Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Menolak Berlutut


__ADS_3

“Menyerah saja. Kalian tidak akan berhasil membunuhku.”


Ciel yang sudah berdiri gemetar melihat tujuh orang yang berdiri tidak terlalu jauh darinya. Pemuda itu memegang pedang dengan erat meski ekspresi wajahnya cukup pucat. Dia terus mengawasi lawan tanpa mengabaikan detail kecil.


Langit malam terlihat penuh bintang. Kedatangan sihir skala ‘Gehenna Butterflies’ benar-benar nyaris menghapus semua belalang. Mungkin kurang dari 5% yang tersisa. Meski hanya 5%, itu mungkin masih lebih dari satu juta belalang.


“Seharusnya aku yang berkata seperti itu, Pangeran Luciel.”


Sosok pemuda itu membuka topengnya. Ketika penampilannya terungkap, ekspresi Ciel menjadi lebih bermartabat.


“Perkenalkan, namaku Jean. Orang yang akan membunuhmu, Pangeran Luciel.”


Jean, putra Kun, penampilannya menjadi berbeda dengan yang sebelumnya. Jika sebelumnya dia memiliki rambut dan iris cokelat, sekarang dia memiliki rambut hitam legam dan iris hijau dengan pola aneh. Tidak hanya itu, ada sebuah garis hitam dari dahi kiri yang lurus ke bawah sampai rahang melewati mata kirinya.


Jubah yang Jean dan enam orang lain gunakan telah compang-camping karena dibombardir oleh gehenna butterflies. Akhirnya mereka bertujuh membuang jubah hitam yang mungkin mengganggu saat bertarung itu. Ketika melihat penampilan mereka, Ciel langsung menghirup napas dingin.


Selain Jean yang sedikit aneh karena pola iris mata, garis hitam, dan akhirnya lengan kiri yang sepenuhnya berwarna hitam … penampilan yang lain sedikit lebih ekstrem. Sebagian tubuh mereka muncul kerapas atau membentuk seperti serangga.


Ada yang memiliki kepala seperti capung dan memiliki sayap. Ada sosok kembar yang memiliki kepala belalang sembah lengkap dengan salah satu lengan berbentuk sabit. Ada gadis dengan kaki seperti belalang serta beberapa duri di siku. Ada sosok besar yang tubuhnya dipenuhi kerapas hitam serta memiliki tanduk layaknya kumbang badak. Terakhir, sosok wanita dengan iris mirip dengan Jean, tetapi dia memiliki ekor kalajengking dan lengan kirinya digantikan dengan capit.


Karena eksperimen gagal, jadi mereka menjadi seperi itu, kah? Sial! Orang yang melakukannya benar-benar sudah gila.


“Ultimate Venomous Insect Spear.”


Setelah mengatakan itu, belalang yang tersisa langsung berkerumun dan mulai melebur menjadi satu. Sebuah tombak terbentuk setelahnya. Namun bukannya tombak itu lebih panjang dari sebelumnya, malah sebaliknya, tombak itu kira-kira hanya sepanjang 2,5 meter.


Meski lebih pendek dan agak tipis, tombak itu terlihat lebih mengancam dan lebih berbahaya. Lagipula, itu dibuat dari 10x lipat jumlah belalang beracun daripada tombak 7 meter yang sebelumnya. Jelas itu lebih kuat dan mengerikan.


Tombak itu melayang di depan Jean. Orang itu kemudian mengambil tombak dengan tangan kirinya yang hitam. Pada saat itu, mata Ciel menyipit.

__ADS_1


Lengan kiri itu … mampu menetralkan racun?


Sudut bibir Ciel terangkat. Dia kemudian bergumam, “Menarik.”


“...”


Ciel dan Jean saling memandang dengan ekspresi tak acuh. Pedang hitam di tangan Ciel mulai diselimuti oleh api hitam. Pemuda itu menghirup napas dalam-dalam.


“Jadi ronde ini adalah pertarungan jarak dekat? Ya … aku tidak terlalu membencinya!”


Setelah mengatakan itu, Ciel tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Sosok pemuda itu tiba-tiba muncul di depan Jean sambil mengangkat tinggi pedangnya dengan kedua tangannya.


“Sial!”


Jean langsung memposisikan tombaknya secara horizontal. Dia memegangnya dengan kedua tangan sambil mengangkatnya ke atas. Ciel langsung menebas dengan ekspresi dingin. Saat pedang serta tombak beradu, Jean merasakan kekuatan dahsyat dari lawan. Dia seolah sedang menahan gunung yang jatuh di atas kepalanya.


