Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Ini Sangat Tidak Ilmiah!


__ADS_3

Beberapa jam setelah pesta usai, larut malam di ruang belajar Raja.


“Saya benar-benar tidak menyangka anda secara pribadi datang ke tempat ini, Pangeran Luciel.”


Raja Charles menghela napas panjang. Kini, Kerajaan Silver Fang telah menurun karena hilangnya satu iblis level 6 dan beberapa iblis level 5. Seperti yang Ciel janjikan, ketika perang usai, Kekaisaran Black Sun … lebih tepatnya Duke Raevern sudah ada di perbatasan untuk mencegah kerajaan tetangga menyerang Kerajaan Silver Fang.


Tentu saja, Ciel tidak hanya memintanya tanpa biaya. Namun Duke Raevern menolak dengan keras, dia berkata kalau hal ini bisa dianggap rasa terima kasih atas persetujuan pertukaran wilayah sebelumnya, Dengan kata lain, Duke Raevern sekarang tidak memiliki hutang budi kepada Ciel.


“Apakah anda akan menuntut saya karena menyusup ke Kerajaan Silver Fang, Raja Charles?” tanya Ciel setengah bercanda.


“Tentu saja tidak.” Charles menggeleng ringan. Dia kemudian menatap Ciel dengan ekspresi serius. “Terima kasih atas bantuan anda, Pangeran Luciel. Kerajaan Silver Fang berhutang budi kepada anda. Jika anda memerlukan bantuan kami, anda hanya perlu mengatakannya.”


“Bukankah anda telah mendengar dari Duke Harry atau Ratu Claudia? Ini hanyalah kesepakatan biasa.”


“Tentu saja tidak seperti itu. Anda telah memberi saya potion yang berharga, anda bersedia mengurus para anak yatim yang tidak bisa diurus oleh kerajaan ini, bahkan … anda membantu kami dalam perang melawan Curses of Shadow.”


“Tapi … aku telah mengambil senjata artifak Keluarga Ivercrown.”


“Tidak. Senjata itu anda berikan kepada Theodore. Bisa dikatakan … senjata artifak itu telah diwariskan kepada orang yang tepat.”


“...”


Em … itu tidak sengaja, Okay? Sebenarnya aku ingin menyimpannya sendiri, tetapi-


Sudahlah. Tidak perlu dipikirkan lagi.


Setelah memikirkan itu, Ciel tiba-tiba mengerjap. Dia menatap ke arah Raja Charles dengan ekspresi heran.


“Bagaimana anda tahu kalau saya memberikan Shadow of Fenrir kepada Theo, Raja Charles?”


“Banyak orang di istana yang tahu. Lagipula … Theodore dengan ekspresi bahagia terus memeluk pedang itu dan membawanya berkeliling.”


Membawanya berkeliling? What the …


Sudut Ciel berkedut. Dia tampak lega sekaligus putus asa. Dia lega karena Theo hanya membawanya berkeliling di dalam istana. Sedangkan alasan dia agak menyesal dan putus asa … Theo terlalu polos dan ceroboh.


Artifak semacam itu akan membuat banyak orang iri. Jika berita itu diketahui orang luar, bocah itu pasti akan menjadi target, dan … hal itu terlalu berbahaya!

__ADS_1


Sepertinya aku harus menjelaskan kepada Theo secara lebih terperinci.


“Ngomong-ngomong … Pangeran Luciel?”


Ucapan Raja Charles menyadarkan Ciel dari lamunannya. Pemuda itu kemudian melihat sosok pria di depannya sambil memiringkan kepala.


“Ada apa, Raja Charles?”


“Karena Jenny memutuskan untuk mengikuti anda dan Theo juga tidak ingin tinggal, aku tidak bisa memaksa mereka. Namun saya memiliki permintaan untuk anda.


Sebagai kakak, ya … meski sudah gagal. Saya berharap anda bisa menjaga Jenny dengan baik. Juga, tolong tetap sayangi Theo meski dia bukan putra kandungmu.”


Melihat tatapan serius sekaligus tulus itu, Ciel mengangkat sudut bibirnya.


“Serahkan padaku … Kak Charles.”


...***...


Sekitar tiga minggu kemudian.


Setelah Jenny menghabiskan waktu dengan keluarganya, menjenguk ayah yang koma dan meninggalkan surat, serta pergi ke makam ibunya … Ciel dan rombongan kembali ke Kekaisaran Black Sun.


Ketika kereta kuda mereka melintasi daerah hutan daerah perbatasan. Dua sosok berjubah hitam menghentikan mereka. Melihat dua sosok berjubah, ekspresi tiga orang lainnya menjadi lebih serius.


