
Mendengar ucapan Ciel membuat tubuh James tanpa sadar gemetar.
Memandang ke arah James, Ciel masih tampak begitu tak acuh. Terlihat tidak peduli sama sekali. Bahkan kali ini dia mengambil dua belati kecil bersamaan.
“Katakan … siapa orang yang ada di belakangmu?”
“P-Para bangsawan di Royal Capital.”
“...”
Mendengar itu, Ciel memejamkan matanya. Dia menarik napas panjang lalu mengembuskannya perlahan. Pemuda itu memiliki banyak dugaan, termasuk para bangsawan itu.
Ciel sendiri merasa agak lega karena hal itu tidak berhubungan dengan Curses of Shadow. Lebih tepatnya, belum pasti berhubungan.
Para bangsawan itu adalah sosok yang licik dan tamak. Khususnya orang-orang di luar pewaris keluarga, mereka biasanya melakukan banyak hal kotor untuk keuntungan pribadi karena tidak merasa sebuah rasa loyalitas tinggi terhadap Kekaisaran.
“Sudah aku duga … ayah terlalu lembut. Jika itu kakek, para tikus itu pasti sudah disingkirkan.”
Ciel mendengus dingin. Ayahnya, Kaisar Julius terkenal karena begitu baik kepada rakyat juga para bangsawan. Dia bahkan lebih pemaaf.
Berbeda dengan Kaisar sebelumnya, kakek Ciel. Dalam masa kepemimpinannya, Kekaisaran Black Sun dan kerajaan di sekelilingnya merasakan tekanan berat. Orang itu membenci rakyat yang dianggap kotor dan lemah. Namun dia juga membenci para bangsawan yang tidak berguna dan tamak.
Pada masa itu, bangsawan yang menghilang secara tiba-tiba sudah hal biasa. Tentu saja, setelah diselidiki bangsawan itu telah melakukan kejahatan. Contohnya adalah korupsi, pembocoran rahasia, dan sebagainya.
Tidak ada kata pemaaf atau toleran bagi Kakek Ciel. Patuh, hidup baik dan nyaman. Tidak patuh, kematian sudah sebuah kepastian.
Ya, tentu saja Ciel hanya tahu itu dari cerita. Lagipula, ketika dirinya lahir, sudah sang ayah yang menjadi Kaisar.
“Apakah para tikus itu menjual informasi yang kamu kumpulkan kepada orang lain, James? Kepada Curses of Shadow misalnya?” tanya Ciel dengan dingin.
“...”
Ciel menatap ke arah James. Melihat orang itu menunduk lemas tak sadarkan diri, dia menggeleng dengan ekspresi tak acuh.
Pemuda itu mendekati James dengan membawa potion penawar lalu memaksa orang itu meminumnya. Melihat racun-racun itu dikeluarkan dan tubuhnya dipulihkan, Ciel menarik tiga belati kecil yang menancap di paha dan bahu James.
Melihat bahwa James masih tidak sadarkan diri, Ciel langsung menampar orang itu.
Plak! Plak! Plak!
__ADS_1
Merasakan sakit di kedua sisi pipinya, James membuka matanya. Melihat sosok Ciel yang menatapnya dengan ekspresi dingin, tubuhnya langsung gemetar. Dia ingin melarikan diri, tetapi masih terikat kuat di pohon.
“S-Saya … saya sudah menjawab semuanya. Jadi tolong lepaskan saya!”
Melihat James yang bodoh karena ketakutan, Ciel tampak tak acuh.
“Aku masih memiliki banyak pertanyaan. Jika kamu menjawab dengan jelas dan tepat, aku akan mempertimbangkan untuk melepaskan kamu, James.”
“S-Saya akan menjawab semuanya sebaik mungkin!”
“Kalau begitu … apa yang mereka bayar kepada kamu sehingga dirimu sampai melakukan hal beresiko seperti itu?”
Pekerjaan untuk mencari informasi dan memperdagangkannya bisa dianggap berbahaya. Bahkan, jika informasi itu terlalu sensitif, bisa dianggap pelanggaran hukum. Hal yang berujung dengan penangkapan, bahkan mungkin eksekusi.
Ciel tidak menyangka bahwa James begitu berani melakukannya. Dia merasa ada sebuah alasan kuat di balik semua itu.
Mendengar pertanyaan Ciel, ekspresi James menjadi agak redup. Dia menunduk, lalu mulai menjawab dengan nada agak datar … bahkan monoton.
“Seseorang seperti saya tidak bisa dibandingkan dengan anda, Pangeran Luciel. Sejak lahir, anda sudah mendapat apa yang anda inginkan dan butuhkan.
Sementara saya, sebagai anak seorang pelayan, saya langsung dibuang jauh dengan ibu saya begitu saja. Setelah remaja, entah bagaimana saya dipanggil kembali ke kastil itu.
