
“Tuan … awan itu?”
Camellia yang menemani Ciel tampak kaget ketika melihat awan yang datang dari barat. Gadis itu merasa aneh karena awan itu muncul secara tiba-tiba.
“Katakan kepada orang yang tersisa, tiup terompetnya. Beri isyarat kepada pasukan agar bisa mundur.”
“Tapi kenapa-“
“Lakukan saja! Cepat!” seru Ciel.
Tanpa menunggu reaksi Camellia, Ciel segera menuju ke tempat kudanya terikat. Naik ke atas pelana, pemuda itu segera memacu kuda menuju ke barat. Dia seperti orang kurang waras yang memilih menghampiri bencana daripada menghindarinya.
Pada saat suara terompet perintah mundur diserukan, para ksatria yang sedang berperang menjadi bingung. Tidak seperti para ksatria, lima Viscount dan para pemimpin ras Heteromorphic sama sekali tidak bingung. Mereka langsung mengomando pasukan untuk mundur meski tidak mengerti alasannya.
Ketika Ciel mendekat ke kota, pemuda itu melihat puluhan ribu pasukan yang mundur dengan kecepatan stabil dan teratur.
Para ksatria bingung ketika melihat Ciel memacu kuda ke arah mereka. Namun sebuah perintah segera terdengar di telinga mereka.
“Buka jalan! Mundur sejauh-jauhnya!”
Puluhan ribu pasukan yang berbaris langsung membuka jalan untuk lewat. Meski mereka penasaran kenapa Ciel terburu-buru, mereka tahu kalau tuan mereka terlihat sangat serius. Lima Viscount dan pemimpin ras Heteromorphic segera memerintah pasukan agar mundur lebih cepat.
Melihat awan yang semakin mendekat, Ciel mengutuk, “Sial! Orang-orang di gerbang barat tidak akan sempat!”
Melihat tembok kota yang semakin dekat lalu ke arah kuda yang mulai kelelahan, Ciel menghela napas. Pemuda itu kemudian mengelus leher kuda sambil tersenyum lembut. Melihat ke arah Kota Blackrock, dia mengangguk.
“Kerja bagus! Kamu segera kembali bersama rombongan.”
Tidak memberhentikan kuda, Ciel justru berdiri di atas kuda yang berlari kencang. Menggunakan momentum ketika kuda tiba-tiba berhenti, pemuda itu langsung melompat tinggi. Mengompres mana di telapak kakinya, dia menginjak udara beberapa kali sebelum akhirnya berhasil mendarat di atas tembok pertahanan.
Tidak sempat melihat ke belakang, Ciel mulai berlari di atas tembok pertahanan kota sebelum melompat ke bangunan terdekat. Pemuda itu terus berlari di atas atap lalu melompat dari satu bangunan ke bangunan yang lain. Tujuannya jelas … menuju gerbang barat dengan cara memotong melewati kota.
__ADS_1
Sampai di benteng pusat kota, Ciel mulai kelelahan. Teriakan penuh kepanikan terdengar dari barat kota. Orang-orang jelas mulai menyadari kalau yang datang dari barat bukanlah awan hujan melainkan sebuah bencana.
Sialan! Kalau tidak menggunakannya … aku tidak akan sempat!
Ciel akhirnya sampai di atas benteng Blackrock. Agak kelelahan karena berlari, pemuda itu menghirup napas dalam-dalam sambil memejamkan matanya. Dia kemudian berlari kencang lalu melompat dari atas benteng. Lebih tepatnya, terjun bebas.
Ketika jatuh ke bawah, pemuda itu memejamkan matanya. Ciel bergumam, “Siapapun yang merencanakan ini, aku benar-benar membencimu!”
Setelah itu, dari punggung Ciel muncul cahaya hitam seperti kelopak bunga yang mekar. Pada saat cahaya hitam menghilang, enam sayap seperti gagak dengan bulu hitam legam melebihi kegelapan terlihat. Pada saat ini, identitas asli Ciel akhirnya terungkap …
Keturunan Abyssal Angel dengan kemurnian garis darah yang luar biasa.
Benar. Berbeda dari keluarga lain, dikatakan kalau leluhur Keluarga Dawnbringer bukanlah sosok dari benua iblis. Meski tidak tahu apakah itu benar atau tidak, tetapi mereka sendiri merupakan ras langka yang disebut Abyssal Angel. Sebutan bagi para malaikat yang tinggal di Neraka.
Sekarang hanya ada segelintir orang yang bisa dipanggil sebagai Abyssal Angel. Kakek Ciel, Kaisar, Pangeran pertama, dan beberapa orang. Bisa dikatakan, Abyssal Angel sangatlah langka. Di benua ini, mungkin ada kurang dari 100 Abyssal Angel yang masih hidup.
