Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Gila dan Sinting


__ADS_3

“Vesperr …”


Melihat sosok itu, Ciel bergumam pelan. Dirinya sudah mendengar banyak hal tentang orang itu. Bahkan, dia juga memperhatikan Vesperr yang terkenal sebagai pembunuh yang sinting. Hanya saja, pemuda itu tidak berharap untuk berhadapan dengannya secepat itu.


“Senang kamu mengenalku, Pangeran Luciel.”


Vesperr terkekeh. Dia kemudian menunjuk ke arah tornado api yang telah berhenti sebelum kembali bicara.


“Bolehkah aku mengambil hal itu lalu pergi?”


Ciel langsung menoleh ke arah yang Vesperr tunjuk. Di sana, terlihat sebuah mutiara aneh yang menambang di udara dengan tenang. Ekspresi terkejut terlintas di mata pemuda itu. Dia tidak menyangka benda semacam itu bertahan dari serangan apinya.


Kembali mengarahkan pandangannya ke arah Vesperr, Ciel terlihat serius.


Level 6 (awal) …


Memikirkan itu, mata Ciel tampak dingin. Tanpa mencoba untuk terlalu menahan diri, aura Ciel yang awalnya hanya level 5 (akhir) langsung naik dan menerobos ke level 6 (awal). Tidak melihat keterkejutan Vesperr, dia langsung mulai casting mantra sihir.


“Hellfire magic … Shadowflame Imoogi.” Ciel bergumam pelan.


Menggunakan kekuatan iblis level 6 (awal), Ciel bisa menggunakan sihir itu tanpa harus menggabungkan sihir. Namun, energi dan mana yang digunakan lebih banyak daripada menggabungkan dua mantra. Hanya saja, dalam menghadapi musuh yang kuat, dia tidak bisa berlama-lama.


Ular raksasa bertanduk yang terbuat dari api hitam langsung muncul di belakang Ciel. Ketika pemuda itu menjentikkan jarinya, Shadowflame Imoogi langsung melesat ke arah Vesperr sambil membuka mulutnya lebar-lebar, bersiap untuk menelannya utuh-utuh.


Vesperr yang melihat ular raksasa itu mengangkat sudut bibirnya. Masih berdiri di atas kepala ular bersayap, dia memegang tombak dengan erat. Seolah mengerti apa yang dimaksud tuannya, mata tombak itu mulai memancarkan warna cyan yang redup.


“Potong.”


Berkata dengan dingin, Vesperr mengayunkan tombaknya. Energi berwarna cyan langsung memotong dan memusnahkan sihir api itu. Namun, ketika Vesperr melihat ke arah Ciel, dia langsung tampak muram.


Sosok Ciel yang melemparkan sihir api sudah tidak berdiri di tempatnya, melainkan sudah berdiri di tempat mutiara aneh itu berada. Dia dengan santai mengambil mutiara aneh itu. Merasakan energi luar biasa dari mutiara, pemuda itu tampak takjub.


Sedangkan untuk berurusan dengan Vesperr, Ciel jelas paham kalau sihir tingkat seperti itu tidak akan melukai orang itu. Namun karena ukurannya, dia menggunakan sihir itu untuk mengalihkan perhatian. Benar saja, orang itu lebih fokus kepada sihirnya karena berpikir keduanya akan segera bertarung.


“Aku tidak menyangka kamu selicik itu, Pangeran Luciel.” Vesperr mendecak dengan ekspresi tidak puas. Tak lama kemudian, dia tersenyum aneh. “Namun yang aku tidak sangka, kamu benar-benar bersembunyi terlalu dalam. Sial! Anak berusia 16 tahun sebenarnya adalah iblis level 6 (awal). Jika tidak melihatnya sendiri, aku tidak akan percaya.”

__ADS_1


“Lalu … kenapa kamu tersenyum aneh seperti itu?” Ciel memiringkan kepalanya tanpa ekspresi. “Tidak takut aku membunuhmu?”


“Pfffttt … HAHAHA! Astaga, benar-benar luar biasa.”


Vesperr tertawa terbahak-bahak. Dia langsung melompat dari kepala ular dan tiba-tiba menghilang. Ketika muncul, orang itu sudah berada di depan Ciel sambil mengayunkan tombaknya.


KLANG!


Ciel langsung menarik kedua katana dan menahan serangan tombak. Namun ketika tombak dan kedua katana bersentuhan, suara mendesis terdengar. Tidak hanya itu, bahkan ada asap di tempat kedua bilah bertemu.


Ekspresi Ciel menjadi semakin serius. Kedua bilah katana miliknya telah dilapisi dengan sihir api hitam, tetapi masih juga sedikit kewalahan. Dia langsung melihat mata tombak berwarna cyan dan dilapisi energi aneh.


“Seratus poin untukmu, Pangeran Luciel. Aku menguasai sihir air.”


Pada saat suara Vesperr terdengar, Ciel merasakan tekanan berat dari tombak. Dengan sigap, dia langsung membuat lintasan tombak bergeser sambil menghindari serangan lawannya. Pemuda itu langsung mundur belasan meter dan mengamati tombak di tangan Vesperr dengan tenang.