“...”
Berita itu, Ciel juga mendengarnya. Meski seorang Duke yang berada langsung di bawah ayahnya itu sangat loyal kepada Kekaisaran Black Sun, dia memiliki satu kelemahan fatal yaitu wanita cantik.
Selain tiga istri resmi dan lima selir, pria itu juga kerap ‘berolahraga’ dengan beberapa pelayan baru yang menarik perhatiannya. Tentu saja, di antara mereka, kasus kehamilan pun kadang terjadi.
Duke itu sendiri sebenarnya bisa dibilang cukup bertanggung jawab. Karena para gadis itu tidak mungkin lagi dijadikan selir karena merusak martabat bangsawan, dia membayar mereka dengan cukup banyak uang sebagai gantinya. Melahirkan atau menggugurkan, itu tergantung pilihan mereka.
Oleh karena itu, Duke tersebut juga cukup terkenal di seluruh Kekaisaran Black Sun dan kerajaan di sekitarnya. Banyak gadis yang berusaha menjadi pelayan lalu mencoba hamil anaknya hanya untuk harta. Kebanyakan dari mereka bahkan cukup kejam.
Setelah mendapat cukup uang, mereka menggugurkan kandungan lalu berpindah kota-kota kecil. Hidup lebih layak dengan kekayaannya, bahkan menggoda bangsawan kecil sekelas Baron untuk menjadikan mereka selirnya.
Tentu saja, masih ada yang cukup baik untuk melahirkan, merawat, dan membesarkan anak mereka. Ada juga beberapa pelayan yang sebenarnya tidak ingin melakukannya tetapi harus menuruti keinginan majikan. Salah satu dari mereka adalah Ibu James.
Seperti penjelasan sebelumnya, semakin kuat iblis, semakin sulit memiliki keturunan. Oleh karena itu, mereka biasanya menikah dan membuatnya lebih awal. Sangat disayangkan, dari tiga istri resmi dan lima selir, semuanya ternyata melahirkan seorang bayi perempuan. Tidak ada laki-laki … tidak ada calon ahli waris.
Pada akhirnya, orang itu membawa kembali beberapa wanita yang telah melahirkan seorang putra. Tentu saja, Duke juga memiliki cara untuk mengetahui apakah anak itu memang putranya, atau anak dari bangsawan kecil atau saudagar yang mereka temui setelah berhenti menjadi pelayannya.
__ADS_1
“Apa yang dijanjikan oleh orang-orang itu adalah dukungan. Meski mereka bukan kepala keluarga, masing-masing dari mereka masih keluarga bangsawan. Mereka bilang mereka masih memiliki bobot dalam ucapan mereka.”
“Bukahkah kamu tahu kemungkinan mereka berbohong itu besar?”
“Mungkin anda benar, tetapi anak haram seperti saya … apakah memiliki pilihan lain?”
“Heh … menarik.” Ciel tersenyum dingin. “Apakah kamu pikir … darah setengah lumpur sepertimu masih bisa menjadi kepala keluarga?”
Mendengar ucapan dingin Ciel yang menggambarkan realitas dalam kehidupannya, tubuh James gemetar. Bukan hanya karena takut, tetapi juga marah.
“Saya-”
“Mau seperti apa, itu tidak akan merubah pikiran para tikus yang menganggap diri mereka bangsawan murni. Kamu … hanya dimanfaatkan.” Ciel langsung menampar James dengan kenyataan kejam. “Jangan membodohi diri sendiri.”
“Tapi-”
“Apakah kamu membenci para bangsawan, James?”
“...”
“Ya. Tidak semua bangsawan buruk, tapi kebanyakan dari mereka menjijikkan. Kamu yang berdarah setengah lumpur … ingin menjadi kepala keluarga dan merubah itu?”
“...”
“Jujur saja. Aku tidak ingin melepaskanmu karena telah mengetahui apa yang seharusnya kamu tidak ketahui.”
“LALU BUNUH SAJA AKU!” teriak James dingin.
Ketika tahu bahwa sudah tidak bisa mengelak dari kematian, adrenalinnya terpacu. Dia sama sekali tidak takut, tetapi malah marah. Marah karena dirinya lemah, marah karena dirinya dimanfaatkan para bangsawan itu, marah karena dirinya ceroboh dan tertangkap … marah karena dunia yang bersikap tidak adil kepada dirinya.
“Aku belum menyelesaikan ucapanku.”
Mendengar suara Ciel yang tampak bosan dan agak main-main, James mendongak. Pemuda di depannya menatap dirinya dengan ekspresi tertarik.
James melihat Ciel mengulurkan tangannya sebelum berkata dengan suara magnetis.
“Kamu cukup menarik. Barsumpahlah untuk menjadi bawahanku … aku akan membantumu mewujudkan apa yang kamu inginkan.”
>> Bersambung.
__ADS_1