
Melihat kereta kuda yang meninggalkan Kastil Black Lily dari ruang kerjanya, mata Ciel menyipit.
“Apakah anda benar-benar berniat mengambil Helena Roschild, Tuan?”
Suara lembut terdengar, sosok Isabella muncul dari balik bayangan gelap. Ciel menoleh ke arah wanita itu, senyum lembut muncul di wajahnya.
“Apakah kamu keberatan?”
“Sama sekali tidak, Tuan. Selama anda bisa membagi dan memberi kasih sayang kepada kami semua … bahkan jika seratus wanita, kami tidak akan keberatan.”
“Seratus wanita?” Ciel tertegun. Pemuda itu terkekeh sebelum menambahkan. “Aku tidak akan melakukan sesuatu sampai separah itu. Untuk Helena sendiri … aku tidak tertarik dengannya.”
“Apakah saya boleh mengetahui alasannya, Tuan?” tanya Isabella dengan ekspresi penasaran.
“Aku tidak memerlukan terlalu banyak wanita di sisiku. Sedangkan wanita yang ambisius …” Ciel menatap langsung ke mata Isabella. “Bukankah sudah ada kamu? Aku rasa itu cukup.”
Mendengar ucapan Ciel membuat jantung Isabella berdegup kencang. Wanita itu langsung mengampiri Ciel, memeluk lalu mencium pipinya dengan ekspresi manja. Ya … dibandingkan ketiga wanita Ciel yang lain, Isabella bisa dibilang yang paling berani dan ambisius.
“Itu sangat manis … Tuan.”
Sebagai tanggapan, Ciel yang sudah terbiasa hanya menyentil dahi wanita itu dengan lembut. Mengerti apa yang dia maksud, Isabella melepaskan pelukan lalu memegang dahinya sambil memasang ekspresi tidak puas yang dibuat-buat.
“Lalu … apakah anda akan memberikan harapan palsu kepada Helena, Tuan? Bukankah itu kejam?”
“Sejak awal aku tidak memberi harapan kepadanya.”
Ciel berkata dengan nada tak acuh. Melihat ke luar jendela, pemuda itu tampak sangat tenang. Dia memberi tawaran kepada Helena untuk melakukan simbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lain. Tidak lebih dari itu.
Jika Helena terlalu berharap … itu kesalahannya sendiri karena terlalu berambisi dan banyak berfantasi.
“Daerah Black Orchid sudah mulai melakukan perdagangan antar wilayah, kan? Aku percaya Ryo akan mengurus daerah itu dengan baik.
Ngomong-ngomong … atur agar Helena sering pergi ke Kota Black Orchid sebagai perwakilan perdanganan Wilayah Scarlet Roze. Aku ingin Ryo dan Helena sering bertemu.”
“...”
Apakah Tuan ingin mencocokkan Ryo dengan Helena? Benar-benar seperti itu?
Memikirkan hal semacam itu dalam kepalanya membuat Isabella agak bingung. Jangankan urusan percintaan semacam itu, biasanya, Ciel tidak mau berurusan dengan banyak tugas dan kewajibannya sendiri. Orang itu terlalu malas. Jadi Isabella merasa aneh ketika Ciel mencoba menyatukan Ryo dengan Helena.
__ADS_1
Jika Ciel tahu apa yang dipikirkan Isabella, dia pasti akan terkekeh dan berkata kalau wanita itu terlalu banyak berfantasi.
Alasan kenapa Ciel mempertemukan Ryo dan Helena agar mereka saling belajar dan menjadi lebih seimbang. Ya … begitulah harapan pemuda itu.
Helena adalah tipe yang sangat ambisius dan egois. Bahkan lebih parah dari Isabella yang memiliki sifat seperti itu karena pengalaman hidupnya, sehinga mengejar kehidupan yang lebih baik.
Sedangkan Ryo, dia adalah tipe yang bisa dibilang … tidak memiliki ambisi sama sekali. Diperintah ke barat, dia akan pergi ke barat. Diperintah ke timur, dia akan pergi ke timur. Benar-benar hanya melakukan apa yang tuannya suruh tanpa memikirkan perasaannya sendiri.
Helena yang sangat mementingkan diri sendiri dan Ryo yang tidak peduli dengan dirinya sendiri. Ciel ingin mereka sering bertemu, saling mengenal dan belajar satu sama lain.
Masalah apakah mereka cocok, menjadi pasangan, atau semacamnya … Ciel tidak terlalu peduli.
Ciel lebih memilih untuk menyerahkan semuanya. Membiarkan waktu yang akan menjawabnya.
...***...
Dua minggu kemudian, di perbatasan Wilayah Black Lily dan Scarlet Roze.
Di pinggir hutan, terlihat api unggun yang menyinari dan melenyapkan kegelapan di sekitarnya. Dua sosok duduk di dekat api unggun sambil memanggang daging. Salah satunya adalah pemuda tampan dengan iris mata berwana ungu dan emas. Sedangkan lainnya telihat seperti Lizardmen, tetapi memiliki sayap mirip kelelawar di punggungnya.