Bukan hanya karena Vesperr menguasai sihir air … tombak itu … peralatan yang lebih kuat daripada kedua katana milikku.


Ciel merasa cukup takjub. Sangat jarang dirinya memiliki lawan dengan senjata yang lebih baik daripada senjata miliknya sendiri. Bahkan ketika melawan Aragil, senjata Ciel lebih rendah daripada katana yang dia bawa sekarang. Namun kedua senjata mereka tetap imbang.


Level 6 (awal) … penguasaan sihir air mendalam … senjata yang lebih kuat …


Menghilang dari tempatnya, Ciel tiba-tiba muncul sambil mengayunkan katana ke leher Vesperr. Katana yang tampak biasa itu, ketika berayun, benar-benar langsung membakar udara di sekelilingnya.


KLANG! KLANG! KLANG!


Menggunakan tombak dengan bilah yang mulai berwarna cyan terang, Vesper terus menangkis serangan Ciel. Ketika keduanya terus beradu, Vesperr tiba-tiba mundur dan tertawa.


“Pantas saja kamu bisa memotong tubuh Vonda. Senjata itu benar-benar panas. Hanya saja …”


Ciel tiba-tiba merasakan sesuatu menetes di dahinya. Mendongak ke atas, dia melihat awan tebal menggulung. Tetesan hujan mulai turun membasahi bumi. Pemuda itu langsung melihat ke arah Vesperr.


“Karena memang sudah musimnya, ditambah lagi dengan asap yang tercipta setelah tornado api … nah, ini hujan musim semi yang menyegarkan, kan?”


Vesperr langsung mengayunkan tombak dari kejauhan. Seolah pasukan yang diperintahkan oleh komandan, puluhan ribu rintik hutan tiba-tiba mengubah arah dan melesat ke arah Ciel seperti peluru.

__ADS_1


Bukannya bersiap untuk bertahan, Ciel malah menyarungkan kedua katana. Dengan ekspresi tak acuh, pemuda itu langsung menjentikkan jarinya.


Di depan tatapan terkejut Vesperr, area seratus meter dengan Ciel menjadi pusatnya tiba-tiba menjadi putih. Rintik hutan yang turun menjadi kepingan es indah yang melayang turun perlahan.


“Aku memang menyukai musim semi, tetapi membenci lumpur yang mengotori sepatu setelah hujan.” Ciel menatap Vesperr sambil tersenyum lembut.


Di mata Vesperr, daripada senyum lembut, itu terlihat seperti penghinaan. Ketika dirimu mencoba sombong di depan lawan, tetapi lawan lebih sombong daripada dirimu. Itu benar-benar tamparan keras di wajah.


Vesperr berdiri tegak. Mendongak sambil memejamkan mata, dia menarik napas dalam-dalam. Membuka mata, dia tiba-tiba berteriak gila.


“AH! Benar-benar menyenangkan … sungguh luar biasa! Ini benar-benar pertarungan yang ditakdirkan. Tubuhku gemetar kegirangan!”


Melihat ekspresi Vesperr yang menatapnya seolah sedang melihat wanita tanpa busana, Ciel tiba-tiba merinding. Di matanya, Vesperr sudah naik tingkat dari karakter berbahaya menjadi karakter yang tidak ingin dia lihat. Itu karena …


“Benar-benar menjijikkan …” gumam Ciel.


“AH! Tatapan dingin itu, ejekan itu, semua itu membuatku … BERSEMANGAT!”


Ciel terkejut ketika Vesperr muncul di depannya sambil mengayunkan tombaknya. Dia langsung membuat gerakan menangkis, tapi …


BLARRR!!!


Bersamaan dengan suara ledakan, tubuh Ciel langsung terpental belasan meter. Seluruh area yang tertutup es langsung kembali normal. Dia langsung berguling-guling di tanah berlumpur.


Ketika berdiri, Ciel langsung melihat ke arah tangan kirinya. Katana di tangan kirinya benar-benar langsung patah. Belum lagi, melihat sihir esnya kurang berarti … pemuda itu langsung menatap ke arah Vesperr.


Membungkuk sambil menatap dengan ekspresi penuh nafsu, Vesperr tersenyum kegirangan. Namun mata Ciel lebih fokus ke tangan kanan Vesperr yang memegang tombak. Seluruh tombak dan tangan kanannya diwarnai dengan warna cyan. Belum lagi …


Ada aura mengerikan yang melapisi tombak. Aura itu berkumpul di belakang Vesperr dan membentuk naga timur raksasa berwarna cyan.


Vesperr sekali lagi berteriak dengan ekspresi sinting.


“MARI KITA MULAI RONDE BERIKUTNYA!!!”


Melihat itu, Ciel meludah ke samping. Tatapannya masih begitu tenang dan tak acuh.

__ADS_1


“Dasar sinting.”


>> Bersambung.


__ADS_2