
“Kelihatannya anda terlalu berlebihan, Pangeran Luciel.”
Suara lembut dan sopan terdengar dari kejauhan. Semua orang langsung menoleh dan melihat sosok lelaki tampan dengan rambut pirang yang panjang. Ekspresinya terlihat sangat sopan. Dia adalah salah satu sosok yang mengikuti Ratu Elizabeth.
Jadi … ini Pangeran ke-2 Kerajaan Black Star? Jika tidak mengenalnya sebelum ini, aku pasti tertipu dengan wajah sok baik itu.
Ciel bergumam dalam hati. Melihat sosok itu, dia masih terlihat tak acuh. Pemuda itu malah memiringkan kepalanya dan berkata, “Kamu?”
“Begitu tidak sopannya saya. Pertama-tama … perkenalkan, saya Pangeran ke-2 dari Kerajaan Black Star sekaligus tunangan wanita yang ada di sana.
Nama saya … Eoran Vandiir.”
Eoran membungkuk sopan sambil tersenyum ramah. Sementara itu, Ciel malah hanya mengangguk.
“Luciel Dawnbringer.”
“...”
Semua orang saling memandang dengan tatapan kosong. Melihat Ciel yang tak acuh serta menjawab tanpa etika, orang-orang itu bingung harus berkata apa.
“Untuk yang anda lakukan kepada tunangan saya. Bukankah seharusnya anda-”
“Minta maaf kepadanya? Kamu bercanda, kan? Bukankah seharusnya kamu yang minta maaf?” Ciel memotong ucapan Eoran, membuat semua orang semakin tidak bisa berkata-kata.
“Maksud anda?” tanya Eoran dengan ekspresi buruk di wajahnya.
“Bukankah itu jelas? Wanita ini, tunanganmu … mengajak para gadis membully tunanganku. Kalian tidak perlu minta maaf? Pura-pura tidak bersalah? Minta maaf sekarang!” ucap Ciel dingin.
“A-Anda terlalu berlebihan, Pangeran Luciel. Putri itu begitu sombong dan mengabaikan-”
Sebelum perkataan salah satu gadis itu selesai, Ciel menatapnya dengan ekspresi dingin. Benar-benar membuat gadis itu terdiam.
“Aku memang menyuruh Ariana tetap berada di sini. Dia tidak pergi dengan kalian. Bukankah dia patuh? Tanpa mengetahui apa-apa … kalian benar-benar menyalahkannya?” tanya Ciel dingin.
“I-Itu …”
“Begitu sulit untuk minta maaf? Kalau begitu biarkan aku mematahkan kaki kalian semua untuk berlutut sekalian. Lihat siapa yang akan mencoba menghentikanku!” ucap Ciel dingin sembari memandang sekeliling.
Para bangsawan tua kelas rendah yang awalnya ingin ikut campur langsung memilih untuk berpura-pura tidak mengetahuinya. Suara agung langsung bergema.
“Lalu biarkan aku melihat apakah kamu benar-benar berani mematahkan kaki seorang tamu dalam acara sakral ini, Nak!”
__ADS_1
Semua orang terkejut. Menoleh ke sumber suara, tampak Kaisar Julius diikuti Ratu Lilith, Ratu Elizabeth, Duke Flamehart, dan bangsawan kelas atas lainnya.
Melihat mereka, Ciel diam sejenak. Menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan, ekspresi dingin pemuda itu menjadi semakin tenang. Dia sedikit mengangkat sudut bibirnya.
“Karena ini pesta pernikahan kakakku, dan bahkan anda mengatakan seperti itu, untuk sekarang … aku akan ‘MENELAN PENGHINAAN’ para gadis ini kepada tunanganku.” Mata Ciel berkilau dingin ketika mengatakan itu.
Ciel kemudian mengabaikan ayah, ibu, dan bangsawan lain lalu menjemput Ariana yang duduk diam. Keduanya kemudian hendak pergi, tetapi suara tawa hangat menghentikan mereka semua.
“Tidak perlu terburu-buru pergi, Pangeran Luciel.”
Sosok itu adalah pria paruh baya yang mengenakan pakaian berwarna merah dengan pola emas. Wajahnya terlihat seperti Zack versi dewasa, tetapi lebih tenang dan memiliki senyum menawan. Dia adalah Duke dari Utara yang kerap dipanggil dengan Duke Flamehart.
Duke Flamehart menghampiri Ciel dengan senyum ramah, tetapi ekspresi Ciel sama sekali tidak berubah. Dia masih terlihat tak acuh sambil memegang tangan Ariana.
“Jika anda merasa saya mengganggu pernikahan Nona Leona dan Kak Alex, saya akan pergi sekarang. Lagipula, saya tidak terlalu menyukai hal-hal semacam ini.” Ciel dengan dingin menyatakan.
