-tebing curam dan gunung berbatu yang menembus awan, Ciel tampak serius.
“Sebenarnya … apa yang ada di sana,” gumam Ciel.
Mendarat di pinggiran Blackwood Forest yang berbatasan langsung dengan Frozen Cloud Mountains, Ciel segera menyuruh Deschia beristirahat. Selain mengeluarkan daging segar, dia juga menyiapkan potion untuk Deschia minum.
Karena suku Frozen Wyvern bisa dianggap sebagai kerabat Deschia, Ciel tidak ingin melakukan pembantaian. Lagipula, mereka berjumlah ratusan atau bahkan lebih. Terlebih lagi, para Frost Wyvern dewasa jelas berada di level 4.
Jika saja aku bisa menemukan cara …
Bagi Ciel, Frost Wyvern itu adalah sumbe daya hidup. Jika saja bisa digunakan sebagai pasukan, mereka pasti sangat membantu. Bahkan mungkin bisa menjadi lebih baik daripada ksatria elit di Royal Capital.
Hanya saja, Ciel tahu hampir semua Frost Wyvern memiliki harga diri tinggi dan sulit dikendalikan. Jika dirinya menaklukkan mereka dengan paksa, para Frost Wyvern hanya akan tunduk kepada dirinya dan tidak bisa digunakan oleh ksatria lain. Yang berarti tidak terlalu berguna.
Meski membantu, Ciel tidak ingin tampil mencolok. Naik di punggung Black Wyvern dan diikuti oleh ratusan Frost Wyvern tanpa penunggang. Hal semacam itu terlalu berlebihan bagi dirinya.
Setelah beristirahat sejenak, Ciel akhirnya memutuskan untuk mendirikan tenda dan membuat api unggun. Daripada naik ke Frozen Cloud Mountains secara langsung, pemuda itu memilih untuk melihat situasi terlebih dahulu.
“Ada apa, Deschia?”
Melihat ke arah Deschia yang berhenti makan, Ciel kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Wyvern hitam itu menatap.
Ciel menatap ke kejauhan, di mana tebing-tebing curam dan awan gelap menutupi langit berada. Menunggu beberapa waktu, tidak ada apa-apa. Namun dia masih percaya dengan naluri Deschia.
Beberapa waktu kemudian, Ciel mendengar suara sesuatu memotong udara. Tidak lama kemudian, beberapa sosok menembus awan lalu turun dengan kecepata luar biasa.
ROOOAAARRR!!!
__ADS_1
Melihat sembilan sosok Frost Wyvern yang turun dari langit, Deschia meraung. Dia menoleh ke arah tuannya dengan ekspresi penuh tekad.
Melihat ke arah Deschia, Ciel mengangguk.
“Pergi,” ucap Ciel dengan nada tak acuh.
Mendengar ucapan Ciel, Deschia bergegas maju, melompat lalu mengepakkan sayapnya. Wyvern hitam itu bergegas terbang ke arah sembilan Frost Wyvern yang lebih kecil dari tubuhnya.
Selain karena dirinya telah berada di level 5, Deschia juga selalu dirawat dan berlatih dengan baik. Dibandingkan dengan para Frost Wyvern pada umunya, penampilannya jelas lebih garang dan ganas.
Deschia melesat cepat bak anak panah yang lepas dari busurnya. Mengangkat kedua kaki belakangnya, dia menabrak Frost Wyvern yang ada di tengah barisan yang kemungkinan besar adalah pemimpin kelompok kecil itu.
Dua Wyvern bertabrakan dengan keras. Satu hitam dan satu putih dengan kilau kebiruan. Dari ukuran saja, Deschia terlihat unggul. Namun bukan hanya karena ukuran.
Cakar tajam Deschia merobek sisik Frost Wyvern lawan. Sisik yang biasanya sulit ditembus oleh senjata-senjata sihir kelas menengah.
Ditabrak dan dicakar oleh Deschia, Frost Wyvern di sisi lain juga tidak tinggal diam. Makhluk itu membuka mulutnya. Cahaya biru muncul dari mulutnya, hendak menyemburkan napas beku ke Deschia.
Black Wyvern yang menyadari itu langsung menggigit leher Frost Wyvern dengan kejam. Keduanya saling mencakar dan menggigit sampai pada akhirnya mereka berdua menukik ke bawaha bersama-sama.
Melihat dua Wyvern yang bertarung dan jatuh bersama, delapan Frost Wyvern sama sekali tidak terlihat peduli. Mereka berperilaku seperti penonton duel.
