
“Apakah kamu baik-baik saja, Ciel?”
Melihat Ciel yang agak lesu ketika turun dari kereta kuda membuat Ratu Lilith merasa khawatir. Meski mengetahui kalau putranya tidak lemah, sebagai seorang ibu, dia masih merasa khawatir.
“Kenapa mereka memilih tempat umum seperti ini? Benar-benar tidak nyaman,” gumam Ciel dengan ekspresi muram.
Ratu Lilith, Julia, dan Lilia saling memandang. Melihat kalau Ciel membenci lingkungan tetapi tidak memiliki masalah lain, Ratu Lilith akhirnya memilih untuk mengabaikan itu dan mengajak putra dan putrinya untuk memasuki Colosseum.
Masuk ke dalam ruang tunggu, mereka melihat sosok dari kubu lain.
Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dengan rambut pirang bergelombang serta kulit putih pucat. Wajahnya terlihat angkuh, iris biru di matanya memancarkan kesombongan. Wanita itu adalah Ratu Victoria.
Di belakang Ratu Victoria, terlihat tiga pangeran yaitu Enzo, Victor, dan Jasper. Selain itu, ada sosok wanita dengan gaun merah dengan hiasan emas yang tampak mencolok. Selain pakaiannya yang mencolok, wanita itu juga tampak mencolok.
Memiliki rambut pirang bergelombang serta iris bagai darah, mungkin itu salah satu hal yang bisa dianggap baik. Sedangkan penampilan, wanita itu tampak kelebihan berat badan dengan riasan tebal dan alis tambahan yang terlihat kurang normal karena begitu panjang. Belum lagi, lipstik merah mencolok di bibirnya yang tebal membuat penampilannya tak tertahankan.
Bukan karena Ciel memandang wanita dari penampilan. Hanya saja, wanita itu tidak sadar diri dan malah terlihat begitu sombong. Padahal penampilan terlihat kurang dan apa yang dia pakai di tubuhnya adalah pemberian dari orang tuanya. Hal itu membuat Ciel merasa tidak tertahankan. Ya. Wanita itu adalah … istri Victor.
Selain dukungan, mungkin wanita itu adalah noda besar dalam kehidupan Victor. Sebagai seorang pangeran, dia benar-benar dijual oleh sang ibu untuk menikahi wanita itu sebagai ganti dukungan Duke Barat. Dibandingkan Duchy yang lain, meski dalam kekuatan tidak jauh berbeda, tetapi dalam segi kekayaan … Duke Barat adalah yang paling kaya.
“Bukankah itu Pangeran Luciel? Terlihat begitu lesu. Apakah menyesal karena harus mengungkap semua kebohongan? Hihihi.”
Mendengar suara dengan nada tinggi dan tawa yang agak ambigu keluar dari mulut Istri Victor, Ciel terdiam. Dia ingin membalas, tetapi sebuah kata tidak bisa keluar dari mulutnya. Lebih tepatnya, pemuda itu bingung harus mengatakan apa.
“Sudah terlambat untuk menyerah Pangeran Luciel. Anda dan suami telah menandatangani perjanjian tiga hari sebelumnya. Dalam duel hari ini, pastikan agar tidak kalah dengan memalukan. Hihihi.” Istri Victor menutup separuh wajahnya dengan kipas sambil tertawa dengan arogan.
Sementara Enzo menatap Ciel dengan ekspresi rumit, orang-orang dalam kubu Ratu Victoria terlihat begitu angkuh dan sombong.
“Lebih baik tidak membuat Pangeran Luciel lebih tertekan. Alangkah baiknya semua orang menunggu di ruang VIP untuk menonton pertandingan. Biarkan Victor dan Pangeran Luciel beristirahat sejenak sebelum bertarung.” Ratu Victoria berkata dengan nada sopan, tetapi tatapan menghina masih terlihat begitu jelas.
Setelah Ratu Lilith, Julia, dan Lilia memberi dukungan kepada Ciel, mereka pergi untuk meninggalkan ruangan. Pada akhirnya, hanya tersisa Victor dan Ciel dalam ruang tunggu.
Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar. Dua sosok dengan pakaian pelayan memberi hormat.
“Pangeran Victor, anda berada di sisi biru, tolong ikuti saya untuk bersiap.”
Seorang pelayan berpakaian hitam dengan garis biru memberi hormat. Victor bangkit dari tempat duduknya. Setelah melirik ke arah Ciel, dia mendengus dingin sebelum pergi meninggalkan ruangan bersama pelayan itu.
__ADS_1
“Pangeran Luciel, anda berada di sisi merah, tolong ikuti saya untuk bersiap.”
Mendengar suara pelayan berpakaian hitam dengan garis merah, Ciel mengikutinya. Mereka berdua berjalan kemudian berhenti di sebuah ruangan. Sebelum meninggalkan ruangan, pelayan itu memberitahu Ciel untuk bersiap dan menggunakan perlengkapannya di sana.
Ciel mengeluarkan armor ringan berwarna hitam untuk menutupi beberapa bagian vital serta tangan dan kaki. Selain itu, dia memakai dua katana di kedua sisi pinggang dan mengenakan mantel hitam untuk menutupi tubuhnya. Bisa dibilang, caranya berpakaian cukup sederhana dan terkesan kurang serius.
“Pangeran Luciel, mohon untuk bersiap.”
Setelah beberapa waktu, pelayan itu kembali untuk mengingatkan. Melihat Ciel yang berpakaian dengan sederhana, dia merasa agak aneh tetapi hanya menggeleng ringan. Wanita itu tidak berhak menilai. Meski dia menjadi pelayan untuk sisi merah, dia diharuskan tetap netral dan tidak membela salah satu peserta.
“Aku sudah siap.” Ciel berkata santai.
