Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Nilai Masing-masing


__ADS_3

DUARRR!!!


Ledakan keras terjadi. Asap membumbung tinggi dan menutupi area sekitar. Sosok Ciel dan Black tidak bisa dilihat dengan jelas. Namun suara tak acuh terdengar dari dalam kepulan asap.


“Sepertinya aku menentukan tempat yang salah. Jika kamu mengamuk di sini … pemukiman benar-benar akan hancur.”


Setelah asap mulai menghilang, pemandangan menakjubkan bisa dilihat. Tampak Ciel berdiri dengan ekspresi tak acuh sambil menahan kapak dengan jepitan kedua telapak tangannya. Meski demikian, tanah di bawah keduanya, terdapat retakan luas seperti jaring laba-laba.


Seperti yang ‘orang itu’ bilang … bakat bawaan yang menggambarkan ‘Gluttony’ membuat pemiliknya menjadi ksatria terkuat.


Ciel menghela napas panjang. Dia merasa cukup senang dan lega. Menahan kekuatannya sampai dengan level 4 (awal), pemuda itu menahan serangan Minotaur hitam hanya dengan kekuatan fisiknya. Membayangkan dirinya terhempas karena terlalu percaya diri pasti agak memalukan.


Kalau begitu … mari kita temukan tempat yang lebih cocok.


Melepaskan kapak yang dia tahan, Ciel mundur satu langkah sebelum melompat maju sambil berputar di udara. Dia melakukan tendangan 360 derajat layaknya seorang ahli taekwondo tepat di pergelangan tangan Black. Makhluk itu langsung berteriak kesakitan dan melepaskan kapak di tangannya.


“AAARRRGHH!!!”


Belum sempat Black membalas, Ciel yang baru menginjak tanah kembali melompat ke depan. Pemuda itu langung mengayunkan kakinya tepat ke arah wajah Minotaur hitam itu. Namun sebelum kaki kanannya menyentuh wajah Black, dia merasakan tangan besar yang memegang pergelangan kakinya.


Sebelum Ciel mencoba menendang untuk melarikan diri, Black berputar-putar sambil meraung gila. Makhluk itu kemudian melemparkan Ciel sekuat tenaga.


DUARRR!!!


Suara ledakan kembali terdengar. Debu berterbangan ketika beberapa tenda hancur ketika Ciel ‘terbang’ melewati mereka.


Dari reruntuhan tenda, sosok pemuda berdiri sambil meregangkan lehernya. Dia menatap Minotaur hitam yang berdiri lebih dari dua puluh meter jauhnya. Meski tidak ada luka sama sekai di sekujur tubuhnya, Ciel tampak takjub.


“Aku benar-bear diterbangkan,” ucapnya sambil menepuk debu yang ada di pakaiannya.


Ciel melirik pedang kesayangan di pinggangnya tetapi akhirnya menggeleng ringan. Karena musuhnya bertarung tanpa senjata atau sihir, dia juga ingin melakukan hal yang sedemikian rupa. Dengan ekspresi santai, pemuda itu melipat kedua lengan bajunya secara bergiliran.


Melihat kejauhan, tampak Black sedang mengamuk dan menyerang tanpa pandang bulu. Jelas dalam keadaan Berserk yang belum terkendali, dia tidak bisa membedakan kawan atau lawan. Hal itu sedikit mengecewakan Ciel.


Banyak Minotaur yang berusaha menghentikannya tetapi malah dijatuhkan dengan mudah. Ciel mengambil ancang-ancang sebelum berlari. Ketika mendekati kerumunan, pemuda itu berteriak, “Minggir.”


Melihat jalan terbuka, Ciel langsung melompat dengan cepat. Sebelum Black sempat bereaksi, pemuda itu mengaitkan lengan kanan ke leher makhluk itu. Dengan kekuatan besar ditambah momentum lompatan, Ciel membanting Minotaur hitam ke tanah.


“JATUH!”

__ADS_1


DUARRR!!!


Belum sempat Minotaur hitam berdiri, Ciel memegang satu kaki dengan kedua tangannya. Mengerahkan otot dan tenaganya, pemuda itu menyeret Minotaur yang beberapa kali lebih besar dari tubuhnya. Dalam pandangan takjub orang-orang, Black benar-benar mengambang sambil diputar oleh Ciel dengan kecepatan tinggi.


Ciel kemudian melemparkan Black sebagai pembalasan. Sekali lagi suara ledakan terdengar dan beberapa tenda hancur. Pemuda itu segera berlari menuju tempat Minotaur hitam jatuh.


Sebelum Black bangkit, Ciel yang baru saja tiba langsung menginjak dadanya. Hal itu membuatnya meraung kesakitan.


“Benar-benar masih bertahan. Sungguh ketahanan yang ulet,” ucap Ciel sambil melihat Minotaur yang mencoba berdiri.


