
“Apa yang kamu pikirkan tentang itu, Clark?”
Kepala suku, ayah angkat Clark menatap putranya dengan ekspresi serius. Jelas terlihat, dia ingin Clark sendiri yang menentukan hidupnya. Sama sekali tidak mengekang atau memaksanya untuk melakukan semua hal sesuai dengan kehendaknya.
“Saya …”
Clark terdiam cukup lama. Dia mempertimbangkan semuanya. Meski diperlakukan dengan buruk di desa, Clark juga belum yakin akan diperlakukan baik di tempat Ciel. Mungkin saja, meski Ciel memperlakukannya dengan baik, orang-orang di lingkungan itu memperlakukannya dengan buruk seperti para Centaur di suku.
“Apakah kamu pernah mendengar perubahan tentang Kota Blackrock?” tanya Ciel.
Zod dan Clark menggeleng, sedangkan kepala suku tampak termenung. Dia menghela napas panjang.
“Saya pikir itu hanya cerita yang dibuat-buat. Namun karena anda mengatakannya sendiri, anda membuat daerah khusus ras Heteromorph … itu benar?” kepala suku tampak penasaran.
“Iya.” Ciel mengangguk. “Berbeda dengan ras Centaur yang sejatinya memang lebih suka tinggal di hutan dan menyatu dengan alam, kebanyakan ras Heteromorph lain sebenarnya juga ingin muncul di dunia. Hanya saja, dunia itu sendiri menolak mereka. Jadi … aku membuat tempat di mana mereka bisa tampil tanpa peduli dengan ucapan atau hinaan.”
“Tempat seperti itu …”
Clark tampak terkejut ketika mendengarnya pertama kali. Tidak percaya tempat seperti itu ada di dunia. Dia melihat Ciel dengan ekspresi lebih takjub, sejenis tatapan pemujaan.
Zod yang melihat Clark bersemangat tiba-tiba tersenyum. Memang, dia juga kaget dan takjub, akan tetapi seperti yang dikatakan Ciel … sebagai Centaur, dia lebih menyukai lingkungan hutan.
Di antara para Centaur, mungkin hanya jenis yang dilahirkan dan dibesarkan sebagai budak seperti Zenara yang tidak memiliki perasaan khusus terhadap hutan. Lagipula, Zenara atau budak Centaur lahir dan dibesarkan tanpa melihat hutan. Biasanya dalam rumah-rumah penjual budak di beberapa kota besar.
Zod tiba-tiba berkata, “Jangan menahan diri, Clark.”
“Kakak … aku …” Clark terlihat begitu serius. Dia kemudian menatap ke arah Ciel lalu menunduk hormat. “Mulai sekarang mohon bimbingannya, Tuan.”
“Bagus.” Ciel mengangguk dengan ekspresi puas.
Orang tua Clark tidak akan mengatakan kata seperti ‘tolong jaga putra kami’ atau semacamnya. Lagipula, mereka juga mengerti betapa berbahayanya dunia luar Belum lagi, mengikuti Ciel berarti terjun ke medan perang. Mereka hanya bisa mendoakan keselamatan putra mereka.
“Kalau begitu kamu segera berkemas. Kita akan berangkat setelah sarapan.”
“Baik, Tuan!”
Clark mengangguk dengan ekspresi serius.
__ADS_1
...***...
Dua minggu kemudian di Kastil Black Lily.
Ciel tampak begitu santai sambil berbaring di atas paha Ariana. Sudah tiga hari sejak dia kembali dari suku Centaur. Tentu saja, setelah mengatur Abyssal Basilisk ke kandang yang cocok dan merawat telur dengan baik, pemuda itu menghabiskan beberapa waktu untuk bersantai.
Selain mengatur tempat tinggal Abyssal Basilisk yang baru, Ciel juga membuat kontrak jiwa dengan Clark. Orang itu benar-benar tidak menolaknya dan langsung setuju.
Clark sendiri terkejut ketika sampai di Kastil Black Lily, dia tidak menyangka akan tinggal di bangunan yang semegah itu. Meski tidak tinggal di bangunan utama kastil, Clark masih merasa tinggal di tempat yang mewah. Lagipula, sebelumnya dia tinggal di rumah kayu yang dibuat dari bahan alami.
Apa yang lebih mengejutkan Clark adalah sikap para pelayan dan ksatria. Mereka sama sekali tidak menghina dirinya, tetapi lebih terlihat penasaran dan penuh harap. Alasannya sederhana, orang yang direkrut secara pribadi oleh tuan mereka, Ciel, biasanya bukan sembarang orang.
Orang-orang yang Ciel rekrut pasti memiliki sebuah kelebihan. Bahkan jika itu ras Minotaur seperti Asterious, orang-orang benar dibuat takjub dengan kekuatannya di medan perang. Tidak peduli seburuk apa penampilannya, di dunia ini, orang yang kuat masih memiliki penghormatan tersendiri.
