Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Sementara Aman


__ADS_3

“Kamu benar-benar tidak bisa terbang?”


Ciel sekali lagi bertanya. Sebagai tanggapan, Clark sekali lagi menggeleng dengan wajah malu. Hal itu membuat Ciel benar-benar terpana.


Kamu sampai ke level 4 (awal) tanpa menggunakan sayapmu? Benar-benar bertarung seperti ras Lizardmen? Sial! Sungguh sia-sia!


Ciel mengutuk dalam hati. Benar-benar merasa otak Clark ini agak terlalu parah. Seekor burung sudah seharusnya terbang kecuali mereka adalah spesies tertentu seperti pinguin, burung unta, dan sebagainya. Namun sebagai seorang dari ras Dragonborn, Clark benar-benar mengabaikan salah satu keuntungan terbaiknya.


Setelah menggeleng ringan, Ciel menjadi lebih tenang.


“Meski Demonic Beast level 4 masih dalam dugaanku, rencana pelatihan kalian dibatalkan.”


Ciel menatap para ksatria yang tampak lega. Mereka kelihatannya enggan melawan makhluk semacam itu. Jelas-jelas berbisa dan terlihat mematikan. Pemuda itu malah menatap ke arah Shana.


“Shana, Clark, kalian mencoba untuk melawannya. Tenang saja, jika ada sesuatu yang salah, aku akan segera turun tangan. Kalian cukup mengikuti perintahku. Theo, kamu mengamati baik-baik. Jadikan hal itu sebagai pelajaran.”


“Baik, Tuan!”


Mendengar perintah Ciel, Shana langsung berjalan menuju ke arah Abyssal Basilik yang berada di kejauhan sambil menarik Great Sword dari punggungnya. Kelihatannya Shana sangat percaya dengan kekuatan tuannya. Jelas, pemuda itu bermaksud untuk mengujinya.


Sedangkan Clark, meski tubuhnya besar dan agak garang, dia sebenarnya agak pengecut. Namun ketika sadar kalau Zenara melihatnya, dia terlihat tegas dan maju dengan percaya diri. Meski takut, untuk menarik wanita, kebanyakan lelaki pasti mencoba bertindak keren di depannya.


Berbeda dengan Shana, senjata Clark adalah tombak panjang. Hal semacam itu sebenarnya kurang cocok dengan tubuh Clark yang berotot. Namun karena senjala itu yang biasanya digunakan oleh para Lizardmen, Clark menirukannya.


Melihat kedatangan dua sosok ke sarangnya, Abyssal Basilik yang sedang keluar untuk berjemur mendesis seperti ular. Terlihat begitu mengancam. Meski memiliki pandangan kurang jelas, Abyssal Basilik bisa mengendus aroma daging dan darah di kejauhan.


Jelas, Ciel dan bawahannya masuk dalam area penciuman Abyssal Basilik. Alasan kenapa Ciel menyuruh Clark dan Shana pergi karena suatu alasan. Dia ingin tahu apakah tebakannya benar.


Ketika berada dalam jarak kurang dari dua puluh meter, Shana langsung melesat ke arah Abyssal Basilik. Tentu saja makhluk itu tidak diam saja untuk menunggu dipukuli sampai mati. Sebagai tanggapan, Abyssal Basilik langsung membuat gerakan mencambuk dengan ekornya.


Melihat ekor tebal dan penuh dengan sisik keras dan cukup tajam, Shana langsung menghindari dengan cara melompatinya. Wanita itu langsung menebas dengan kejam. Targetnya adalah leher Abyssal Basilisk. Hanya saja, makhluk itu sedikit menghindar sehingga serangan Shana mengenai punggung.

__ADS_1


Bukannya daging robek dan darah berceceran, Shana malah merasakan tangannya gemetar dan kesemutan. Pedang di tangannya bena-benar tidak bisa menembus sisik punggung Abyssal Basilik. Pedang yang diayunkan keras ditahan dengan baik.


Shana langsung melompat mundur untuk menjaga jarak. Pada saat itu, Clark melompat maju dan menggunakan gerakan menusuk. Hanya saja, dia malah melompat ke depan wajah Abyssal Basilisk.


Makhluk itu sama sekali tidak bodoh dan malah membuka mulutnya lebar. Sangat siap untuk menggigit Clark sampai mati. Memanfaatkan momen itu, Shana langsung menyerang dari samping dan menebas bagian kiri leher Abyssal Basilisk. Karena sisik di bagian itu tidak setebal bagian punggung, Shana berhasil melukai makhluk itu.


Meski tidak terluka parah, Abyssal Basilisk yang merasakan sakit langsung meraung sambil mengayunkan ekornya. Shana sekali lagi berhasil menghindar, tetapi Clark benar-benar dicambuk sampai terpental beberapa meter lalu berguling-guling di tanah sebelum berhenti ketika menabrak pohon.


