
“Ini batch terakhir, kan???”
Ciel yang melihat para pemuda berbaris di lapangan latihan terlihat cukup pucat. Warna hitam muncul di bawah matanya. Kepalanya juga terasa pusing karena banyak menggunakan skill ‘Eye of The Lord’.
“Betul, Tuanku.” Camellia yang terus mengikutinya layaknya sekertaris menjawab.
“Baguslah kalau begitu.” Ciel menghela napas panjang.
Sudah beberapa hari dia memulai seleksi perekrutan ksatria. Untuk perekrutan kali ini, Ciel tidak meminta banyak hal. Mereka tidak harus berpengalaman atau dari keturunan yang baik.
Justru, kebanyakan ksatria yang dia rekrut sekarang adalah anak-anak para petani. Para pemuda yang ingin mengubah hidup dan masa depan mereka. Selama usia, bakat, dan kemampuan bawaan cocok … Ciel tidak membeda-bedakan dan langsung merekrut mereka.
Awalnya Ciel terkejut karena jumlah orang yang mendaftar lebih dari 20.000 pemuda. Namun setelah disaring, untuk orang-orang yang langsung lulus tanpa harus Ciel cek masih kurang dari jumlah kuota yang dia inginkan.
“Untung saja itu lebih dari cukup,” ucap Ciel yang pergi dari lapangan latihan.
“Banyak pemuda merasa antusias, Tuan.”
“Memang … tetapi tidak semuanya kembali dengan senyum di wajah mereka. Lagipula, ini adalah seleksi, aku juga tidak bisa merasa kasihan atau semacamnya. Paling tidak, aku hanya bisa memberi semangat karena mereka telah mau mencoba.”
Ciel menggeleng ringan. Meski merasa tidak enak, memang hal seperti ini harus dibiasakan. Ini masih perekrutan pertama. Padahal, dia ingin melakukan perekrutan semacam ini setiap tahun.
Masalah kuota … itu akan disesuaikan ke depannya.
Sekarang Ciel sedang berada di barak pelatihan para ksatria karena di sini proses perekrutan diadakan. Sebelum kembali ke Kastil Black Lily, pemuda itu pergi ke kantin untuk minum sesuatu yang dingin untuk menyegarkan tenggorokannya.
Pada setiap kota dalam wilayah kekuasaan Ciel dipastikan ada sebuah pangkalan militer yang cukup besar. Tentu saja, semua dipusatkan ke setiap daerah. Masing-masing Viscount di bawahnya memiliki sebuah pangkalan militer yang cukup besar.
Ciel sendiri memliki 4 pangkalan tidak termasuk di Kota Blackrock. Pangkalan militer di Kota Black Lily adalah pusat dan bisa dianggap paling besar dalam wilayahnya. Namun dalam Kota Black Lily, tidak hanya ada satu pangkalan militer.
Ada dua pangkalan militer. Yang satu besar dan menjadi pusat pangkalan wilayah. Sedangankan satunya terbilang lebih kecil. Itu digunakan untuk melatih prajurit pribadi setiap bangsawan kelas tinggi atau paling tidak seorang Count yang diangkat oleh Duke.
Tidak seperti Ciel yang diperlakukan istimewa karena dia adalah putra Kaisar Julius. Seluruh pasukan atau prajurit di setiap penjuru Kekaisaran Black Sun adalah milik kekaisaran. Kecuali bangsawan tingkat tinggi yang diperbolehkan memiliki prajurit pribadi, para bangsawan rendah bisa dibilang hanya menjadi pengasuh prajurit kekaisaran.
__ADS_1
Tentu saja itu hanya dalam hukum. Kebanyakan bangsawan rendah atau tinggi memperlakukan prajurit itu sebagai miliki mereka sendiri. Selama tidak ada masalah atau percobaan pemberontakan, Kekaisaran Black Sun juga hanya akan diam.
Kembali ke Kastil Black Lily, Ciel segera memikirkan pangkalan militer pribadi miliknya. Tempat yang akan dia gunakan untuk membesarkan tiga divisi khusus.
“Apakah pangkalan militer itu belum selesai direnovasi?” tanya Ciel dengan ekspresi lelah.
Sebelum Ciel pergi ke Royal Capital, dia membuat jadwal dan memerintahkan orang untuk merenovasi pangkalan militer pribadinya. Alasan kenapa harus direnovasi tentu karena pangkalan itu rusak parah ketika pasukan kekaisaran menyerang Marquis Lawyer.
“Kecuali beberapa bangunan tambahan, bangunan inti telah selesai, Tuan.” Camellia melaporkan.
“Bagaimana dengan ruang bawah tanah kastil?”