Black mencoba menggerakkan kaki yang menginjaknya tetapi tidak berhasil. Kaki itu benar-benar terasa sangat berat. Dia terlihat seperti Raja Kera yang ditekan oleh gunung lima jari. Benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa.


“Ya … Karena cukup banyak bergerak, aku agak lelah. Jadi main-main sudah cukup sampai di sini.”


Dengan senyum lembut di wajahnya, Ciel menggunakan sihir gravitasi level 5 sambil sedikit menghentakkan kakinya di dada Black. Area lima puluh meter sebagai dia di pusatnya langsung runtuh. Retakan mirip dengan jaring muncul sebelum akhirnya tanah dalam area itu benar-benar hancur.


Melihat Black yang tak sadarkan diri lalu area sekitar dimana banyak tenda yang hancur, sudut bibir Ciel berkedut.


“Sepertinya aku agak berlebihan,” gumam pemuda itu.


...***...


“Kamu sudah bangun, Black?”


Menoleh ke sumber suara, Black melihat kepala suku yang duduk mengawasinya. Mengingat kejadian sebelum dirinya pingsan, Minotaur hitam itu langsung terkejut.


“Orang-orang suku … Bagaimana dengan orang-orang suku, Tuan?’


“Orang-orang?” Minotaur tua itu memiringkan kepalanya. “Mereka sedang membersihkan kekacauan akibat pertarunganmu.”


“Apakah mereka baik-baik saja?”


“Tentu saja tidak! Mereka kesal karena tenda mereka hancur karena pertarunganmu.”


“Maksudku … Apakah mereka masih hidup?”


“Hidup? Mereka jelas masih hidup, sehat, dan menendang. Kenapa kamu menanyakan hal bodoh seperti itu, Black?”


“Orang itu … Maksudku, Pangeran Luciel bilang-“

__ADS_1


“Oh! Jadi masalah itu. Hahahaha!” Minotaur tua itu tertawa terbahak-bahak.


“Kenapa anda tertawa?”


“Tentu saja aku menertawakan kebodohanmu! Ya, aku juga terkejut dengan acting Pangeran Luciel. Beliau benar-benar luar biasa,” ucap kepala suku sebelum menghela napas panjang.


“Pangeran Luciel tidak melakukan pembantaian?”


“Tidak! Sebenarnya Pangeran sedikit tertarik kepadamu. Beliau berkata kalau dirimu adalah Minotaur bermutasi atau apa … aku tidak terlalu yakin. Aku juga sudah berkata kalau kamu terkutuk, tetapi Pangeran Luciel terlihat tak acuh dan mengabaikannya.”


“Sebenarnya … Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Black dengan ekspresi bingung.


“Jadi seperti ini …”


Mendengar cerita kepala suku, Black merasa pandangannya terhadap dunia langsung berubah. Dia merasa kalau dirinya begitu bodoh. Namun Minotaur hitam itu juga merasa bersyukur karena mengetahui Tuan mereka yang baru adalah sosok baik dibandingkan Marquis sebelumnya.


“Kepala suku Moogu, apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Black dengan ragu.


“Karena kamu terluka dan ini sudah malam, beristirahatlah. Kamu bisa meminta maaf kepada Pangeran besok. Aku akan menyuruh Moomo mengirimkan makanan. Kamu pasti lapar karena belum makan sama sekali.”


“Ah!” Mendengar kata Moomo, Black tampak kaget. Dia menghela napas panjang sebelum berkata, “Terima kasih, Kepala suku Moogu.”


“Sama-sama. Apakah ada yang ingin kamu tanyakan sebelum aku pergi?”


“Itu … Apakah anda tahu kenapa Pangeran Luciel tertarik kepada Minotaur terkutuk sepertiku?”


Kepala suku memandang Black dengan saksama. Dia memejamkan mata sebentar lalu menggeleng.


“Aku tidak tahu kenapa, tetapi Pangeran mengatakan sesuatu yang penting.”


“Apa itu?”


“Ketika Pangeran hendak kembali ke tendanya, aku sempat bertanya kenapa beliau tidak membunuhmu dan para Minotaur karena bertingkah tidak sopan di depannya. Aku merasa kalau kami hanyalah budak, jadi sudah pantas dihukum jika melakukan kesalahan. Namun Pangeran berkata.


‘Meski kalian budak, kalian juga memiliki beberapa hak. Kalian bukan ternak yang dibesarkan hanya untuk disembelih. Apapun yang ada di dunia ini, aku rasa … setiap individu memiliki nilainya. Dan nilai kalian … bukan hanya sebagai ternak.’


Itulah yang dikatakan beliau sebelum pergi.”


Black menatap ke arah kepala suku dengan ekspresi penuh perhatian. Dia sedikit menunduk sambil bergumam, “Setiap individu memiliki nilainya, kah?”

__ADS_1


>>> Bersambung.


__ADS_2