
“Apakah kalian tidak mengundangku untuk masuk ke pemukiman?”
Mendengar perkataan Ciel, para Minotaur saling memandang dengan ekspresi bingung.
“Kenapa kalian semua malah melamun? Apakah ada yang salah?”
“T-Tidak ada, Tuan. Kami para budak takut anda tidak kuat dan merasa jijik jika harus masuk ke ‘kandang’ kami.” Kepala suku Minotaur buru-buru menjelaskan.
“Hmmm???” Ciel memiringkan kepalanya. “Apakah itu tanggapan orang-orang terhadap pemukiman kalian?”
“Be … begitulah, Tuan.” Kepala suku Minotaur menundukkan kepala.
Ciel mulai mengendus udara. Sedikit mengernyitkan alisnya, dia mengangguk ringan.
“Jujur saja, kalian memang bau. Kebanyakan orang pasti akan merasa kurang nyaman. Namun aku tidak peduli itu. Ketika lewat, aku tahu kalian menjaga lingkungan hidup kalian bersih. Hanya saja …
Kalian pasti jarang mandi. Itu kenapa pemukiman menjadi bau.”
“Jadi seperti itu …”
Para Minotaur memandang Ciel dengan saksama. Biasanya orang-orang tidak peduli dan tidak mau mengingatkan mereka. Namun Tuan mereka yang baru, pemuda yang dianggap tidak berguna di Istana Kekaisaran benar-benar memperdulikan mereka. Hal itu membuat para Minotaur bahagia.
“Kalau begitu … Kalau begitu bisakah Tuan memberi kami arahan agar para Minotaur bisa menjadi lebih baik.” Kepala suku berkata sopan, tetapi nadanya jelas membawa penuh harapan.
“Hmmm … itu mudah. Kalian tinggal memulai kebiasaan mandi. Coba paling tidak mandi sehari sekali setiap pagi. Jika itu sore atau malam, aku takut bulu kalian tidak kering. Selain membuat bau apek yang tidak sedap, bulu yang tidak kering mungkin bisa menimbulkan jamur dan membawa penyakit.
Karena sungai tidak jauh dari pemukiman, aku rasa hal itu bisa dilakukan. Selain itu, kalian pasti mengetahui tanaman yang disebut Greenthorn. Jenis tanaman merambat tanpa daun, seluruh tubuhnya penuh dengan duri lunak. Sama sekali tidak berbahaya. Biasanya tumbuh di pinggiran hutan.
Cari tanaman itu lalu tumbuk batangnya. Setelah lembut, kalian bisa menggunakannya saat mandi. Ketika bertemu air, bubur lembut yang terbuat dari tumbukan Greenthorn akan menimbulkan buih. Hal itu bisa memudahkan kalian saat mencuci bulu kalian. Tanaman itu memberikan aroma menyegarkan bercampur dengan sedikit aroma pahit.
Aroma itu … sama sekali tidak buruk.”
Sadar kalau dirinya banyak bicara, Ciel berpura-pura terbatuk. Mengamati sekitar, pemuda itu terkejut saat melihat sekeliling. Bukan hanya para Minotaur … Camellia, Elena, dan seratus ksatria juga memandangnya dengan ekspresi takjub. Meski memasang wajah poker, dia benar-benar merasa malu.
Uhuk! Uhuk!
__ADS_1
“Kelihatannya aku terlalu banyak bicara,” ucap Ciel dengan nada tak acuh.
“S-Sama sekali tidak, Tuanku. Kami para budak merasa sangat bahagia karena anda mau mengajari kami banyak hal. Tidak hanya itu, anda memperlakukan kami dengan sangat baik. Anda benar-benar sosok Tuan yang terbaik bagi kami.” Kepala suku Minotaur buru-buru berkata.
Melihat para Minotaur menatapnya dengan pandangan penuh bintang di mata mereka, Ciel agak merinding. Bayangkan saja, ribuan kepala banteng menatap dengan tatapan ‘panas’. Pemujaan ekstrem itu benar-benar membuat pemuda itu was-was.
Mereka … Mereka tidak akan mencoba membuat patungku lalu menyembahnya setiap hari, kan?
Membayangkan itu membuat Ciel bingung harus menangis atau tertawa. Dia hanya bisa berkata, “Jadi bagaimana? Bisa kita berbicara di dalam? Lagipula, ini masalah resmi pemilik wilayah dengan suku-suku di wilayahnya.”
“Tentu saja, Tuan! Tentu saja! Kami para budak benar-benar menyambut kedatangan anda.”
“Baik!” Ciel megangguk sebelum melihat ke arah para ksatria. “Aku tahu kalian tidak terbiasa. Dirikan tenda di luar area pemukiman. Kalian bisa beristirahat dan menikmati waktu senggang ini. Malam ini kita menginap.”
