Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Itu Terlalu Kejam!


__ADS_3

“A-Anda … Anda ternyata bekerja untuk Duke Flamehart yang hebat?”


Mendengar betapa memujanya Don kepada Duke Flamehart, Ciel terdiam. Melihat pria paruh baya yang tampan dan ramah, Ciel merasa agak aneh. Melihat emblem itu di North Duchy, reaksi orang-orang sangat luar biasa.


Sebenarnya itu sudah wajar. Bagi orang-orang di perbatasan, sosok Marquis penguasa wilayah adalah sosok yang sangat hebat dan dipuja. Di mata orang-orang itu, Duke sendiri sudah dianggap patokan. Tidak kalah statusnya dengan Raja di kerajaan tetangga.


Sedangkan Kaisar … mungkin orang-orang di empat Duchy menganggapnya sebagai Dewa yang hidup atau semacamnya. Lagipula, mereka tidak pernah ke Royal Capital. Bagi orang-orang itu, Royal Capital sudah seperti tempat suci yang ditinggali orang-orang luar biasa.


Hanya saja, Don dan istrinya tidak tahu, pemuda tampan di depan mereka adalah seorang pangeran yang bahkan berani dan mampu membuat kekacauan di tempat yang mereka anggap suci.


“Ya … bisa dibilang begitu.”


Melihat kalau Don dan istrinya memuja Duke Flamehart, dia tidak berani mengakui identitasnya sebagai pangeran di Kekaisaran Black Sun.


“Anda sangat luar biasa, Tuan Gin.”


Mendengar pujian itu, Ryo dan Gordon menatap Ciel. Mereka merasa agak aneh karena mengetahui identitas pemuda tampan itu. Sedangkan Vahn, bocah itu menatap Ciel dengan ekspresi lebih takjub. Benar-benar merasa kalau tuannya bukan sosok sembarangan.


“Itu … lupakan.” Ciel tersenyum pahit. “Intinya, aku memiliki cara untuk membawamu dan keluargamu pergi dari tempat ini. Dengan kekuatanmu, aku bisa minta tolong kepada Keluarga Flamehart agar membiarkanmu bekerja sebagai ksatria yang berpatroli di kota. Tidak terlalu tinggi jabatannya, tetapi aku rasa masih lebih baik daripada menjadi tentara bayaran.”


“Terima kasih … terima kasih banyak, Tuan Gin.”


Don langsung berlutut di tanah, merasa sangat bersyukur. Bukan hanya dia, tetapi istrinya juga melakukan hal yang sama. Keduanya merasa kalau Ciel bukan sosok sembarangan. Mereka menduga kalau Ciel mungkin ksatria yang dilatih secara khusus dan diperhatikan oleh Duke Flamehart sendiri.


Mungkin pemuda itu adalah penjaga pribadi Tuan Muda Zack!


Jika tahu apa yang dipikirkan keduanya, Ciel pasti bingung harus menangis atau tertawa. Tidak hanya bukan penjaga, dia adalah orang yang sering memukuli Tuan Muda Zack yang mereka anggap luar biasa itu.


“Bangun. Ini yang pantas kalian dapatkan.”


“Kami tidak akan pernah melupakan rahmat ini, Tuan Gin.” Don berkata dengan ekspresi terharu. Benar-benar tidak cocok dengan wajah garang miliknya.

__ADS_1


“Kalau begitu kalian akan berkemas. Kamu juga harus minum potion itu. Dalam tiga hari, kita akan berangkat.”


“Baik, Tuan Gin.”


Setelah itu, Ciel dan dua lainnya menghabiskan waktu di rumah Don. Mereka bercerita tentang hal-hal sepele dan menghabiskan waktu dengan Aiz serta Vahn. Khususnya Gordon, dia ingin lebih mengenal dua anak itu.


Meski agak gila, Don tidak bodoh. Tuannya memang baik, tetapi dia yakin kalau dua anak itu memiliki kelebihan tersendiri. Mengenal sosok anak yang berada di bawah Tuannya secara langsung pasti bermanfaat baginya di masa depan.


Sore harinya Ciel dan dua rekannya pergi meninggalkan rumah Don lalu kembali ke penginapan. Sampai di penginapan dan kembali ke kamarnya, Ciel duduk di kursi. Dia kemudian mengeluarkan sebuah benda dari cincin dimensi yang dia dapat dari Fenton.


Apa yang Ciel keluarkan adalah sebuah kotak kayu kecil yang relatif sederhana. Ketika dibuka, terlihat sebuah batu hitam dengan bentuk aneh. Dia yang dianggap cerdas dan memiliki banyak pengetahuan benar-benar tidak tahu apa itu. Batu hitam legam tetapi sekeras permata, bahkan mungkin lebih keras.


