Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Pergi Sendiri


__ADS_3

“Jadi begitu …”


Ciel menepuk kepala Deschia dengan lembut. Pemuda itu kemudian menoleh, menatap Frost Wyvern yang terluka. Setelah menghela napas, dia kemudian berjalan mendekati makhluk itu.


Ciel kemudian mengeluarkan satu botol potion, membuka, lalu menyuruh Frost Wyvern itu meminumnya. Awalnya makhluk itu agak takut dan ragu kepadanya. Namun setelah desakan dari Deschia, Frost Wyvern itu mau meminum potion dari Ciel.


Merasakan tubuhnya membaik lebih cepat, Frost Wyvern itu tampak linglung. Makhluk itu menatap ke arah Ciel dengan ekspresi penasaran.


Ciel tersenyum lembut lalu menepuk kepala Frost Wyvern itu, membuat Deschia menggeram dengan ekspresi tidak puas. Pemuda itu hanya menggeleng ringan sambil memikirkan sesuatu.


“Tidak menyangka, kelompok Wyvern yang dianggap sangat berbahaya ternyata hanya sekelompok pelayan untuk membantu Frost Dragon King mencari makanan.”


Setelah mengucapkan itu, Ciel tiba-tiba menghela napas panjang.


“Tidur pulas, bangun tidur dilayani … tanpa perlu melakukan apa-apa dalam hidup. Aku benar-benar iri dengan Frost Dragon King ini,” gumam Ciel. Pemuda itu sekali lagi menghela napas.”Aku juga ingin kehidupan seperti itu!”


Melihat bagaimana sepuluh Wyvern memandang ke arahnya dengan tatapan bingung, Ciel yang merasa malu pura-pura batuk.


Uhuk! Uhuk!


“Bagaimana kalau pergi ke tempat tinggal para Frost Wyvern?”


Ciel kemudian memberi bahasa isyarat, membuat Deschia yang sedikit bingung menjadi lebih paham. Biasanya pemuda itu langsung naik ke punggung Black Wyvern lalu mengarahkan makhluk itu. Namun kali ini dia ingin Deschia mengantarnya menuju ke tempat tinggal para Frost Wyvern, jadi itu sulit.


Naik ke punggung Deschia, makhluk itu kemudian terbang. Sembilan Frost Wyvern lain juga terbang mengikuti keduanya.


Terbang lebih tinggi, Ciel mulai merasakan udara dingin membelai kulitnya. Pada saat mereka terbang menembus awan, pemandangan luar biasa muncul di depan mata mereka.


Tidak seperti kaki gunung yang tandus, penuh bebatuan dan tebing curam, di atas awan … lebih tepatnya di bagian atas gunung dipenuhi salju yang tidak terlalu tebal. **** begitu, Ciel melihat banyak rerumputan berwarna toska.


Itu adalah bahan obat kelas rendah sampai menengah. Melihat banyak rumput yang begitu berharga benar-benar didiamkan saja di tempat itu, Ciel hanya bisa menghela napas panjang.


Rumput itu sendiri adalah makanan dari Five Horned Cloud Goat. Seperti namanya, makhluk itu adalah domba dengan bulu lembut seputih salju dan terlihat lembut seperti awan. Namun pada domba pejantan akan memiliki lima tanduk besar yang terlihat sangat kuat dan berbahaya.


Juga … makhluk itu adalah makanan utama Frost Wyvern.

__ADS_1


Rumput obat, bulu serta tanduk domba … hal-hal berharga di luar sana benar-benar tampak berlimpah di tempat itu.


Menepuk punggung Deschia, Ciel akhirnya dibawa lagi naik ke tempat yang lebih tinggi. Semakin tinggi, dan semakin tinggi. Pada saat itu, mata Ciel berkedip dengan wajah kagum.


Apa yang Ciel lihat adalah ratusan lubang di gunung yang terlihat unik sekaligus indah dan menarik.di depan goa-goa yang tidak terlalu besar itu tampak bagian luas yang cukup landai. Di sana, terlihat beberapa Frost Wyvern kecil yang bermain kejar-kejaran bersama teman-temannya.


Selain itu, pemandangan ratusan Frost Wyvern yang terbang di langit. Melebarkan sayapnya sambil berteriak satu sama lain seperti simfoni membuat Ciel terpesona.


“Luar biasa …”


Pemandangan itu bahkan lebih indah dan lebih baik daripada tempat para Griffin berada. Ciel telah mendengar cerita yang dilebih-lebihkan, tetapi dia rasa apa yang digambarkan dalam cerita orang-orang tentang tempat tinggal para Griffin tidak seindah pemandangan di depan matanya.