“Baik, Tuan!” seru para ksatria.
Mereka terlihat begitu lega. Orang-orang itu jelas tidak terbiasa dengan aroma di sekitar pemukiman Minotaur. Mereka juga paham, alasan Ciel membawa ksatria hanya sekadar formalitas belaka.
“Apakah kalian mau ikut atau tinggal?” tanya Ciel kepada Camellia dan Elena.
Melihat Camellia yang setuju ikut, Ciel mengangguk. Gadis itu pernah hidup di gang kotor sebelum dijadikan budak. Jadi pemuda itu tidak terlalu terkejut. Namun ketika melihat Elena mengangguk, Ciel merasa takjub.
“Apakah kamu tidak memaksakan diri? Tidak apa-apa untuk tinggal. Kamu-“
“Saya akan terus mengikuti Tuan.” Elena berkata dengan dingin dan tegas.
Meski hidup di gubuk kayu selama lima tahun, jelas Elena menjaga kebersihan dengan baik. Ciel tahu, para Dark Elf memiliki panca indera yang lebih baik daripada kebanyakan iblis lainnya. Melihat wanita itu memilih mengikutinya, Ciel tersenyum lembut.
“Baik!” Ciel mengangguk. Menoleh ke arah kepala suku, dia melanjutkan, “Tunjukan jalannya!”
“Sesuai perintah anda, Tuanku!” Kepala suku Minotaur menjawab penuh hormat.
...***...
Dalam kediaman kepala suku… Ciel, Camellia, dan Elena tampak duduk lesehan di atas alas kulit binatang buas. Di depan mereka ada sebuah meja yang dipenuhi dengan berbagai macam buah, daging asap, dan susu domba.
__ADS_1
Aku baru tahu kalau Minotaur bukan vegetarian!
Seru Ciel dalam hati. Membayangkan para Minotaur berburu atau menggembalakan domba, itu benar-benar pemandangan aneh tetapi luar biasa. Ciel terkejut kalau mereka sudah belajar berternak. Minotaur jelas lebih unggul daripada kebanyakan Ras Heteromorphic seperti Goblin, Gnoll, dan sebagainnya. Kelihatannya hanya sedikit lebih buruk daripada Orc.
Ya … mereka lebih berkembang. Namun membayangkan mereka menggembalakan domba benar-benar cukup aneh.
Mengabaikan pemikiran liarnya, Ciel segera berkata kepada kepala suku yang duduk di seberang meja.
“Sebenarnya … aku berniat membuat daerah khusus untuk Ras Heteromorphic seperti kalian. Tempat itu hanya akan diisi dengan kota-kota penuh Ras Heteromorphic dari pemimpin daerah sampai ke petaninya.
Tentu saja, aku belum bisa memberi gelar bangsawan. Namun membuat tempat khusus dimana kalian tidak tertindas. Bukankah itu cukup baik?”
“Apakah … Apakah anda benar-benar ingin membangun tempat suci seperti itu bagi kami, Tuanku?” Minotaur tua itu tiba-tiba mengusap matanya. Benar-benar menangis di tempat.
“Ya … itu tidak salah. Namun aku berencana menyatukan seluruh Ras Heteromorphic di wilayahku menjadi bawahanku sendiri. Itu agak sulit … tetapi jika kalian setuju, rencana mungkin bisa segera dijalankan.”
“Hanya orang bodoh yang menolak kebaikan anda, Tuanku!” seru kepala suku Minotaur dengan ekspresi berlebihan.
“Sebenarnya aku berencana-“
“KEPALA SUKU!!!”
Teriakan lantang terdengar dari luar kediaman kepala suku. Melihat Minotaur tua itu gugup, Ciel menghela napas panjang.
“Mari kita memeriksanya.”
“Baik, Tuanku!”
Keluar dari tenda kepala suku, Ciel terkejut ketika melihat Minotaur meraung marah tidak jauh dari sana. Makhluk itu membawa kapak besar sambil berjalan menuju tenda kepala suku dengan ekspresi marah.
Bukannya terkejut karena teriakan atau kemarahan Minotaur itu, Ciel justru terkejut dengan penampilannya. Makhluk itu lebih tinggi daripada rata-rata Minotaur. Dia juga memiliki bulu lebih lebat daripada rekan-rekannya. Yang cukup unik … bulu itu berwarna hitam legam.
Melihat ke arah Minotaur hitam dengan mata emasnya, Ciel tiba-tiba tersenyum riang.
“Menarik … sangat menarik! Benar-benar Minotaur yang bermutasi!”
__ADS_1
>> Bersambung.