Keparat itu …


Ciel benar-benar tidak tahan melihat cara bertarung Clark yang tidak lebih baik daripada seorang bocah. Dia yakin, alasan kenapa Clark bisa naik level karena terus dilatih ayahnya dan melawan orang-orang yang lebih lemah darinya. Karena itu … dia tidak terbiasa melawan lawan yang lebih kuat.


“Mundur.” Ciel memerintah dengan suara dingin.


Shana dan Clark langsung melarikan diri dari Abyssal Basilik. Makhluk yang marah itu mengejar keduanya. Hanya saja, setelah lebih dari tiga puluh meter dari goa, makhluk itu berhenti dan kembali. Setelah mengamati sekitar, makhluk itu kembali berjemur meski luka di lehernya belum sembuh total. Baginya, mungkin itu hanya sebuah goresan.


Melihat sikap itu, Ciel tiba-tiba terkekeh. Zenara, Theo, para ksatria, bahkan Clark dan Shana yang baru kembali terkejut melihat ekspresi Ciel. Terkekeh dengan senyum dan tatapan kejam, Ciel benar-benar terlihat begitu senang.


Seperti yang Ciel duga. Abyssal Basilik tidak keluar dari lingkaran dalam karena diusir makhluk kuat lain. Namun makhluk itu memilih keluar sendiri karena alasan tertentu, yaitu karena bertelur.


Dibandingkan lingkaran dalam yang lebih berbahaya, makhluk itu kelihatannya cukup cerdas untuk memilih tempat bertelur yang relatif lebih aman. Melihat itu, Ciel merasa cukup beruntung.


Apa arti telur Abyssal Basilik? Itu berarti bayi Demonic Beast yang kuat!


Jika Abyssal Basilik dewasa terlalu buas dan liar, bayi yang baru menetas jelas berbeda. Asal bisa dirawat dan dipelihara dengan baik dari awal, bukan tidak mungkin menjinakkan bayi itu. Tentu saja, membuat kontrak lebih mudah. Itu juga berarti Ciel akan memiliki tunggangan darat sekaligus satu lagi bawahan yang kuat.


“Jangan-jangan …” Shana menatap Ciel dengan ekspresi kaget.


“Benar. Aku yakin Abyssal Basilisk sedang menjaga telurnya.”


Ciel berjalan santai melewati para ksatria dan sampai di depan Shana.

__ADS_1


“Apakah anda berniat menghabisinya, Tuan? Meski dia seorang ibu yang menjaga anak-anaknya?”


Sebagai wanita dari suku Abyssal Barbarian, Shana memiliki sedikit keintiman dan kehangatan kepada Demonic Beast. Sedangkan Ciel, dia malah kebalikan dari Shana.


“Abyssal Basilisk. Kulit, cakar, taring, dan tanduknya bisa digunakan untuk membuat peralatan bagus. Selain itu, mata, kantung racun, dan jantungnya bisa digunakan dalam Alkemis. Sedangkan dagingnya, selama dimurnikan, itu bisa dimakan. Rasanya enak dan memiliki efek tonik.


Selain itu … ada juga telur yang berharga. Aku tidak cukup bodoh untuk melepaskannya.”


Ciel berjalan melewati Shana dengan ekspresi tak acuh. Berjalan selangkah demi selangkah lalu menarik dua katana sembari menatap dingin ke arah Abyssal Basilisk.


Abyssal Basilik yang menyadari Ciel yang semakin mendekat langsung bangun. Makhluk itu mendesis, mengancam untuk menyerang jika Ciel berani mendekat.


Ciel tidak berniat menggunakan sihir gravitasi. Jika ada kekeliruan dalam mengontrol, dia takut sihir gravitasi malah berakibat fatal. Membut runtuh goa karena pertarungannya dengan Abyssal Basilisk lalu menghancurkan telur yang berharga misalnya.


Niat membunuh yang berbahaya dan kental terpancar dari diri Ciel. Matanya berkilau dingin. Dia tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Abyssal Basilik dan bersiap menebas. Namun sesuatu yang ajaib terjadi.


Abyssal Basilik yang terkenal ganas dan sombong benar-benar menundukkan kepalanya ke tanah. Berniat menyerah kepada Ciel.


Ciel menghentikan serangannya dengan ekspresi canggung. Di mata Ciel, makhluk di depannya itu seperti tumpukan koin emas. Sekali dia menghabisi Abyssal Basilik, dia akan mendapatkan banyak uang.


Akan tetapi Ciel juga sangat memahaminya. Daripada membunuh angsa bertelur emas dan mengambil telurnya, lebih baik merawat angsa bertelur emas. Mungkin di awal agak rumit dan rugi, tetapi pasti banyak keuntungan ke depannya.


Melihat Abyssal Basilisk yang cukup bijaksana dan cerdas, Ciel tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.


Bukankah dalam buku bilang kalian itu ganas dan tidak kenal menyerah?


Kenapa kamu menyerah? Apakah kamu terlalu pintar atau buku itu membohongiku?


Intinya … sementara ini kamu aman.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2