Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Festival 10.000 Buah


__ADS_3

“Apa … apakah anda bercanda denganku! Tidak mungkin kalau-”


Sebelum James menyelesaikan ucapannya, Ciel menyela dengan nada dingin.


“Kamu hanya meminta pada orang yang salah. Kamu menunduk kepada para tikus yang mengaku sebagai bangsawan. Apakah menurutmu itu benar?


Mendengar kamu melakukan hal itu saja membuatku jijik. Aku sempat berpikir, kamu mengkhianati Kekaisaran Black Sun dan membelot dengan organisasi Curses of Shadow.


Aku benci mengakuinya, tetapi mereka cukup kuat. Mungkin saja bisa mewujudkan keinginanmu.”


“...”


James terdiam. Ekspresinya tampak begitu rumit. Dia tahu apa yang menunggunya adalah pilihan yang sangat sulit. Jika dirinya setuju dengan Ciel, hanya ada dua kemungkinan.


Pertama, jatuh ke jurang gelap yang lebih dalam. Terakhir, meroket naik sampai bisa mewujudkan keinginannya. Namun James juga tahu kalau dia tidak memiliki pilihan lain. Jika menolak, Ciel juga akan langsung membunuhnya.


Menatap mata Ciel dengan ekspresi serius, James akhirnya berkata,


“Budak ini telah menemui tuannya!”


Mendengar itu, Ciel mengangkat sudut bibirnya. Dengan kehadiran James dalam barisan bawahannya, pemuda itu akan memiliki mata untuk mengawasi gerak-gerik di Royal Capital. Sedangkan untuk skill unik milik orang itu, dia memiliki pemikiran tersendiri untuk memaksimalkan penggunaannya.


Melepaskan ikatan James, Ciel berkata dengan senyum misterius di wajahnya.


“Kamu pasti tidak akan menyesali pilihanmu ini.”


...***...


Tiga hari kemudian, malam hari sebelum hari festival.


Di Istana tamu, jamuan besar diadakan. Di sebuah meja yang berada di sudut, enam orang duduk mengelilingi meja yang sama. Banyak tamu yang sesekali melirik ke arah meja itu karena yang ada di sana bukan sembarangan orang. Yang duduk mengelilingi meja itu adalah Ciel, Zack, Silevran, Elyas, dan dua orang yang cukup terkenal.


Salah satunya adalah pemuda dengan rambut hijau gelap, memiliki paras tampan, tampak tenang dan elegan. Dia adalah Pangeran dari Kerajaan Vastoreen, Cedric Greenguard.

__ADS_1


Yang terakhir adalah sosok kekar dengan rambut biru tua seperti Elyas, hanya saja tubuhnya tegap dan kulitnya gelap. Sementara iris matanya memiliki warna amber. Orang itu memiliki seringai yang terus terpampang di wajahnya. Dia adalah Pangeran dari Kerajaan Ambersea, Kris Coldshore.


Keenam orang itu memiliki sebuah kesamaan. Sama-sama bangsawan kelas tinggi, dari generasi yang dibilang sama, dan … sama-sama sosok berbakat di antara orang di sekitar mereka.


Orang yang seharusnya tidak duduk di meja yang sama. Orang-orang yang seharusnya duduk di area tengah karena dianggap penting. Namun, karena keberadaan seseorang, mereka memilih duduk bersama di tempat yang bisa dikatakan tidak terlalu baik. Bahkan cukup buruk.


Ya, Luciel yang telah menyatukan mereka.


Ciel sendiri sebenarnya tidak melakukan apa-apa. Namun orang-orang itu mendekatinya karena tertarik dan merasa lebih inferior daripada dirinya.


Dua hari yang lalu, Cedric bertemu dengannya untuk bertukar salam. Pemuda itu berbicara santai pada awalnya. Namun setelah membicarakan tentang musik dan puisi, Cedric malah menjadi bersemangat dan terus mendekati Ciel.


Orang itu adalah seorang kutu buku yang suka musik dan puisi. Dia menganggap orang lain itu tidak berpendidikan dan bodoh dibandingkan dirinya. Bahkan kurang dalam etiket.


Akan tetapi Cedric dibuat terkejut tentang pengetahuan Ciel. Dia juga sangat terkejut dengan tingkah laku pangeran pemalas itu. Meski terlihat malas dan agak sembrono, Ciel masih tampak elegan. Bahkan seperti tipe yang unik dan sangat menarik.


Hal itu membuat Cedric ingin lebih mengenal Ciel.