Mengabaikan identitasnya yang terbongkar, Ciel langsung mengepakkan sayapnya. Seolah dilahirkan untuk menguasai langit, pemuda itu langsung melesat dan terbang beberapa ratus meter dalam beberapa napas.
Di gerbang barat, pasukan Orc dan goblin yang mencoba mundur benar-benar terlihat pucat. Kurang dari satu menit, gelombang pertama iblis belalang akan sampai di gerbang barat kota Blackrock.
“Hellfire magic … Great flame wall!!!”
Sebuah lingkaran sihir raksasa tercipta. Dari pusat lingkaran, dua garis langsung mengarah ke kiri dan kanan. Tidak selang beberapa napas, sebuah tembok yang terbentuk dari kobaran api hitam sepanjang seratus meter dan setinggi sepuluh meter muncul di depan semua orang.
Ratusan ribu iblis belalang yang menukik ke bawah tidak bisa berhenti. Ketika makhluk-makhluk itu menabrak dinding api, mereka langsung menjadi abu. Ciel yang melihat itu menyeka keringat di dahinya.
“APA YANG KALIAN TUNGGU, SIALAN! MUNDUR!!!”
Orang-orang yang melihat kedatangan Ciel yang tiba-tiba tentu tertegun. Namun mereka langsung terbangun dari lamunan ketika mendengar seruan pemuda itu. Tanpa ragu, mereka yang ketakutan langsung mundur secepat mungkin.
SIAL! SIAL! SIAL!
__ADS_1
Ciel mengutuk dalam hati ketika melihat iblis belalang yang tak terhitung jumlahnya. Tubuhnya terasa sangat lelah dan otaknya bekerja dengan kecepatan maksimal. Jika dia tidak bisa menghentikan gelombang wabah ini, orang-orangnya akan mendapat kerugian yang sangat besar. Bahkan mungkin mereka akan disapu bersih oleh gelombang wabah.
“Hellfire magic … Shadowflame Great Serpent!”
Dua lingkaran sihir kembali muncul di kanan dan kiri Ciel, dari dua lingkaran sihir.muncul dua ular raksasa yang berbentuk seperti king cobra raksasa dengan dua tanduk. Kedua makhluk itu terbuat dari api hitam, mirip dengan yang Ciel gunakan untuk menghancurkan suku Orc.
Gelombang kedua iblis belalang datang. Menggunakan tiga sihir tingkat tinggi yang dia coba terus pertahankan, Ciel memblokir gelombang wabah yang datang. Tentu saja, masih ada iblis belalang yang lolos. Namun jelas, hampir semua iblis belalang datang dengan gelombang langsung disapu oleh sihir api Ciel.
Setelah setengah jam, Ciel yang memblokir beberapa gelombang serangan yang berisi ratusan ribu iblis belalang dalam setiap gelombang mulai lelah. Meski masih berdiri tegap, pakaiannya telah basah oleh keringat. Aliran keringat juga mengucur di wajahnya.
Mata emas Ciel memandang awan hitam yang sangat luas. Melihat kejauhan, pemuda itu akhirnya menunjukkan senyum di wajahnya. Senyum dingin dan tatapan yang dipenuhi niat membunuh.
Akhirnya datang!!!
Menatap kejauhan, kedua tangan Ciel terlentang. Kedua tangannya tiba-tiba diselimuti oleh api hitam. Pada saat itu, kedua ular raksasa tiba-tiba meraung ke langit.
Ciel kemudian menyatukan kedua tangannya ke depan sambil berteriak, “Hellfire magic combination … Shadowflame … IMOOGI!!!”
Dua sihir Shadowflame Great Serpent tiba-tiba melesat ke depan lalu terbang menuju awan gelap yang terbuat dari iblis belalang. Di udara, kedua ular itu saling melilit lalu melebur menjadi satu. Ketika selesai, terlihat makhluk seperti naga banjir yang seluruh tubuhnya terbuat dari api hitam meraung lalu melesat ke awan gelap.
Ciel kemudian menjentikkan jari sambil bergumam, “Mati.”
BLAAARRR!!!!!
Langit dan bumi langsung berguncang hebat. Bukan hanya area sekitar Kota Blackrock, bahkan kota-kota yang jauh juga merasakan gempa itu.
Kembang api raksasa tercipta. Ketika api padam, sebuah lubang raksasa tercipta di tengah-tengah ‘awan’, membuat langit senja kembali memancarkan sinarnya.
Ciel mengamati pasukan iblis belalang yang tiba-tiba berhenti menyerang dan menjadi stagnan. Di antara iblis belalang yang tak terhitung jumlahnya, siluet hitam muncul. Sosok itu jelas adalah makhluk yang memerintahkan iblis belalang itu.
Melihatnya, mata Ciel memancarkan cahaya dingin.
__ADS_1
“Akhirnya kamu muncul juga.”
>> Bersambung.