Ciel juga telah merubah ruang bawah tanah kastil. Awalnya tempat itu sangat kotor, kelihatannya digunakan sebagai ruang untuk menyiksa atau semacamnya. Namun karena luas, Ciel merenovasinya. Berniat untuk menggunakannya sebagai tempat menyimpan makanan darurat, tempat latihan, dan pengungsian sementara.
Akhirnya, tempat itu sekarang akan beralih fungsi. Ciel berencana ‘menyembunyikan’ para anggota Blue Moon di sana. Karena fasilitasnya lengkap, bahkan tersedia 200 kamar, Ciel berniat melatih mereka di sana sebagai bawahan Isabella.
Namun Camellia berpikiran lain, dia berkata, “Itu memang sudah diselesaikan secara diam-diam. Kalau boleh saya bertanya, untuk apa tempat seperti itu, Tuan? Bukankah itu terlalu lengkap?”
“Tenang, Camellia. Itu memiliki fungsi tersendiri. Kalian semua tidak perlu memikirkannya,” ucap Ciel setelah terbatuk.
Akan sangat lucu jika Camellia mengetahui kalau Ciel menyimpan para Dark Elf di bawah kastilnya secara diam-diam. Gadis itu pasti salah paham, jadi dia langsung memotong pembahasan tentang ruang bawah tanah.
“Ngomong-ngomong … aku terlalu berlebihan.” Ciel berkata dengan senyum pahit di wajahnya.
“Memang anda berlebihan, Tuan. Kuota ini terlalu banyak. Striker 3000 orang, Guardian 3000 orang, watcher 2000 orang.
Jika ditambah tiga divisi bayangan, Shadow Striker 750, Shadow Guardian 750, dan Shadow Watcher 500 … jumlah total 10.000 orang.
Mereka semua pemula dan memerlukan banyak bibingan serta sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan mereka.”
“Tolong jangan ingatkan itu!” ucap Ciel dengan senyum pahit di wajahnya.
Untuk membesarkan 1500 orang dalam tiga divisi bayangan ditambah anggota Blue Moon, apa yang diberikan oleh gurunya lebih dari cukup. Sudah dipastikan, Ciel akan memiliki 1500 ksatria elit setelah beberapa waktu.
__ADS_1
Sedangkan untuk 8000 orang prajurit baru, Ciel pusing memikirkannya. Uang yang dia dapat dari pajak bisnis, perdagangan, dan panen hanya bisa digunakan untuk beberapa waktu. Jika dia ingin membesarkan mereka dengan cepat, uang itu sangat kurang!
Membesarkan mereka secepatnya berarti bahan makanan pokok, peralatan, dan pemberian potion setiap satu atau dua minggu. Ciel menggaruk kepalanya dengan frustrasi.
Aku ingin menggunakan uang pemberian ayah, tetapi harga diriku yang bodoh menolaknya!
Ciel sebenarnya masih bisa membesarkan mereka dengan cepat dengan bantuan uang dari ayahnya. Namun dia merasa hal itu tidak pantas dan tidak bisa dianggap sebagai pencapaiannya sendiri.
Pemuda itu menggunakan pemberian ayah dan gurunya untuk membesarkan prajurit pribadi miliknya sendiri. Sedangkan prajurit wilayah yang selalu muncul di permukaan, dia merasa harus menggunakan uang wilayah.
Lagipula, mereka menjaga wilayah ini! Orang bilang … dari rakyat, untuk rakyat!
Aku tidak peduli dicap sebagai orang pelit! Aku akan menggunakan kekayaanku untuk urusan pribadiku!
Ciel akhirnya sadar kalau Camellia sedang menatapnya.
“Apakah anda baik-baik saja, Tuan?” tanya Camellia.
“Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Pendapatan dari pajak pasti tidak cukup untuk membesarkan 8000 prajurit baru dengan cepat. Meski seharusnya bisa secara bertahap, kita kekurangan waktu!
Belum lagi, kita perlu membeli potion dan barang-barang lainnya! Membuat pusing!”
“Bukankah wilayah anda sangat luas dan subur, Tuan?” Camellia memiringkan kepalanya. “Bukankah lebih baik menanam herbal dan membuat potion sendiri daripada membeli?”
“...”
Mendengar ucapan Camellia, Ciel mengerjap. Dia terlalu fokus kepada uang yang dia dapat dari ayah dan gurunya. Selain itu, dia hanya memperhatikan pajak. Pemuda itu sampai lupa ada solusi sesederhana itu!
Lagipula, masalah hama atau semacamnya … sudah ada Jean dan lainnya untuk mengurus. Ciel merasa otaknya tiba-tiba berjalan begitu lambat. Pemuda itu langsung menunduk dengan tatapan kosong.
Sial! Bodohnya diriku sampai tidak menyadari hal semacam itu!
>> Bersambung.
__ADS_1