BLARRR!!!
Keduanya jatuh menabrak tanah dengan keras. Kepulan asam membumbung tinggi akibat berat mereka dampak mereka.
BLARRR!!!
Belum sempat asam mereda, suara ledakan kembali terdengar. Melihat pecahan es yang tersebar di mana-mana, Ciel tahu ledakan tadi terjadi akibat dua serangan napas es.
Ciel duduk di kejauhan sambil melihat Deschia dan Frost Wyvern di pihak lain saling menyerang. Tentu saja, itu karena dirinya percaya dengan kekuatan Wyvern berwarna hitam itu.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Frost Wyvern di pihak lawan tumbang. Tidak mati, tetapi sudah tidak memiliki energi untuk melawan.
ROOARRR!!!
Menginjak tubuh Frost Wyvern, Deschia meraung ke langit. Beberapa saat kemudian, delapan Wyvern lain turun dan mengelilingi Deshia.
Melihat itu, Ciel bangkit dan hendak membantu. Namun sebelum dirinya pergi menyelamatkan Deschia, kedelapan Frost Wyvern itu menunduk ke arah Deschia.
__ADS_1
Ciel langsung tertegun di tempatnya. Menggunakan skill ‘Eye of The Lord’, pemuda itu kemudian mengangkat sudut bibirnya.
Delapan Frost Wyvern level 4 (menengah), ditambah satu Frost Wyvern level 4 (akhir) … jelas mereka adalah salah satu team terkuat dalam kelompok Frost Wyvern di Frozen Clound Mountains.
“Apakah kamu benar-benar menantang pemimpin kelompok, Deschia?” gumam Ciel.
Melihat bahwa kesembilan Frost Wyvern yang tunduk kepada Deschia, Ciel segera menghampiri mereka.
Kemunculan Ciel di antara para Wyvern secara tiba-tiba membuat para Frost Wyvern kaget. Mereka hendak menyerang dirinya. Namun sebelum kesembilan Frost Wyvern maju, Deschia menggeram. Membuat para Wyvern itu bingung.
Deschia kemudian mendekati Ciel dan menggosokkan kepalanya ke tubuh pemuda itu.
Ciel tersenyum lembut ketika menepuk kepala Wyvern hitam itu. Dia kemudian berkata pelan.
“Deschia, tanyakan kepada teman-temanmu kenapa mereka sampai turun gunung dan melakukan perburuan besar semacam itu.”
Mendengar ucapan Ciel, Deschia langsung mendekati para Frost Wyvern dan bertanya. Karena Pangeran malas itu tidak mengerti bahasa Wyvern atau bahasa binatang, dia hanya menunggu dengan tenang.
Beberapa saat kemudian Deschia kembali mendekati Ciel. Meski tidak mengerti bahasanya, pemuda itu tahu apa yang coba disampaikan oleh para Wyvern hitam itu.
‘Penguasa Frozen Cloud Mountains telah bangun.’
Mendengar apa yang Deschia ucapkan, ekspresi Ciel menjadi serius. Mendongak ke atas, dia melihat pegunungan tinggi yang menembus awan.
Dalam cerita dan dongen, pernah disebutkan bahwa ada seekor naga yang tinggal di puncak Frozen Cloud Mountains. Mereka menyebutnya sebagai Frost Dragon King. Meski demikian, keberadaan semacam itu hanya diucapkan dalam dongeng.
Jika itu nyata, biasanya sosok Kaisar dari Kekaisaran Black Sun atau kekaisaran besar lain pasti akan mencari dan mencoba menaklukkannya. Lagipula, ras Naga asli sangat langka dan kuat. Dikatakan, mereka memiliki kebijaksanan yang tinggi. Benar-benar tidak kalah dengan Iblis tingkat tinggi.
Naga muda bisa segera menembus level 5, sedangkan dewasa, mereka berada di level 6.
Bukan hanya itu, jika Naga itu telah mendapat suatu pencerahan, makhluk itu bisa naik ke level 7. Level di mana disebut sebagai alam Raja.
Mendengar kata Frost Dragon King, Ciel merasa sedikit gugup. Lagipula … dia belum pernah melawan musuh di atas levelnya. Belum lagi, musuh yang telah melewati batasan level 6.
Melihat awan gelap di mana petir biru menari-nari, tangan Ciel mengepal erat.
“Menarik … benar-benar sangat menarik.”
>> Bersambung.
__ADS_1