“Bukankah para gadis belum meminta maaf? Kenapa kamu terburu-buru?” tanya Duke Flamehart.
“Itu benar, Pangeran Luciel. Anda seharusnya tinggal.” Salah satu bangsawan tua menyarankan.
“Benar.” Bangsawan lain menambahkan.
“...”
Ketika Ciel menekan kata ‘MENELAN PENGHINAAN’, semua bangsawan tua itu merasakan keringat dingin di punggung mereka. Bahkan jika itu Duke Flamehart. Karena mereka kebanyakan dari North Duchy, nasib mereka terikat bersama dengan Ratu Lilith.
Selain itu, mereka juga takut akan kegilaan Ciel. Jika dihitung dengan kebangkitan seorang iblis, atau bisa dibilang pertama kali iblis mulai berlatih di usia tujuh tahun … Ciel telah bersabar selama 8 tahun dan menerima setiap penghinaan.
Hasilnya? Semua orang dibuat tidak bisa berkata-kata melihatnya sekarang sudah menjadi iblis tingkat tinggi. Padahal, Ciel belum menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya.
Para bangsawan itu takut Ciel akan terus mengingat kebencian ini. Berpura-pura tidak terjadi apa-apa selama beberapa tahun. Namun setelah kekuatannya cukup … siapa tahu apa yang akan terjadi?
Lagipula, bagi para bangsawan itu … Ciel adalah seorang Pangeran Gila yang membakar sebuah kota tanpa berkedip (tanpa merasa bersalah) di usia muda.
Jika sampai orang seperti dirinya benar-benar menyimpan dendam. Cepat atau lambat … kemalangan mungkin akan menimpa mereka.
Semua orang mengetahui Ras Abyssal Angel, sosok langka yang disebut-sebut sebagai inkarnasi ‘kebanggaan’.
“Heh …” Ciel terkekeh. “Bukankah mereka tidak mau? Biarkan saja … biarkan saja.”
“Mereka salah, sudah sepantasnya mereka meminta maaf.” Salah satu bangsawan yang sekaligus ayah seorang gadis berkata.
__ADS_1
“Benar.”
“Tunggu apa lagi, minta maaf sekarang.”
“...”
Para gadis langsung tercengang. Mereka pikir para bangsawan datang untuk membantu mereka, tetapi sebaliknya … orang-orang itu malah menyuruh mereka minta maaf.
Para gadis menggigit bibir mereka. Meski enggan, mereka semua termasuk dengan tunangan Pangeran Eoran membungkuk bersama.
“Maafkan kami, Putri Ariana!” seru mereka bersamaan.
Semua orang mengangguk puas. Ciel mengangguk dengan tenang, dia kemudian menatap Ariana sambil tersenyum lembut.
“Bukankah kamu harus menjawab mereka?” tanya Ciel.
Pada mengatakan itu, Ciel merasa kalau tangan Ariana yang dia gandeng mencengkeram lebih erat meski ekspresinya tidak berubah. Gadis itu mengangguk.
“Tolong angkat kepala kalian, Semuanya. Saya sudah memaafkan kalian. Ini hanya salah paham, tidak perlu begitu berlebihan.
Saya harap kita akan menjadi teman.” Ariana mengangguk sopan.
Jawaban Ariana yang memuaskan membuat orang tua para gadis itu mengangguk. Mereka juga puas dengan jawaban Ariana. Tidak membalas dengan sombong dan membuat situasi netral.
Pada saat itu juga, para gadis merasa lega. Mereka kemudian mengarahkan kebencian kepada tunangan Pangeran Eoran yang telah menjadi provokator sekaligus menyeret mereka. Wanita itu benar-benar terlihat pucat.
Ciel yang terlihat tenang meletakkan tangan kanannya di dada (tangan kirinya menggandeng Ariana) lalu membungkuk sopan.
“Terima kasih banyak, Semuanya. Kalau begitu … kami berdua akan pamit.”
Sebelum berbalik pergi, Ciel melirik ke arah Pangeran Eoran dan tunangannya yang memiliki wajah hitam. Dia juga melihat ayah dan ibunya yang hanya diam, tetapi tatapan bangga terlihat di mata mereka. Sedangkan Ratu Elizabeth … dia memandang Ciel dengan ekspresi rumit.
Keluar dari istana, Ciel mengajak Ariana berjalan-jalan ke danau belakang istana. Keduanya berjalan sambil menatap bulan dan bintang di langit.
Sampai di tepi danau, Ciel mendengar Ariana memanggil.
“Sayang?”
Pada saat Ciel menoleh, dia terkejut melihat Ariana berjinjit dan tiba-tiba mengecup pipinya.
“Terima kasih.”
__ADS_1
Mendengar suara tulus tetapi ekspresi tidak berubah, Ciel menggeleng ringan. Senyum lembut menggantung di bibir pemuda itu.
>> Bersambung.