
Uhuk! Uhuk!
Melihat hampir setiap ksatria baik dari pihak kawan atau lawan menatapnya, Ciel pura-pura batuk. Menyingkirkan mayat Mival ke dalam kantong dimensi, dia segera memberi perintah.
“Seluruh pasukan … berbaris untuk berperang! Bagian porter, aku ingin kalian mengumpulkan para Shadow Gale Wolf!”
Mendengar perintah Ciel, pasukan gabungan dari tujuh wilayah tidak berani menunda. Mereka langsung berbaris menuju ke kota untuk melakukan pengepungan.
“OOOHHHH!!!”
Melihat kemenangan di depan mata, para ksatria berteriak penuh dengan semangat. Teriakan mereka menggelegar, membuat para ksatria pihak lawan gemetaran.
Melihat pemandangan itu, ekspresi Duke Rowley sama sekali tidak terlihat baik. Pria itu tampak agak pucat. Dia menggertakkan gigi dengan tangan yang terkepal erat. Melihat ke arah Ciel, matanya merah … benar-benar marah dan merasa penuh dengan kebencian.
Pada akhirnya, dia segera memberi perintah.
“Kibarkan bendera putih! Menurut etiket perang, selama kami menyerah … para bangsawan akan diadili menurut hukum.”
Dipenjara dan kehilangan banyak aset keluarga. Ya, paling tidak … itu lebih baik daripada pembantaian seluruh keluarga.
Duke Rowley menghela napas panjang, tidak menyangka bahwa perang akan berakhir tanpa sempat melawan. Melihat kekuatan lawan, dia benar-benar merasa tidak berdaya.
Pada akhirnya, Duke Rowley hanya bisa membuat keputusan paling rasional. Meski dia berkhianat, alasan dirinya memberontak sama sekali bukan karena kebencian terhadap Raja atau semacamnya. Sama seperti bangsawan pada umumnya, dirinya sangat tertarik kepada keuntungan yang akan dia dapat setelah perang.
Hanya saja … terkadang semua tidak berjalan sesuai dengan rencana.
...***...
Sepuluh hari kemudian.
Berita tentang penangkapan Duke Rowley dan Rowley’s Duchy yang direbut kembali terdengar di seluruh Kerajaan Black Star. Banyak bangsawan dari tiga Duchy lain bahkan di Ibukota Kerajaan Black Star yang tidak percaya ketika mendengar berita itu.
Namun pada akhirnya mereka dipaksa untuk percaya karena setelah diselidiki, berita itu nyata. Rowley’s Duchy yang telah direbut kembali tidak berniat berbaris menuju ke Ibukota, tetapi malah memilih untuk mundur dan memulihkan seluruh wilayah di dalamnya.
Berita itu membuat dua Duchy yang dikuasai pihak pemberontak lega. Sebaliknya, para bangsawan di Ibukota dan Duchy yang lain tampak marah. Mereka menganggap Rowley’s Duchy sebagai pengkhianat, menghina orang-orang itu karena tidak ingin membantu.
Ratu Elizabeth telah mencoba menenangkan para bangsawan. Berkata berkat terbebasnya Rowley’s Duchy, beban mereka dalam perang berkurang. Tetap saja, para bangsawan egois itu merasa tidak terima, bahkan tidak bersyukur dengan apa yang telah dilakukan para ksatria di Rowley’s Duchy.
Di Ibukota Kerajaan Black Star, Istana Black Gemma.
__ADS_1
Dalam kamarnya, Ratu Elizabeth memandangi langit malam yang dipenuhi dengan bintang. Ekspresi rumit terlihat di wajahnya. Wanita itu merasa kesabarannya hampir habis karena ulah para bangsawan itu.
“The Doom Knight …” gumam Ratu Elizabeth.
Ratu Elizabeth sangat penasaran dengan sosok itu. Entah kenapa, ketika mendengar julukan itu, dia terbayang sosok pemuda tampan yang begitu malas tetapi sangat kuat. Melebihi pemuda lain di generasinya.
Mengingat sosok putra sahabatnya itu, Ratu Elizabeth menggelengkan kepala.
Luciel adalah iblis level 5 (akhir), sedangkan The Doom Knight adalah iblis level 6 (awal). Mereka seharusnya tidak memiliki hubungan.
Belum lagi, Luciel memiliki Frost Wyvern bermutasi sebagai tunggangan, sedangkan The Doom Knight menaiki Dark Unicorn. Keduanya begitu jauh, jadi jelas tidak berhubungan.
Namun … kenapa aku merasa keduanya mungkin memiliki hubungan tertentu?
Wanita cantik itu menghela napas panjang. Duduk di tepi ranjang, dia merasa lelah dengan semuanya. Meski begitu, Ratu Elizabeth tetap saja berpegang teguh pada pendirian bahwa mengikuti Raja Black Star sampai akhir adalah tanggung jawabnya.
