
Satu minggu kemudian.
“Kita turun sebentar, Deschia!”
Karena kecepatan Ciel dan Deschia, pada saat keduanya sampai di perbatasan, para warga baru mulai berkemas dan pergi dari rumah mereka. Meski burung khusus pengantar pesan sangat cepat, kecepatan Deschia sama sekali tidak kalah. Belum lagi Ciel dan Wyvern hitam itu berangkat sehari setelah burung pengantar pesan berangkat.
Melihat bagaimana para ksatria menyebarkan perintah dengan cepat membuat Ciel mengangguk puas ketika melihat mereka. Keefektifan para ksatria itu sudah sebanding dengan para ksatria yang dilatih dengan keras di Royal Capital. Pemuda itu merasa uang dan usaha yang telah dia lakukan terbayar. Sama sekali tidak sia-sia!
Melihat sosok Deschia yang menukik turun, para warga mulai panik. Tidak hanya warga, bahkan para ksatria setempat juga pucat. Namun para ksatria itu masik menarik pedang di pinggang mereka. Mencoba tetap menjalan kan tugas mereka.
Deschia mendarat di tengah jalan. Tanpa turun dari punggung makhluk itu, Ciel langsung bertanya.
“Pemimpin ksatria, laporkan apa yang telah terjadi selama satu minggu terakhir! Aku ingin laporan yang singkat, padat, dan jelas!” ucap Ciel tegas.
Melihat sosok yang duduk di punggung Wyvern hitam, para warga terkejut sekaligus gugup. Sedangkan para ksatria yang mengetahui sosok itu lebih gugup. Salah satu dari ksatria paruh baya memberanikan diri untuk maju lalu berlutut di depan Ciel sebelum menjelaskan.
“L-Lapor, Yang Mulia Luciel! Setelah pesan anda diterima tadi pagi, semua ksatria di seluruh kota-kota kecil dan desa di perbatasan langsung membagi tugas.
Sebagian yang tua dan agak lemah seperti kami bertugas untuk mengatur para warga untuk menjauh dari perbatasan. Sedangkan sebagian besar ksatria telah berbaris menuju perbatasan Blackwood Forest.”
Setelah mengatakan itu, ksatria paruh baya itu menunduk. Sama sekali tidak berani berbicara. Pada saat itu, suara Ciel terdengar.
“Tangkap.”
Mendongak, ksatria paruh baya itu mendongak. Melihat sesuatu yang dilemparkan kepadanya, dia langsung menangkapnya. Apa yang dia tangkap adalah satu botol potion dengan warna hijau muda. Sekali lagi suara Ciel terdengar.
“Kerja bagus. Itu adalah ramuan penyembuhan tingkat menengah. Seharusnya bisa menyembuhkan cedera internal yang kamu dapatkan. Lanjutkan tugas, bawa para warga menjauh dari perbatasan!”
“S-Sesuai keinginan anda, Yang Mulia Luciel!”
Ksatria paruh baya dan para ksatria lain langsung memberi hormat secara bersamaan. Pada saat itu, Dechia melompat lalu mengepakkan sayapnya, segera terbang ke langit. Beberapa saat kemudian, sosok itu menghilang di kejauhan.
Melihat Ciel dan Deschia pergi, para ksatria menghela napas lega. Para ksatria tidak bisa tidak saling berbicara.
“Apakah kamu melihatnya tadi? Itu adalah tunggangan Yang Mulia Luciel, Black Wyvern yang sangat ganas! Melihatnya saja membuatku ketakutan.”
“Aku hampir mengompol tadi,” ucap ksatria lain.
“Aku rasa Baron atau Viscount tidak sekuat makhluk tadi, kan?”
“Benar. Aku pernah melihat Viscount, tetapi tidak merasakan ancaman sebesar itu.”
__ADS_1
“Benar-benar mengerikan!”
“Siapa yang kamu coba bandingkan? Yang Mulia Luciel dianggap Pangeran aling berbakat di Kekaisaran Black Sun kita!”
“Benarkah???”
“Tentu saja benar! Aku dengar … beliau kemungkinan besar akan menjadi Kaisar berikutnya!”
“Wow! Aku bahkan belum pernah melihat atau bertemu seorang Marquis. Kaisar … gelar itu sama sekali tidak bisa aku bayangkan!”
“Tidak perlu dibayangkan. Yang terpenting, lihat Wilayah Black Lily sekarang yang lebih kaya dan makmur. Jika Yang Mulia Luciel menjadi Kaisar, itu pasti akan menjadi berkah bagi seluruh warga Kekaisaran Black Sun!”
“Ya! Aku setuju denganmu!”
“...”
…
Sementara Ciel, si Pangeran Pemalas sedang terbang menuju ke arah perbatasan Blackwood Forest, dia tidak tahu banyak orang telah membicarakannya. Bukan hanya orang-orang di perbatasan, tetapi seluruh Wilayah Blackfield yang meliputi Black Lily dan Scarlet Roze.
Keamanan dan ketertiban luar biasa, perkembangan perekonomian, dan bahkan keadilan. Tidak seperti sebelumnya, sekarang, selama warga mau mengikuti peraturan, mereka tidak akan kelaparan.
Dukungan kepada para petani dengan pajak yang rendah (padahal menurut Ciel sudah tinggi), dukungan pemerintahan untuk mencarikan warga pekerjaan, bahkan pendidikan gratis untuk anak-anak berbakat. Hal yang bahkan tidak ada di Royal Capital of Black Sun Empire.
