
“Asterious … ini?”
Setelah berpura-pura batuk, Ciel menatap sosok Melusine cantik yang ada di depannya.
“Ini adalah sosok yang saya sebutkan, Tuan! Namanya Marina.”
“Lalu … bisakah kamu menjelaskan siapa gadis kecil yang bersembunyi di belakangmu itu, Asterious?”
Ekspresi Ciel tampak gelap dan suram. Di belakang Asterious, Ciel melihat Melusine kecil yang berpenampilan mirip Marina. Hanya saja, kelihatannya dia baru berusia empat sampai lima tahun. Sesekali gadis kecil itu akan mengintip Ciel dengan tatapan penasaran.
Sial! Sebagai bawahan Pangeran ini … kamu tidak akan menculik istri orang, kan?
Ciel merasakan hatinya tenggelam. Membayangkan sosok ‘kerbau raksasa’ yang menculik istri dan anak orang lain, pemuda itu menghirup napas dingin. Ekspresinya menjadi semakin gelap.
“Malkuis … bakpild?” gumaman pelan terdengar.
Sekali lagi Ciel melirik ke sosok Melusine kecil yang mengintipnya dari belakang Asterious. Gadis kecil itu menatapnya dengan manik bulat, terlihat imut dan polos. Masalahnya … dia tidak mengerti apa yang dikatakan gadis itu.
Malkis? Jenis kue itu?
Black pill? Pill hitam?
Apa hubungan antara keduanya? Memangnya keduanya dimakan bersamaan?
Mengabaikan beberapa pertanyaan dalam kepalanya, Ciel sekali lagi menatap ke arah Asterious.
Melihat ekspresi suram tuannya, Asterious tampak bingung.
“Apakah anda sakit, Tuan? Karena anda sudah bangun, saya benar-benar melaksanakan perintah anda.
Anda ingin bertemu dengan Marina kan, Tuan?”
Benar. Sebelum Asterious membuat keputusan ceroboh. Sebelumnya, Ciel berkata kalau ingin melihat wanita yang dia suka. Pemuda itu menyuruh si Minotaur hitam membawa calon pasangan ke depannya. Ciel tidak ingin Asterious ditipu, tetapi …
Bukan berarti kamu bisa seenak jidat menculik istri orang, Keparat!
Sudut bibir Ciel berkedut. Dia benar-benar ingin memukul kerbau yang memasang ekspresi konyol di depannya itu. Entah kenapa, pemuda itu merasa emosinya tidak stabil ketika berbicara dengan orang bodoh.
“M-Maaf, Tuanku. B-Bolehkah saya berbicara?”
Suara Marina membuat Ciel sadar dari lamunannya. Dia kemudian melihat wanita cantik yang menatapnya dengan ekspresi ragu.
Memiringkan kepalanya, Ciel berkata, “Ada apa? Katakan saja. Tidak perlu ragu.”
Marina tampak ragu, jemari di kedua tangannya menari, menandakan dirinya gugup.
__ADS_1
“S-Sebenarnya … sebenarnya saya memang tertarik dengan Asterious, Tuanku. D-Dia sama sekali tidak memaksa atau melakukan hal tercela …
Sebaliknya, dia membantu saya dan putri saya ketika diculik seorang bandit yang biasa memburu budak.”
Melihat kalau wanita itu mengerti apa yang dia duga, Ciel merasa sedikit kagum. Dia kemudian melirik Asterious dan menghela napas lega. Pemuda itu takut kalau bawahannya yang kekurangan otak benar-benar menculik orang tanpa pandang bulu.
“Lalu … bagaimana dengan keluargamu? Maksudku, suamimu.”
“Meninggal tiga tahun lalu, ketika pergi berburu Demonic Beast untuk mencukupi kebutuhan saya dan Lin-Ling yang masih berusia satu tahun kala itu.” Marina menjawab dengan senyum lembut, tetapi sorot matanya memancarkan kesedihan.
“...”
Ciel sekali lagi terdiam. Setelah mencurigai bawahannya yang melakukan penculikan, dia sekarang membuat seorang wanita mengingat mendiang suaminya.
“Maaf.” Ciel berkata singkat.
“T-Tidak apa-apa, Tuanku! Hal itu telah berlalu. Saya … saya sudah tidak terlalu sedih.”
Mendengarkan jawaban Marina, Ciel melihat ke arah Asterious. Dia merasa masalah ini agak rumit. Ini seperti drama sinetron di televisi pada kehidupan Ciel sebelumnya.
Seorang pemuda yang yang pergi merantau ke kota demi dan meninggalkan kekasih masa kecilnya. Ingin merubah hidup dan memiliki masa depan bahagia. Namun, di kota dirinya malah bertemu seorang janda cantik ketika melakukan pekerjaannya.