Sedangkan Ciel, pemuda itu turun dari kereta dengan ekspresi tenang.


“Kalian sudah menunggu lama?”


Kedua sosok berjubah hitam itu membuka jubah mereka. Menampilkan dua sosok pemuda jangkung yang tampan dengan setelan hitam. Satu memiliki rambut merah gelap, dan yang lain memiliki rambut biru terang. Keduanya juga memiliki satu tanduk di bagian yang berlawanan.


“Kami tidak merasa itu lama, Guru. Bukankah begitu, Fito?”


“Kamu benar, Ferdo.”


Keduanya adalah mantan Jenderal dari Curses of Shadow. Namun bedanya, mereka tidak terlihat memiliki separuh tubuh draconic. Tampak begitu normal, bahkan terbilang tampan. Hanya … kepala mereka masih belum beres.


“Bau ini … kalian makan daging Demonic Beast mentah lagi?” tanya Ciel dengan heran.

__ADS_1


“Kamu tidak bisa menyalahkan kami, Guru. Setiap kali kami mencoba ‘memanggang’ daging, mereka akan menjadi hitam dan keras. Rasanya terlalu pahit, kami tidak menyukainya.


Bukankah begitu, Fito?”


“Kamu benar, Ferdo.” Fito mengangguk ringan.


“...”


Itu karena gosong! Tidak bisakan kalian belajar? Berapa lama kalian memanggang daging?


Ciel mengerutkan kening. Pemuda itu memijat pelipisnya dengan ekspresi lelah. Memejamkan mata, dia mengingat kejadian sebelumnya.


Turun ke lubang raksasa yang tercipta karena serangan Frozen Flame Lotus, Ciel hendak mencoba mencari senjata artifak. Di sana, dia terkejut melihat sosok Ferdo dan Fito yang masih selamat.


Tentu saja, mereka berdua tampak tidak baik. Tubuh mereka sudah menghitam, hangus dan membeku. Anehnya, mereka berdua masih memiliki napas kehidupan … ya, meski sangat tipis.


Keduanya bisa berbicara tetapi sangat pelan. Kalimat yang terucap dari bibir mereka bukan kututkan atau kemarahan, tetapi permohonan tulus.


‘Tolong terima kami sebagai muridmu, Guru.’


Meski hanya membuka dan menutup mulut, Ciel jelas bisa mengerti apa yang dimaksud oleh mereka. Awalnya dia ingin menghabisi keduanya lalu mengambil dua artifak seperti pisau dapur itu, tetapi hati kecilnya yang suka mengambil bakat-bakat baik tidak mengizinkannya.


Karena kondisi mereka yang parah, perlu satu minggu penuh dengan konsumsi ramuan. Meminum atau berendam dengan ramuan, hal itu sangat boros. Namun Ciel tetap melakukannya. Ketika keduanya terlihat cukup baikan, dia membuat kontrak budak dengan mereka.


Tentu itu hanya kontrak sementara. Ciel akan meningkatkannya menjadi kontrak jiwa, tetapi barang yang dia butuhkan kurang. Jadi dia berusaha mengurusnya setelah kembali ke Wilayah Blackfield.


Sedangkan untuk penampilan mereka, Ciel yang mengajarkannya kepada keduanya. Layaknya dirinya yang bisa menghilangkan atau memunculkan keenam sayap hitam miliknya. Ternyata, Half-Dragonborn seperti mereka juga bisa melakukannya.


Awalnya mereka tidak mengerti, tetapi setelah sedikit belajar. Mereka bisa terlihat normal. Mereka akan menggunakan wujud separuh draconic itu untuk bertarung.


Keduanya sebenarnya sangat tertarik tentang bagaimana Ciel bisa menggabungkan dua elemen yang berlawanan. Meski keduanya juga bisa membuat ledakan ketika menabrakkan bola cahaya merah yang panas dan biru yang dingin, apa yang dilakukan Ciel cukup berbeda. Serangan pemuda itu seperti … menyeimbangkannya sebelum menggabungkannya.


Tentu, sebelum membuat kontrak jiwa, Ciel tidak berniat mengajari mereka. Sebagai gantinya, dia mengajari mereka bagaimana keduanya bisa menjadi mode normal atau mode draconic. Hal itu sudah membuat keduanya takjub.


Namun … Ciel sendiri lebih takjub karena keduanya ternyata belajar begitu cepat. Hal itu membuatnya sangat curiga dan merasa aneh.


Si kembar mati otak ini benar-benar belajar begitu cepat? Bukankah mereka bahkan tidak bisa mencerna kata-kata yang agak sulit? Lalu … bagaimana bisa?

__ADS_1


Ini sama sekali tidak ilmiah!


>> Bersambung.


__ADS_2