Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Code ZERO


__ADS_3

BLAAARRR!!!


Dinding Kastil Black Lily bergetar. Tidak hanya kastil, bahkan area sekitar juga gemetar hebat. Banyak orang di terbangun di malam hari.


Kepulan asap muncul dari bangunan utama kastil. Banyak prajurit yang segera berbaris mendekat. Waspada dengan serangan tiba-tiba.


“Mundur! Kelilingi area kastil, tidak ada yang diizinkan masuk ke dalamnya sama sekali!”


Suara Ciel yang agung langsung terdengar. Para ksatria langsung mengikuti perintahnya. Bahkan banyak penghuni kastil yang segera keluar. Tentu saja ada beberapa pengecualian, seperti bawahan langsung Ciel.


Berpusat pada lantai tiga bangunan kastil, asap mulai mereda. Sosok Ciel berdiri dengan tenang. Pemuda itu menatap ke depan dengan ekspresi serius.


Suara langkah kaki lembut terdengar. Lalu, terlihat siluet yang muncul dari ruangan yang hancur. Berbeda dari penampilan cangkang sebelumnya, sosok di depan Ciel tampak tebih … familier.


Jika awalnya siluet itu terlihat seperti gadis berusia 8 atau 9 tahun, sosok itu sekarang terlihat seperti anak berusia lima tahun. Gaun yang dipakainya menjadi lebih longgar. Sedangkan penampilannya, sosok itu sekarang memiliki rambut hitam legam panjang, iris berwarna ungu dan kulit seputih salju. Wajahnya terlihat sangat familier … ya, tampak seperti Ciel versi gadis kecil.


Melihat penampilan itu … Ciel memiringkan kepalanya. Gadis kecil itu pun memiringkan kepalanya, menirukan gerakan Ciel.


Ketika Ciel tampak agak aneh, gadis itu tiba-tiba mengangkat tangan kanannya. Di depan telapak tangannya, sebuah lingkaran sihir raksasa tercipta. Ciel sangat akrab dengan lingkaran sihir itu. Lingkaran sihir yang sering dia gunakan untuk bermain … Shadowflame Imoogi.


Gadis kecil itu tidak mengucapkan apa-apa dan melakukan casting instan secara langsung.


BLARRR!!!


Kastil Black Lily kembali bergetar. Sosok Ciel melompat keluar dan jatuh pada hamparan bunga di taman. Setelah beberapa waktu, sosok kecil melayang perlahan mengikuti Ciel. Namun hal itu membuat Ciel gemetaran karena …


Enam sayap hitam legam muncul di punggung gadis kecil itu!


Oi oi oi … ini pasti bercanda, kan? Abyssal Angel bisa dibuat dengan cara seperti ini? Dunia pasti sudah gila!


Abyssal Angel. Karena dalam ritual, mutiara jiwa harus direndam dengan darah pengguna ritual, Ciel menggunakan darahnya sendiri. Pemuda itu tidak menyangka bahwa ternyata ‘cangkang’ itu seperti kertas kosong. Lebih tepatnya, sebuah template yang bisa diatur untuk menjadi apa.


Vonda cukup gila, tetapi tidak bisa disangkal kalau dirinya sangat jenius.


Ciel tampak takjub dalam hatinya. Bahkan jika harus mengorbankan seluruh orang dalam satu wilayah, membuat Abyssal Angel bisa dibilang sangat menguntungkan. Bagi banyak orang, seorang Abyssal Angel lebih penting daripada satu juta jiwa.

__ADS_1


Memang, apa yang Ciel pikirkan benar. Vonda membuat tubuh sebagai kertas kosong. Agar selain memiliki kekuatan luar biasa, dia tidak hanya dibatasi dengan bakat yang buruk. Namun jika bisa melihat apa yang terjadi, wanita itu pasti akan terkejut.


Seharusnya memerlukan esensi darah untuk mewarisi kekuatan. Dengan kata lain, satu nyawa dengan bakat bagus harus dikorbankan ketika ritual untuk mendapatkan bakatnya. Namun di tangan Ciel, bahkan dengan semangkuk kecil darah … Abyssal Angel bisa muncul.


Sayap hitam itu sudah bisa dianggap sebagai buktinya!


Menelan saliva, Ciel menatap sosok gadis kecil yang melayang perlahan itu dengan skill ‘Eye of The Lord’ dan pada saat itu juga … tubuhnya gemetar.


Abyssal Angel level 6 (awal), bakat bawaan … Elemental Lord.


“Elemental Lord,” gumam Ciel dengan ekspresi tidak percaya.


Meski satu level di bawah Arcane Lord milik Ciel yang bisa membuat pemuda itu mengendalikan semua jenis sihir, Elemental Lord sendiri dianggap legendaris. Sama dengan skill milik gurunya, Maria.