“Sekarang!” seru Jean.


Ditemani teriakan Jean yang belum memudar, si kembar langsung melesat ke arah Ciel. Mereka berdua langsung mengayunkan salah satu tangan mereka yang berbentuk sabit. Targetnya jelas … leher sang Pangeran!


Ciel mendecak tak puas sambil melompat mundur. Namun sebelum dia lega, ternyata si humanoid capung sudah terbang dan mengayunkan tinju ke arahnya. Dia dengan kejam langsung menebas ke arah capung tetapi berhasil dihindari.


Pada saat si humanoid capung menghindar, sebuah siluet langsung meluncur dari belakangnya menuju Ciel. Itu adalah si gadis belalang. Gadis itu langsung menendang keras tepat di perut Ciel. Pemuda itu langsung terdorong beberapa meter ke belakang.


Belum sempat bernapas lega, Ciel melihat humanoid kumbang badak sedang melempar bongkahan tanah ke arahnya. Saat dirinya memotong bongkahan tanah dengan pedangnya, Jean dan gadis kalajengking muncul dari kanan dan kiri. Keduanya menusukkan tombak dan ekor beracun ke arah Ciel.


Keenam sayap hitam Ciel mengepak, pada saat itu, sekali lagi dia menghilang. Ketika muncul, pemuda itu terlihat melayang beberapa meter di udara sambil memandangi ketujuh musuhnya.


Ciel melirik ke noda di bajunya sambil bergumam, “Serangan itu sama sekali tidak menyakitkan. Namun tetap saja … dikeroyok itu merepotkan dan menyebalkan.”

__ADS_1


Ciel yang memiliki bakat bawaan ‘Devour’ memiliki kemampuan untuk naik level hanya dengan makan. Selain itu, kemampuannya juga sangat curang karena bisa menyerap karakteristik apa yang dia makan. Menambah kekuatan, kecepatan, dan pertahannya.


Tidak bisa disangkal … benar-benar karakteristik satu dari tujuh skill yang melampaui tingkatan legendaris.


“Haruskah aku membunuh mereka?” gumam Ciel dengan ekspresi dingin.


Ciel ragu untuk menunjukkan sihir lainnya. Sejauh ini dia telah menunjukkan ke dunia kalau dirinya memiliki sihir gravitasi dan api. Selain itu, pemuda itu juga menunjukkan kalau dirinya memiliki fisik yang sangat baik. Jika menunjukkan terlalu berlebihan, dia akan keluar dari kategori ‘berbahaya’ bagi para musuh dan masuk ke kategori ‘harus dibunuh’.


Padahal Ciel sendiri memiliki beberapa sihir yang dia lebih kuasai daripada sihir api. Namun dia tidak mungkin mengeluarkannya. Sebagai gantinya, pemuda itu berencana menggunakan sihir yang penguasaannya lebih buruk daripada sihir api.


Gravitasi, api, dan … es. Kelihatannya bukan kombinasi yang buruk.


Merasakan mananya yang pulih semakin cepat, Ciel memandang ketujuh lawannya dengan senyum main-main. Dia belum pernah menguji sihir gabungan sebelumnya. Pemuda itu merasa ingin menguji sihir itu pada target hidup.


Ciel memadamkan api hitam yang menyelimuti pedang lalu menyarungkannya. Pemuda itu menunjuk ke arah ketujuh lawannya sambil berkata, “Berlutut.”


Ketika suara Ciel menggema, ketujuh orang itu merasakan gaya tarik bumi yang sangat kuat. Mereka merasa tubuh mereka beberapa kali lebih berat secara tiba-tiba. Satu per satu dari mereka akhirnya jatuh berlutut di tanah.


Ugh! Sepertinya aku masih agak berlebihan.


Menggunakan sihir rumit seperti itu, Ciel yang belum lama ini menggunakan sihir ‘Gehenna Butterflies’ langsung merasa pusing. Kepalanya berdengung, otaknya terasa seperti dicabik-cabik.


Ketika melihat ketujuh lawannya, Ciel terkejut. Alasannya adalah …


Selain keenam orang yang berlutut di tanah, Jean masih berdiri sambil menggertakkan gigi.


Dia benar-benar menolak untuk berlutut!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2