Ya … mereka adalah Ciel dan Clark.
“Apakah menurut anda di Wilayah Scarlet Roze akan ada banyak suku Centaur yang berisikan gadis-gadis cantik, Tuan?”
“...”
“Clark … kita berangkat dengan kecepatan penuh dan sampai di perbatasan hanya dengan waktu 4 hari. Namun dalam 4 hari, termasuk pertanyaanmu tadi … kamu sudah bertanya tentang hal yang sama sebanyak 28 kali!
Apakah kamu tahu konsepnya? Itu berarti kamu menanyakan hal yang sama 7 kali sehari!”
“Memangnya ada yang salah, Tuan???”
Clark memiringkan kepalanya dengan ekspresi bodoh. Melihat itu membuat Ciel ingin langsung menamparnya.
“Tidak ada yang salah. Hanya saja … aku sudah menjawab pertanyaanmu berkali-kali. Aku tidak akrab dengan Wilayah Scarlet Roze, jadi aku tidak mengetahuinya.
Kenapa kamu harus menanyakan hal itu berulang kali!”
Clark memiringkan kepalanya ke arah lain.
__ADS_1
“Mungkin ketika aku bertanya lagi, anda akan mengingat atau mengetahui itu, Tuan???”
Apanya yang ingat atau tahu! Memangnya pengetahuan semacam itu tiba-tiba muncul dalam kepala tanpa perlu mendapat dan menerima informasi?
Astaga … aku benar-benar ingin memukul wajah menyebalkan itu!
Ciel ingin memukulinya, tetapi dia tidak tega untuk melakukannya. Meski bodoh, sosok di depannya adalah salah satu yang paling berbakat di antara bawahannya. Yang paling parah … satu minggu yang lalu Clark benar-benar menjadi iblis lingkat atas. Naik ke level 5 (awal)!
Memang, itu bisa dianggap bakat yang luar biasa di antara para Dragonborn. Namun ada hal yang membuat Ciel, bahkan rekan-rekan Clark yang lain tertekan.
Bagaimana mungkin kadal bodoh yang hanya memikirkan kuda dalam kepalanya benar-benar menerobos tingkat itu tanpa masalah, seolah sedang makan nasi atau minum air!
Hal itu membuat bawahan Ciel yang lain menjadi lebih rajin. Mereka merasa martabat dan kewarasan mereka diinjak-injak. Kalah dengan yang lain tidak apa-apa. Yang penting … jangan kalah dengan kadal dan kerbau bodoh!
Selain memiliki bakat yang baik, Ciel juga merasa kalau Clark memiliki keberuntungan yang baik. Pemuda itu menoleh untuk melihat sosok yang berada tidak jauh dari mereka. Selain Deschia si Black Wyvern, terlihat makhluk lain.
Makhluk itu tampak seperti raptor dalam film dinosaurus di kehidupan Ciel sebelumnya. Demonic Beast itu bernama Blackwater Horned Raptor.
Berbeda dengan Demonic Beast jenis raptor yang ada di suku Shana, Blackwater Horned Raptor memiliki penampilan yang cukup berbeda. Makhluk itu terlihat lebih tinggi dan ramping dari jenis raptor lainnya. Selain itu, dia juga memiliki dua tanduk dan ekor yang panjang.
Blackwater Horned Raptor sudah jelas salah satu tunggangan yang diinginkan banyak bangsawan!
Clark mendapat tunggangan itu satu minggu yang lalu. Dia berniat untuk mencari ‘Centaur cantik’ tetapi gagal. Sebagai gantinya, dia malah terlibat banyak masalah dan setelah memecahkan semua masalah itu … Clark mendapatkan tunggangan itu.
Hal itu agak rumit, tetapi yang jelas … Clark bisa membeli hal yang biasanya tidak bisa dibeli hanya dengan kepingan emas. Itu adalah sebuah keberuntungan dan nasib baik baginya.
Melihat keberuntungan si kadal bodoh benar-benar membuat Ciel tertekan.
Apakah orang bodoh dan sederhana malah lebih beruntung?
Memikirkan itu membuat Ciel menggeleng ringan. Senyum pahit tampak di wajahnya.
“Jadi Tuan … apakah anda sudah mengetahuinya sekarang?”
Pertanyaan itu langsung membuat Ciel tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menatap Clark sebelum menghela napas panjang. Merasa tertekan karena kadal bodoh yang terus bertanya tentang kuda ini dan kuda itu.
Aku pergi ke Wilayah Scarlet Roze untuk mengurus banyak hal, Okay? Kenapa malah menjadi pencarian gadis Centaur?
Bisakah aku meminta orang lain untuk menemaniku?
__ADS_1
Kadal bodoh ini benar-benar membuat frustrasi!
>> Bersambung.