Banyak orang yang berkata, jika saja Maria adalah lelaki, yang mewarisi tahta bukanlah Kaisar Julius … tetapi dirinya. Dan sekarang, Ciel tanpa sengaja memunculkan bakat semacam itu.


Gadis kecil itu tampak linglung. Ular api menari di tangan kiri, dan ular petir menari di tangan kanan. Di sekitarnya … tampak ratusan pisau es yang melayang. Menatap Ciel dengan ekspresi penasaran, gadis kecil itu mengayunkan tangannya.


BLARRR!!! BLARRR!!! BLARRR!!!


Gadis itu menginjakkan kakinya di atas tanah, masih menatap Ciel dengan wajah tanpa ekspresi. Agak linglung, tampaknya bingung akan sesuatu.


Berjalan perlahan, gadis kecil itu tersandung kerikil dan wajahnya menabrak tanah. Ketika bangkit, dia tidak terlihat kesakitan. Tidak ada ekspresi lain, hanya tampak bingung. Mendekati Ciel, gadis kecil itu sekali lagi jatuh ke tanah. Namun kali ini, dia memegang kepalanya dengan ekspresi kesakitan.



Menghadapi kehidupan aneh di depannya, Ciel agak ragu. Dia ingin menghajarnya, tetapi itu hanya anak kecil di bawah umur. Masalahnya, gadis kecil itu juga Abyssal Angel level 6 (awal) … hal yang membuat Ciel semakin ragu.


Setelah rasa sakit mereda, gadis itu kembali bangkit. Meski wajahnya masih tanpa ekspresi, mata gadis itu memancarkan kilau kecerdasan. Gadis itu memiringkan kepalanya.


“Mama?”


“...”


Ekspresi serius di wajah Ciel langsung stagnan. Setelah beberapa saat, dia agak mengerti apa yang terjadi. Sebelumnya, proses penyatuan mutiara jiwa, darahnya, dan cangkang belum menyatu seutuhnya. Namun semua masalah itu terselesaikan sekarang.

__ADS_1


Seperti anak ayam yang baru menetas. Setelah merasakan darah dan energi yang sama pada tubuh Ciel, gadis kecil itu menganggap sosok di depannya sebagai induknya. Ya … itu agak tepat. Masalahnya, Ciel adalah lelaki, bukan perempuan.


“Apakah kamu main-main denganku, Vonda?” sudut bibir Ciel berkedut ketika mengatakan itu.


Gadis kecil itu mencoba memproses apa yang dikatakan Ciel. Pada akhirnya, dia hanya bisa menatap Ciel dengan mata bulat dan bertanya, “Mama?”


“Bisakah kamu hentikan itu …” Menghadapi tatapan gadis kecil itu, Ciel menghela napas panjang. “Paling tidak, panggil aku Papa.”


“Papa???” Gadis kecil itu sekali lagi memiringkan kepalanya.


“Iya … Papa.” Ciel mengangguk lembut.


“Papa!”


Gadis itu berlari ke arah Ciel sebelum tersandung dan membenturkan wajahnya ke tanah. Melihat pemandangan itu membuat Ciel tercengang. Pemuda itu sama sekali tidak bisa menghubungkan makhluk kecil polos dan canggung di depannya dengan monster berbahaya yang hampir menghancurkan Kastil Black Lily.


“Kamu bisa terbang, kan?”


Setelah bangkit. Gadis kecil itu menatap Ciel dengan bingung.


“Terbang?”


Melihat gadis kecil itu, Ciel menghela napas panjang. Enam sayap hitam legam yang lebih besar dari milik gadis itu muncul di punggungnya. Pemuda itu kemudian mengepakkan sayapnya perlahan dan melayang di udara.


Seolah mengerti apa yang dimaksud oleh Ciel, gadis kecil itu kemudian terbang menuju kepadanya. Gadis kecil itu langsung memeluk dirinya, mengendus bau, lalu menggosokkan wajah kecilnya ke tubuh Ciel.


Melihat ekspresi nyaman di wajah gadis kecil itu, Ciel menghela napas. Tidak lama setelah mengakui seseorang yang lebih muda beberapa tahun darinya menjadi putra, sekarang … dia benar-benar mendapat seorang putri.


Code ZERO … itu adalah nama ekspresimen Vonda untuk membuat tubuh baru. Ciel tentu tidak akan menggunakan nama itu terhadap ‘putrinya’ sendiri. Setelah itu, dia kemudian merenung sebentar.


Menunjukkan senyum lembut di wajahnya, Ciel akhirnya membuka mulutnya.


“Karena kamu adalah yang pertama ... sekarang aku akan memanggilmu dengan nama Eve.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2