Meski mengalami dua kali kehidupan … masalah seperti ini masih agak terlalu berat untukku, okay?
“Apakah kalian benar-benar yakin saling menyukai? Tidak hanya kekaguman sekejap mata?”
“Kami yakin!” ucap keduanya bersamaan.
Bahkan, Lin-Ling kecil mengangguk seperti burung pelatuk. Dia kelihatannya menerima si Minotaur hitam sebagai ayahnya. Ciel hampir tidak bisa berkata-kata.
Setelah memikirkannya baik-baik, Ciel sekali lagi membuat pertanyaan.
“Kalian berdua mungkin sudah mengetahuinya.
Berbeda dengan ras iblis normal atau tingkat tinggi yang bisa memiliki keturunan dengan ras lain, Ras Heteromorph agak unik.
Contohnya, Savian bisa saja memiliki keturunan dari Runa yang dari ras Lamia. Namun, kalian berbeda, Minotaur dan Melusine … meskipun kalian melakukannya 7 x 24 jam, kalian tidak bisa memilikinya.
Jika Asterious bersama wanita dari ras Demon, dia mungkin bisa memiliki keturunan. Kamu juga, Marina, jika kamu bersama dengan lelaki dari ras Demon, kamu juga bisa memilikinya.
Hanya saja, jika kalian berdua … kalian mengerti apa yang aku maksud, kan?”
Mendengar penjelasan Ciel, Asterious tampak bodoh dan sepertinya baru sadar. Sedangkan Marina, wanita itu kelihatannya telah mengerti. Sementara itu, Lin-Ling kecil tampak memiringkan kepalanya, memandang Ciel dengan tatapan bingung.
Ciel tercengang. Dia lupa kalau sedang menjelaskan hal-hal semacam itu di depan anak berusia empat atau lima tahun. Pemuda itu merasa malu. Benar-benar ingin berbalik pergi dari sana. Namun karena dalam posisi ‘memberi nasehat’, dia hanya bisa duduk berakar di sana.
__ADS_1
“Bukan hanya itu. Berbeda dengan gadis bangsawan yang harus dijodohkan dan hanya bisa menerima, meski wanita biasa hidup lebih menderita, mereka lebih bebas soal pilihan.
Marina, apakah kamu sudah tahu tentang Moomo? Kekasih masa kecil Asterious? Apakah kamu mau membagi cinta?
Aku merasa Asterious juga tidak akan bisa melepaskan janji cinta dengan kekasih masa kecilnya.”
“...”
Mendengar ucapan Ciel, Marina menunduk dalam diam.
Bukan berniat mengadu, Ciel hanya tidak ingin melihat Asterious bimbang. Jika saling menyembunyikan, masa depannya kacau. Itu akan sangat berpengaruh dengan rencana Ciel ke depannya.
“Saya tidak keberatan untuk berbagi, Tuan. Lagipula, saya juga sudah memiliki putri dan tidak bisa memberikan apa yang Asterious butuhkan.”
Melihat wanita di depannya, Ciel sadar. Memang, Marina bisa memberi Asterious cinta. Namun, terkadang cinta adalah hal yang rapuh. Tanpa seorang keturunan, hubungan bagaikan pohon tanpa buah.
Mungkin saja itu bertahan selamanya, atau mungkin berakhir dalam beberapa tahun. Tidak ada yang bisa memastikannya.
“Saya juga memutuskan untuk tetap bersama dengan Marina, Tuan. Saya benar-benar ingin bersamanya!”
“Kalau begit kalian berdua … maksudku bertiga, pergi menemui Moomo. Aku ingin kalian semua membicarakannya secara langsung!
Jika kalian bisa mencapai keputusan, sebagai tuan, aku juga akan memberi restu. Aku tidak akan ikut campur tentang masalah pribadi kalian.
Kalian boleh pergi.”
“Sesuai perintah anda, Tuanku!”
Asterious dan Marina menjawab bersamaan sambil membungkuk sopan. Lin-Ling di belakang mereka juga ikut mengangguk dengan postur agak kaku, membuat Ciel tersenyum.
Melihat ketiganya pergi, Ciel menghela napas lega.
...***...
Tanpa terasa, dua minggu berlalu.
Salju mulai mencair, tunas-tunas muda mulai tumbuh, membuat dunia putih kembali penuh warna.
Pada saat itu, Ciel yang sedang bekerja di kantor dihampiri oleh Camellia yang membawakan surat. Setelah membaca surat dengan tulisan tangan yang cukup rapi, dia menghela napas panjang.
Surat itu memiliki tanda tangan Asterious, tetapi jelas ditulis oleh Marina. Ciel langsung menatap luar jendela dengan ekspresi agak rumit.
Baiklah … aku agak terkejut. Di dunia ini, bahkan seekor kerbau bisa membuat harem.
>> Bersambung.
__ADS_1