“Kalau begitu ikuti saya.”
Ciel mengangguk lalu mengikuti pelayan dan menunggu di depan sebuah pintu seperti jeruji besi. Arena luas terlihat di dari sana. Di sisi berlawanan, ada pintu yang sama. Namun, sosok Victor tidak terlihat. Sepertinya memang sudah dipasang sebuah penghalang agar orang tidak bisa melihat dari luar.
“Ini dia pertarungan yang sudah ditunggu-tunggu. Bukan hanya pertarungan jalanan atau pertarungan bangsawan biasa. Ini adalah pertarungan luar biasa antara dua pangeran. Apakah kalian siap???”
“Oohhh!!!”
“Tidak perlu menunda lagi. Dari kubu biru, sosok jenius yang dianggap memiliki bakat yang luar biasa. Seorang pangeran tampan dengan tubuh kuat yang mengalahkan seekor Griffin seorang diri, sosok hebat yang tidak bisa dilupakan oleh banyak orang karena sikap heroiknya.
Siapa lagi kalau bukan … Pangeran Victor!!!”
Pintu jeruji naik ke atas, suara langkah kaki berat dan mantap terdengar di telinga. Sosok lelaki kekar berambut pirang dengan wajah tampan muncul. Sebuah armor berat berwarna emas dengan ornamen biru serta safir terlihat indah dan mencolok. Ditambah jubah biru dan pedang besar di punggungnya, Victor terlihat begitu luar biasa dan gagah.
Victor mengepalkan tangan kanan lalu mengangkatnya tinggi dengan ekspresi serius dan sedikit sombong, membuat para penonton berteriak gila.
“Oohhh!!!”
“Dari kubu merah, sosok yang sebenarnya cukup terkenal sekaligus misterius. Seorang pangeran yang akhir-akhir ini membuat kisah luar biasa setelah meninggalkan Royal Capital.
Pangeran Luciel!”
Setelah perkenalan singkat yang mengandung sedikit ejekan, pintu ditarik ke atas. Tidak ada langkah berat atau kuat. Tidak ada sosok mencolok atau terlihat luar biasa. Apa yang orang-orang lihat hanyalah seorang pemuda tampan dengan jubah hitam yang hampir menutupi seluruh tubuh kecuali kepala.
“...”
__ADS_1
Arena langsung menjadi sunyi. Tidak ada yang berani menghina karena sosok itu adalah sosok seorang pangeran. Hanya saja, para penonton tidak menyangka penampilannya terlalu biasa dan sederhana. Benar-benar berbeda dengan Victor yang mendominasi.
Melihat wajah tampan Ciel, para penonton bahkan mengira kalau pemuda itu terlalu lembut dan tidak berani membunuh seekor ayam. Benar-benar berbeda dengan sosok kejam yang membantai atau bertarung melawan Jenderal Curses of Shadow di South Duchy.
“HAHAHAHA! Kamu bahkan tidak mempersiapkan diri dengan benar, Pangeran Luciel. Apakah sudah menyerah? Begitu menyedihkan?
Sangat disayangkan. Meski kamu menjadi lemah seperti seekor kelinci, seekor singa harus memburu kelinci dengan segenap kemampuannya.”
Setelah mengatakan itu, Victor menarik pedang besar dan memegangnya dengan kedua tangan. Aura berwarna hitam dan biru naik dari tubuhnya. Sosok yang awalnya hanya iblis level 4 (menengah) tiba-tiba naik level dan terus menembus level.
Level 4 (akhir), level 5 (awal), level 5 (menengah) …
Berhenti di level 5 (menengah), Victor terlihat sombong dengan seringai percaya diri di wajahnya.
“Kalian mungkin berpikir kenapa Pangeran Enzo berhenti di level 5 (menengah) terlalu lama dan tidak menembus level. Benar! Itu karena sumber daya sengaja dikurangi untuk membantuku!
Karena Pangeran Enzo terlalu baik dan merasa tidak cocok sebagai penerus Kaisar, dia menyerahkan semuanya kepadaku. Menyuruhku untuk memperjuangkan tempat itu! Bersaing dengan Pangeran Sullivan dan Pangeran Alexander untuk mengubah Kekaisaran Black Sun menjadi lebih baik!
Di sini aku akan membuktikannya. Selama aku berusaha dan berjuang keras, aku juga bisa berada di level yang sama dengan jenius lainnya. Di sini … aku akan menunjukkan kalian betapa hebat kekuatanku!”
Mendengar raungan Victor dan deklarasi kalau dirinya akan menggantikan Enzo di kubu Ratu Victoria untuk memperebutkan tahta membuat semua penonton terkejut. Namun melihat betapa ganas dan bersemangatnya Victor, para penonton berseru dengan antusias. Benar-benar ingin melihat kekuatan Victor yang hebat.
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Mendengar suara batuk yang dibuat-buat, seluruh orang dalam Colosseum menatap ke arah Ciel yang tampak pendiam. Melihat pemuda tampan itu pura-pura batuk, banyak orang ingin mengejek.
Ciel menggaruk belakang kepalanya dengan ekspresi menyesal. Senyum pahit tergantung di bibirnya.
“Aku tidak ingin merusak antusias kalian, tapi …”
Disertai dengan suara ‘klik’, seluruh Colosseum terdiam. Alasannya adalah, sosok yang terlihat tidak berbahaya dan begitu lemah untuk membunuh ayam itu tiba-tiba memancarkan aura mengerikan. Itu adalah aura iblis level 5 (akhir)!
Pemuda tampan itu menghela napas panjang ketika merasakan seluruh orang menatapnya. Dengan senyum pahit di bibirnya, Ciel berkata lembut.
“Maaf kalau aku mengecewakan kalian.”
>> Bersambung.
__ADS_1