Tok! Tok! Tok!
Mendengar suara ketukan pintu, Ratu Elizabeth segera membalas.
“Masuk.”
“Yang Mulia ingin bertemu dengan anda, Ratuku.”
“Ada apa?” tanya Ratu Elizabeth dengan ekspresi heran.
“Saya tidak tahu, Ratuku. Hanya saja, Yang Mulia Raja memanggil kedua Ratu lainnya beserta keturunan yang masih tinggal di Istana.”
“...”
Mendengar itu, Ratu Elizabeth mengangguk ringan. Setelah itu, dia menghela napas panjang sebelum berkata.
“Kamu boleh pergi.”
“Sesuai keinginan anda, Ratuku.”
Setelah pelayan pergi, Ratu Elizabeth bersiap-siap sebelum berangkat menuju ke ruang belajar Raja.
Beberapa waktu kemudian, dalam ruang belajar Raja Black Star.
__ADS_1
Sosok Ratu Elizabeth datang sendiri. Selain dia ada wanita cantik dengan rambut hitam bergelombang yang memakai gaun berwarna merah darah. Iris mata wanita itu berwarna biru, ekspresinya begitu dingin. Wanita itu adalah Ratu Pertama dari Kerajaan Black Star.
Ratu Elizabeth sendiri adalah Ratu ke-2 dari Kerajaan Black Star. Sama seperti dirinya, Ratu Pertama juga datang sendiri. Selain mereka berdua, ada juga wanita yang lebih muda, dia memiliki penampilan yang lebih lembut. Wanita itu memiliki rambut cokelat muda dengan iris mata hijau yang indah. Dia adalah Ratu ke-3 dari Kerajaan Black Star.
Ratu Pertama, Nura … Ratu ke-2, Elizabeth … dan Ratu ke-3, Fryssa.
Berbeda dengan Ratu Nura dan Ratu Elizabeth, Ratu Fryssa datang dengan dua anak di sisinya. Satu anak adalah gadis yang kira-kira berusia 14 tahun dengan penampilan mirip dengannya. Sedangkan yang satunya adalah seorang bocah lelaki berusia kurang dari sepuluh tahun.
Mereka setelah menunggu sebentar, sosok lelaki dengan rambut pirang dan iris hijau dengan pola indah masuk ke dalam ruang belajar. Lelaki itu tampak sedikit lebih tua daripada Kaisar Julius. Nama lelaki itu adalah Wade Vandiir, Raja dari Kerajaan Black Star.
Dia tampak begitu tak acuh dan berjalan menuju kursinya. Setelah itu, dia berkata dengan nada dingin.
“Duduk.”
Setelah mendapat perintah darinya, ketiga Ratu serta dua keturunan Raja itu duduk di sofa. Tidak banyak bicara, tetapi malah menunggu Raja Wade melanjutkan ucapannya.
“Jika aku mati dalam perang ini, Edgar akan menjadi Raja berikutnya.”
“...”
Ucapan Raja Wade langsung membuat ketiga Ratu terkejut. Pangeran ke-4, Edgar Vandiir adalah putra Ratu Fryssa yang masih berusia di bawah 10 tahun. Bagi mereka, menunjuk anak sepertinya sebagai seorang Raja terlalu berlebihan.
“Maafkan ketidaksopanan saya, Rajaku. Namun, saya merasa Pangeran Edgar masih terlalu mengemban tugas berat tersebut.” Ratu Nura berkata dengan sopan.
“Lalu siapa yang kamu inginkan untuk menjadi penerusku? Aku sekarang sekarat! Jangan bilang kamu menyarankan putramu, si Pangeran ke-3 untuk menjadi Raja?
Aku akan berkata, sejak anak itu melarikan diri ke Kerajaan lain saat perang, dia tidak lagi berhak menjadi Raja!”
“...”
Mendengar teriakan dingin Raja Wade, Ratu Nura hanya menunduk sebelum kembali ke tempat duduknya. Setelah kehilangan putra pertamanya, Ratu Nura memilih untuk mengirim Pangeran ke-3 untuk pergi meninggalkan Kerajaan Black Star pada krisis perang. Dia tidak punya pilihan lain.
Sedangkan berita tentang Eoran yang dikhianati tunangannya sendiri juga telah menyebar. Jadi, hanya tersisa satu Pangeran yang bisa mewarisi kursi Putra Mahkota. Hanya saja, Pangeran ke-4 masih terlalu muda.
Ketiga Ratu itu tahu, bahkan jika mereka mengalahkan para pemberontak …
Nasib Kerajaan Black Star tidak jauh dari kehancuran.
>> Bersambung.
__ADS_1