Tentu saja, perbuatan baik Ciel memang luar biasa. Namun seharusnya tidak menyebar ke seluruh Wilayah Blackfield secepat itu. Ada alasan tersendiri bagaimana judul Pangeran Gila, Pangeran tidak berguna, dan semacamnya hilang … lalu muncul sebutan Yang Mulia Luciel.
Ya. Itu adalah ulah Gordon, para guru dari Akademi Black Lily, dan para muridnya yang menyebarkan ‘KEBAIKAN’ Tuan mereka ke seluruh penjuru Wilayah Blackfield.
Para warga yang awalnya hanya merasa nyaman, sekarang merasa hormat dan bersyukur. Mereka semakin rajin bekerja. Selain untuk diri mereka sendiri, juga untuk perkembangan Wilayah Blackfield yang mereka cintai.
Ciel sendiri tidak tahu. Selain Gordon, banyak tokoh besar seperti Duke Raevern dan Duke Flamehart yang sangat mendukung dirinya menjadi Kaisar berikutnya.
Jika dia tahu, mungkin pemuda itu akan menagis karena ‘kebaikan’ yang coba orang-orang itu tunjukkan malah mendorongnya lebih jauh dari tujuan hidupnya.
Di perbatasan Blackwood Forest.
Melihat para pasukan yang telah mulai mendirikan tenda di sekitar perbatasan membuat Ciel mengangguk puas. Dia turun ke sana untuk melihat keadaan sekitar.
Pada saat para ksatria tahu kedatangan Ciel, mereka segera bergegas berbaris dan memberi hormat.
“Lanjutkan pekerjaan kalian,” ucap Ciel dengan ekspresi santai.
__ADS_1
“Baik, Tuan!” jawab para ksatria serempak.
Banyak ksatria yang kembali mendirikan tenda. Sebagian dari mereka berjaga. Sedangkan orang uang memimpin pasukan itu langsung menghampiri Ciel untuk melapor kondisi terbaru di perbatasan.
“Jadi begitu …”
Ciel bergumam ketika mendengar seluruh laporan. Namun saat itu, ekspresinya berubah.
“Semua ksatria, ambil senjata kalian dan bentuk barisan … SEKARANG!”
Mendengar perintah Ciel, semua ksatria di camp tidak berani berlama-lama. Mereka langsung mengambil pedang lalu bergegas keluar untuk berbaris.
Baru ketika mereka berbaris, beberapa ksatria datang dari hutan terburu-buru. Mereka adalah scout yang bertugas untuk mengawasi pergerakan di hutan. Melihat bahwa para ksatria di camp telah bersiap, para scout itu tampak terkejut. Namun masih melapor.
“Lapor! Rombongan Demonic Beast bergegas ke arah ini dari selatan!”
Mendengar laporan itu, Ciel yang mendengar suara kaki rombongan Demonic Beast mengangguk. Dia kemudian langsung memberi perintah.
“Para pejuang, rapatkan barisan dan pegang erat perisai kalian! Pemanah, siapkan amunisi dan bersiap untuk memberi dukungan! Cepat!”
Mengikuti ucapan Ciel, semua ksatria bersiap. Beberapa saat kemudian, ratusan Demonic Beast kelas rendah berlari dari hutan menuju ke arah mereka. Melihat itu membuat para ksatria gugup. Pada saat itu juga …
ROOARR!!!
Raungan keras terdengar. Deschia meraung ganas, membuat rombongan Demonic Beast itu menjadi panik dan menabrak satu sama lain. Pada saat para ksatria agak linglung, suara tegas kembali terdengar.
“Semuanya … SERANG!!!”
Mendengar suara Ciel, adrenalin para ksatria terpacu. Melihat rombongan Demonic Beast yang kacau, mereka langsung bergegas maju dengan ganas. Benar-benar tanpa rasa takut.
“OOOHHHH!!!!”
Sementara para ksatria berperang, Ciel yang menaiki punggung Deschia terbang di atas medan pertempuran. Terlihat tidak melakukan apa-apa, tetapi sebenarnya pemuda itu menggunakan sihir gravitasi untuk membatasi gerakan para Demonic Beast. Alasan dia tidak turun tangan tentu saja untuk melatih para ksatria itu.
Pertempuran berjalan lancar. Setelah beberapa jam, semua Demonic Beast terbunuh. Meski hanya Demonic Beast level 1 dan 2 yang tidak berarti bagi Ciel, bagi para ksatria itu adalah pertarungan yang intens. Bukan hanya itu, mereka berpikir bahwa daging, kulit, taring, atau cakar Demonic Beast sangat berarti, bisa dijadikan penghasilan tambahan bagi mereka.
Cukup banyak yang terluka, tetapi sama sekali tidak ada kematian di pihak ksatria. Para ksatria tahu itu bantuan dari tuan mereka dan merasa bersyukur.
Melihat para ksatria mulai mengangkut tubuh Demonic Beast dan memrosesnya, Ciel sama sekali tidak tertarik. Dia malah memandang ke arah yang begitu jauh. Matanya menyempit dan ekspresinya menjadi lebih dingin.
Menepuk punggung Deschia, pemuda itu kemudian berkata.
__ADS_1
“Pergi menuju ke Frozen Cloud Mountains, Deschia!”
>> Bersambung.