Semuanya tiba-tiba berubah setelah kedatangan Ciel dan Deschia. Para Frost Wyvern mulai saling berteriak lalu turun ke tanah yang dilapisi salju yang cukup tebal.


Melihat ratusan Frost Wyvern yang menyambut mereka dengan tatapan bingung membuat Ciel tersenyum pahit. Jika mereka semua mencoba menyerang, tidak mungkin pemuda itu melawan.


Bukan karena tidak bisa mengalahkan mereka. Sebaliknya, Ciel takut itu akan berujung pembantaian. Frost Wyvern sendiri bisa dibilang jenis Demonic Beast yang langka. Jika dia benar-benar melakukan pembantaian, Ciel takut hal itu akan merusak keseimbangan ekosistem Frozen Cloud Mountains.


Belum lagi, Ciel merasa terlalu boros untuk membantai mereka semua.


Deschia dan sembilan Frost Wyvern lain turun lalu mendarat di antara ratusan Wyvern lain. Pada saat itu, Ciel juga melompat turun dari punggung Deschia.


Berbeda dengan Frost Wyvern dewasa yang waspada, para Wyvern muda menatap Ciel dengan mata bulat mereka. Tampak begitu naif dan polos, benar-benar tidak cocok dengan cara orang-orang menggambarkan mereka sebagai mesin pembunuh kejam.


Melihat bagaimana para Frost Wyvern muda yang begitu naif, Ciel menggeleng ringan.


“Aku-”


Sebelum Ciel melanjutkan ucapannya, suara langkah berat terdengar dari salah satu goa tempat para Frost Wyvern tinggal. Beberapa saat kemudian, makhluk yang menyebabkan suara itu keluar dari goa.


“Selamat datang di suku kami, Iblis dari Kekaisaran Black Sun.”


Mendengar suara lelaki tua yang bijak dalam benaknya, Ciel tampak terkejut. Pemuda itu kemudian melihat sosok yang berbicara. Itu adalah seekor Frost Wyvern dengan sisik putih keabu-abuan dengan tubuh yang setengah kali lebih besar dari Deschia. Yang berarti dua kali lipat daripada Frost Wyvern pada umunya.


“Tidak menyangka, ada Frost Wyvern yang mendapat pencerahan untuk melakukan telepati,” ucap Ciel. “Namun … bagaimana kamu bisa tahu aku dari Kekaisaran Black Sun, Tetua?”

__ADS_1


“Tempat paling dekat dengan Frozen Cloud Mountain adalah Kekaisaran Black Sun. Belum lagi, dulu juga ada iblis dari tempat itu yang datang ke tempat ini.”


“...”


Mendengar ucapan Tetua Frost Wyvern, mata Ciel menyempit.


“Apa yang kamu inginkan sampai datang ke tempat ini, Anak Muda? Aku yakin, itu bukan karena membantu si hitam merebut tahta Raja para Frost Wyvern, kan?”


“Tahta Raja?” tanya Ciel.


“Menurut pernyataan penerus Raja dan delapan penjaganya, si hitam menantang penerus dan akhirnya memenangkan pertarungan. Secara tidak langsung, si hitam sekarang memperoleh tempat itu …


Tahta Raja para Frost Wyvern berikutnya.”


Ciel melihat ke arah Tetua Frost Wyvern lalu mengangkat sudut bibirnya.


“Berhenti memanggilnya si hitam. Namanya Deschia.” Ciel menggeleng ringan. “Memang, aku di sini bukan untuk melakukan itu. Lagipula, kamu … raja saat ini masih bisa memimpin kelompok ini, Tetua.”


“Waktuku sudah tidak lama lagi.” Tetua Frost Wyvern menatap Ciel dengan tenang. “Lalu, apa yang ingin kamu lakukan sampai datang ke tempat ini, Anak Muda?”


“Aku ingin bertemu Frost Dragon King.”


“...”


Mendengar ucapan Ciel, Tetua Frost Dragon itu terkejut. Makhluk itu menggeleng ringan.


“Karena kamu adalah teman kami, para Frost Wyvern. Aku tidak akan menghentikanmu, Anak muda. Hanya saja …”


“Ada apa?” tanya Ciel.


“Kamu harus menemui Yang Mulia sendiri. Kami, para Frost Wyvern tidak diperbolehkan untuk naik ke bagian puncak Frozen Cloud Mountains.”


Kali ini Ciel kembali mendongak. Melihat masih ada awan di atas lapisan awan, ekspresi pemuda itu stagnan. Belum lagi, melihat awan yang lebih tebal, tampak ganas dan tidak alami itu … dia benar-benar menghela napas panjang.


Baik. Sangat baik. Siapa yang takut untuk pergi ke tempat itu sendiri?

__ADS_1


Pergi sendiri? Aku akan melakukannya!


>> Bersambung.


__ADS_2