
“Anda mencari saya, Tuan?”
Ronn yang pertama kali berada di ruang kerja dan pertama kali masuk ke bangunan utama kastil tampak gugup. Ditambah Ciel yang hanya memandangnya dengan diam, pemuda itu semakin gugup. Dia berusaha untuk tetap berdiri tegap tanpa gemetar.
“Ronn …”
“Ya, Tuan!”
“Kamu sendiri pasti mengerti apa yang didapat oleh para anggota dalam tiga divisi utama.”
“Ya, Tuan!”
“Meski gaji sama, mereka mendapat pelatihan lebih baik, makanan lebih bernutrisi, dan bahkan sesekali potion. Kamu pasti mengerti … cepat atau lambat mereka akan menyusul pasukan lama dan meninggalkan mereka dalam hal kekuatan.”
“...” Ronn yang mengerti itu hanya bisa diam.
“Belum lagi, usia para prajurit dari tiga divisi utama yang baru tergolong masih remaja. Tanpa aku bilang, kamu pasti tahu artinya.” Ciel menatap lekat ke mata Ronn. “Meski usiamu lebih dari orang-orang dari tiga divisi utama dan bakatmu cukup buruk, aku bisa memindahkanmu ke sana.”
Mendengar ucapan Ciel, mata Ronn tiba-tiba menjadi lebih cerah. Dia terlihat gugup sekaligus bersemangat.
“Tentu saja aku tidak akan melakukannya secara gratis.”
“Ya, Tuan!”
Ronn mengerti, tidak ada makan siang gratis di dunia ini. Hanya ada hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Dia juga siap jika Ciel menyuruhnya untuk menjalankan misi berbahaya.
“Jika kamu ingin menjadi salah satu anggota dari divisi baru, aku akan memberimu sebuah misi. Misi itu adalah untuk membantu Asterious di Kota Blackrock. Tentu saja, sebagai orang yang cukup mengenal Kun, kamu mengerti cukup banyak hal tentang pemerintahan, kan?” Ciel mengangkat sudut bibitnya.
Ciel memahami cukup banyak hal tentang Ronn. Seperti Kun, meski bakatnya kurang baik, tetapi mereka memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengelola dan mengatur sesuatu. Belum lagi, mereka adalah tipe yang sangat patuh terhadap aturan. Sosok yang membuat Ciel merasa cukup puas.
“Pergi ke Kota Blackrock?” gumam Ronn.
Ciel mengerti apa yang membuat Ron berpikir keras. Pergi ke Kota yang dipenuhi ras Heteromorph. Hal itu mungkin membuatnya kurang nyaman karena tidak akan mudah menyesuaikan diri di sana.
Setelah berpikir sejenak, Ronn akhirnya menggertakkan gigi sambil berkata, “Saya siap menerima misi ini, Tuan.”
“Kamu tidak harus berpikir terlalu keras. Jika kamu memahami dengan baik, kamu pasti lebih menginginkan posisi ini. Alasannya sederhana, meskipun posisi itu berarti menjadi pembantu Asterious, jika kamu perhatikan, itu berarti kamu menjadi seorang penasihat penguasa daerah.”
__ADS_1
“Penasihat penguasa daerah …” gumam Ronn. Matanya tiba-tiba menjadi semakin cerah dan bersemangat,
“Ya. Aku juga yakin, kamu cukup akrab dengan Asterious. Dia tidak akan memperlakukanmu dengan buruk.” Ciel berkata dengan santai.
“Terima kasih banyak, Tuan!”
Ronn merasa sangat tersanjung. Dia tidak menyangka kesempatan seperti itu hadir dalam hidupnya. Jika dia menolak, berarti ada yang salah dengan kepalanya.
“Kalau begitu kita selesaikan kontrak dan membahas tugas-tugasmu. Kamu akan berangkat tiga hari kemudian.”
“Baik, Tuan!”
...***...
Di lapangan latihan belakang bangunan utama kastil.
Asterious dan Clark saling berhadapan di arena. Sementara itu, di luar lapangan, Ciel tampak duduk di kursi malas sambil menikmati jus buah yang menyegarkan. Karena Ariana dan Camellia sibuk mengurus pekerjaannya, Isabella yang berdiri di belakang Ciel.
Selain mereka, ada juga Ronn yang akan menjadi wasit. Selain mencoba kembali mengakrabkan diri dengan Asterious, Ciel menyuruhnya untuk mulai mengenal para bawahan Ciel yang paling setia.
Mendengar itu, Clark dan Asterious langsung maju. Ketika keduanya sudah berada dalam jarak serang, Clark langsung mengayunkan tombaknya. Melihat itu, Asterious menyeringai. Dia langsung menangkis serangan tombak dengan kapak di tangannya.