Jika skill ‘Devour’ miliknya tidak gelisah, Ciel bahkan akan mengabaikan batu itu. Bahkan dalam penyimpanan Fenton, itu diperlakukan seperti barang tidak berharga. Mungkin disimpan karena bentuk dan teksturnya yang unik.


Ciel sendiri merasakan hal berbeda. Ketika melihat batu hitam itu, dia merasa skill ‘Devour’ miliknya kelaparan. Ya … skill yang ganas itu tampak menginginkan batu itu. Namun pemuda itu tidak berani sembrono.


Aku tidak ingin asal makan lalu mati keracunan.


Karena alasan itu, Ciel menahan diri untuk sementara dan berencana untuk membawanya kembali ke Royal Capital. Bertanya kepada Kaisar Julius apa sebenarnya batu aneh itu.


Setelah puas memainkan benda itu, Ciel mengembalikannya ke cincin ruang.


Beberapa waktu berlalu begitu saja. Ketika makan malam dalam ruangan khusus bersama dengan Ryo dan Gordon, Ciel merasa suasana yang agak hening. Ryo adalah pengawalnya, hanya mengikuti aturan. Sedangkan Gordon, lelaki tua terlalu fanatik dan tidak berani asal bicara dengannya.


Ini agak canggung.


Ciel menghela napas. Dia kemudian menatap Gordon. Lelaki tua sepertinya seharusnya memiliki banyak cerita hidup. Meski fanatik, tetap saja Ciel harus mengenal dan mendukungnya. Bagaimanapun, Gordon juga bawahannya.


“Gordon. Dari usiamu, seharusnya kamu memiliki cucu. Apakah ada pengalaman tertentu? Seperti sesuatu yang terjadi dengan kekasihmu atau semacamnya. Aku ingin mengetahui itu. Namun …


Jika itu membuatmu mengingat kenangan buruk, kamu tidak perlu mengatakannya.”

__ADS_1


“...”


Gordon terdiam. Seolah mengingat sesuatu, lelaki tua itu menghela napas panjang.


“Sebenarnya saya memiliki identitas lain, Tuanku. Anda tahu, tidak seperti Kekaisaran Black Sun di mana Kaisar normalnya memiliki 3 istri dan beberapa selir, di Kerajaan Blood Diamond berbeda.


Sang Raja memiliki 3 istri dan puluhan selir. Namun selir itu tidak menikah dengan Raja, lebih mirip dengan wanita bayaran. Lebih tepatnya, mereka ditangkap dan ditugaskan untuk melayani Raja. Tentu saja, mereka mendapat banyak kekayaan sebagai gantinya.


Para selir itu memiliki istana sendiri. Dan … saya adalah kepala kasim dari tempat itu.”


“Oh. Kasim …” Ciel mengangguk, tetapi langsung terkejut setelahnya. “Eh? Maksudmu …”


Gordon memasang ekspresi sedih. Dia mengangguk dengan senyum pahit di wajahnya.


“Ya … saya tidak memilikinya. Orang-orang itu … mereka memotongnya! Namun sebagai gantinya, saya mengejar kekuatan dan terus mendapat dukungan dari mendiang Raja sebelumnya dan Raja sekarang.


Sebelumnya, saya juga berencana untuk terus mengabdi kepada penerus Raja Blood Diamond berikutnya.”


Mendengar bagaimana Gordon berkata ‘memotong’ dengan santai, Ciel dan Ryo merasakan hawa dingin di antara kedua kaki mereka. Namun melihat Gordon yang tidak terlalu mempermasalahkannya karena sudah tua, mereka juga cukup lega.


Pada saat Gordon bermain dengan Aiz dan Vahn, Ciel merasa kalau lelaki tua itu seperti penatua yang baik. Entah kenapa, sebuah ide masuk ke dalam kepala pemuda itu.


Karena penampilannya yang mirip dengan kepala sekolah dari sekolah sihir tertentu, Ciel tiba-tiba memiliki ide untuk membuat Gordon menjadi kepala sekolah yang akan dia dirikan.


Selain karena Gordon memiliki banyak pengetahuan yang telah dipupuk sampai usianya sekarang, Ciel merasa kalau lelaki tua itu seperti penatua biasa yang ingin bermain dengan cucu-cucunya.


Tidak bisa memiliki keturunan dan cucu? Kalau begitu, sebagai tuan … aku tidak akan tega, kan?


Ciel membenarkan idenya sendiri. Jika Ryo tahu apa yang Ciel pikirkan, dia pasti akan mengeluh.


Apakah kamu masih punya hati nurani? Seorang Pangeran benar-benar memanfaatkan kelemahan bawahannya?

__ADS_1


Itu terlalu kejam!


>> Bersambung.


__ADS_2