Tok! Tok! Tok!
“Masuk!” ucap Ciel dengan santai.
Sosok Isabella memasuki ruangan. Melihat Ciel yang berbaring santai di pangkuan Ariana, dia tersenyum. Wanita itu kemudian melapor.
“Asterious kembali, Tuan. Kelihatannya ada hal penting yang ingin dibicarakan dengan anda.”
“Benar.”
Mendengar jawaban itu, Ciel merasa agak kurang puas dengan sikap tidak disiplin Asterious. Setelah menghela napas, dia akhirnya memberi perintah.
“Biarkan dia beristirahat dulu. Nanti sore, suruh dia datang ke ruang kerja. Aku ingin tahu apa alasan dia kembali. Jika itu bukan karena hal penting …” Mata Ciel memicing, terlihat cukup mengancam.
Tanpa terasa, beberapa jam berlalu begitu saja.
Dalam ruang kerja, tampak Ciel yang duduk berhadapan dengan Asterious. Melihat Asterious, pemuda itu mengerutkan kening. Alasannya karea … Minotaur itu benar-benar terlihat kurus dan kuyu.
“Kenapa penampilanmu berantakan, Asterious?”
“Tuan! Anda harus berhenti menugaskan saya sebagai pemimpin di Kota Blackrock.”
Melihat ekspresi ketakutan Asterious, sudut bibir Ciel berkedut. Dia menjadi semakin penasaran.
__ADS_1
“Kenapa?”
“Tentu saja karena mengurus banyak dokumen itu terlalu membingungkan! Saya tidak bisa melakukannya!”
Melihat Asterious yang tampak seperti mahasiswa yang ketakutan karena skripsi belum selesai sedang deadline sudah hampir tiba, Ciel merasa agak terhibur. Mencoba berhenti membayangkan hal konyol, Ciel menggeleng ringan.
“Bukankah ada Moomo dan Marina yang membantumu?” tanya Ciel.
Asterious termenung. Dia bergumam, “Selain melepaskan stres, mereka tidak terlalu banyak membantu.”
Mendengar itu, sudut bibir Ciel bergerak-gerak. Asterious memang beberapa tahun lebih tua dari dirinya. Namun melihat ekspresi yang mengatakan ‘selain di ranjang, mereka kurang berguna.’ itu membuat Ciel benar-benar ingin menghajar kepala kerbau itu di tempat.
Setelah mencoba untuk lebih tenang, Ciel akhirnya memikirkannya baik-baik. Moomo, sebagai sesama Minotaur, kelihatannya pendidikannya kurang. Namun setelah diajari oleh Isabella sebelumnya, kelihatannya … kurang banyak berkembang.
Sedangkan Marina, memang dia cukup cerdas. Namun, sebelumnya wanita itu hanyalah ibu rumah tangga dan ibu negara. Urusan semacam itu mungkin masih di luar pemahamannya.
Ciel akhirnya memikirkan Kun. Orang tua itu, meski sendiri, sudah melakukan banyak misi dan banyak belajar belajar dari Marquis Bathory. Jadi … dibandingkan kedua wanita itu, memang dia lebih baik. Hanya saja, mustahil untuk menyuruh Kun pergi ke Kota Blackrock.
Ciel tidak ingin Asterious terlalu bergantung kepada Kun. Karena Jean sudah memimpin Kota Greenscale, jika Kun ikut campur di Kota Blackrock. Kekuatan bawahan Ciel hanya akan terpusat kepada keluarga Kun. Sedangkan dia sendiri ingin semua bisa dibagi lebih merata.
Setelah merenung cukup lama, Ciel akhirnya teringat salah satu anggota dari tentara lama.
Karena cukup rumit untuk menggabungkan, tentara dari divisi utama yang baru dan lama akhirnya dipisah. Ciel tentu lebih fokus ke pasukan baru yang dia buat sendiri. Namun bukan berarti dia melupakan pasukan lama.
Para prajurit lama juga dilatih, tetapi tidak begitu keras. Mereka juga masih memiliki gaji yang sama. Sedangkan pekerjaan, mereka akan menjadi penjaga kota, pengawas tembok kota, dan sebagainya. Hal-hal yang lebih umum tetapi tidak bisa ditinggalkan.
Jika diibaratkan, pasukan lama itu diarahkan oleh Ciel sebagai polisi. Sedangkan divisi baru diarahkan oleh Ciel sebagai tentara. Tentu saja, tugas mereka berbeda.
Sudut bibir Ciel tiba-tiba terangkat.
“Isabella.”
Pintu terbuka dan sosok Isabella yang menunggu di luar ruangan masuk.
“Saya menunggu perintah anda, Tuanku.”
Dengan senyum di wajahnya, Ciel berkata dengan tegas.
__ADS_1
“Panggil Ronn dari pasukan lama untuk datang kemari.”
>> Bersambung.