Asterious yang bersama Ciel cukup lama telah banyak mendapat pelatihan dan pengalaman bertempur yang sesungguhnya. Serangan tombak Clark hanya seperti serangan anak kecil di depannya. Sementara tangan kanan yang membawa kapak menangkis serangan Clark, Asterious langsung memukul perut Clark dengan tangan kirinya.
Serangan itu cukup kuat untuk membuat Clark terpental dan berguling-guling beberapa meter. Clark langsung bangkit dan terus menyerang Asterious, tetapi hasilnya sama. Dia terus dipukul dan berguling-guling di tanah.
Asterious yang melihat Clark terus hanya bisa menggeleng kepala. Dia malah menggunakan kapak sebagai perisai dan hanya menyerang Clark dengan pukulan atau tendangan. Karena, jika menggunakan kapak, pertarungan akan langsung berakhir.
Meski keduanya memiliki level yang tidak jauh berbeda, cara menggunakan energi dan kemampuan mereka sangat berbeda. Jika dibandingkan itu seperti anak TK dan anak SMP. Kenapa SMP dan bukan SMA? Karena bagi Ciel, dia masih merasa Asterious memiliki banyak kekurangan.
Ciel yang melihat pertarungan satu pihak itu hanya bisa menghela napas panjang. Dia merasa itu sangat membosankan dan menggerutu dalam hati.
Karena kamu memiliki sisik keras, bukan berarti kamu bisa bertarung tanpa berpikir seperti itu Clark. Sial! Sangat sia-sia. Melihatnya saja sangat menjengkelkan.
“Cukup.” Ciel berkata dengan ekspresi tidak puas.
“Eh? Namun saya belum kalah, Tuan?” Clark memiringkan kepalanya dengan ekspresi bodoh.
__ADS_1
“Lalu apa yang kamu tunggu? Kehabisan tenaga lalu kalah? Jelas Asterious masih menahan diri dan tidak menggunakan kapak untuk menyerang. Apakah kamu bodoh?” Ciel langsung berkata dengan tidak puas.
“Hehehe …” Clark menggaruk belakang kepalanya dengan ekspresi malu.
Sudut bibir Ciel bergerak-gerak.
Kadal sialan ini …
Astaga, kenapa setelah kerbau sedikit meningkatkan IQ miliknya, aku harus mengurus kadal yang lebih bodoh dari kerbau? Kenapa! Sial! Aku bukan guru TK!
Puas mengutuk dalam hati, Ciel langsung berjalan menuju ke lapangan. Menghampiri Asterious, dia langsung menampar Asterious sampai wajahnya menabrak tanah dengan keras.
“Berhenti bersikap sombong. Kamu masih banyak celah dan bisa mati kapan saja di medan perang. Memangnya kamu ingin Moomo dan Marina menjadi janda?”
Asterious yang bangkit menggelengkan kepala, tampak sedikit pusing. Dia bingung kenapa tuannya langsung memukulnya dengan kejam. Namun setelah mendengar ucapan tuannya, Asterious akhirnya sadar.
“Maafkan keteledoran saya, Tuan!” Asterious menjawab tegas layaknya seorang veteran.
“Bagus,”
Ciel mengangguk puas. Dia kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Clark yang tertegun. Clark langsung menoleh ke kanan dan kiri dengan ekspresi panik. Sebelum sempat berlari, Ciel menguncinya dengan sihir gravitasi.
Melapisi tangannya dengan sihir gravitasi untuk melipatkan berat, Ciel langsung menepuk pundak Clark … dengan sekuat tenaga,
Ditemani suara memekakan telinga, tanah di sekitar bergetar karena Clark yang benar-benar dibuat berbaring tengkurap di tanah oleh Ciel. Beberapa tulangnya terak dan organ dalamnya berguncang.
“Aku tahu kamu memiliki pertahanan yang kuat. Namun bukan berarti kamu bisa menyerang dengan sembrono, Clark. Jika bertemu musuh kuat di medan perang … tindakanmu tidak lebih seperti adegan orang bunuh diri dengan cara yang bodoh.”
“Saya … Saya mengerti, Tuan.”
Tidak seperti Asterious yang sering diajar oleh Ciel, Clark yang pertama kali diajar benar-benar tercengang. Menatap Ciel yang begitu dingin dan kejam, Clark membandingkannya dengan sosok pangeran baik hati yang selalu menolong rakyat yang membutuhkan. Itu benar-benar kontras yang luar biasa.
Clark merasa agak menyesal sekarang. Jika dia masih di suku, dia akan menghabiskan waktunya untuk bersantai dan memancing ikan dengan santai. Sebagai Lizardmen, itu kehidupan yang menyenangkan. Namun sekarang terlambat, menangis juga tidak akan mengubah yang telah terjadi.
Ugh! Di mana pangeran yang baik hati itu? Aku jelas ditipu, makhluk ini adalah iblis gila! Kembalikan kehidupan sederhanaku yang menyenangkan!
>> Bersambung.
__ADS_1