Sedangkan Kris, orang itu menantang Ciel untuk duel dihari berikutnya. Tidak ada pertaruhan atau apa-apa, orang itu dengan ceroboh berkata bahwa Ciel suka menggertak orang dan dirinya bukan orang yang mudah digertak.


Pada akhirnya, Ciel menurunkan kekuatannya ke level 4 (awal) lalu melawan Kris. Namun hasilnya masih sama. Bahkan cukup kejam.


Ciel melapisi tangan kanannya dengan sihir gravitasi dan membuatnya berkali-kali lebih berat. Pemuda itu kemudian menampar Kris sampai sosok Pangeran dari Kerajaan Ambersea itu membenturkan wajahnya ke tanah lalu pingsan.


Keesokan harinya, Kris langsung mendekati Ciel. Daripada yang lainnya yang masih menahan diri dengan sopan, dia mirip dengan Zack. Bahkan lebih lugas. Mungkin karena hal itu juga kebiasaan budaya dari Kerajaan Ambersea. Namun Ciel juga tidak terlalu membencinya.


Selama orang-orang yang berkerumun di sekitarnya itu tidak mengganggunya ketika makan atau menjadi terlalu berisik, Ciel tidak memperdulikannya.


Sebenarnya Heath juga sering berkumpul dengan mereka berenam. Hanya saja, malam ini dia harus menjadi tuan rumah dan menghibur para tamu. Jadi hanya mereka berenam yang duduk di tempat itu.


Mengikuti jejak Ciel, dua Pangeran dari Kekaisaran Black Sun juga membuat lingkaran mereka sendiri. Hanya saja anggotanya sebagian adalah perwakilan dari Duke kerajaan lain. Itu karena Pangeran dari kerajaan lain masih agak sombong dan merasa cukup pantas untuk membuat lingkaran mereka sendiri.


“Tidak terasa … Festival Sepuluh Ribu Buah datang begitu saja. Ngomong-ngomong … apakah kalian akan tinggal satu minggu lagi setelah festival?”

__ADS_1


Kris mulai berbicara dengan nada ceria. Dia juga makan daging yang disajikan di atas meja dengan lahap.


“Jaga sopan santun anda, Pangeran Kris. Paling tidak, jangan makan sambil berbicara.” Cedric mengerutkan kening ketika melihat Kris yang makan dengan tidak elegan, bahkan terkesan agak sembrono.


“Apa yang salah makan dengan lahap? Meski lahap, Pangeran Luciel juga masih terlihat elegan. Apa gunanya makan satu irisan kecil yang bahkan tidak bisa menyelip di gigi.


Kamu terlihat aneh, Banci.”


Mendengar bagaimana Kris menghina dirinya dengan begitu santai, sudut bibir Cedric berkedut. Otot muncul di pelipisnya. Orang itu jelas sangat marah, tetapi menahan emosinya.


“Paling tidak, saya masih lebih baik dibandingkan dengan anda, Nelayan Liar.”


"Woy! Apakah kamu mengajak bertarung, Banci? Benar-benar berani menghinaku?”


“Siapa yang akan takut kepada Nelayan Liar seperti anda. Bahkan jika ada, itu bukan saya.”


Ketika kedua orang itu ribut, Ciel tampak agak tidak berdaya. Dia kemudian merasakan tatapan dari sebelah kiri. Ketika menolah, pemuda itu melihat Zack yang menatapnya dengan ekspresi bersemangat.


“Bukankah tempat ini menyenangkan, Sahabatku? Kedua pangeran itu juga tampak menarik. Aku tidak sabar melihat mereka-”


Sebelum Zack melanjutkan ucapannya, Ciel menjejalkan paha ayam panggang ke mulut sahabatnya itu. Dia kemudian menatap kedua orang yang ribut.


“Kalian berdua … cukup. Jangan membuat keributan. Paling tidak hargai Pangeran Heath yang telah berusaha menyiapkan jamuan ini dengan baik.”


“...”


Cedric dan Kris saling memandang dalam diam. Meski mereka diam, jelas, keduanya masih memiliki keluhan masing-masing. Tidak dalam, tetapi keduanya saling menganggap sosok berlawanan adalah orang yang mereka benci.


Mereka berenam pun kembali fokus pada pesta. Meski terlihat cukup tenang, mereka cukup menantikan festival yang diadakan setiap beberapa tahun sekali. Pertama kali mengikuti, mereka cukup penasaran apa yang sebenarnya membuat acara itu menarik.


Tanpa terasa, malam pun berlalu, matahari mulai menampakkan dirinya.


Hari ini … Festival Sepuluh Ribu Buah pun akhirnya akan dimulai!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2